Berakhir Dengan Cinta

Berakhir Dengan Cinta
Episode 14


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, akhirnya Cheara tiba di sebuah rumah sakit mega yang ada di kota Jakarta. Setelah mengantar Amelia kembali ke kantor, Cheara pun bergegas ke rumah sakit


Setibanya di depan rumah sakit itu, Cheara bergegas turun dari mobil dan mempercepat langkahnya masuk menuju ruang tindakan


" Cheara! " sapanya merasa tak percaya


" Anggalesta " batin Cheara sambil membuka pintu


" Cheara... ini benaran, kamu " tanya Anggalesta memastikan sambil meraih lengan Cheara, namun


" maaf... jangan sekarang, tugasku di dalam lebih penting dari ini " tegas Cheara memberitahu sambil menepis tangan temannya itu, dan segera masuk ke dalam


Namun sebelum masuk, Cheara malah di pertemukan oleh teman lamanya yang pernah menghianati dan menyakiti hatinya.


Sedangkan Anggalesta sendiri, tak pernah menyangkah?? ia akan di pertemukan dengan Cheara, di waktu seperti ini. Dokter Spesialis yang akan menangani penyakit Papanya, ternyata tidak lain dan tidak bukan adalah teman lamanya yang pernah ia hianati


Ada rasa penyesalan dalam hatinya. namun ke angkuhan dan iri hati, juga tak pernah lepas dari hatinya.


" Sial... kenapa jadi Cheara yang menangani Papaku " umpatnya dalam hati


" Anggalesta... kamu kenal dia, sayang " tanya seorang wanita seperuh baya


" cuma... mantan sahabat lama, Ma?? dan... itu, tidak penting " ketua Anggalesta menjawab pertanyaan Mamanya


" dia... hebat ya, tidak seperti kamu?? menikah sebelum sukses " ucapnya sedikit menyindir

__ADS_1


" Apa... sih, Ma. kok malah banding-bandingkan dia dengan aku. anak Mama siapa sih, aku atau dia " ketus Anggalesta dengan wajah terlihat kesal dengan hati di penuhi rasa iri


" Lah... kok kamu jadi marah, sayang?? kan pertanyaan Mama, gak salah " ucap Mamanya bertanya


" tapi... aku tidak suka. lagipula... aku dan suamiku sudah menikah, buat apalagi di ungkit-ungkit " jawab Anggalesta membentak dan mengketusi Mamanya


" tapi... "


" aakh... sudahlah, Ma. daripada aku dengarin ocehan Mama, lebih baik aku cari ma--- "


Ceklit!!


" keluarga Pasien "


" ini... lagi, perempuan satu?! datang-datang sok jadi pahlawan. bangga gitu sudah jadi dokter, sok pamer. apa... kamu pikir, kedatangan mu di sini cuma bikin rusuh " ketus Anggalesta dalam menghina dan mencaci Cheara. Meskipun Cheara sudah membantunya, namun Anggalesta malah membalasnya dengan ke angkuhan


" ANGGALESTA!! APA-APAAN SIH KAMU, KOK JADI MARAHIN DIA " tegas Mamanya dalam menegur putrinya


" maaf... saya datang kemari cuma untuk menolong pasien. saya berusaha profesional, jadi saya minta jangan ribut di sini " tegas Cheara memberitahu dan berusaha profesional dalam menangani pasien nya


" nak... maafkan ucapan anak, saya " tutur wanita seperuh baya dalam meminta maaf


" tidak... masalah Nyonya, perkataan seperti itu sudah biasa saya dengar " ucap Cheara berusaha ramah


" nak... bagaimana keadaan suami, saya?? apa... penyakit jantungnya, gak apa-apa " sambungnya bertanya

__ADS_1


" pasien... gak apa-apa, Nyonya?? dia cuma butuh istirahat yang banyak. tolong jaga emosinya dan jaga juga pola makannya. pasien akan di rawat di sini satu atau dua hari, dan saya juga akan membuatkan pasien resep?? tolong... nanti Nyonya tebus di apotek, sana " jelas Cheara memberitahu, kemudian hanya di balas anggukan kepala oleh Mama Anggalesta tanda mengerti


Sedangkan Anggalesta, hanya memperlihatkan tatapan dan wajah tidak suka. Dalam hati, ia ingin sekali mencakar dan menghina Cheara habis-habisan. namun hasratnya itu tertahan, sehingga hanya wajah ketusnya yang dapat ia perlihatkan


Begitupun Cheara, setelah menjelaskan semua?? ia pun tak sungkan untuk meninggalkan tempat, dalam hati Cheara juga merasa tak sanggup untuk bertatap langsung dengan penghianat itu.


Jika bukan karena sebuah pekerjaan, dirinya bahkan tidak sudi bertemu lagi dengan teman yang tak tahu diri itu


Namun setelah Cheara pergi, Anggalesta malah langsung menghubungi suaminya. Bahkan Anggalesta tak sungkan-sungkan menceritakan pertemuannya dengan suaminya. Sedangkan Randi yang dengar, malah hanyut dalam pemikirannya sendiri. Dalam hatinya, ia ingin sekali mendekati dan mendapatkan Cheara kembali. Namun pertemuan nya barusan dengan Cheara, berjalan dengan tidak baik. Sehingga Randi harus memikirkan cara lain, untuk mendekati Cheara


" kamu... tenang saja, sayang?? sok angkuhnya dan sok pamernya itu, akan kita balas dengan yang lebih pedih " ucap Randi pura-pura berusaha menenangkan istirnya, kemudian segera mengakhiri panggilan telfonnya


Bersambung


Kalau suka, jangan lupa


VoteπŸ‘ˆ


Like πŸ‘


Favoritkan πŸ’™


And Comentar positifnya, agar author lebih bersemangat untuk berkarya


...Terima kasihπŸ™πŸ™πŸ™...

__ADS_1


__ADS_2