Behind The Secret

Behind The Secret
sebenarnya.


__ADS_3

^^^30-07-2020.^^^


...Pemirsa saat ini polisi dan TNI kembali berkerja sama untuk mengungkapkan kasus kematian berdarah dingin yang sering meninggalkan tanda sekelopak bunga mawar merah pada 12 tahun silam....


Dugaan awal polisi iyalah, pembunuh ini di picu karena gangguan mental atau lebih di kenal dengan psikopat, membuat nya melakukan pembunuhan setiap tahun.


entah apa tujuan sang pelaku namun tragedi pembunuhan 12 tahun silam sempat terhenti dan tiba-tiba sang pelaku beraksi pada tahun 2020 ini membuat para polisi dan TNI berkerja keras untuk menangkap sang pelaku.


saat ini sudah terbilang lima keluarga yang telah di bunuh setiap tahunnya dan hal itu sangat meresahkan masyarakat.


Pihak berwajib masih melanjutkan kasus ini sampai pelaku tertangkap.


_______________


berita tentang pembunuhan berdarah dingin tersebut muncul di beranda sosok gadis membuat gadis tersebut mengepalkan tangannya kuat.


wajah nya yang dingin dengan sorot mata datar yang mengintimidasi tersebut membuat siapa aja menatap nya takut.


"ketimbang hp Lo retak mending kasih gue, lumayan hp seharga 900 juta nya, setara sama ginjal gue." ucap sosok perempuan mendekat ke arah gadis tersebut dengan di susul sosok laki-laki di belakang nya.


gadis dingin yang tak lain dan tak bukan adalah Allen iya menoleh menatap ke arah Lina dan satria dengan tatapan datarnya.


"kita cari-cari di sini Lo."ucap Lina berdiri di samping Allen.


"Hem,,." dehem Allen, matanya menatap ke arah satria yang mengangguk.


"gimana." ucap nya menatap ke arah Lina, sedangkan Lina yang mendengar hal tersebut memiringkan kepalanya berusaha memahami kata-kata dari Allen.


"Len, Lo tau kan otak gue gak secerdas si sat." ucap nya membuat Allen menghela nafas.


" mati kek nya kalo Lo jelasin, bisa sariawan tuh bibir!!." ucap satria yang jatoh nya malah mengejek membuat Allen menatap nya dingin, Lina yang melihat itu terkekeh.


"CK, gimana soal dia." jelas Allen ogah-ogahan membuat Lina tersenyum sambil mengangguk.


"Lo benar, itu emang dia." ucap Lina membuat Allen mengeraskan rahangnya.


"dia kembali, dan ini." ucap satria memberikan selembar kain yang terdapat logo mawar.


Ya, saat satria bertarung dengan sosok yang menyerang Arkarna, satria sempat melihat kain berwarna hitam yang terselip di balik kantong pelaku tersebut.


Sebelum satria di pukul tlak saat itu iya dengan gesit mengambil kain tersebut dan memilih kalah guna menyembunyikan kain itu dan membiarkan anggota Tiger yang bertarung dengan sosok tersebut.


Allen menatap mawar tersebut dengan tatapan tajamnya dan tak lama iya meremas kain tersebut membuat Lina menatap nya bingung.


"reaksi Lo beda, bukannya isi nya sama." ucap Lina meminta penjelasan.


"cuma mata jeli yang bisa liat perbedaan dari logo itu." ucap satria membuat Lina menatap ke arah nya dengan alis terangkat.


"maksud Lo." ucap Lina.


"Lo liat sendiri, jelas-jelas di sana ada angka transparan." ucap satria membuat Lina langsung merebut kain tersebut.


Iya menatap setiap inci kain itu dan tak lama bola matanya membalak kaget.


"30' C dan M." ucap Lina menatap ke arah satria dan Allen bergantian.


"Lo berdua bisa jelasin maksud dari ini apa." ucap Lina menuntut penjelasan.

__ADS_1


"untuk 30 gue gak tau, tapi yang jelas C dan M saling berhubungan namun bertolak belakang, sistem ini susah untuk di pahami tapi yang jelas pelaku meutamankan pelaku di mana menjebak dan terjebak." jelas satria membuat Lina menatap nya melongo.


"ok, gue nyerah." pasrah Lina membuat satria menghela nafas.


"CK, ribet amat... bisa di simpulkan dengan dia pelaku namun dia berusaha membocorkan tentang dirinya. dia ingin menjebak seseorang namun pada akhirnya tetap sistem yang di rencanakan nya iyalah dia sendiri yang terjebak." jelas satria panjang lebar.


"heheh,, sorry, sorry aja nih ya sat!! Tetap gak paham gue." ucap Lina membuat satria memukul kepala sendiri.


"arghhh..., bisa-bisanya Lo ya??? Ya Allah sabarkan lah hamba mu ini ya Allah." ucap satria frustasi, Lina yang melihat itu menatap miris satria begitu juga Allen yang hanya bisa menghela nafas pelan sambil menggeleng.


Allen menatap datar bangunan didepan nya, rambutnya yang panjang berterbangan tertiup angin membuat nya terlihat semakin cantik, satria yang melihat wajah dingin namun terlihat damai tidak seperti hati nya hanya menatap nya dengan diam.


"udah dua tahun Len, kita cuma dapet setengah." ucap satria menatap ke arah depan." dan sekarang kenyataan di balik bunga mawar ini ada sangkutan nya sama dia bukan berarti dia udah tau keberadaan kita."ucap satria.


"hufff,, gue gak tau apa guna nya gue di sisi kalian, bahkan sampai sekarang gue gak paham akan di bawa kemana tujuan gue?? Tapi yang jelas gue akan tetap sama kalian sampai kalian kasih tau sendiri apa tujuan kalian." ucap Lina menatap ke arah Allen dan satria.


"Lin, Lo tau tragedi pembantaian 12 tahun silam dan hal itu kembali beberapa tahun terakhir ini."ucap satria menatap ke arah Lina.


"tau, dan kakek gue ada di deretan korban."ucap Lina membuat satria mengangguk, sedangkan Allen sedari tadi memilih diam untuk mendengarkan.


"gue sama Allen dapat tugas untuk menangkap si pelaku dan cari tau kenapa dia lakuin ini." jelas satria membuat Lina menatap nya tak percaya.


"jadi kalian Intel."ucap Lina yang di balas tersenyum tipis oleh Satria.


"tapi kami ada alasan lain."batin satria kembali menatap ke arah depan.


"kalo boleh tau kenapa Lo, gak mau cari tau tentang kematian kakek Lo."ucap satria membuat Lina terdiam.


"bukan gak mau, tapi gue gak mampu."ucap Lina menatap satria tersenyum tipis.


Allen mengepalkan tangannya kuat di kala mendengar cerita tersebut, iya menatap dingin ke arah depan membuat atmosfer di sekitar sana tiba-tiba dingin.


"Lo dah tau tujuan kita, jadi apa yang bakal Lo lakuin." tanya satria.


Lina menatap ke arah satria bergantian ke arah Allen setelahnya iya tersenyum. " dengan gue ikut kalian setidaknya ketika pelaku tertangkap tugas gue selesai dengan sendirinya." ucap Lina membuat satria terkekeh.


"Lo, memanfaatkan kita nih ceritanya." ucap satria yang di balas angkatan bahu acuh.


"gue juga kalian manfaatkan jika Lo lupa." ucap nya membuat satria tertawa begitu juga Lina.


Satria menatap ke arah Allen begitu juga dengan Lina." kenapa." ucap Lina dengan menggerakkan mulut nya ke arah satria yang di balas satria gelengan kepala.


"30, gak mungkin. apa ini kebetulan? Mereka sudah mati, gue liat sendiri mereka mati dengan keadaan hancur tapi kenapa, kenapa kode ini sama seperti kode nya." batin Allen mengepalkan kuat tangan nya.


___________


di sisi yang berbeda, saat ini Arkarna dan Revan sudah sampai di salah satu pondok pesantren milik orang tua angkat Arkarna.


Arkarna menatap ke arah Revan yang kini menatapnya sambil mengangguk, setelahnya Arkarna berjalan masuk ke dalam pesantren putra dengan tatapan tajam nya membuat sebagian murid menunduk hormat.


"assalamualaikum."ucap Arkarna dan Revan setelah mereka masuk ke dalam rumah Abi Arkarna.


"wa'alaikum salam."ucap Abi putra menatap ke arah pintu depan dengan tatapan tajam nya.


"masuk mas."ucap nya yang di angguki oleh Arkarna dan Revan.


"apa kabar Abi."ucap Arkarna menyalami tangan Abi putra.

__ADS_1


"kabar Abi baik." ucap Abi putra.


"apa kabar Abah, Abah sehat."ucap Revan yang ikut menyalami tangan Abi putra.


"Alhamdulillah." ucap Abi putra.


"kenapa bi, kenapa Abi suruh kita berdua pulang."ucap Arkarna menatap ke arah Abi putra.


"kemaren, Abi mendapatkan kiriman ini."ucap Abi putra memberikan selembar kertas membuat Revan dan Arkarna saling tatap.


"apa ini bah." ucap Revan.


"kalian bisa buka."ucap Abi putra.


Arkarna membuka kertas tersebut, Revan yang melihat itu mendekat dan.


"queen of manipulation, death code." baca Revan menatap ke arah Abi putra begitu juga dengan Arkarna.


"apa maksudnya Abah."ucap Revan.


" apa kecerdasan kalian menurun." tanya Abi putra membuat Revan terdiam.


" Revan, Arkarna... Abi gak tau apa yang orang ini inginkan namun setiap tindakan pasti ada resiko Abi cuma berharap kalian tidak masuk kedalam rencana dia."ucap Abi putra menatap Revan dan Arkarna bergantian.


"cari lah benar-benar." ucap Abi putra yang di angguki mereka berdua.


Revan adalah salah satu alumni santri di pondok pesantren Al-Malik yang sudah di anggap oleh Abi putra seperti anaknya sendiri.


Abi putra berserta sang istri yang telah wafat sama sekali belum di karuniai anak, sampai di mana istri Abi putra meninggal Abi putra sama sekali tidak ingin menikah dan memilih sendiri guna menepati janji nya terhadap mendiang sang istri.


Setelah meninggal nya sang istri, sekitar 2 tahun Abi putra bertemu dengan anak kecil berusia sembilan tahun di mana masa itu iya tengah di gebuki oleh warga karena tertangkap mencuri dan anak itu iyalah Revan, Revan Alfano.


melihat Revan kecil pun Abi putra langsung menolong dan membawa nya ke pesantren, Abi putra selalu mengajarkan Revan untuk memanggil nya Abi namun Revan selalu menolak iya memilih memanggil Abi putra sebagai Abah sama seperti santri lain.


 Walaupun seperti itu Abi putra tetap menganggap Revan seperti anak kandungnya sendiri.


Menceritakan tentang Arkarna, Arkarna adalah anak dari sahabat nya Abi putra yang telah meninggal akibat tragedi pembunuhan di waktu silam.


Pada saat kejadian, Abi putra kebetulan mendapat kan kiriman pesan dari ayah kandung Arkarna, iya mengatakan.


"jemput putra ku, lindungi dia." setelah itu Abi putra langsung berangkat menjemput Arkarna untuk membawa nya bersama nya.


Pertepatan Abi putra dan Arkarna di dalam mobil detik itu juga rumah megah di hadapan mereka hancur seketika membuat Arkarna menatap nya histeris, Abi putra Tampa menoleh iya memilih melajukan mobilnya untuk membawa Arkarna menjauh dari pangkaran rumah tersebut.


Sejak saat itu Arkarna bukan lah anak periang pada umumnya, iya menjadi sosok dingin dan datar layaknya negara selatan.


Ketika umur Arkarna 13 tahun sejak saat itu lah dia mulai berbaur dengan Revan hanya Revan, karena hanya Revan yang dapat mengimbangi sikap nya dan juga hanya Revan yang dapat di percaya oleh Arkarna.


setelah umur Revan dan Arkarna menginjak 15 tahun sejak saat itulah Abi putra menceritakan semuanya apa yang terjadi kepada Arkarna dan hal itu membuat Arkarna murka, dendam kata dendam tersebut tertancap sempurna tanpa ada kata hilang.


Dan tujuan Arkarna sekarang iyalah mencari tau semuanya dengan izin Abi putra Arkarna akan keluar dari pondok pesantren yang di dampingi oleh Revan guna mencari dalangnya kematian keluarga Arkarna.


' sudah di katakan sikap mu menentukan akhlak mu dan gaya mu gak menjamin siapa kamu.'


kita hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa, apalagi menyangkut akan masa lalu membuat kita bersikeras untuk membalas kan nya.


Arkarna tau jika semua ini dosa, dan iya sadar sudah banyak nyawa mati di tangan nya namun seakan-akan setan berada di tubuh nya membuat Arkarna lepas kendali dan tidak bisa melepaskan orang yang telah membunuh keluarga nya sebelum iya membalaskan dendam tersebut.

__ADS_1


__ADS_2