Bawah Tanah

Bawah Tanah
Eps.9 Hantu Muka Rata


__ADS_3

Dalam perjalanan pergi dari istana, Ratu berpesan kepada Rama dan juga Puteri.


"Berhati hatilah kalian, musuh kalian banyak terutama Hantu muka rata dan sosok laki laki selain itu ada pula sosok perempuan, namun kalian tidak usah khawatir akan hal itu, saya akan terus membantu kalian jika kalian yidak bisa melewati gangguan dari makhluk itu" ucap Ratu.


"Terimakasih atas nasehatnya Ratu, aku akan berhati hati dan terus saling menjaga satu dengan yang lain" jawab Rama.


"Silahkan antarkan sahabatmu pulang terlebih dulu biar kalian bisa fokus untuk menikmati dan merencanakan kedepannya" ucap Ratu.


"Baiklah Ratu, jika memang ini caranya aku akan mengantarkan sahabatku pulang" jawab Rama.


"Ayo Roi kita pulang, aku akan mengantarmu pulang" Ucap Rama.


"Ayo Ram, aku sangat lelah dan butuh banyak istirahat" jawab Roi.


"Biar saya bukakan portal untuk masuk ke dunia kalian" ucap Ratu.


Seketika saat membuka portal ke dunia nyata, Rama dan Roi masuk dan kembali ke tubuh mereka, namun Rama kembali masuk kedalam portal seakan di tarik dari portal tersebut. di dalam hutan hanya berdua denga tuan puteri pujaan hatinya.


mereka ngobrol santai di gubuk yang ada dalam hutan tersebut, asiknya ngobrol hingga melakukan perbuatan yang tidak senonohnya karena merasakan hawa dingin yang sangat luar biasa.

__ADS_1


"Aku kedinginan Ram" ucap tuan puteri.


"Sini datanglah ke pelukanku biar merasa kehangatan dalam tubuhmu" jawab Rama.


Tuan puteri datang kepelukan Rama dan mereka melakukan adegan ciuman, memang pada saat itu hutan sedang hujan dan keadaan sepi serta hawa dingin membuat mereka menjadi kedinginan perlu adanya kehangatan.


Sesaat mereka terlelap dalam tidurnya, tiba tiba ada suara aneh mendesus di telinga mereka, Rama yang mendengarkan suara itu ketakutan, dikiranya ular hutan, namun sangat tidak mungkin karena saat ia bertemu ukar pada malam lalu malah ular itu merasa ketakutan, ia tak berani membuka matanya, begitu pula dengan puteri yang mendengarkannya.


"Suara ala ini, jika ular tidak mungkin, tapi kok ada langkah kaki mendekat, apakah ini Raja Nois, atau Ratu" ucap Rama dalam hatinya.


Rama terbangun dari tidurnya dan memberanikan diri untuk membuka mata, dengan terkejutnya ketika melihat bayangan hitam besar di hadapannya yang seolah olah berjalan mendekati Rama dan tuan putri.


Rama membangunkan tuan putrri dan memintanya untuk bersiao siap lari dari gubuk tersebut.


"Tuan puteri, bangunlah, ada sesuatu yang datang, sepertinya gangguan yang di ceritakan oleh Ratu" ucap Rama kepada tuan puteri.


Tuan puteri yang saat itu masih belum tersadar dari tidurnya, masih bengong dengan perkataan Rama dan setelah melihat ke arah depan di mana sosok bayangan hitam itu mulai mendekati mereka, tuan puteri merasakan ketakutan yang luar biasa.


"Waaaaaaaaa apa itu Ram, aku takut Rama" ucap tuan puteri sambil memeluk Rama.

__ADS_1


"Kita bersiap siap untuk lari" ucap Rama.


"Baik Rama, tapi jangan tinggalkan aku" ucap tuan puteri.


"Tenang saja tuan puteri aku tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi" jawab Rama sambil memeluk tuan puteri biar merasa tenang dan aman.


Hendak mereka kabur dari gubuk itu, tiba tiba muncul muka menyeramkan di depan pintu, sosok dengan muka tanpa mata, hidung, mulut, bisa di sebut hantu muka rata. lepas melihat itu, mereka berteriak ketakutan dan menendang muka hantu itu, lalu lari terbirit birit.


"Setan....." ucap Rama berteriak.


"Ayo kabur Ram" ucap tuan puteri sambil menendang muka hantu muka rata itu.


"Lari" ucap Rama.


Mereka berdua terus berlari kencang karena merasakan hal yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya, apakah ini kenyataan atau bahkan ini hanyalah halusinasi mereka, terus bertanya tanya oada diri mereka masing masing.


Setan itu terus mengejar mereka, hingga tuan puteri terjatuh dan mengalami luka di kakinya, terus mengalami pendarahan di tangannya, Rama tidak mungkin melanjutkan perjalanan mereka, akhirnya pasrah dengan keadaan yang membuat mereka semakin takut.


"Sudahlah, aku pasrahkan semuanya, jika memang ini takdirnya akan ku terima, semoga ada yang menolong kami" ucap Rama.

__ADS_1


Setan itu semakin mendekat, dengan wajah rata dan pedang di tangannya seolah olah ingin membunuh mereka, setan itu berusaha membunuh, hampir memenggal kepala Rama, tiba tiba datang sosok putih, bayangan begitu cepat menbawa pergi setan muka rata itu. tak lain sosok itu adalah Ratu yang menjelma menjadi asap putih.


__ADS_2