Berakhir Dengan Cinta

Berakhir Dengan Cinta
Episode 15


__ADS_3

Setelah menerima telfon...


" Siapa... Itu, Randi "


" Galesta... Ma, istri aku "


" Ngapain... Dia, menelfonmu "


" Cuma... Ngoceh-ngoceh gak jelas, dan katanya?? Cheara mantan pacarku dulu bertemu dengannya di rumah sakit, karena Papa Galesta masuk rumah sakit " jelas Randi memberitahu


" Cheara... Cheara siapa maksud kamu, Randi" tanya penasaran, karena merasa familiar dengan nama itu


" ya... Cheara si perempuan panti asuhan itu, Ma " jawabnya memberitahu


" Hmm... Pucuk di cinta, ulang pun tiba?? Anak pungut yang sama ini aku cari-cari, akhirnya ketemu juga " umpatnya dalam hati, merasa senang karena anak yang selama ini di tunggunya kini ada di depan mata


" Hmm... Kayaknya, aku bisa manfaatkan Randi untuk mendakati dan mendapatkan tanda tangannya. Dan ternyata selama ini, putraku dekat dengan gadis itu " sambungnya dalam hati, sambil memikirkan suatu rencana yang sangat besar


" Ma... Mama kok malah diam, mikirin apaan sih " tanya Randi membuyarkan lamunan Mamanya


PUK!!


" Ternyata... kamu hebat sayang, kamu bisa mendekati dua gadis sekaligus?? Dan Mama mau tanya, apa kamu masih menyukai Cheara " ucapnya tiba-tiba sambil menepuk pundak anaknya


" Ya... suka sih, Ma. dan aku sedikit menyesal pernah tinggalin dia?? apalagi sekarang Cheara sudah sukses jadi dokter " jawab Randi yang semakin tak tahu malu


" Aakh... Pasti anak itu sukses, karena memakan sebagian harta peninggalan suamiku " umpatnya dalam hati, yang merasa tak percaya lalu mengira Cheara sukses dengan memakan uang dari wasiat peninggalan suaminya


" Mama mau, kamu dekati Cheara?? dan Mama mau, kamu menikah dengannya " ucapnya dalam mempertegas maksud dan tujuan yang sebenarnya

__ADS_1


" Ma... jangankan menikah, melihatku saja Cheara tak mau?? Lagipula... buat apa sih, Ma " sungut Randi memberitahu, kemudian bertanya


" Ya... seperti yang tadi kamu katakan, sayang?? Cheara kan seorang dokter, dan Mama sangat mendukung hubunganmu dengan Cheara daripada Galesta-Galesta itu " tuturnya sambil memberi dukungan kepada anaknya


" Awalnya... sih, aku sudah putus asa?? Tapi... gara-gara dengarin ucapan Mama barusan, aku jadi semangat lagi untuk mendekatinya. dan besok, aku akan datang ke panti asuhan dan langsung melamar Cheara " ucapnya dengan wajah penuh semangat.


Namun...


" Bro... gabung yuk, di perusahaan "


" apaan... sih, Dan. datang-datang kok langsung nyuruh gabung di perusahaan Bokap Lo "


" Aku... ingin menjatuhkan sebuah perusahaan. dan jika kamu bergabung?? kekuatan kita, pasti jauh lebih unggul " jelas Ardan memberitahu sambil menawarkan sesuatu


" Oke... deh, nanti gue pikir-pikir lagi "


" gak... perlu di pikir lagi. aku mau, kamu bergabung besok. Lagipula... kamu sudah menikah, kalau kamu gak punya uang. bagaimana kamu bisa menghidupkan istrimu " jelasnya tanpa mau di bantah, sambil menasehati saudara sepupunya itu


" Tapi... untuk urusan kantor dan menjatuhkan orang, aku pasti melangkah jauh daripada orang itu " tegasnya memberitahu dengan wajah terlihat memerah karena menahan amarah


" oke... oke, gue akan gabung besok pagi?? Tapi... Setelah gue melamar seseorang " jawabnya memberitahu dengan kepercayaan diri yang tiada tara


" Aakh... ka--- kamu, ingin menikah lagi?! Hoy... sadari diri, dong. kamu itu sudah menikah, dan buat apa anak orang di tumpung begitu saja " kaget Ardan mendengar perkataan saudara sepupunya itu


" sudahlah... Ardan, kamu gak perlu urusin soal percintaan Randi?? Mending kamu urusin tuh, perusahaan Papamu yang posisinya tergeser " selah Melinda menengahi perdebatan


" Eekh... mbak, kok malah bentak-bentak putraku " sahut Handoko sambil melangkah menghampiri sambil menuruni anak tangga di ikuti dengan istrinya dari belakang


" sudah... diam kamu, Handoko?? " ucapnya

__ADS_1


" mbak... mbak, anak mau menikah lagi bukannya di larang?? ini... kok malah di dukung sih " sahut Susan ikut menimpali ucapan suaminya setelah sampai di ruang tengah


" nanti... aku ceritakan, kenapa aku meminta anakku menikah lagi " bisik Melinda setelah Susan duduk di sofa, kemudian Susan mengangguk pelan tanda mengerti


***


Sementara di lain tempat, setelah mengurusi pasien-pasiennya. Cheara bergegas meninggalkan rumah sakit, kemudian menghubungi tunangannya untuk bertemu


" Mas... Darren, kamu di mana "


" di jalan sayang, baru pulang dari kantor?? tapi... kamu kenapa sayang, kok suaramu terdengar berat " jawab Darren dari sebrang telfon, lalu bertanya setelah menyadari bahwa kekasihnya itu tak baik-baik saja


" Setelah... dari rumah, temui aku di restoran"


Tuutt... Tuutt!!


Ucap Cheara singkat, lalu memutuskan sambungan telepon secara sepihak


" kamu... kenapa, sayang?? kenapa sikapmu tak seperti biasanya, dan kalau seperti ini aku menyesal membiarkanmu sendiri " batin Darren sedikit mencemaskan keadaan kekasihnya itu, dan tak sabar ingin cepat-cepat menemuinya


Bersambung


Kalau suka, jangan lupa


Vote 👈


Like 👍


Favoritkan 💙

__ADS_1


And Comentar positifnya, agar author lebih bersemangat untuk berkarya


...Terima kasih🙏🙏🙏...


__ADS_2