
Pagi sudah tiba.
Di kediaman Kalimantan,
"Hari ini mau ngapain ya kira-kira?" Kalbar sedang asyik termenung di teras rumahnya. Pematangan sawah yang indah dan angin sepoi-sepoi, membuat yang merasakannya terasa damai.
"Aha...aku tahu. Lebih aku main ke rumah Kalut saja". Kalbar berdiri dari tempat duduknya dan pergi ke rumah Kalut.
Kalut sedang damainya duduk di ruang tamu sambil menonton televisi. Tidak lupa dengan teh dan kue-kue nya.
Brakkk!
"Assalamualaikum!" Kalsel membuka pintu Kalut sekeras mungkin seakan-akan jika ia membukanya lebih keras lagi, pintu itu akan lepas.
(Author SN : Tidak sopan ya anda.
Kalsel : Maaf Thor 🙏🏻😅).
Spontan Kalut langsung menjawab, "Wa'alaikumusalam, Kenapa sih? Pagi-pagi gini udah seperti mau demo ke gedung DPR. Ada apa?"
"Punya gula tidak? Gulaku habis. Ingin beli, tapi ini tanggal tua." Kalut langsung pergi ke dapur lalu memberikan sedikit gulanya kepada Kalsel.
"Apa segini cukup?" Tanya Kalut memastikan. Kalsel mengambil gulanya dari Kalut. "Cukup...cukup. Terima kasih, Kalut."
Kalut tersenyum, "Sama-sama^^" Kalsel lalu balik lagi ke rumahnya.
"Selamat Pagi, Kalut? Lagi sibuk nggak?" Sapa Kalbar seraya melambaikan tangan. "Selamat pagi juga, Kalbar. Aku sedang tidak sibuk kok." Sahut Kalut kepada Kalbar.
"Bagaimana kalau kita pergi ke tempat Kaltim dan Kalteng. Mereka kan sekarang baru mau menanam ubi lagi. Kalau kita kan sudah kemarin." Kata Kalbar lagi.
"Ayo kita lihat mereka!" Kalut mematikan televisinya dan tidak lupa mengunci rumahnya. "Sudah." Ujar Kalut.
Mereka langsung pergi ke sawahnya Kaltim dan Kalteng.
"Capek. Kamu udah selesai Kalteng? Kalau aku dikit lagi." Tanya Kaltim sedikit berteriak. "Sama. Aku juga sedikit lagi selesai." Jawab Kalteng berteriak juga.
"Hai kalian berdua!" Kalut dan Kalbar baru saja sampai. Kaltim bertanya, "Kalian berdua ngapain disini? Bukankah kalian sudah selesai kemarin?"
"Memang sudah, tapi kami ingin melihat kalian bekerja." Jawab Kalbar. "Oh." Ucap keduanya.
Tidak berapa lama, Kaltim dan Kalteng sedang beristirahat di temani Kalut dan Kalbar.
"Ini kuenya sudah jadi!" Seru Kalsel yang datang sambil membawa kue bolu. "Loh...kapan kalian datang?" Lanjutnya.
"Belum lama. Pantesan tadi minta gula, ternyata mau buat bolu." Ucap Kalut. "Hehehe...ayo semuanya silahkan dimakan. Hati-hati, kuenya agak sedikit panas."
Mereka mengambil satu juring/potong. Mereka meniupnya sedikit. "Jangan ditiup. Nanti karbon oksidanya keluar." Ujar Kalsel memperingati.
__ADS_1
"Iya, lupa."
Setelah cukup dingin mereka lalu memakannya. "Bagaimana rasanya?" Tanya Kalsel penuh harap.
"Hum...kuenya tidak enak..." Jawab Kalut. Kalsel tertunduk sedih. "Bagi yang belum mencobanya 😎." Lanjut Kalut lagi.
"Ih...bikin orang panik aja, tapi terima kasih." Mereka menghabiskan kue yang di buat oleh Kalsel, tapi sayangnya...Kalsel belum mencoba satu pun kue buatannya sehingga mereka habis-habisan dikejar oleh Kalsel. Nasib...
🥀
Di kediaman Sulawesi.
"Sulut, boleh temani aku belanja?" Pinta Gorontalo. "Boleh. Ya sudah, Ayo!" Sulut pergi bersiap-siap untuk menemani Gorontalo berbelanja.
"Eh kalian mau kemana?" Tanya Sulbar yang bertanya ketika Gorontalo dan Sulut hendak pergi.
"Aku ingin pergi belanja. Memangnya kenapa?" Ucap Gorontalo balik bertanya. 'Perasaanku nggak enak nih. Pasti nanti ujung-ujungnya minta nitip.'
"Belanja ya. Kebetulan banget kalau begitu. Eh tolong ya sekalian. Tolong belikan sawi hijau, tomat..."
'Bla...bla...bla, Sudah ku duga dia akan berkata seperti itu. Itu sangat mudah ditebak dan pasti langsung tepat sasaran!' Gumam Gorontalo lagi.
"Oh ya sebentar." Gorontalo mengambil uangnya dari dalam dompet. "Ini uangnya. Kalau ada sisa buat kalian aja."
"Eh tumben kali kau baik? Tak sakit kan." Ujar Sulut bertanya. Sulbar mengangkat sebelah alisnya. "Kenapa kau bertanya padaku seperti itu? Tentu saja tidak."
Gorontalo langsung menarik tangan Sulut agar bisa kabur dari sana. "Oh... iya...dah juga. Hati-hati di jalan..." Jawab Sulbar seraya melambaikan tangan.
"Mereka ini kenapa sih?" Tanya Sulbar kepada diri sendiri.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Sulbar. "Oh Sulsel, selamat pagi? Apa kau rencana untuk hari ini? Entah kenapa hari ini aku sangat bosan." Ucap Sulbar.
"Begitu juga dengan diriku. Aku juga sangat bosan." Sahut Sulsel.
Terdengar suara ponsel berbunyi.
"Sulsel, Mabar ML yok!" Ajak NTT di seberang sana. "Wokeh, boleh aku ajak Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah."
"Boleh. Aku juga mau ngajak NTB, Papua dan Papua Barat." Ucap NTT lagi. Sudah ya aku tutup." NTT mengakhiri percakapan.
"Ayo kita ajak Sulteng!" Seru Sulsel setelah mematikan teleponnya. "Buat apa?" Tanya Sulbar bingung.
"Buat mabar ML, Kita main dirumahnya Sulteng aja." Mereka OTW ke rumahnya Sulteng.
Skip, sesampainya di rumah Sulteng.
"Assalamualaikum! Sulteng main yok!" Teriak Sulsel sambil gedor-gedor pintu.
__ADS_1
"Nggak usah sampai kek gitu kali." Tegur Sulbar.
"Lah kan bahasa Inggris. Bahasa Inggrisnya pintu\= Door. Kalau dibukain pintu\= Open the door. Kalau nggak di bukain pintu\= Gedoor-gedoor."
"Dih, gedor-gedor bahasa Inggris. Bisa aja kamu ya buat bahasa Inggris sendiri. Aku kan tau kalau kamu bahasa Inggrisnya masih amatiran -_-"
"Lah kamu juga, Bambank." Kesal Sulsel. "Eh kok kita kagak ngajak Sulra (Aku singkat Sulawesi Tenggara jadi itu) karena dia perempuan juga sih:v"
"Kamu lupa? Dia kan main ke rumahnya Maluku dan Maluku Utara."
"Oh ya lupa."
Tidak berapa lama kemudian, pintu itu pun dibuka. "Wa'alaikumusalam, eh ada kalian. Maaf ya aku buka pintunya lama."
"Tidak masalah. Ayo kita mabar ML. Kita numpang main di rumahmu, ya." Ucap Sulbar.
Sulteng mempersilahkan masuk kedua temannya. Mereka lalu duduk di kursi ruang tamu. "Ayo kita mulai masuk ke game." Ajak Sulsel.
"Eh bentar-bentar, aku ambil cemilan sama minuman dulu. Biar tambah seru kita mabarnya."
Sulteng mengambil cemilan dan minuman di dapur lalu menaruh cemilannya di atas meja.
"Dah yok kita masuk!"
"Ok bos!" Jawab kedua temannya.
Mereka segera memulainya. "Ok aku dah pilih karakternya. Kalian udah?" Tanya Sulteng.
Kedua temannya mengangguk.
"Baiklah, Yeayy...tinggal nunggu!" Seru Sulsel.
"Welcome to Mobile Legend!"
Saat sedang asyik-asyiknya, ada telpon masuk di ponsel Sulbar. "Ih siapa sih yang nelpon. Orang lagi seru juga." Omel Sulbar pada diri sendiri.
Telpon itu terus berbunyi sehingga membuat pasrah Sulbar harus mengangkatnya.
"Sulbar, kau dimana? Aku dah selesai belanja nih? Kamu kok kagak ada di rumah?" Ucap Sulut yang sudah berada di depan rumah Sulbar.
"Oh iya lupa. Maaf ya...bisa kalian antarkan belanjaannya ke rumah Sulteng." Pintanya.
Sulut menghela nafas, "Ya udah iya. Aku dan Gorontalo akan ke sana."
"Baiklah kalau begitu. Aku tutup ya." Sulbar menutup telponnya. "Ok lanjut main!
🥀
__ADS_1