Become A Shining Star

Become A Shining Star
Bunga Kenangan Yang Indah


__ADS_3

Indonesia berjalan menuju kamar NK. Indo sudah berada di depan kamarnya, namun saat ingin mengetuk pintunya NK keluar dari kamarnya sehingga membuat Indo kaget.


"Astaghfirullah, Korut kau mengagetkanku saja." Protes Indo kepada NK yang telah membuatnya kaget.


"Korut?" NK kebingungan dengan nama yang telah di katakan Indo. "Oh maaf. Di negaraku negaramu bernama Korea Utara kami menyingkatnya Korut. Jadi, bolehkah kami memanggilmu itu?" Indonesia meminta izin, memastikan supaya nama tersebut di terima dengan baik.


"Tentu saja boleh. Aku tidak melarangnya." Jawab NK singkat, padat dan jelas. Indo lalu mengajak Korut keluar dari tempat penginapan.


"Selamat sore Indonesia!" Sapa salah satu rakyatnya. Indo pun menjawab sapaan tersebut, "Selamat sore juga wahai rakyat tercintaqu!" Rakyatnya memberikan senyuman hangat kepada Indonesia dan Korut.


"Rakyatmu sangat ramah dan hangat." Puji Korut yang merasa di hormati sebagai tamu. Indonesia lalu tersenyum kecil. "Ya, begitulah para rakyat negaraku."


Indonesia lalu memegang tangan Korut dan seketika Korut langsung Max Blushing, karena ternyata diam-diam Korut telah menyukai Indonesia. Sedangkan Indo dia masih Poloz, maka sebab itu dia menjadi Imoed.


Indo lalu mulai berlari, "Korut, Anginnya sejuk sekali!" Teriak Indo sambil berlari. "Indonesia, jangan cepat-cepat. Aku lelah." Keluh Korut kelelahan.


Indo lalu memberhentikan lariannya dan menoleh ke arah Korut. "Ah... maafkan aku, Korut." Korut lalu mengusap kepala Indo dengan tangan kanannya, "Iya tidak apa-apa, Sweetie." Indo terkejut bukan main. "Akh...Korut jangan pegang-pegang kepalaku. Apa-apaan tadi? Kamu memanggilku Sweetie!"


Indo marah-marah kepada Korut, sedangkan Korut masih saja membercandakan Indo. "Lagian kamu marah lucu banget sih bisa bikin siapapun yang melihatnya langsung terkena penyakit diabetes." Canda Korut lagi. "A-Apaaan sih?! Korut menyebalkan. Huhh!" Indo menggembungkan pipinya.


Di antara keakraban mereka berdua, Di sisi lain ada Pak Kim dan Pak Karno sedang memperhatikan mereka. "Sepertinya mereka sudah mulai akrab." Ucap pak Karno. "Saya tidak menyangka, NK akan mendapatkan teman akrab secepat itu." Sahut Pak Kim.


Korut merasa di perhatikan, ia segera menolehkan kepalanya ke belakang. 'Akh~Ada pak Kim dan Pak Karno.' Seketika Korut sudah tidak membercandakan Indo lagi. "Korut, kau kenapa? Kenapa tiba-tiba diam?" Kata Indo yang merasa aneh.


Indo memperhatikan sekelilingnya dan segera ia berteriak, "Selamat sore, Pak Karno dan Pak Kim!" Pak Karno dan Pak Kim hanya tertawa kepada Indo. "Iya selamat sore juga Indonesia dan North Korea." Jawab pak Karno dan Pak Kim berbarengan.


Tiba-tiba saja, Pak Hatta sebagai wakil presiden republik Indonesia datang menghampiri Pak Karno dan Pak Kim. "Pak Karno, Pak Kim, ada sesuatu yang harus kita bicarakan." Ucap pak Hatta. Pak Karno dan Pak Kim mengikuti Pak Hatta untuk membicarakan sesuatu, sedang Indo dan NK masih berada di luar.

__ADS_1


"Hey, telingaku bisa tuli karena teriakanmu itu tau." Protes Korut. "Hah Benarkah?! Tapi kau tidak akan menuklirku, kan?" Jawab Indo menyeringai.


"Sejak kapan kau tau aku memiliki Nuklir?" Tanya Korut kembali. "Sebelum kau datang, Pak Karno dan Pak Hatta memberi tahukan ku tentang negaramu." Jawab Indo mencoba menjelaskan. Korut hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


Indo teringat sesuatu, "Oh ya Korut, besok aku dan yang lainnya akan mengajak kalian berkeliling dan memperkenalkan kota Jakarta. Kau harus ikut ya. Menurutku kurang rasanya hanya memperkenalkan kota Jakarta sedikit saja kepadamu. Maaf ya tidak dapat memperkenalkan kota-kota ku yang lainnya."


Korut lalu berkata, "Iya, aku pasti akan ikut." Indo langsung menjawabnya, "Terima kasih, Korut." "Sama-sama, Indonesia. Aku harap hubungan antara aku dan dirimu dapat terus seperti ini." Harap Korut. Indo juga berpikiran hal yang sama. " Iya, semoga saja."



Keesokan harinya, Sesuai janji Indonesia dan yang lainnya akan mengajak para tamunya untuk berkeliling kota Jakarta.


"Ini namanya Monas (Monumen Nasional). Kau bisa melihat kota Jakarta dari atas sana. Dan yang mirip api berkobar itu adalah emas murni." Indo menerangkannya kepada Korut tentang Monas.


Sebelumnya mereka sudah melewati Patung Selamat Datang. Korut kagum karena patung tersebut ada air mancur yang indah dan besar.


"Baiklah kalau begitu. Pak supir, tolong antarkan kami ke Kebun Raya Bogor." Ucap Indo kepada pak supir. Pak supir dengan segera menuruti perintah Indonesia.


Sesampainya di Kebun Raya Bogor, Mereka berdua melihat-lihat sekitarnya. Banyak tumbuhan di sana. "Indo, bunga apakah ini? Kenapa bunga ini besar sekali?" Tanya Korut sambil menunjuk bunga yang di maksud.


Indo lalu menoleh ke arah Korut dan berkata, "Oh itu bunga Bangkai. Bunga ini mirip dengan Bunga Rafflesia Arnoldi, karena mereka memiliki bau busuk. Namun hanya saja bunga Rafflesia Arnoldi berada di Bengkulu."


Korut hanya mengangguk mengerti. Indo dan Korut melakukan kembali travelingnya di Kebun Raya Bogor ini.


"Apa kau sudah merasa puas, Korut? Tegur Indo kepada temannya yang hanya diam dari tadi.


Korut menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya. "Aku sedang berusaha menikmati suasana di sini sebelum aku kembali ke negaraku." Jawab Korut agak sendu.

__ADS_1


"Apakah kita berdua akan bertemu kembali nantinya?" Lanjut Korut ragu. "Apa yang kau katakan Korut. Sudah tentu pasti kita akan bertemu kembali. Aku yakin itu." Kata Indo dengan pasti.


Korut agak lebih baik dari sebelumnya ketika mendengar perkataan Indo yang telah membuatnya agak bersemangat.


"Ayo kita kembali ke mobil. Pasti kau sudah kelelahan." Ajak Korut sambil menarik tangan Indo. Indo hanyalah mengikuti Korut sampai akhirnya masuk ke mobil.


Mobil mulai berjalan, pergi meninggalkan Kebun Raya Bogor. Indo sudah tidak dapat menahan rasa kantuknya sehingga kepalanya bersandar di pundak Korut.


Korut melihat ke arah Indo. "Sudah ku duga..." Korut tidaklah merasa risih. Korut malah ikut tidur di atas kepala Indo. Hari itu mereka berdua habiskan dengan pengalaman yang tidak akan mereka lupakan.


🥀


Sudah waktunya Korea Utara meninggalkan Indonesia untuk kembali ke negara mereka.


"Terima kasih banyak karena telah melayani kami semasa kami berada di sini. Kalau anda tidak keberatan kapan-kapan main ke negara kami, ya." Ucap Pak Kim berterima kasih. "Iya, sama-sama, pak Kim." Jawab Pak Karno dan Pak Hatta.


"Indonesia, terima kasih. Bunga yang kau berikan padaku akan ku jaga baik-baik di negaraku. Jaga dirimu dan kesehatanmu." Pesan Korut. "Iya, kamu juga ya. Kalau kesel jangan langsung di Nuklir." Ledek Indo. "Hm...iya." Jawab Korut singkat.


"Kalian berdua nampak serasi, ya." Ujar Pak Karno kepada Indonesia dan Korea Utara ini. Indonesia diam saja, sedangkan Korut tersipu malu. Mungkin karena ia di jodoh-jodohkan dengan negara lain.


Korut masuk ke dalam pesawat sambil melambaikan tangannya kepada semuanya. Indo membalas lambaian tangan Korut sambil memasang fake smilenya, padahal sebenarnya ia sedih.


Pintu pesawat di tutup dan perlahan-lahan mulai terbang dari bandara.


'Korut...Hati-hati di sana...' Ucap Indo lirih. Indo masih dapat melihat pesawat berkenegaraan Korea Utara itu terbang menjulang tinggi ke langit.


Di pesawat NK, Korut masih melihat ke arah jendela. Rasanya benar-benar sangat berat meninggalkan negara ini. Korut sudah menganggapnya seperti rumahnya sendiri. 'Indonesia, Sampai jumpa...'

__ADS_1


__ADS_2