
Sesampainya di tempat wisata.
"Gaes kita mau langsung aja atau istirahat dulu?"
"Keknya mending istirahat dulu deh sebelum mulai." Usul Bali sambil melihat jam tangannya.
Mereka beristirahat terlebih dahulu. Ada foto-foto, minum, main injit-injit semut, ya gitulah kalau gabut.
"Ayolah kuy kita jalan. Nanti ke buru ramai." Ajak Thailand sambil menggendong tas ranselnya.
Di ikuti dengan teman-temannya, mereka mulai berjalan untuk tempat wisata mereka.
"Harusnya aku ngajak Bangladesh TwT." Ujar Malay dengan sedih. "Sabar Malay..." Sahut Brunei.
Indo dan N.K berjalan di paling belakang. "Korut, apa kau menikmati liburan kali ini? Maaf ya kalau menurutmu kurang memuaskan. Maklum aja, kita cuman di kasih libur sebentar dan besok kita ke Lombok." Indo menundukkan sedikit kepalanya.
"Menurutku ini sudah lebih dari cukup. Harusnya kau tidak harus repot-repot seperti ini, Sweetie."
"Tapi, aku ingin memberikan hadiah atas kesembuhanmu." Indo sedikit memalingkan wajahnya dari N.K.
'Melihatmu tersenyum bahagia, itu sebenarnya sudah cukup bagiku.' N.K tersenyum kepada Indo, Indo menoleh kearah N.K karena tiba-tiba N.K tersenyum.
"Kau kenapa Korut?" Tanya Indo sambil menunjukkan mukanya yang manis. N.K langsung ngeblush, jantungnya berdetak kencang. Sakit rasanya.
"Gwaenchanh-a (tidak apa-apa)." N.K berusaha mengatur ekspresinya supaya Indo tidak terlalu penasaran. "Huh, Korut berbohong!" Indo memukul-mukul N.K dengan sambil mengembungkan pipinya.
Di balik semua itu, teman-temannya masih memperhatikannya.
"Nasib jadi jomblo." Ujar Thailand dengan wajah yang lesu.
"Ehem...ehem..." Kata Malay dan Phil pura-pura batuk.
"Nggak nyangka, Hyung beneran suka sama Indo. Harus kasih tau abeoji dan eomeoni (Ayah dan Ibu)." Ucap S.K yang akhirnya yakin.
"Kasih tau Papa ASEAN, buat ngundang semua orang kalau mereka beneran jadian." Bisik Cambodia dan Vietnam sambil tertawa.
🥀
Di Keraton
"PKI!" Panggil TNI. "Kenapa kemarin kau pulang cepat sekali?"
PKI yang saat itu sedang membaca buku sejarah langsung melirik ke arah TNI.
"Oh itu, tadi Indo manggil aku cuma buat bayarin minumannya. Makanya habis itu aku pulang lagi."
__ADS_1
"Memangnya dia ada dimana?"
"Di Bali, dia pergi bersama teman-temannya." Tukas PKI lagi.
"Bang TNI, Bang PKI, Nugini main keluar keraton ya." Teriak Nugini dari halaman keraton.
"Iya! Tapi hati-hati nanti kesandung hati. Awokwk..." Sahut TNI dan PKI sambil terkekeh geli.
"Ih...nggak lucu Bang. Udahlah aku pergi." Nugini pergi meninggalkan Keraton.
"Ish, Nugini mana sih?" Tanya Jawa Barat dengan gelisah. "Mungkin dia ketiduran." Ujar Jawa Timur. "Bisa jadi." Ucap Jawa Tengah.
Ya mereka ini Trio Jawa😅.
"Kalian!!!" Teriak Nugini sambil berlari dari kejauhan. "Nah itu dia." Kata Trio Jawa serempak.
Nugini sampai di dekat Trio. "Maaf telat, tadi aku bantuin kak Indosila bikin kerajinan. Maklum...boring kagak ada kerjaan." Ucapnya lagi.
"Udah basa-basinya? Ayo kita nangkap burung." Seru Jawa Barat dengan semangat.
"Ayo!" Sorak ketiga temannya.
Mereka mengendap-endap dari semak-semak. "Eh liat tuh ada belibis!" Tunjuk Jawa Tengah ke arah danau.
"Wih lumayan. Itu kan burung kaya." Kata Jawa Timur. "Maksudnya burung kaya apa ya?" Nugini jadi bingung.
"Ada yang besar kenapa pilih yang kecil sih?" Keluh Nugini. Jawa Barat berkata lagi, "Kan buat main sekaligus bisa di pelihara."
Jawa Barat melihat burung Pipit sedang hinggap di salah satu ranting pohon. Jawa Barat menyuruh teman-temannya untuk diam. Ia lalu mengarahkan ketapelnya ke arah burung Pipit itu.
Sppllatt!
Jawa Barat melontarkan batunya ke burung itu. Alhasil, Burung incaran mereka terbang menjauh.
"Yah nihil..." Seru Jawa Tengah. Batu tersebut memantul ke arah lain dan mengenai pot bunga milik DKI Jakarta yang masih baru.
Pranggg!
Pot bunganya pecah. "Aduh gimana nih?" Ujar Jawa Barat kebingungan. "Mantap kita. Kalau kena goloknya DKI, bisa-bisa kita jadi semur nasi uduknya nanti." Sahut Jawa Timur yang juga ikut panik.
"Eh mendingan kita cabut." Usul Nugini. "Siapa yang telah memecahkan pot bungaku?" Kata DKI dengan sangat kaget.
DKI melihat ke arah lain lalu menemukan Nugini dan yang lainnya. "Oh ternyata kalian ya." Ucap DKI dengan wajah yang mengerikan.
"E...eh...nggak kok...kita cuma...pengen...nangkap burung...a...aja. bener...nggak?" Jawa Barat menyenggol lengan Jawa Tengah. "Eh...iya...betul..."
__ADS_1
DKI tidak percaya. "Sudah jangan berbohong." DKI segera berlari menghampiri Nugini dan yang lainnya.
"Cabottt! Lari gaesss!"
Mereka berempat berlari secepat mungkin menghindar dari kejaran DKI. "Berhenti sekarang dan menyerahlah!" Teriak DKI layaknya seorang polisi.
"Di kira kita maling dompet apa?!" Ucap Jawa Timur tidak terima.
"Permisi! Tumpang lalu! Air panas...air panas...Tin! Tin!"
Terjadilah keributan di wilayah setempat.
Saat itu Yogyakarta ingin memberikan gudeg kepada Banten. Secara tidak sengaja Jawa Tengah menabrak Yogyakarta, sehingga gudegnya tumpah ke jalanan.
"Huwaa...gudeg ku tumpah..." Tangis Yogyakarta. "Maaf!" Ucap Mereka berempat.
"Hey jangan lari." Sahut DKI.
"Maaf ya Banten..." Ucap Yogya. "Iya tidak apa-apa. Mungkin ini bukan rezeki aku." Jawab Banten sambil tertunduk sedih.
Mereka berlari sampai pulau Sumatra.
(Author: Jauh amat. Terusin, kalau bisa keliling-keliling Indonesia sekalian 🤣👍🏻).
"Nanggroe Aceh Darussalam! Boleh aku mencoba mie Aceh mu?" Tanya kepulauan Riau. "Boleh." Aceh menyodorkan mienya kepada KR, namun mienya jadi nihil karena di jatuhkan oleh Jawa Barat.
Mie Acehnya jatuh ke kepala Aceh dan KR. "Habis ini kita harus mandi -_-" Ujar KR.
"DKI, ku mohon berhentilah mengejar kita." Nugini berkata sedikit berteriak. "Nggak bisa. Aku akan berhenti kalau kalian mau ganti rugi."
Di depan mereka ada sawah milik Sumatera Selatan. Kalau mereka injak-injak, mereka harus ganti rugi juga kepada Sumatera Selatan.
"Hehehe...mau kabur kemana lagi kalian." DKI nampak sangat senang. "Ah...ampun bang jago...eh maksudnya DKI. Jangan tebas kami pakai golok." Kata Nugini dengan raut wajah ketakutan.
Tiba-tiba DKI mendapatkan ide yang brilian, "Bagaimana kalau kalian..."
Mereka sudah sampai di rumah DKI. Karena kesalahan mereka berempat, mereka harus membersihkan rumah DKI.
Tapi beruntung sih kagak di suruh ganti rugi potnya.
"Fyuhh...akhirnya selesai juga." Tukas Jawa Barat.
"Lalu makanan kami gimana?" Aceh dan Yogyakarta tiba-tiba datang ke hadapan Nugini dan yang lainnya.
"Nah, masalah itu aku nggak ikutan ya." Kata DKI sambil memakan nasi uduknya.
__ADS_1
"TIDAKKKK! "
🥀