
Kediaman Sanjaya...
Sesampainya di rumah, Darren langsung turun dari mobil sambil berlari untuk mengganti baju
Ceklit!!
" Eekh... Darren, kamu sudah pulang sayang " sapa Bunda Riska, namun Darren malah menghiraukan sapaan Bundanya kemudian berlalu pergi menaiki anak tangga
" Ma... putra kita kenapa sih, kok di sapa malah cuekin kita " tanya Papa Sanjaya merasa heran
" aku... juga tidak tahu, Pa " balas Bunda Riska menimpali ucapan suaminya
Tak berselang beberapa menit, Darren kembali menuruni anak tangga dengan langkah terburu-buru. Namun karena terlalu terburu-buru, Darren pun hampir terjatuh karena tersandung dengan kakinya sendiri. Untung Papa Sanjaya dengan sigap menangkap lengan anaknya, membuat Bunda Riska semakin merasa bingung
" sayang... kamu kenapa sih, baru juga datang sudah mau pergi lagi. Mama tadi sapa kamu, juga di cuekin " tanya Papa Sanjaya setelah menolong anaknya
" iyya... Mama juga heran, ayo dong cerita sama Mama dan Papa " timpal Bunda Riska bertanya
" maaf... Ma, aku buru-buru mau temui Cheara?? dan aku... tidak bisa cerita sekarang " jawab Darren namun tidak bisa menceritakan, malah dengan cepat melangkah mengenaiki dan memgendarai mobilnya pergi
" astaga... itu anak, kalau soal Cheara sudah pasti lupa semuanya?? lupa Mama, lupa Papa, dan lupa sengalanya " gerutuh Bunda Riska merasa heran melihat sikap putranya
" sudahlah... Ma, biarkan saja. kalau urusan mereka sudah selesai, pasti juga cerita sama kita " ucap Papa Sanjaya sambil membimbing istrinya duduk dan berusaha menenangkannya
***
Sedangkan Darren setelah pergi meninggalkan rumah, ia tak henti-hentinya mengkhawatirkan dan memikirkan kekasihnya.
Dalam mengendari mobilnya, Darren tetap fokus?? namun yang paling di utamakan, adalah Cheara. Sehingga ketika ada mobil atau motor yang menghalangi jalannya, Darren selalu emosi dan tak sungkan-sungkan mengkelakson mereka
" Hoy... minggir dong, gak tahu apa orang lagi buru-buru " teriak Darren dalam menegur dan mengkelakson, membuat pengendara mobil dan motor yang lain menjadi bingung
__ADS_1
" kenapa... tuh orang, yang salah dia?? kok... malah dia yang marah, heran " gerutuhnya setelah Darren pergi dari jalan itu
Tak berselang beberapa menit, akhirnya Darren sampai di restoran tempat perjanjiannya dengan Cheara. Setelah mendapat parkiran, ia pun bergegas turun dari mobil dan mempercepat langkahnya masuk ke rentoran itu
Setelah melihat kekasihnya duduk sendiri sambil melamun, Darren pun semakin mempercepat langkahnya masuk
Cup!!
pelukkan!!
" sayang... kamu kenapa, apa kamu baik-baik saja?? ayo... bicara sama aku, siapa orang yang sudah merusak suasana hatimu " tanya Darren tanpa henti dengan hati dilanda rasa kecemasan. Setelah sampaipun, Darren langsung mencium kening dan memeluk Cheara untuk menenangkannya
" tadi... aku bertemu dengan mantan kekasih ku, Mas. di rumah sakit, aku juga bertemu dengan teman lamaku. aku pikir setelah lama tidak bertemu, sikap mereka akan berubah. tapi... mereka malah semakin menjadi-jadi, dan aku bingung sama mereka " jelas Cheara memberitahu
" siapa... sih, Mantan kekasihmu itu?! ayo... kasi tahu aku, biarku datangi dia malam ini juga " kesal Darren tak terima melihat orang yang di cintainya terluka
" namanya... Randi, Mas?? tapi.. aku tidak tahu, dia tinggal di mana " jawab Cheara
" Mas... kamu kan tahu keadaanku, kemarin?? jangan foto, handpone pun aku tidak punya. sekali aku punya handpone, aku juga tidak bisa menggunakannya. kalau tidak ada kamu, sampai sekarang pun aku pasti tidak tahu cara menggunakan handpone itu " jelas Cheara memberitahu sambil mengingatkan
" terus... mengenai temanmu itu, bagaimana caranya kamu bisa ketemu dia lagi " tanya Darren
" pasien... yang aku tanganin tadi, itu Bokapnya?? dan... aku baru tahu, setelah aku bertemu dengannya tadi sore " jelas Cheara memberitahu
" hmm... kalau seperti ini terus, aku akan majuin pernikahan kita?? kalau perlu, besok kita menikah " ucap Darren tiba-tiba, namun ucapan Darren barusan sudah cukup membuat hati Cheara berbunga-bunga.
" tapi... Mas, apa gak terlalu buru-buru. tempatnya belum kita siapkan, bahkan gaun pengantin pun juga belum siap " tanya Cheara
" soal... tempat, bagaimana kalau kita adakan di rumah Bu Khadija?? dan... soal feeting baju, bagaimana kalau malam ini " jelas Darren memberitahu
" terus... soal Bunda dan Papa, apa nanti gak terlalu mengagetkan mereka " tanya Cheara merasa bingung
__ADS_1
" udah... soal Bunda dan Papa, nanti aku yang kasi tahu?? tapi... setelah kita feeting baju, nanti" ucap Darren dengan penuh percaya diri
" tapi... "
" tapi... apa lagi, sayang?? kamu... mau tanya lagi, soal penghulu dan resepsi pernikahan. udah... sayang, soal itu kamu gak perlu ambil pusing?? resepsi pernikahan pasti kita adakan, setelah pernikahan " sambung Darren membuat Cheara terdiam seribu bahasa. Yang tampak di wajahnya hanya senyum berbinar dan penuh kebahagiaan
" iyya... Mas " ucap Cheara singkat dengan bibir yang tak pernah berhenti tersenyum
" yasudah... ayo kita pesan makan dulu, setelah itu?? kita feeting baju pengantin, lalu aku antar kamu pulang. dengar suaramu barusan, jangankan makan, bernafas pun aku tidak sanggup " ucap Darren dan semakin membuat hati Cheara berbunga-bunga
" apa... sih Mas, lebay banget " ucap Cheara dengan wajah memerah karena malu
" seriusan... sayang?? ini bukan godaan, ataupun gombalan. tapi... aku benar-benar tidak rela melihat orang yang aku cintai, terluka " sambung Darren memperjelas ucapannya
" iyya... Mas, aku percaya?? dan... aku juga minta maaf, karena aku sempat membuat Mas khawatir " ucap Cheara sambil meminta maaf
" gak... apa-apa, sayang?? lagipula... ini sudah menjadi kewajiban ku, melindungi dan mencemaskan mu " tutur Darren yang membuat hati Cheara semakin merasa nyaman.
Dan setelah pesanan datang, mereka pun perlahan menyantap makanan mereka masing-masing dan sesekali bersuapan
Bersambung
Kalau suka, jangan lupa
Vote 👈
Like 👍
Favoritkan 💙
And Comentar positifnya, agar author lebih bersemangat untuk berkarya
__ADS_1
...Terima kasih🙏🙏🙏...