Become A Shining Star

Become A Shining Star
Apapun Itu


__ADS_3

Keadaan Indo


"Dah semuanya! Lain kali main lagi ya!" Indo mengucapkan selamat tinggal.


"Lain kali main lagi ya. Kalau kalian nginep lagi, 300 ribu per malam." Sahut Australia.


"Jangan pada nginep di rumahnya Aussie lagi, teman-teman. Mending di rumah aku aja, bayar lebih murah." New Zealand tiba-tiba menyambung.


"Eleh...memangnya berapa?" -Australia.


"1 juta per malam. Murah kan?" -New Zealand.


"Murah katamu, mahal kataku. Uangku melayang setelah ini. Kalau Singa sama Brunei yang nginep kagak ngapa-ngapa, mereka kan Zultan." Jawab Mikro.


"Weh tumben tau kalau Singa dan Brunei Zultan." Puji Phil. "Tau lah, kan Indo yang ngasih tahu. Jawab Mikro.


"Aku nggak ngasih kamu tahu. Aku kan ngasih informasi." -Indo.


"Hadeuh...maksudnya bukan begitu "


Mikro menepuk jidatnya.


"Mending nggak usah nginep." -Palau.


"Malay, kita orang pulang bertiga jer? Boleh tak temankan kita orang? Boleh lah..." Pinta Selangor.


"Temenin ajalah Malay, masa tuan negara nggak peka sama provinsinya." Ucap Indo. "Iya, kasian mereka, Malay." Ujar Phil juga.


"Ok lah kalau macam tu. Aku temankan dia orang. Indo, kau juga lah. Kau harus sedar kalau ada negara lain yang suka ngan kau."


"Eh, memangnya siapa yang suka denganku?" Malay dan Phil saling berpandangan. Mereka mulai berbisik.


"Kita bilang aja nggak sih kalau ada negara yang suka sama dia?" Tanya Phil meminta pendapat.


Malay melihat Timor yang sedang bermain bersama Nugini. "Nasib baik Timor sedang pegi main ngan Nugini."


Malay melanjutkan perkataannya, "Tak payah cakap pasal siapa je yang suka ngan Indo. Dia tu dah polos, kalau tetiba je kita bagi tau dia...dia bisa sahaja terus terpikirkan masalah ni."


"Jadi kita biarkan Indo tau sendiri?" Ujar Phil lagi. Malay mengangguk.

__ADS_1


"Ada apa sih kok kalian berdua pada bisik-bisik?"


Malay dan Phil langsung berhenti. "Nggak kok, nggak ada apa-apa." Jawab keduanya.


'Pasti ngegibahin aku. Soalnya tadi kan lagi ngomongin tentang ku.'


Malay lalu mengantarkan ketiga provinsinya, PhilIndoTim pergi ke penginapan, sedangkan yang lainnya pergi ke Alamnya masing-masing. XD.


Sesampainya di penginapan.


"Hai Sweetie!" Sapa N.K sambil berjalan ke arah Indo. "Oh hai juga Korut. Bagaimana dengan pembuatan filmnya kemarin?" Sapa Indo juga seraya memulai percakapan.


"Ya lumayan baik bagiku. Apa kau baik-baik saja selama disana?"


Indo menggeleng. "Tidak kok, aku baik-baik saja." N.K lalu menemani Indo sampai tiba di kamarnya. Phil dan Timor sudah berada di kamarnya dari tadi. Kamar mereka lebih dekat di bandingkan dengan kamar Indo. Sedangkan Malay belum sampai.


"Gaes! Ada kabar buruk!" Teriak Thailand dari sekitar koridor.


Indo yang mendengarnya langsung bertanya, "Ada kabar buruk apa, Thai? Ada orang hajatan nggak ngundang-ngundang? Atau Thai Tea mu di colong orang sehingga kamu tidak bisa lagi memberikan Thai Tea mu kepadaku?"


N.K menepuk jidatnya.


"Eh apa, Sekarang?!" Panik N.K. "Guru-gurunya meresahkan. Hari ini kita mau ke Lombok. Kasian, Lombok pasti sudah nungguin kita. Masa aku harus suruh Lombok batalkan penerbangan?" Indo dalam ke adaan bingung. Apa ia harus mengatakan ini kepada Lombok, tapi nanti Lombok merasa sedih.


"Ya tapi mau bagaimana lagi. Masa kita bolos cuma karena buat liburan." -Thai.


Indo membuang nafas. "Aku akan jelaskan ini ke Lombok. Aku harus berbicara 4 mata dengannya. Aku harus datang ke pulaunya secara langsung."


Indo membalikkan badannya, ingin berniat pergi. Namun N.K langsung menahannya.


Indo membalikkan badannya ke arah N.K. "Semoga berhasil. Hati-hati." Indo mengangguk dan bergegas pergi ke luar dari penginapan.


"Aku akan bilang tentang ini ke lain." Thai langsung pergi untuk memberikan tahukan yang lain, sedangkan N.K pergi dimana S.K berada sekarang. Buat ngasih tau kalau udah mau pulang, makanya jangan syuting lagi:v


🥀


Indo sudah sampai di Lombok. Kalian mau tau dia naik apa kesini? Terbang lah, makanya dia kecapean.


"Nggak ada air apa? Le Mineral, Aqua, atau Sanqua gitu?" Indo memutuskan untuk tidak membeli minum dahulu sebelum ia sampai di rumah Lombok.

__ADS_1


"Madura, terima kasih karena sudah membantuku^^" Madura datang ke pulau Lombok untuk membantu persiapan.


Tak lama kemudian Indo pun datang.


"Akhirnya Indonesia datang!" Sorak Madura dan Lombok sambil berlari dan memeluk Indo.


"Eh?" Indo agak sedikit kaget karena tiba-tiba di peluk.


"Akhirnya Indo nginep disini." Ujar Lombok. "Walaupun Indo belum nginep lagi di pulau ku, tapi aku senang dapat bertemu Indo lagi." Sahut Madura.


"Tapi, aku...belum bisa menginap disini." Jawab Indo lirih.


"Apa maksud? Bukannya Indo sudah memberi tahukan hal ini kepadaku?" Lombok tidak mengerti apa yang dimaksud dan ia butuh penjelasan.


Indo menggigit bawah bibirnya. Gerogi. 'Aku yakin pasti Lombok kecewa. Tapi aku janji, setelah aku memberi tahu hal ini...aku akan menghiburnya lagi.'


"Kami...di kurangin waktu liburannya. Jadi terpaksa...kami harus kembali ke ASEAN."


Lombok nampak setelah mendengarkannya.


Indo menarik nafasnya untuk melanjutkan pembicaraan. "Tapi aku berjanji, aku akan menginap disini. Dari hari Jum'at sore sampai dengan Minggu siang."


Lombok mengangkat kepalanya, "Benarkah? Janji ya...janji..." Indo mengusap kepala Lombok. "Iya, aku janji."


"Yeayyy!"


Indo merasa senang dapat mengembalikan senyuman Lombok yang tadi kelihatannya amat sedih.


"Kalau begitu, tolong batalkan penginapan yang sudah kau pesan. Nanti aku lebih baik menginap di rumahmu saja."


"Baik akan aku lakukan." Lombok langsung menelpon seseorang untuk membatalkan pesanan.


"Sudah!" Seru Lombok sambil menutup telpon.


"Terima kasih banyak. Kalau begitu aku pergi dulu ya. Aku berpesan kepada kalian berdua, jaga kesehatan. Kalau kalian butuh bantuan ku panggil saja ya. Sebagai negara aku harus bertanggung jawab atas keamanan dan kenyamanan negaraku."


Indo kembali memeluk Lombok dan Madura. "Aku akan merindukan kalian." Indo meleraikan pelukannya dan pergi ke penginapan untuk membereskan barang-barangnya.


🥀

__ADS_1


__ADS_2