
Setelah menerima telfon...
" Siapa... Itu, Randi "
" Galesta... Ma, istri aku "
" Ngapain... Dia, menelfonmu "
" Cuma... Ngoceh-ngoceh gak jelas, dan katanya?? Cheara mantan pacarku dulu bertemu dengannya di rumah sakit, karena Papa Galesta masuk rumah sakit " jelas Randi memberitahu
" Cheara... Cheara siapa maksud kamu, Randi" tanya penasaran, karena merasa familiar dengan nama itu
" ya... Cheara si perempuan panti asuhan itu, Ma " jawabnya memberitahu
" Hmm... Pucuk di cinta, ulang pun tiba?? Anak pungut yang sama ini aku cari-cari, akhirnya ketemu juga " umpatnya dalam hati, merasa senang karena anak yang selama ini di tunggunya kini ada di depan mata
" Hmm... Kayaknya, aku bisa manfaatkan Randi untuk mendakati dan mendapatkan tanda tangannya. Dan ternyata selama ini, putraku dekat dengan gadis itu " sambungnya dalam hati, sambil memikirkan suatu rencana yang sangat besar
" Ma... Mama kok malah diam, mikirin apaan sih " tanya Randi membuyarkan lamunan Mamanya
PUK!!
" Ternyata... kamu hebat sayang, kamu bisa mendekati dua gadis sekaligus?? Dan Mama mau tanya, apa kamu masih menyukai Cheara " ucapnya tiba-tiba sambil menepuk pundak anaknya
" Ya... suka sih, Ma. dan aku sedikit menyesal pernah tinggalin dia?? apalagi sekarang Cheara sudah sukses jadi dokter " jawab Randi yang semakin tak tahu malu
" Aakh... Pasti anak itu sukses, karena memakan sebagian harta peninggalan suamiku " umpatnya dalam hati, yang merasa tak percaya lalu mengira Cheara sukses dengan memakan uang dari wasiat peninggalan suaminya
" Mama mau, kamu dekati Cheara?? dan Mama mau, kamu menikah dengannya " ucapnya dalam mempertegas maksud dan tujuan yang sebenarnya
__ADS_1
" Ma... jangankan menikah, melihatku saja Cheara tak mau?? Lagipula... buat apa sih, Ma " sungut Randi memberitahu, kemudian bertanya
" Ya... seperti yang tadi kamu katakan, sayang?? Cheara kan seorang dokter, dan Mama sangat mendukung hubunganmu dengan Cheara daripada Galesta-Galesta itu " tuturnya sambil memberi dukungan kepada anaknya
" Awalnya... sih, aku sudah putus asa?? Tapi... gara-gara dengarin ucapan Mama barusan, aku jadi semangat lagi untuk mendekatinya. dan besok, aku akan datang ke panti asuhan dan langsung melamar Cheara " ucapnya dengan wajah penuh semangat.
Namun...
" Bro... gabung yuk, di perusahaan "
" apaan... sih, Dan. datang-datang kok langsung nyuruh gabung di perusahaan Bokap Lo "
" Aku... ingin menjatuhkan sebuah perusahaan. dan jika kamu bergabung?? kekuatan kita, pasti jauh lebih unggul " jelas Ardan memberitahu sambil menawarkan sesuatu
" Oke... deh, nanti gue pikir-pikir lagi "
" gak... perlu di pikir lagi. aku mau, kamu bergabung besok. Lagipula... kamu sudah menikah, kalau kamu gak punya uang. bagaimana kamu bisa menghidupkan istrimu " jelasnya tanpa mau di bantah, sambil menasehati saudara sepupunya itu
" Tapi... untuk urusan kantor dan menjatuhkan orang, aku pasti melangkah jauh daripada orang itu " tegasnya memberitahu dengan wajah terlihat memerah karena menahan amarah
" oke... oke, gue akan gabung besok pagi?? Tapi... Setelah gue melamar seseorang " jawabnya memberitahu dengan kepercayaan diri yang tiada tara
" Aakh... ka--- kamu, ingin menikah lagi?! Hoy... sadari diri, dong. kamu itu sudah menikah, dan buat apa anak orang di tumpung begitu saja " kaget Ardan mendengar perkataan saudara sepupunya itu
" sudahlah... Ardan, kamu gak perlu urusin soal percintaan Randi?? Mending kamu urusin tuh, perusahaan Papamu yang posisinya tergeser " selah Melinda menengahi perdebatan
" Eekh... mbak, kok malah bentak-bentak putraku " sahut Handoko sambil melangkah menghampiri sambil menuruni anak tangga di ikuti dengan istrinya dari belakang
" sudah... diam kamu, Handoko?? " ucapnya
__ADS_1
" mbak... mbak, anak mau menikah lagi bukannya di larang?? ini... kok malah di dukung sih " sahut Susan ikut menimpali ucapan suaminya setelah sampai di ruang tengah
" nanti... aku ceritakan, kenapa aku meminta anakku menikah lagi " bisik Melinda setelah Susan duduk di sofa, kemudian Susan mengangguk pelan tanda mengerti
***
Sementara di lain tempat, setelah mengurusi pasien-pasiennya. Cheara bergegas meninggalkan rumah sakit, kemudian menghubungi tunangannya untuk bertemu
" Mas... Darren, kamu di mana "
" di jalan sayang, baru pulang dari kantor?? tapi... kamu kenapa sayang, kok suaramu terdengar berat " jawab Darren dari sebrang telfon, lalu bertanya setelah menyadari bahwa kekasihnya itu tak baik-baik saja
" Setelah... dari rumah, temui aku di restoran"
Tuutt... Tuutt!!
Ucap Cheara singkat, lalu memutuskan sambungan telepon secara sepihak
" kamu... kenapa, sayang?? kenapa sikapmu tak seperti biasanya, dan kalau seperti ini aku menyesal membiarkanmu sendiri " batin Darren sedikit mencemaskan keadaan kekasihnya itu, dan tak sabar ingin cepat-cepat menemuinya
Bersambung
Kalau suka, jangan lupa
Vote 👈
Like 👍
Favoritkan 💙
__ADS_1
And Comentar positifnya, agar author lebih bersemangat untuk berkarya
...Terima kasih🙏🙏🙏...