Berakhir Dengan Cinta

Berakhir Dengan Cinta
Episode 13


__ADS_3

Setelah memakan waktu selama 20 menit, akhirnya mobil yang membawa mereka sampai tujuan.


" Lah... Cheara, kok kamu malah bawa aku ke kuburan?? " tanya Amelia setelah sampai dan merasa heran karena Cheara malah pergi ke pemakaman


" iyya... emang aku mau, kesini " jawab Cheara dengan santai sambil melangkah turun dari mobil


" mau... ngapain sih, ke kuburan " tanya Amelia


" ya... mau ziarah lah, mau ngapian lagi coba kita kesini?? kalau... bukan untuk, ziarah kuburan " jawab Cheara dan perlahan masuk ke areah perkuburan


" emang... kamu kesini, mau ziarah kuburan siapa " tanya Amelia


" Bokap " jawab Cheara singkat


" Bokap, Bokap siapa?? kok aku baru tahu, kalau kamu punya Bokap " tanya Amelia


" bukan... Bokap kandunng sih, tapi berkat orang ini?? aku tidak bisa seperti ini, sekarang sejak kecil sampai dewasa aku baru bisa mengunjunginya " jawab Cheara memberitahu


" ya ampun... Cheara, ternyata pengalaman hidupmu ngenes juga ya?? aku saja yang mendengarnya, merasa gak kuat " ucap Amelia tak menyadari airmatanya sudah lolos membasahi sela-sela matanya


" iyya... jika bukan karena pengalaman, aku tidak mungkin seperti ini sekarang?? jadi... apapun yang pernah aku lewati, meskipun itu pahit dan manis pasti aku syukuri " jelas Cheara memberitahu, kemudian langkahnya pun terhenti di sebuah pemakaman yang bertuliskan Almarhum. Ferdian Pratama


" namanya... bagus, Cheara?? dan pasti orangnya juga sangat baik " ucap Amelia di sela-sela Cheara berjongkok di samping pemakaman


" bukan... sangat baik, tapi sangat-sangat baik?? selama Papa Ferdian menemukan dan merawatku, ia tak pernah menganggap ku seperti anak buangan?? apapun yang keluarganya miliki, pasti Papa Ferdian juga memberinya padaku. tapi... setelah Papa Ferdian meninggal, semuanya menjadi berubah" ucap Cheara memberitahu


" berubah... maksud kamu, Cheara " tanya Amelia penasaran


" iyya... berubah, Mama Melinda selalu menyiksaku dan bahkan Mama Melinda membuangku ke panti asuhan " jelas Cheara memberitahu


" ya... ampun, wanita itu sungguh kejam sekali" ucap Amelia dengan wajah terlihat kesal


" iyya... memang seperti itu, Mama Melinda?? sejak aku di bawa ke rumah itu, Mama Melinda tidak pernah menyukaiku. dan begitu ada kesempatan, Mama Melinda malah membuangku ke panti asuhan " sambung Cheara memberitahu


" yasudah... Cheara, kamu gak perlu mikirin itu lagi?? aku... Ibu Khadija, dan teman-teman yang lain merasa bersyukur memiliki kamu. meskipun sekarang kamu orang yang sudah sukses, tapi kamu masih seperti yang dulu kita kenal, rendah hati dan tidak sombong " ucap Amelia berusaha menenangkan teman sekaligus saudara tak sedarahnya


" tapi... Mel, sekarang aku merasa heran?? selama aku membangun perusahaan itu, baru sekarang aku dapat saingan bisnis. dan orangnya berasal dari keluarga Mama Melinda " sambung Cheara memberitahu


" apa... keluarga mereka, menjadi saingan bisnis kamu!! gak... nyangkah ya, setelah kamu keluar dari rumah itu bukannya mereka membiarkanmu hidup tenang, Eekh... mereka malah ngerecokin bisnis kamu Ra " ucap Amelia dengan wajah terlihat kesal


" iyya... aku juga heran, padahal selama ini?? aku tidak pernah lagi muncul di hadapan mereka " sambung Cheara memberitahu

__ADS_1


" ya... kalau begini sih, Ra?? aku tidak bisa tinggal diam, mereka harus di kasi pelajaran agar mereka kapok " ucap Amelia sambil mengusulkan suatu rencana


" soal... itu kamu gak perlu khawatir, Mel?? tanpa kamu turun tangan, Haikal yang merupakan asistenku sudah aku beritahu?? apapun yang mereka lakukan, Haikal akan mengatasinya dengan baik " jelas Cheara memberitahu


" wah... hebat kamu, Ra?? diam-diam, ternyata kamu sudah punya asisten aja " ucap Amelia memuji


" duh... gak usah muji, deh?? mending kita berdoa, setelah itu ke Cafe temuin Kleain " ucap Cheara memberitahu, kemudian mereka segera berdoa lalu bergegas meninggalkan pemakaman


***


BRUK!!


Namun di tengah perjalanan, di saat Cheara dengan Amelia bergegas menuju Cafe?? mobil yang mereka tumpangi, tidak sengaja menyerempet sebuah pengendara sepeda motor


" aaukh... ada apa sih Pak, kok tiba-tiba ngerem" tanya Amelia setelah kepalanya sedikit terbentur


" maaf... Non, di depan tiba-tiba ada motor yang lewat?? dan sepertinya mobil kita mengenai motornya " jawab Pak supir taksi memberitahu


" apa... Pak, kena?? astaga... Pak, kalau bawa mobil hati-hati dong " ucap Amelia sedikit menegur


" sudah-sudah, Mel?? kamu jangan salahkan Bapak ini, mending kita turun dan kita pastikan keadaan orang itu " ucap Cheara menengahi, kemudian segera turun dari mobil untuk memastikan keadaan orang tersebut


***


" Ra... Randi "


" iyya... ini aku sayang, kekasihmu "


" Ra... kamu kenal orang, ini?? tapi... kok dia malah panggil kamu, kekasihnya " tanya Amelia merasa heran


Namun setelah Cheara turun dan memastikan, orang tersebut bukan lain dan tidak bukan adalah mantan kekasihnya


" Mel... orang ini, gak apa-apa?! yuk buru kita pergi dari si--- "


" aku... Randi, kekasih Cheara "


Tanpa malu-malu, Randi malah memperkenalkan diri sebagai kekasih Cheara


" bukan... kekasih, tapi MANTAN kekasih " sela Cheara sambil mempertegas ucapannya


" Cheara... udah lama gak kertemu, kok kamu malah bersikap seperti ini sih sama aku " tanya Randi pura-pura lupa

__ADS_1


" maaf... sikapku yang dulu, bukan lagi untukmu?? dan perlu kamu tahu, yang namanya MANTAN gak pantas lagi untuk di ingat. jika MANTAN itu sikapnya baik, aku pasti balasnya dengan baik pula. tapi... jika MANTAN yang kerjaan cuma bisa menyakitkan, aku pasti lebih menyakitkan " jelas Cheara memberitahu dalam mempertegas ucapannya, kemudian mengajak Amelia segera pergi dari tempat itu


" sombong... kamu, Ra!! perempuan berasal panti asuhan aja, belagu?! kamu pikir, perempuan can--- "


PLAK!!


PLAK!!


" jaga... ucapanmu, dan jangan pernah menghina atau meneriaki temanku lagi!! jika... aku dengar suaramu itu sekali lagi, aku tidak akan tinggal diam. mengerti kamu "


Ucap Randi yang tanpa malu-malu berteriak demikian, namun belum sempat perkataannya selesai?? Amelia langsung melayangkan dua tamparan, karena tidak terima temannya di perlakukan demikian


" siapa... kamu, gak usah ikut campur?? ini... bukan urusan--- "


PLAK!!


PLAK!!


" cukup... Randi, cukup semua ucapanmu!! kamu... jangan pernah menganggap diamku sebagai kelemahan, dan jangan pernah anggap semua perempuan itu sama " ucap Cheara setelah ikut nampar wajah Randi, karena tidak rela temannya di perlakukan seperti itu


" Cuiee... dasar, perempuan-perempuan munafik?! kalau sudah miskin, tepat saja miskin " ucap Randi yang tak mau kalah


" apa... kamu, bilang!! " teriak Amelia yang semakin di sulut emosi


" sudah... Mel, sudah?? daripada kita urusin dia, mending kita pergi dari sini " ucap Cheara berusaha menenangkan temannya


" tapi... Ra, bagaimana soal meeting kita " tanya Amelia yang berusaha meredahkan emosinya


" udah... kamu tenang saja, soal itu biar aku yang tanganin. lagipula... aku mau ke RS dulu, barusan ada panggilan darurat " ucap Cheara memberitahu, kemudian segera mengajak Amelia pergi meninggalkan tempat. Meskipun Randi sudah mencemohnya dan menghinanya, Cheara sudah tak menghiraukan semua perkataannya


Bersambung


Kalau suka, jangan lupa


Vote 👈


Like 👍


Favoritkan 💙


And Comentar positifnya, agar author lebih bersemangat untuk berkarya

__ADS_1


...Terima kasih🙏🙏🙏...


__ADS_2