Behind The Secret

Behind The Secret
kantin.


__ADS_3

" Lo pada tau, gue suka banget di air. Sekilas info zodiak gue aquarium." ucap Aldi bangga membuat semua orang menatap nya malas.


tenggg....


" anjggg,,, sakit bangsul." pekik Aldi di kala kepalanya di pukul dengan sendok, Aldi menatap tajam ke arah Lina sang pelaku.


" sejak kapan Aquarius jadi aquarium tolol." ucap Lina jengah di kala mendengar omongan Aldi yang terbilang kocak.


"lah, emang udah ganti." ucap Aldi tiba-tiba heran sendiri membuat bintang menatap nya jengah.


" otak Lo yang perlu di ganti." ucap Devan membuat Lina tertawa.


" gue heran dah." ucap bintang Bingung membuat yang lain menatap ke arah nya.


"gak enak perasaan gue." Gumam Devan membuat satria menatap nya dengan alis terangkat.


"heran kenapa." ucap Aldi.


"heran aja, gue kira tenun itu film Horor."


"itu the nun goblk." pekik Aldi membuat Lina kembali tertawa.


" punya kepala pusing, gak punya kepala di kira seram." ucap Lina membuat satria menatap nya datar.


" kalo gak punya kepala malah jadi setan." ceplos Aldi membuat Lina menatap nya tajam.


"punya gak nya pun kepala, ni anak tetap setan."ucap satria membuat Lina menatap nya dengan melotot.


Devan, bintang dan aldi kompak tertawa begitu pun dengan Revan yang hanya terkekeh kecil. Melihat tingkah mereka yang terbilang jarang akrab sama orang baru.


" Van, Van.. bakso beranak itu lahirnya cecar atau normal." tanya Lina menatap ke arah Revan yang kini tengah berfikir.


"cecar, kan Lo iris tu bakso." ucap Revan datar membuat Devan menatap nya terkekeh.


" lah kenapa gak normal aja."ucap Lina membuat wajah Revan menatap nya dengan tertekan.


"CAPEK GUE ANYING, HAHAHAHAH!!!! BARU KALI INI TUH MUKA TERTEKAN BANGET HAHAHA." heboh Aldi membuat yang lain tertawa ngakak begitu pun dengan satria.


Arkarna yang melihat itu hanya menatap mereka datar tanpa ekspresi.


"sat, sat.. Kepiting kalo di potong jadi kepotong." ucap Lina membuat mereka berhenti tertawa menatap ke arah gadis tersebut.


satria menatap ke arah Lina menghela nafas." leher Lo sini yang gue potong ." ucap satria yang memiliki kesabaran setipis tisu membuat Lina menatap nya dengan terkejut.


"salah gue di mana." ucap Lina.


"bodo, Lin bodo amat." kesal satria malas membuat Revan terkekeh.

__ADS_1


"emang iya ya kalo orang London nikah sama orang ternate, anaknya jadi lo**e."tanya aldi.


"lah, kalo orang Bogor nikah sama orang Batak jadi ketoprak dong."lanjut bintang.


" enak tuh, beli yokk sat."ucap Lina menimpali tidak lupa dengan wajah serius nya.


"plisss, Lo gak usah ikutan."ucap satria lelah sendiri melihat tiga orang tersebut jika di satu kan akan terjadi letusan gunung berapi.


" kalo di hujat jangan marah, kalem aja ya gyusss... Karena biasanya di hujatan ada rendang, bakso, somayy,, cilok, sate."ucap Devan.


"itu hajatan bangsul, pilsss Lo gak cocok, buat Jadi gila." ucap Revan kepalang emosi melihat tingkah mereka membuat devan terkekeh.


" gue penasaran, kuyang kan gak punya sayap ko bisa terbang." tanya bintang membuat Revan menghela nafas Arkarna yang melihat itu tersenyum tipis tak habis pikir.


"dengan mengepakan ginjal." jawab satria.


Plakkk.


"goblk."


" shtttt." satria menatap ke arah belakang di kala kepalanya di tempeleng seseorang, begitu juga anggota Tiger, dan mereka kompak terdiam di kala Allen lah pelakunya.


"etttdahh,,, gak estetik banget dah Lo Len." ucap satria.


"CK, goblk,." ucap Allen lagi dengan malas dan memilih duduk di samping satria dan berhadapan dengan Arkarna yang masih setia menatap ke arah nya.


"atas." ucap Allen yang di angguki oleh Lina, anggota Tiger menatap Allen menjadi canggung, bulan karena dia cantik atau apa tapi karena wajah datarnya terbilang cukup dingin dan tatapan nya yang sangat tajam melebihi Arkarna sang ketua.


"ini pesanan nya." ucap pelayan kantin memberikan sepiring yang berisi daging ayam.


anggota Tiger menatap bingung piring tersebut, di mana isi dari piring itu adalah ayam yang sudah selesai di rebus Tampa di goreng atau di oleh menjadi apapun.


"busettt,, siapa yang kanibal di sini wehhhh gilaaa!!!serem anjirrr " ucap Aldi mau muntah.


"kanibal." ucap satria mengangkat alis nya bingung.


"itu masih mentah dodol." ucap Aldi.


"CK, katarak mata Lo." ucap Lina memutar bola matanya jengah.


"mata Lo yang gak sehat. Lupa sih gue kalian kan beragama kristen" ucap Aldi.


"Lo juga Kristen goblk." ucap Devan setelah memikul kepala Aldi membuat Aldi terdiam.


"lah, iya ya ko baru sadar hehehe" ucap Aldi cengengesan membuat Devan menghela nafas kasar.


"gue tanya sama Lo, ini udah di rebus atau belom." ucap satria.

__ADS_1


"ya udah." jawab Aldi.


"nah, gue tanya lagi nih. Lo bisa beda in mana yang masih mentah atau yang udah masak." ucap satria membuat Aldi terdiam.


"Allen suka makan ayam yang baru di rebus, cukup di kasih garam Tampa perlu di goreng yang penting amis dan darahnya hilang." ucap satria membuat Allen menatap nya menghela nafas.


"gue kira kalo baru di rebus belum matang sepenuhnya."ucap Devan.


"udah, coba aja sendiri." ucap Lina yang mendapat gelengan dari Devan.


"emang enak." ucap bintang menatap ke arah makanan Allen.


Allen yang mendengar hal tersebut menatap mereka bergantian, iya menegakkan tubuhnya menatap ke arah bintang datar.


"ma’fu gue rasa yang beragama Islam tau." ucap Allen membuat Arkarna, Devan dan Revan terdiam begitu pun dengan bintang menatap ke arah Allen dengan tatapan intens.


"sesuatu najis yang di maafkan terkecuali darah yang mengalir dan nanah, bangkai yang di haram kan, sejenis itu kan selebihnya di maafkan termasuk darah yang tersisa di tulang atau kering tinggal di cuci bersih. Setau gue itu sih." ucap Devan.


"bisa di katakan benar, namun pemahaman nya kurang pas." ucap Arkarna buka suara membuat Allen menatap nya tersenyum tipis yang tak terlihat sama siapapun.


"kenapa gak Lo yang lurusin."ucap satria.


"gue menghargai kalian."ucap Arkarna dengan datar membuat satria menatap nya mengangguk.


"apa yang gue makan ini haram." ucap Allen menatap ke arah Arkarna yang kini menatap nya berbeda.


"tidak." bukan Arkarna melainkan Revan yang menjawab membuat Allen mengangguk.


"rasanya enak coba aja." ucap satria menatap ke arah bintang.


"gak deh hehe, agak aneh aja gue liat nya."ucap bintang cengengesan.


" dari Mana Lo tau tentang ma'fu." tanya Devan menatap ke arah Allen yang kini tengah meminum tes es nya.


"ada larangan, ." ucap Allen.


"setidaknya masuk agama Islam agar semua fasih dan benar dan biar gak di omongin hal yang gak-gak sama orang-orang." ucap bintang membuat satria dan Allen tersenyum miring.


" masuk Islam bukan seperantara ingin tau, melainkan dengan keyakinan dan iklhas, percuma masuk Islam jika hal tersebut berunsur pemaksaan." ucap satria membuat mereka terdiam.


"gue rasa, kalian gak sesederhana itu." ucap Aldi tiba-tiba membuat Allen, satria dan Lina menatap nya tajam.


"genggam apa yang Lo tau, Sampai di mana kebenaran menjatuhkan Lo sendiri."sahut Allen datar dan langsung berlalu pergi yang di ikuti oleh Satria.


"ingat, kata-kata bisa menjadi pedang untuk seseorang."ucap Lina menatap Aldi tajam membuat Aldi mengepalkan tangannya kuat.


Arkarna menatap tajam ke arah Allen dan juga satria entah apa yang di pikirkan laki-laki tersebut terlihat dengan jelas kerutan di wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2