
" mereka sudah bergerak." ucap sosok laki-laki menatap ke arah laki-laki paruh baya yang kini juga mantap ke arahnya.
"apa dia aman." ucap laki-laki paruh baya itu menatap serius ke arah anak laki-laki di hadapan nya.
"sejauh ini aman, tapi tidak tau untuk nanti."ucap anak laki-laki itu.
"mereka udah kirim kode ke anak Aleksander, tunggu bergerak rencana mereka akan berjalan." ucap nya membuat tangan laki-laki paruh baya itu mengepal.
"dia sudah kembali."
Brakkkkk..
anak laki-laki yang melihat raut wajah marah serta ketakutan Tersebut hanya diam menunduk.
"mereka memang gila." ucap laki-laki paruh baya itu menatap tajam ke arah depan.
"lakukan tugas mu, tapi ingat diam atau kau akan mati " ucap laki-laki itu menatap ke arah anak laki-laki di depan nya.
"saya akan melakukan nya." ucap nya yang langsung berlalu pergi meninggalkan tempat sempit dan gelap tersebut.
_____________
Allen masuk ke salah satu ruangan di dalam apartemen nya, iya menatap ke arah satria yang kini terlihat fokus dengan layar di hadapannya.
"ada apa." ucap Allen duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Lo tau kode 555 per 666 tadi lewat di layar gue."ucap satria membuat Allen menatap nya tajam.
"kondisikan mata Lo, mereka gak ada dapet apa-apa." ucap satria membuat Allen menatap ke arah lain.
"menurut Lo tujuan mereka apa." ucap Allen membuat satria mendekat ke arahnya.
"antara penasaran dan curiga." ucap satria tersenyum miring membuat Allen menghela nafas.
"usaha kan dua bulan lagi kita dapat cuti." ucap Allen membuat satria mengangguk.
"kembali ke awal ya." ucap satria yang tak di tanggapi oleh Allen.
satria menatap ke arah jam di tangan nya yang menunjukkan pukul 07:45, iya menatap ke arah Allen.
"udah telat, mau berangkat sekarang." ucap satria membuat Allen menatap ke arah jam tangan nya.
Allen bangkit dari duduknya di ikuti oleh Satria dan setelahnya mereka berjalan keluar dari ruangan tersebut.
mobil yang di Kendari oleh Satria kini terparkir sempurna di belakang sekolahan SMA Cakrawala di susul oleh satu motor sport di samping mobil tersebut.
Allen dan satria keluar dari dalam mobil menatap ke arah sosok gadis yang tak lain adalah Lina dengan alis terangkat.
"Lo terlambat juga." ucap satria menatap ke arah gadis tersebut.
"sengaja sih, gue nunggu kalian di tikungan makanya terlambat." ucap Lina kepalang santai membuat satria menatap nya sambil menggeleng.
"ini gimana, langsung masuk aja."ucap satria menatap ke arah dua gadis tersebut.
"roftoop aja."ucap Lina.
"bolos."ucap satria membuat Lina tersenyum menatap ke arah nya.
__ADS_1
"bosen, kelas gue pelajaran pak Mumun."ucap Lina membuat satria tertawa.
"banyak banget murid yang gak suka sama dia."ucap satria yang di angguki oleh Lina.
Allen yang sedari tadi melihat dan mendengar kan pembicaraan mereka memilih diam, matanya menatap ke arah sekitar belakang sekolahan dengan tatapan yang sulit di artikan.
" wessss, gue kira siapa yang anak bendel teryata kalian." ucap Aldi menghampiri Allen, satria dan Lina.
Allen, satria dan Lina kompak menoleh ke arah asal suara dan di sana mereka dapat melihat anggota geng Tiger tengah menatap mereka tersenyum tipis lebih tepatnya Aldi.
"beda nya sama kalian." ucap Lina menatap ke arah Aldi dengan alis terangkat.
"beda lah, kita udah biasa tapi kalo kalian."ucap Aldi pelan.
"sooo,, sama-sama bandel gak usah komentar."ucap satria membuat Aldi menatap nya jengah.
"Lo cowok, kata-kata Lo kek cewek." kesal Aldi membuat satria terkekeh.
"berhenti berkomentar."tekan satria tajam membuat Aldi terdiam.
Arkarna iya menatap mereka bertiga dengan tatapan datar matanya menatap ke arah Allen yang kini tengah bersandar di atas jok mesin mobil dengan tangan menyilang di depan dada.
"CK, Lo siapa ha-."
"berisik."
Ucapan Aldi terhenti di kala mendengar suara dingin tersebut, mereka menatap ke arah Allen yang kini menatap datar anggota Tiger membuat mereka menatap nya dengan diam.
"kita gak akrab bukan, jadi bisa diam." tekan Lina menatap tajam Aldi yang kini menatap nya tak suka.
"gue gak suka merasa bersalah, jadi gue mau traktir Lo soal bola kemaren."ucap Revan membuat Lina menatap ke arah mereka.
Satria menatap ke arah Allen yang kini menatap nya intens membuat satria tersenyum kecil, melihat itu Allen menghela nafas.
" gue dah Lupain soal itu, jadi gak perlu." ucap Lina.
"gue gak mau merasa bersalah."ucap Revan membuat Lina menatap nya menghela nafas.
Lina menatap ke arah Allen yang kini beranjak dari tempatnya dan melangkah pergi di ikuti oleh Satria.
"mau kemana."ucap Lina membuat langkah Allen terhenti.
"yang di ajak Lo, buat apa kita ikut? Gue sama Allen bakal masuk kelas."ucap satria.
" kalo mereka gak ikut, gue gak bakal mau."ucap Lina membuat Revan menatap nya Menghela nafas.
Revan menatap bergantian ke arah satria dan Allen. " Lo pada boleh ikut."ucap nya membuat satria menatap nya tersenyum tipis.
Arkarna dan Devan saling tatap di kala menangkap senyuman tersebut, Allen yang menyadari hal itu Tampa menatap langsung pergi.
"Len."
"Lo aja." ucap Allen yang langsung memanjat tembok sebagai penghalang dengan mudah.
"CK, kelihatan banget kalo kalian sering bolos."tebak bintang.
satria yang mendengar hal itu mengangkat bahu acuh. "jadi gak, kalo gak gue bakal susul tuh anak."ucap satria menatap ke arah anggota Tiger.
__ADS_1
"langsung aja, udah mau istirahat juga."ucap Devan yang di angguki oleh yang lain terkecuali Arkarna yang masih diam dengan pikirannya.
_________
Di sisi lain tepatnya di atas roftoop, sosok gadis duduk di atas pembatas dengan kaki menjuntai di bawah Tampa ada rasa takut tak kala bisa aja sewaktu-waktu iya akan jauh kebawah.
Gadis tersebut menatap ke arah bangunan pencakar langit di hadapannya dengan tatapan datar.
sebelah tangan nya memegang sesuatu benda dengan ibu jari yang memencet satu tombol ketika sudah satu menit.
Gadis tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Allen Leonard Havre, iya sekarang berada di atas roftoop dengan melihat pemandangan dari atas.
Ting..
Suara notifikasi dari ponselnya membuat Allen meraih ponselnya di saku, iya menatap nama satria yang baru aja mengirimkan pesan.
"kekantin sekarang, Lo belum makan?? kesukaan Lo dah gue pesan." isi pesan tersebut membuat Allen Menghela nafas.
Allen beranjak dari tempatnya dan berjalan keluar, iya menuruni tangga satu-persatu dengan langkah kaki pelan.
di lantai dua langkah kaki Allen menelan di kala telinga nya mendengar suara orang membuat Allen menghentikan langkahnya dan menatap ke arah lorong yang berjarak 15 meter dari nya berada.
" siap kan rencana yang sudah gue susun selama ini." ucap orang tersebut membuat Allen memilih menyandarkan punggungnya ke tembok dengan mata terpejam.
" gak bisa sekarang, Lo gak tau. kejadian kemarin ceroboh."ucap sosok lain.
"gue gak perduli, mereka harus hancur."ucap orang tadi yang di perkirakan mereka sepasang cewek dan cowok.
"kenapa sih Lo dendam sama dia."ucap sosok cewek.
"karena dia, cewek gue meninggal?? Gue gak akan rela sebelum nyawa di balas nyawa."ucap sosok laki-laki tersebut menatap tajam gadis di depannya.
"Lo masih mikirin kasih, apa gunanya gue selama ini"ucap sosok gadis Tersebut menatap kecewa sosok laki-laki di depannya.
"inget, Lo hadir cuma buat pemuas nafsu gue."ucap laki-laki tersebut membuat cewek di depan nya menatap nya dengan tangan terkepal.
"kalo boleh jujur sih, bukan itu aja masalah gue kenapa gue ngincar dia tapi ada yang lain."ucap laki-laki itu.
"apa tujuan Lo sebenarnya." ucap gadis di depannya.
"gue tegaskan Lo diam jangan banyak bicara, sekolah ini ada karena tercetak dalam rencana. dan gue ada karena terlahir sebagai pion(bidak), semua orang yang ada di sini tidak ada yang patut Lo percaya karena mereka ada pasti ada tujuan tertentu. Sekolah ini penuh akan misteri dan tipuan, karena tujuan mereka sebenarnya adalah ster(Menteri), karena itu kita hadir sebagai pion guna membatu mereka untuk sampai ke tahap master atau di kenal dengan ratu(raja), sebelum itu kita harus melawan. Benteng, kerucut(gajah) dan jaran(kuda) terlebih dahulu baru sampai ke ster(menteri) di mana dia lah tujuan mereka agar sampai ke tahap yang sebenarnya iyalah (raja)!!!!.... tujuan kita hanya memancing dia keluar dengan sendirinya, dan biarkan anggota 3 yang turun tangan."
"jadi lakukan layaknya bidak jangan sampai menjadi bidak yang tidak berguna." ucap sosok laki-laki tersebut dengan serius membuat gadis di depannya tersenyum miring.
"Lo yang terlalu banyak ngomong."ucap gadis tersebut membuat laki-laki di depannya menatap wajahnya dengan tatapan berbeda.
Allen menatap tajam tembok pembatas di depan nya, tak lama iya memilih pergi dari sana meninggalkan dua orang tersebut.
Langkah kaki Allen berjalan menuju kantin tangan kanan nya yang sejak tadi memegang sesuatu benda iya sembunyikan di balik saku rok nya.
Siswa dan siswi yang melihat keberadaan Allen hanya menatap nya datar karena sosok Allen tidak pernah menjadi sorotan membuat mereka acuh tak perduli.
Mereka hanya beranggapan bahwa Allen adalah gadis bisu dengan wajah datar makanya tidak banyak orang yang mau berteman dengan nya.
Jika di tanya apakah tidak ada yang cari gara-gara sama Allen maka jawabannya ada dia adalah geng Cristal yang berisikan 3 antek cewek berwajah tebal dengan badan spek gitar spanyol dia iyalah geng ratu bullying yang di ketuai sama kalic Apriana.
Hanya geng Cristal lah yang boleh membully Allen Leonard Havre, jika ada yang coba-coba ikut campur atau ikutan membully maka siap-siaplah akan menjadi target kedua.
__ADS_1