Become A Shining Star

Become A Shining Star
Pertemuan Yang Penuh Arti


__ADS_3

Waktu Istirahat telah usai.


Di kelas Asia Timur, N.K termenung. Kepalanya lurus menghadap ke depan tetapi matanya melirik ke luar jendela.


N.K duduk di paling belakang dekat dengan jendela. N.K duduk sendiri, tidak ada satupun negara yang berani duduk di sebelahnya. Adiknya S.K duduk di sebelah Japan. Hanya satu negara saja yang berani duduk di dekatnya, yaitu Indonesia.


"N.K, tolong perhatikan bapak sebentar." Panggil pak guru yang menyadari N.K tidak mendengarkan penjelasannya. "M-maaf pak. Saya tidak fokus." Jawab N.K meminta maaf. Pak guru lalu kembali menerangkan pelajarannya.


'Aku benar-benar tidak menyangka. Indo muncul kembali kehadapan ku. Ia sekolah di sini, namun bukan di kelas yang sama. Tinggal dimana dia sekarang.' N.K berkata kepada dirinya yang masih kurang begitu yakin.


'Berarti tadi pagi itu adalah Indo dan dia bersama Palestine.' Lanjut N.K.


Flash Back NK POV


Pagi tadi NK berlari dari rumahnya ke sekolah secepat yang ia bisa. "Dasar S.K, Selalu saja aku di tinggalkan." Kesal N.K masih sambil berlari.


N.K melirik ke jam tangannya. "Oh tidak. Sebentar lagi bel sekolah akan berbunyi." N.K segera mempercepat larinya.


Saat itu Indo dan Pales ingin pergi dari tempat itu, namun tiba-tiba N.K berlari di hadapan mereka berdua. "Indo?!" Ucapnya pelan. N.K masih terus berlari.


"Apakah itu Indo? Dia sekolah di sini? Kapan dia datang ke sini?" Tanya N.K kepada diri sendiri. "Apa mungkin itu Monaco? Namun sepertinya tidak mungkin, karena Monaco tidak sangat akrab dengan Palestine."


N.K mendengar bel berbunyi dan ia tepat waktu, ia sudah ada di depan kelasnya.


N.K menarik nafasnya dalam-dalam. Rasanya melangkahkan kakinya ke kelas ini benar-benar sangat berat.


"Tenanglah N.K." N.K lalu membuka pintu kelasnya. Ia mulai berjalan pelan melewati tatapan mata dari ke semua teman di kelasnya.


Duduk di paling belakang adalah yang paling N.K sukai. Ia melihat ke arah meja teman-temannya. Semua meja terisi oleh 2 buah kursi yang di tempati oleh 2 negara. Sedangkan N.K, ia duduk sendiri.

__ADS_1


NK POV End


"Andaikan aku boleh menanyakan sebuah pertanyaan yang selalu ku ucapkan kepada kalian semua."


"Kenapa kalian semua membenciku?"


Di kelas ASEAN.


"Eh aku mau tanya ke kalean semuwa." Ucap Indo yang suaranya kek toa. "Nanya paan?" Jawab kesemua temannya.


"Eh nggak jadi deh. Lupa mau nanya apa." Kata Indo lagi. "Indo!!!" Ujar teman-temannya serempak. "Oh ya baru inget. Jawaban Matematika tentang Aljabar dari nomer 1-10 apaan yak?"


"Itu namanya bukan nanya. Tapi minta di kasih tau." Sahut Myanmar. "Kakak belum semuanya?" Tanya Timor. "Udah sih, tapi aku malah ngisi jawabannya pakai cara rumus 2 variabel." Maklum, otaknya Indo lagi macet kalau Mapel Matematika dan IPA.


"Pinternya kagak ke tolongan jadi gini nih contohnya." Ujar Singapore. "Timor, aku harap kamu nggak kek kakak kamu yang pinternya bikin nyesek ini." Pesan Cambodia kepada Timor.


Siang ini kelas ASEAN di bikin pusing karena Indo. Indo lagi...Indo lagi. Bosen nggak sih dengernya? Yang sabar ya, Indo. Kasian kamu salah terus.


"Kak Indo, Ayo kita pulang!" Ajak Timor dengan semangat. "Lebih baik kamu pulang bareng yang lainnya aja dulu. Aku ada urusan sebentar." Indo segera pergi meninggalkan Timor.


Indo pergi ke roftoop, dan tidak melihat siapapun di sana. "Di mana dia? Katanya di sini? Apakah dia lupa?" Protes Indo.


Tiba-tiba, ada yang menutup mata Indo. "Tebak siapa ini?" Kata Seorang negara yang ternyata adalah N.K. "Hm... Korut." Ucap Indo menebak. "Ya kau benar, Sweetie." Jawab Korut sambil melepaskan tangannya dari mata Indo.


"Ih Korut, Dari dulu kenapa sih menyebut nama itu terus." Kesal Indo. "Karena sebutan itu cocok untukmu." Kata Korut lagi.


"Mantavv...diam-diam N.K memiliki sifat Tsundere, Indo di panggil Sweetie. Coba S.K tau, pasti langsung di buat Drama Korea olehnya." Kata Thailand. Sedangkan Brunei menutup mata Timor supaya tidak melihat adegan drama itu.


"Menurutku sepertinya N.K menyukai Indo juga." Sahut Singapore. Mereka mulai menyiapkan pop corn sambil menikmati drama yang sedang tayang secara langsung di hadapan mereka.

__ADS_1


Tenang aja, mereka semua bersembunyi di tempat yang aman.


"Indonesia, Kapan kau bersekolah di sini? Apa kau baru mendaftar?" Tanya N.K membuka percakapan. "Ya, aku dan adikku Timor sekarang tinggal di ASEAN Mansion dan Papa ASEAN mendaftarkan kami." N.K mengangguk mengerti.


Suasana hening sejenak, tidak ada percakapan di antara mereka berdua. "Uh...Korut, kenapa hampir semua negara menjauhimu? Apa kau berbuat kesalahan sehingga mereka tidak menyukaimu?" Tanya Indo membuka pembicaraan kembali.


Seketika suasana menjadi agak haru. "Sebenarnya waktu itu..."


"Mereka menuduhku telah menghancurkan sekolah dengan nuklir. Padahal aku sendiri waktu itu sedang sakit. Sepertinya orang yang telah menghancurkan sekolah ini mengambil kesempatan dalam kesempitan." Kata Korut sambil tertunduk sedih.


"Korut, jangan sedih. Aku tidak akan menjauhimu seperti yang lainnya. Aku yakin pasti nanti semua negara akan mengerti ketika jawaban yang sebenarnya sudah terjawab dan terbukti." Ucap Indo memberi kata-kata mutiara penyemangat.


Korut lalu mulai menangis, "Terima kasih Indonesia." Indo langsung panik. Bukannya lebih baik, malah Indo membuatnya menangis. "Tenang saja, Indo. Aku tidak apa-apa." Lanjut Korut lagi. Korut lalu mengukir senyuman tulus kepada Indo.


"Uwahh...Aku pertama kali melihat N.K tersenyum." Ujar Laos terhuja//plak//terharu.


"Korut, aku pulang dulu ya." Pamit Indo kepada Korut. "Dahlah, ayo kita pulang. Udah selesai dramanya." Ucap kesemuanya teman-temannya yang tadi melihat Indo dan N.K. Mereka pergi dari sana meninggalkan Indo dan N.K. Kalau mereka nggak segera pulang, nanti Indo bisa curiga.


"Apa kau mau aku antarkan?" Tanya Korut menawarkan. Indo menggeleng cepat, "Tidak perlu, Korut. Kau pasti lelah. Beristirahatlah. Aku tidak apa-apa pulang sendiri." Jawab Indo. Indo lalu melebarkan sayap emasnya dan terbang ke langit. "Dah Korut." Indo melambaikan tangan kepada Korut dan Korut membalas lambaian tangan Indo.


"Hati-hati, Indonesia."


🥀


Ketika sedang terbang, angin agak sedikit kencang. Indo agak kedinginan di atas sana sehingga ia memutuskan untuk turun.


"Dingin...huh..." Ucap Indo sambil menggosok-gosokan kedua tangannya.


Tidak jauh dari Indo, ada seorang negara yang kebetulan sedang lewat di tempat itu. "Indies..." Negara itu berlari ke arah Indo.

__ADS_1


"Huh...kenapa anginnya dingin sekali." Indo masih menggosok-gosokan kedua tangannya, tiba-tiba ada yang telah memakaikan syal tebal ke lehernya. Indo menoleh ke belakang. "Belanda."


__ADS_2