
Jam istirahat membuat murid satu kelas Joa berbondong-bondong keluar kelas hanya untuk sampai di kantin duluan.
Joa dan kedua sahabatnya sudah berada di meja kantin, mereka menunggu pesanan datang.
"Ambil gih," titah Joa menyuruh Billy, laki-laki itu mengangguk dan berjalan untuk mengambil pesanan makanan mereka.
"Joa!" Gadis itu menengok ke arah samping dimana Fay duduk. Joa berdeham sebagai jawaban atas panggilan dari Fay barusan. "Lo kenapa gak suka sama Irham? Dia kan mirip Sehun, dan itu artinya Irham ganteng." mendengar itu seketika mood baik Joa luntur, hanya mendengar satu nama itu mood baiknya menghilang seketika.
"Jangan bahas dia, Fay. Gue gak mau," ucap Joa yang terdengar malas untuk membahas Irham, membuat Fay malah semakin tertarik. Gadis berkuncir kuda itu terus mendesak agar sahabatnya berbicara kenapa dirinya tidak menyukai Sehun padahal Joa 'kan suka menonton drama Korea dan Joa bisa di bilang kpoppers meskipun tidak terlalu fanatik.
"Kenapa emangnya?" Joa menatap sahabatnya dengan raut wajah datar.
"Karna dia itu cantik, Fay. Kalau gue pacaran sama dia bisa-bisa gue diomelin Papa sama Mama gue, lo tau sendiri Papa sama Mama gue anti banget sama orang Korea," ucap Jeje membuat Fay manggut-manggut saja. Jadi itu toh alasannya. Fay sekarang paham kenapa Joa sangat tidak menyukai Irham.
"Tapi, apa salahnya sih? Mukanya Irham 'kan emang dari lahir kaya gitu, dia gak oprasi plastik atau apapun." Fay mendekatkan dirinya menjadi lebih dekat dengan Joa. "Bahkan yang gue denger Irham tuh gak pernah perawatan," lanjutnya sedikit pelan kemudian menjauh kembali dari Joa.
"Gue juga heran kenapa dia bisa punya kulit putih bening kaya porselen gitu. Jiwa wanita gue langsung menjerit saat ngeliat itu."
Joa hanya diam, apa yang di bilang Fay memang benar adanya. Bahkan dirinya juga pernah mendengar akan hal itu. Irham si laki-laki cantik yang sering dia panggil bencong itu tidak pernah melakukan perawatan kulit. Tapi, entah kenapa kulit laki-laki itu putih bening begitu? Atau mungkin karna faktor keturunan? Entahlah Joa tidak tau.
Bahkan yang Joa dengar Irham itu ikut bela diri Judo dan pemegang sabuk hitam, keren gak tuh? Tapi, Joa tidak bisa mempercayainya begitu saja, masa iya laki-laki kaya Irham ikutan Judo. Gak takut nanti wajahnya yang putih mulus itu jadi berlebam?
Bahkan ada rumor lain mengatakan Irham itu punya abs, sampai tau gitu loh ya Irham punya abs atau nggak. Joa heran sendiri dengan para fans Irham yang kurang kerjaan banget ngorek-ngorek hidup laki-laki itu.
Billy datang dengan membawa nampan yang berisikan makanan dan minuman yang mereka pesan. Joa dan Fay membantu Billy untuk menaruhnya di atas meja.
__ADS_1
"Thanks Billy," ucap Joa dan Fay yang hanya dibalas dengan anggukan kepala dari sahabat laki-laki mereka.
...:::::::...
Joa berjalan di koridor, selepas dari toilet dia berniat untuk langsung ke kelas mengingat dia tadi ijin kebelet pipis kepada sang guru yang sedang mengisi jam pelajaran di kelasnya.
Langkah kaki Joa berhenti saat matanya melihat ke arah bawah, di sana dari tempatnya berdiri dia melihat kakak kelas yang selama ini dia idolakan dan dia mimpikan akan menjadi pacar pertamanya.
Namanya Devran Agalang, cowok ganteng dengan banyak pesona, sikapnya yang gentleman membuat setiap perempuan menjerit minta dijadikannya pacar termaksud dengan Joa. Sudah lama sekali Joa mengidolakan laki-laki bernama Devran itu, dia selalu membayangkan dirinya dan Devran bisa bersatu dalam ikatan suami-istri. Sungguh dirinya terlalu berpikir kejauhan, Joa menyadari itu. Dan betapa menggelikannya pikirannya itu.
"Ayo Devran semangat, Joa bakal terus semangatin Devran sampai titik darah penghabisan," ucapnya pelan dan mengepal kedua tangannya sambil mengangkatnya memberi dukungan untuk Devran yang sedang berlatih sepak bola di lapangan. Meskipun Devran tidak membalas tatapannya. Tapi, Joa tidak menghilangkan senyuman di sudut bibirnya.
Joa adalah salah satu fans tersembunyi dari Devran, baginya melihat laki-laki itu dari jauh sudah membuat moodnya yang ancur kembali bangkit, sungguh moodboster.
"Ayo Devran semangat, Joa bakal terus semangatin Devran sampai titik darah penghabisan."
"Lo ngapain sih?" Joa kembali menatap ke arah Devran yang sedang mengoper bola menuju gawang lawan.
"Kalau suara lo segede gitu mana si Devran tau? Apalagi lo yang ngasih semangat dari atas sini. Kalau emang suka ya tunjukkin lah, kaya gue yang selalu menunjukkan rasa sayang gue sama lo," ucap Irham dan tersenyum kecut mengingat bagaimana perjuangannya mendapatkan gadis di hadapannya ini, sedangkan gadis itu malah menyukai laki-laki lain.
"Gue sadar diri kalau gue sama Kak Devran itu beda jauh, gue sama dia bagaikan langit dan bumi sama kaya gue sama lo yang bagaikan air dan minyak yang gak bakal pernah bersatu," ucap Joa membuat Irham hanya tersenyum.
Menghadapi sikap Joa yang keras kepala ini bukanlah hal gampang untuk Irham, baru pertama kali dia menemukan gadis semenarik Joa. Melihat sifat judes dan jutek gadis ini membuatnya semakin penasaran akan hal-hal yang berkaitan dengan Joa.
Semakin sulit untuk ditaklukkan, maka semakin menarik untuk didapatkan.
__ADS_1
Bener gak? Joa itu perempuan yang sulit untuk ditaklukkan dan membuatnya semakin ingin mengejar gadis itu, Joa bersinar dengan cara gadis itu sendiri. Menarik.
Joa terdiam saat Irham melangkah maju mendekati dirinya, tangan laki-laki itu terangkat dan menyelipkan rambutnya yang keluar dari kunciran kebelakang kupingnya.
Deg ... deg.
Suara apaan tuh? Suara beduk kah? Joa tidak tau pasti suara apa itu yang dia ketahui adalah dia merasakan gelenyar aneh saat tangan Irham menyentuh pipinya.
Irham tersenyum dan berjalan meninggalkan Joa membuat gadis itu berbalik menatap punggung Irham yang mulai menjauh.
"Apaan tadi? Gak mungkin kan gue deg-degan didekat dia? Ihhh enggak, enggak boleh gue sama dia gak boleh menjadi ikatan." Joa berjalan menuju kelasnya dengan perasaan yang terus menyangkal jika detakkan itu bukan dari detak jantungnya. Dia tidak boleh menyukai Irham.
Irham bersandar pada tembok dan memegangi dadanya dengan sebelah tangannya. Apaan tadi? Kenapa dia bisa seagresif itu, bahkan tangannya mengelus pipi Joa yang menurutnya kenyal.
Irham tersenyum dan membayangkan wajah Joa membuat fantasi liarnya muncul. Dia tadi sempat melirik bibir gadis itu makanya dia langsung berjalan pergi, dia tidak mau khilaf di tempat yang sedang banyak orangnya. Dia juga tidak mau membuat Joa tambah membencinya.
...Bagaimana? Feelnya dapet gak? Menurut ku iya, apalagi pas bagian Irham yang mendekat ke arah Joa. Hehehe....
...Bab ini mungkin pendek, maaf ya karena sengaja. Soalnya bab sebelumnya sudah panjang dari bab sebelumnya....
...Berikan komentar kalian untuk bab ini yuk....
...Jangan lupa tunggu aku update bab selanjutnya....
__ADS_1
...See you all....