
Apakah disini tempatnya?" Tanya N.K terhadap diri sendiri ketika sampai di sebuah tempat.
N.K masuk kedalam tempat tersebut, namun tidak lama kemudian segerombolan laki-laki dewasa datang menghadang N.K.
"Jangan ganggu langkahku!" Gertak N.K kesal. "Kau ingin menyelamatkan perempuan itu rupanya. Hadapi kami dulu!" Kata salah seorang dari mereka.
N.K menyiapkan kuda-kuda dan langsung menyerang mereka. "Rupanya kau nekad juga ya." Ejek penjahat tersebut.
Di saat salah satu dari mereka agak lengah, N.K langsung menendang bagian perut sang penjahat, sehingga penjahat itu kesakitan.
Satu penjahat berhasil dilumpuhkan, namun tidak dengan yang lain. N.K masih harus melumpuhkan yang lainnya.
"Menyerah saja bocah. Kau tidak bisa melawan kami." Ujarnya lagi. "Tidak...aku tidak akan menyerah secepat itu. Indo pasti butuh bantuan...sangat." Tekad N.K lirih.
N.K berusaha untuk tenang dalam melawan mereka semua walaupun pikirannya terus memikirkan keadaan Indo.
Brukkk!
Pukulan terakhir N.K berhasil sudah. Dengan cepat ia langsung menghubungi S.K.
"Halo Hyung, apa kau sudah menemukan Indo?" Tanya S.K di seberang sana. "Sepertinya begitu. S.K sekarang kau cepat hubungi paman ASEAN dan yang lainnya untuk datang kesini. Bawa polisi juga." Suruh N.K. N.K langsung mematikan telepon dan mengirimkan lokasinya.
"Halo Hyung!" S.K tidak dapat menghubungi N.K kembali. "Ya hubungi paman ASEAN dan yang lainnya." S.K langsung menekan nomor kontak ASEAN. "Halo Paman..."
N.K terus mencari ruangan ke ruangan yang lain, namun tidak ada Indo di sana. "Ya tinggal ruangan ini yang belum." N.K sangat yakin dan langsung mendobrak pintunya.
"Korut!" Panggil Indo. "Indo..." Ucap N.K tidak percaya dapat menemukan Indo.
"Wah...wah...tidak sangka kau berhasil menemukan kami disini." Bos tersebut mulai menyuruh anak buahnya yang lain untuk menyerang N.K kembali.
"Cukup hentikan!" Teriak Indo tidak setuju. Indo melihat N.K sudah banyak luka-luka dan memar. Indo tidak yakin kalau N.K masih mampu untuk melawan lagi.
Para penjahat itu mulai maju dan menyerang N.K. Seperti N.K sudah kelelahan, sedangkan penjahat-penjahat itu belum juga kewalahan.
N.K agak terhuyung lemah, tanpa aba-aba penjahat tersebut memukul di bagian kepala N.K. N.K terjatuh dan sudah tidak berdaya lagi. Indo menangis melihat temannya yang sudah tidak berdaya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian terdengar bunyi sirine mobil polisi dan langsung menyergap mereka.
"Berhenti dan angkat tangan!" Ya tapi kemenangan pasti akan mengalahkan kejahatan dan kejahatan tidak akan pernah menang. Polisi dan yang lainnya datang.
Polisi langsung melumpuhkan para penjahat-penjahat itu dengan senapan. "Hyung?!" Ujar S.K kaget melihat N.K. Tubuhnya hampir lemas tak berdaya.
UN dan NATO segera membawa N.K kerumah sehat eh maksudnya rumah sakit. Sedangkan ASEAN dan EU menolong Indo.
ASEAN langsung memeluk Indo supaya lebih tenang. "Papa...hiks... Korut...tadi...hiks...hiks..." Indo berusaha untuk berbicara namun dirinya tidak mampu.
"Tenanglah Indo, semuanya sudah berakhir. Tenanglah..." ASEAN masih memeluk Indo yang ketakutan, sedangkan EU sedang menenangkan S.K.
"Huwaa...Hyung...hiks..." Tangis S.K pecah saat dirinya melihat langsung keadaan N.K. EU berusaha untuk menenangkan S.K, namun S.K tidak henti-hentinya menangis.
"Bagaimana kalau kita pulang terlebih dahulu. S.K untuk saat ini untuk sementara waktu tinggal dulu di rumahku." Kata ASEAN memberi tau.
"Tidak mau! Aku ingin bertemu dan menemani Hyung." Jawab S.K keras kepala. "S.K, N.K juga butuh istirahat. Jadi biarkan N.K beristirahat terlebih dahulu dan besok pagi baru kita pergi ke sana." Sahut EU.
ASEAN lalu mengajak S.K untuk naik di mobilnya bersama Indo.
🥀
"Indo kau baik-baik saja? Loh ada S.K?"
Anak-anak ASEAN kebingungan. "Untuk saat ini S.K akan menginap di sini sementara waktu." Ucap ASEAN kepada seluruh anak-anaknya.
S.K hanya diam dari tadi begitu juga dengan Indo. "Indo ada apa? Apa yang telah terjadi?" Tanya Thailand penasaran.
Indo agak berat untuk mengatakannya. Indo membuang nafas kasar, "Korut masuk RS."
"Apa?!" Ucap mereka semua kaget. "Bagaimana bisa?" Tanya Singapore. "Tadi Korut menyelamatkanku dan dia...hiks...sekarang tidak sadarkan diri...hiks..." Vietnam dan Cambodia mengerti apa yang Indo rasakan saat ini, karena mereka juga sama-sama perempuan.
"Indo, mari kita duduk dulu." Ajak Vietnam dan Cambodia. "Aku akan buatkan coklat panas untuknya dan juga S.K." Ujar Thailand sambil pergi ke dapur.
"Apa kita harus menemani S.K juga?" Tanya Brunei. "Sepertinya jangan dulu. Biarkan S.K sendiri saat ini." Jawab Myanmar.
__ADS_1
"Kak Indo." Kata Timor sambil duduk di sebelah kakaknya. Tidak lama kemudian, Thailand datang sambil membawakan segelas coklat hangat untuk Indo. "Minumlah, siapa tau akan lebih baik." Perintah Thailand terhadap Indo.
Saat ini ia tidak ingin minum manis, tapi mungkin akan lebih baik jika ia meminumnya. Kasihan Thailand nanti.
Indo mengambil coklat hangat itu dan meminumnya. "Lebih baik?" Tanya Thailand. Indo kembali menaruh coklat panas itu di atas meja. "Sedikit."
"Baiklah, habiskan coklat itu. Aku akan pergi ke kamarku." Thailand pergi meninggalkan Indo dan yang lainnya.
S.K menginap di kamar Thailand. Thailand mengetuk pintu kamarnya dan di jawab oleh S.K.
"Aku membuat coklat hangat untukmu. Minumlah." S.K mengambil segelas coklat hangat tersebut dari tangan Thailand. S.K langsung meminumnya.
Tiba-tiba saja fikiran S.K tertuju kepada N.K, "Apa sekarang Hyung sudah sadar?" Thailand terdiam.
"Tadi aku melihat Hyung sudah tidak berdaya saat menolong Indo tadi. Aku yakin Hyung benar-benar sangat ingin menolong Indo karena..."
"Karena apa?" Kata Thailand penasaran. "Karena Hyung menyukai Indo. Karena setiap kali...Hyung selalu menanyakan keadaan Indo, saat Hyung tidak bertemu dengannya lagi."
'Jadi benar apa yang dikatakan Singa.' Ucap Thailand dalam hati. S.K menghabiskan sisa minumannya.
"S.K sebaiknya kau beristirahat. Aku tau kau sangat lelah." Ujar Thailand. "Aku akan tidur di bawah, kau diatas ya."
"Jangan aku saja yang di bawah. Masa pemilik kasur tidur di bawah." S.K protes kepada Thailand. "Tidak apa-apa. Sekali-kali merasakan tidur di bawah."
Thailand mengelar karpet yang tebal, bantal, guling dan selimutnya. "Selamat malam, S.K." Kata Thailand sebelum pergi tidur. "Selamat malam juga."
Di kamar Indo
Di kamarnya Indo terus memikirkan keadaan N.K. Ia bahkan tidak bisa tidur. Padahal kesemua temannya termasuk papa ASEAN sudah tidur.
"Aku ingin lebih tau tentang keadaan Korut." Indo mulai memutar otaknya. "Ya aku akan pergi. Sekarang juga."
Indo mengunci pintunya. Indo langsung mengambil jaket lalu memakainya.
Indo membuka jendela kamarnya, "Korut aku datang." Indo langsung melebarkan sayapnya dan menutup kembali jendelanya. Indo pergi ke rumah sakit dimana N.K dirawat.
__ADS_1
🥀