
"Assalamualaikum, Gus Azam." ucap seseorang gadis ketika sambungan telepon tersebut terangkat.
"wa'alaikum salam, ada apa." ucap sosok laki-laki yang kini tengah berdiri tak jauh dari sosok perempuan yang tengah duduk sambil membaca sesuatu.
"ini Gus,, Abah meminta saya buat kasih salam. Di mohon Gus Azam dan Ning leore untuk kembali." ucap perempuan di sebrang sana membuat laki-laki yang di panggil Gus Azam tersenyum kecil.
"salam di terima, sampaikan ke Abah insyaallah kalo tidak ada halangan kami akan kembali."ucap Gus Azam.
"baiklah gus, kalo begitu assalamualaikum."ucap nya dan langsung mematikan sambungan telepon tersebut.
"wa'alaikum salam."jawab laki-laki bernama Azam.
Laki-laki tersebut menatap ke arah perempuan yang kini tengah membenarkan letak jilbab nya.
"semua sudah selesai."ucap perempuan yang tak lain adalah leore menatap ke arah lain dengan tangan yang masih bertengger tasbih.
"sudah ku urus."ucap Azam.
"minta Anis dan Denis untuk kembali."ucap leore membuat Azam mengangguk.
" jangan lupakan jika sewaktu-waktu mereka akan ketahuan."ucap Azam.
"semua akan segera di mulai ."ucap leore membuat Azam menatap nya intens.
"ada yang-."ucap Azam menggantung membuat leore menatap ke arah nya sekilas lalu berpaling menatap ke arah lain.
"ada hubungannya dengan namanya Raka."ucap leore.
"Raka, Ning ingat orang nya."ucap Azam yang mendapatkan gelengan kepala dari leore.
__________
Ting..
Ting...
Ting...
Suara notifikasi dari sebuah grup sekolahan SMA Cakrawala membuat semua orang langsung membuka room chat tersebut.
Ting..
Ting..
Ting..
Tak lama di sosial media akun resmi SMA Cakrawala banjir akan berita tersebut membuat SMA Cakrawala menjadi sorotan publik.
"bagaimana bisa."ucap satria menatap ke arah Allen yang kini menatap ke arah nya dengan alis terangkat.
"coba Lo cek kabar terkini."ucap satria membuat Allen meraih ponselnya dan menatap deretan notifikasi.
'telah di temukan adanya mayat, yang sudah terbakar habis di atas roftoop gedung SMA Cakrawala, saat ini pihak polisi sedang melakukan penyelidikan terhadap korban.
'Belum di ketahui, korban tewas akibat bunuh diri atau di bunuh saat ini polisi masih Melakukan penyelidikan atas korban, dugaan awal polisi korban berjenis kelamin laki-laki...
Allen yang melihat berita tersebut terdiam seolah-olah berfikir sesuatu membuat satria menatap ke arah nya bingung.
"kenapa Lo."ucap satria menatap ke arah Allen.
"waktu di kantin apa Lina ada pergi dari Lo."tanya Allen membuat satria menatap nya dengan alis terangkat.
"gak ada, dia ada waktu itu."ucap satria membuat Allen Terdiam.
"apa Lo pikir ini perbuatan dia."ucap satria membuat Allen menatap ke arah nya.
"itu gak penting, sekarang gimana bisa hal ini terjadi di saat jam sekolah masih berlangsung."ucap Allen membuat satria terdiam berfikir.
__ADS_1
Gubrakkkkk....
"woyy, woyy,, woyy,,,,"pekik Lina masuk ke dalam perpustakaan setelah berhasil membuka kasar pintu perpustakaan tersebut.
"CK, salah apa sih tu pintu."gerutu satria menatap Lina sambil berdecak.
"heheh,, sorry. Ehhh Lo pada tau tentang kabar terbaru."ucap Lina menatap ke arah satria dan Allen bergantian.
"tau."ucap satria.
"parah gilaaa, siapa pelakunya."ucap Lina.
"CK, mana kita tau?? orang kita baru liat kabar ini."ucap satria membuat Lina mengangguk.
Allen menatap ke arah Lina intens entah apa yang ada di otak nya terlihat jelas jika tatapan nya berbeda menatap gadis tersebut.
"sekarang dimana."ucap Allen membuat Lina menatap ke arah nya Bingung.
"hah."
"mayatnya ada di mana."ucap satria membuat Lina mengangguk.
"masih ada di tempat kejadian, soal nya nunggu pihak polisi menyelesaikan TKP di sana sebelum lanjut penyelidikan yang lain."ucap Lina.
Allen bangkit dari duduknya dan berjalan keluar perpustakaan, Lina dan satria yang melihat itu langsung melangkah mengikuti nya dari belakang.
_______
"permisi, permisi." ucap Lina membelah jalanan menuju ke gedung yang telah di temukan mayat, memudahkan satria dan Allen.
"permisi woyy." kesal Lina di kala di hadapannya berdiri dua orang laki-laki yang tidak memberikan jalan.
"busettt dah tuh suara, berisik amat."ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Aldi.
"ya makanya permisi, gue mau liat."ucap Lina mendorong kuat tubuh Aldi membuat Aldi menatap ny jengkel.
"bodo amat."acuh Lina menatap Aldi males.
Satria dan Allen mendekat ke arah kejadian, Allen menatap ke arah Arkarna di sampingnya yang juga menatap ke arahnya membuat Allen menatap ke arah lain.
"dia angkatan 11 kelas C."ucap aldi membuat semua orang menatap ke arahnya.
"sok tau banget dah Lo."cetus Lina.
"gue gak ngomong sama Lo."ucap Aldi membuat Lina memutar bola matanya jengah.
"benar, di daftar sekolah satu data yang hilang tak terdeteksi."ucap Devan membuat Arkarna menatap ke arahnya.
"Lo tau namanya."ucap Revan.
"yoga."ucap Devan.
"terakhir kabar, dia pergi ke ruang olahraga sama cewek nya."ucap bintang mendekat membuat Allen menatap nya intens.
"gue tau dari mereka."ucap bintang menatap segerombolan cewek yang berada tak jauh dari mereka.
"cewek nya."ucap Arkarna menatap ke arah Devan.
"Lo percaya kelic pelakunya."ucap Devan membuat Arkarna terdiam, begitu pun dengan Allen.
"Len."
"rentas ulang cctv di sana."gumam Allen pelan membuat satria menatap nya mengangguk.
"gue dah CK cctv, tapi pihak cctv bilang waktu kejadian kebetulan cctv lagi ada masalah."ucap bintang.
"gue gak yakin dia bunuh diri."sahut Revan membaca Arkarna mengangguk.
__ADS_1
"Aldi."panggil Arkarna menatap Aldi membuat Aldi mengangguk pelan.
___________
" gue dah bilang bukan gue pelakunya." ucap kelic menatap malas anggota Tiger.
saat ini jam menunjukkan pukul 17:45 di mana jam pelajaran sudah habis dan di gantikan dengan jam pulang.
di area parkir anggota Tiger sengaja menunggu sosok gadis yang bernama kelic Apriana, kelic bisa aja sebagai tersangka karena iya pacar dan yoga.
"sahabat Lo sendiri yang bilang, kalian sempat bertengkar."ucap Aldi seakan-akan menyudutkan kelic membuat kelic menatap nya tajam.
"apa dasar nya Lo nuduh gue tampa bukti."ucap kelic membuat Aldi menatap ke arah lain.
"apa yang Lo liat belum tentu kebenarannya, waktu itu gue emang berantem sama dia tapi setelah nya gue balik ke kelas gak ada nemuin dia lagi."ucap kelic menjelaskan.
"siapa yang bakal percaya sama Lo."ucap Aldi membuat tangan kelic mengepal.
"yang jelas, bukan gue pelakunya."ucap kelic menekan kata-katanya.
"CK, gue pikir anggota Tiger menyelesaikan masalah dengan benar?? Tapi siapa yang tau jika mereka melakukan secara paksa."ucap satria mendekat membuat anggota Tiger menatap ke arah nya.
"gak usah ikut campur Lo."ucap Aldi menatap tak suka satria.
"hukum undang-undang, menunduh Tampa bukti yang akurat bisa di jatuhkan pasal 434 dan di tambah sebagai pencemaran nama baik."ucap satria menatap Aldi tajam.
"Lo bilang dia pelakunya, Tampa bukti. apa kata-kata Lo dapat di anggap benar."sahut Lina menatap anggota Tiger dengan tangan menyilang di dada.
"yang kalian lakukan ini sama dengan pengakuan secara paksa."lanjut nya.
"sejak kapan kalian mulai ikut campur."ucap Aldi.
"sejak keadilan di tutup secara paksa dan kesalahan dibenarkan secara nyata."ucap Allen mendekat dengan auranya yang begitu pekat.
"apa yang Lo lakuin tadi sama aja dengan pengakuan secara paksa dan Lo menyudutkan dia."lanjut Allen menatap datar Aldi.
tatapan Allen beralih menatap ke arah Arkarna,Revan,Devan dan bintang dengan datar.
"perilaku yang sangat tercela, di saat salah satu di antara kalian melakukan kesalahan. Kalian hanya diam tampa menegur, itu sama aja kalian membenarkan hal tersebut dan ini di sebut fitnah!!! Gue rasa Lo gak lupa tentang ini."ucap Allen menatap dingin ke arah Arkarna.
kelic yang mendengar hal itu terdiam, iya menatap ke arah Allen dengan tatapan yang sulit terbaca ada kata-kata yang menghunus di hatinya membuat nya hanya bisa merunduk.
"seberapa banyak orang kaya Lo mengetahui tentang ajaran Islam."ucap Devan.
"setidaknya orang kaya kita tau ketimbang kalian."ucap Lina membuat Devan menatap nya dengan tangan terkepal.
"jika mau menuduh cari lah bukti nya terlebih dahulu, jangan mengandalkan bukti yang saling bersahutan."ucap satria.
"gue pernah mendengar kata-kata ini. Tak kala hati seseorang penuh akan dendam dan iri, mereka akan melakukan sesuatu Tampa ingin mencari kebenaran terlebih dahulu." ucap Lina sok bijak membuat satria menatap nya tersenyum tipis.
"Dalam Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 4." ucap seseorang berhijab dengan wajah yang tertutup masker, membuat semua orang yang ada di sana menatap ke arah nya.
Arkarna menatap ke arah sosok tersebut dengan mata menyipit guna memperjelas siapa gadis tersebut.
Gadis tersebut menatap ke arah Allen dan juga satria tersenyum tipis membuat Allen menatap nya dengan datar dan setelahnya iya pergi dari sana.
"gue rasa kalian paham."ucap satria berlalu pergi menarik tangan lina yang di susul oleh Allen dari belakang.
Anggota Tiger kompak terdiam menatap ke arah mereka dengan diam, kelic yang melihat itu Tampa bersuara memilih jalan mundur.
"kali ini Lo lepas."ucap Aldi membuat langkah kaki kelic terhenti.
"terserah Lo, gue memang gak tau banyak tentang Islam tapi setidaknya gue tau jika orang lain lebih baik dari pada kalian yang sok tau."lanjut nya membuat Arkarna menatap ke arah kelic yang berlalu pergi.
"jangan lah karena sesuatu membuat hati mu tertutup, jangan karena dendam membuat mu gelap mata dan jangan karena iri kamu membenarkan hal yang salah."
"ingat sesuatu yang di lakukan manusia suatu saat akan diminta pertanggungjawabannya dan hal yang paling berat ketika kamu tidak bisa membenarkannya."
__ADS_1
Arkarna terdiam di kala ingat akan kata-kata tersebut membuat nya Menghela nafas sambil beristighfar.