
Brumm, brumm, brumm
Segerombolan motor sport memenuhi jalanan luas yang akan di adakan sebagai tempat balapan liar malam ini.
Seakan-akan cuaca mendukung, membuat semua orang lebih merasa nyaman ketika hembusan angin terus menerpa jalanan tersebut membuat udara di sana menjadi sejuk,Banyak nya anak geng motor lain membuat semua orang tak takut untuk ke sana walaupun harus melewati jalanan sepi terlebih dahulu.
"hari ini Tiger juga datang."ucap salah satu laki-laki yang ada di sana menatap ke arah segerombolan laki-laki yang berada tak jauh dari tempat mereka.
"apa mereka bakal ikut tanding malam ini."ucap salah satu yang lain.
"gue gak yakin karena Lo pada tau kan, mereka bakal tanding jika ada yang menantang."ucap laki-laki lain.
"gue denger dari panitia wakil Tiger bakal terjun malam ini"ucap yang lainnya menyahuti.
"serius Lo, gila bakal seru ni pasti "ucap yang lainnya tak sabar untuk menunggu pertandingan tiba.
Kembali kepada perkumpulan laki-laki yang baru datang itu, mereka satu-persatu mulai memarkir kan motor dan membuka Helm mereka masing-masing.
tepat saat Helm mereka berhasil terlepas detik itu juga suara pekikan yang berasal dari para cewek-cewek yang ikut hadir pecah membuat keriuhan di area balap tersebut.
"buset."kaget salah satu gadis menatap ke arah para cewek-cewek yang histeris layaknya kerasukan itu sambil menggeleng.
"lawan gue siapa nih."ucap nya menatap ke arah laki-laki dan sosok gadis yang berdiri tak jauh dari nya.
"Revan dan deron."ucap laki-laki tersebut menatap ke arah gadis di depannya.
"Revan."ucap gadis tersebut seakan-akan memperjelas nama yang akan melawannya kali ini.
"panglima perang Tiger."ucap laki-laki itu membuat gadis di depannya mengangguk.
"hadiahnya mobil terbaru milik Riko"ucap laki-laki itu membuat mata gadis tersebut membola.
"gilakkk, Lo serius"ucap nya menatap tak percaya laki-laki di samping nya.
"CK, sejak kapan gue bohong dodol"ucap laki-laki itu menyentil pelan kening gadis tersebut membuat nya cemberut.
"harus menang ini"ucap nya semangat.
"masih gila teryata, padahal sudah numpuk"ucap laki-laki itu sambil menggeleng tak habis pikir.
Gadis yang sering di panggil dengan sebutan lina itu kini menatap ke arah sosok gadis berwajah datar dan dingin yang berada tak jauh darinya.
"Lo mau ikut."ucap Lina menatap ke arah gadis itu yang kini menatap ke arah nya.
"lima menit."ucap gadis tersebut membuat Lina menatap nya datar.
"selesaikan selama lima menit."jelas laki-laki di samping gadis datar itu membuat Lina memutar bola matanya malas.
__ADS_1
"dasar es."gerutu Lina membuat laki-laki yang kerap di panggil satria itu terkekeh.
"ya udah Sono udah mau mulai itu."ucap satria membuat Lina menatap nya jengkel.
Di tempat lain, sekumpulan laki-laki yang tadi menjadi pusat perhatian itu sudah mengambil tempat masing-masing.
"Lo mau ikut, dah lama juga kan gak main."ucap laki-laki yang bernama bintang menatap ke arah sang ketua Tiger.
Arkarna, laki-laki bermata tajam itu mendongak menatap ke arah bintang.
"males."ucap nya singkat dan memilih memainkan ponselnya, bintang mengangguk pelan menanggapi kalimat Arkarna.
"hari ini yang bakal ikut siapa aja"ucap laki-laki yang bernama Aldi menatap ke arah bintang.
"Revan dan deron sisanya gak tau"ucap bintang yang di tanggapi anggukan oleh Aldi.
"udah pada mulai noh"ucap Devan menunjuk ke arah sosok laki-laki yang kini sedang mencari siapa aja yang bakal tanding.
"Lo hati-hati"ucap Arkarna menatap ke arah Revan yang kini menatap nya tersenyum tipis.
"Santai aja"ucap Revan yang kini sudah menaiki motornya.
brumm, brumm, brumm.
Suara mesin motor mulai bersahutan di gelapnya malam, membuat beberapa orang bergegas ke area balap guna menonton balapan yang akan di lakukan oleh masing-masing wakil geng motor.
Brumm, lima motor sport melaju kencang saling menyelip di setiap tikungan, semua penonton mulai bersorak meneriakkan nama idola masing-masing, balapan liar para remaja memang bukan hal biasa bahkan sudah sering tertangkap oleh polisi namun tidak membuat mereka jera akan hal itu karena bagi mereka selagi itu kesenangan maka bakal mereka lakuin.
Beberapa menit pertandingan, dua motor sport mulai terlihat menguasai jalanan mereka saling menyelip guna mencapai siapa yang bakal menang membuat para penonton semakin heboh.
"lie....lie...lie...
Kening Arkarna mengkerut ketika mendengar teriakan tersebut, iya menatap datar ke arah motor Revan dan juga motor yang di Kendari oleh lie, yang masih saling menyelip satu sama lain.
Brum,Brum,ckittttt.
Terdengar bunyi ban motor yang beradu dengan aspal membuat sebagian orang menutup telinga akibat suara keras tersebut.
Ckitttt.
motor yang di Kendari Revan berhenti di deretan motor anggota nya iya menatap ke arah motor yang berhasil menyelinap nya dengan tatapan datar.
"gila Cok, baru kali ini ada yang berhasil ngalahin Lo"heboh Aldi membuat Revan menendang kakinya.
"banst, sakit bangsul"pekik Aldi pelan ketika tulang kering nya di tendang oleh Revan, hal itu serontak membuat bintang dan Devan tertawa.
"emang enak"ejek bintang.
__ADS_1
"tai Lo"kesel Aldi menatap bintang jengah.
"bac*t"ucap Revan yang kini turun dari motornya dan berjalan ke arah Arkarna.
"nih"ucap Lina melempar kunci mobil yang baru aja di menangkan nya ke arah satria yang di sambut langsung oleh Satria.
"Lo tetap gila soal hadiah"ucap satria menggeleng menatap ke arah Lina yang mengangkat bahu nya acuh.
"so, tepat waktu"ucap Lina menatap gadis di depannya.
"gimana dah dapet Lo"ucap nya lagi setelah tadi tidak mendapat jawaban dari gadis berwajah datar tersebut.
"cabut"ucap gadis itu membuat Lina menatap nya cengkok, satria yang melihat itu terkekeh.
"sat, gue heran dah dia sebenarnya bisu atau gimna sih"kesel Lina menatap ke arah satria yang kini masih terkekeh.
"ketawa Lo"kesal Lina yang menatap jengah ke arah satria.
"CK, berisik bat dah Lo. Susul noh"ucap satria yang berjalan menyusul gadis tadi yang di ikuti oleh Lina.
di sisi yang berbeda, sosok Arkarna menatap intens ke arah pemenang balapan malam ini, Samapi di mana matanya dapat melihat jika sosok itu menemui seseorang membuat alis nya terangkat.
"kenapa"ucap Revan menatap ke arah Arkarna yang masih setia menatap ke arah tiga orang yang tidak jauh dari nya.
"siapa"ucap Arkarna, membuat Revan menatap ke arah pandang laki-laki tersebut.
"Angelina Jolie, nama samaran nya lie dia satu sekolah sama kita lebih tepatnya adex kelas Lo dan satu angkatan Sama gue, bintang dan aldi"ucap Devan mendekat ke arah Arkarna yang di susul oleh Aldi dan bintang.
"cewek lawan Lo"ejek bintang membuat Revan memutar bola matanya.
"prinsip"ucap Revan membuat bintang mengangguk tak jadi mentertawakan Revan.
"ko gue baru liat tuh cewek"ucap Aldi yang merasa bingung, Karena setahunya iya tidak pernah melihat tiga orang tersebut.
"jelas gak akan tau, mereka bukan tipikal orang yang ingin menjadi sorotan biar di perhatikan sama banyak orang, yang Lo lawan tadi dia satu kelas sama gue dan dua di antaranya satu kelas sama kelic Apriana"ucap Devan menjelaskan.
"Lo tau nama dua orang itu "ucap bintang menatap ke arah Devan.
"tuh cowok namanya satria arcertik, juara olimpiade di London dan ketua sabuk hitam."ucap Devan menjelaskan apa yang iya tau.
"dan yang satunya Allen Leonard Havre, cewek berwajah dingin dan datar. Yang di takuti satu kelas nya kecuali antek kelic Apriana"ucap Devan.
"ada yang lain"ucap Revan yang entah kenapa mulai penasaran akan lawan nya tersebut.
Devan yang melihat itu mengangkat bahu nya acuh. " aura mereka abu-abu"ucap Devan tersenyum miring membuat Arkarna menatap ke arah nya.
"cabut"ucap Arkarna yang langsung menaiki motornya di susul oleh inti Tiger.
__ADS_1