
Sesampainya di depan kamar, Bi Gena perlahan membuka pintu untuk Cheara
" ini... kamarnya Non, silahkan Non masuk dan Non bisa istirahat " ucap Bu Gena mempersilahkan
" ya... ampun, cuma pembantu saja kamarnya bisa sebagus ini " umpat Cheara dalam hati sambil berdiri mematung di tempatnya
" Non... Non kok tidak masuk, apa Non tidak suka dengan kamarnya " tanya Bu Gena menyadarkan Cheara
" ti... tidak, Bi. sa... saya cuma heran, kamar pembantu kok bisa sebagus ini. apa... Bibi tidak salah kamar " jawab Cheara kemudian balik bertanya
" tidak... Non, ini memang kamar Non " jawab Bu Gena
" maaf... Bi, bukannya saya gak sopan?? tapi... saya pikir, kamar ini terlalu bagus untuk saya " ucap Cheara menolak
" tapi... Non, kalau Non tidak menempati kamar ini?? saya... bisa-bisa di marahi sama Tuan, Darren " jawab Bu Gena dengan tatapan penuh harap
" iissh...orang itu benar-benar, ya?? gak... aku, gak sama pembantunya, selalu bertindak sesuka hati " rutuk Cheara dalam hati dengan menampakan wajah kesalnya
" yasudah... Bi, saya masuk dulu " jawab Cheara terpaksa menerima, agar Bi Gena tidak kena marah
" terima kasih... Non, dan selamat istirahat " ucap Bi Gena sebelum pergi
" iyya... Bi, sama-sama " jawab Cheara menimpali
***
Keesokan paginya, Cheara terbangun dengan semangat. Hari ini adalah hari pertamanya masuk universitas ternama yang ada di kota London. Setelah mengumpulkan semua energinya, Cheara melangkah masuk kamar mandi untuk membersikan badan
Tak berselang beberapa detik, Cheara pun selesai membersihkan badan. Ya... memang begitulah Cheara, tidak suka bertele-tele pabila membersihkan badan. Meskipun begitu kulitnya tetap saja bersih dan putih, bahkan wajah naturalnya lebih kelihatan meski hanya sedikit polesan bedan dan lipstik
Dalam mempersiapkan diri, Cheara sejenak menghentikan kegiatannya karena teringat akan sesuatu hal.
__ADS_1
" Ya... ampun, gara-gara orang menyebalkan kemarin?? aku sampai lupa kabari Amelia, kalau aku sudah sampai " gerutuhnya sambil menyentil dahinya
" tapi... kalau aku hubungi sekarang, nanti aku terlambat lagi ke Campus. mana... aku masih, mahasiswi baru " sambung Cheara sambil berpikir keras sejenak
" yasudahlah... nanti saja aku hubungi, setelah aku sampai di Campus " lanjut Cheara dengan langkah terburu-buru karena takut terlambat.
Namun belum sempat Cheara melewati meja makan, Darren langsung membuka suara dan menghentikan langkahnya
BRUK!!
" benar-benar... tidak, sopan?! orang... lagi sarapan, main pergi saja " ucapnya sambil menjatuhkan sedok dan garpunya kepiring dengan keras
" ma... maaf, Pak. saya lagi buru-buru, takut terlambat " ucap Cheara sambil menunduk tanda hormat
" Bapak-Bapak, memang saya ini Bapak mu " tegasnya sambil menatap tajam ke arah Cheara. namun Cheara masih saja menundukkan wajahnya
" Hai... wajah saya di depan, bukan di bawa. kalau orang bicara, tatap dong lawan bicaranya" tegasnya membuat Cheara sedikit meloncat karena terkejut dan langsung menatap kedepan
" sekali... saya minta maaf, saya buru-buru " sambung Cheara dan kembali meminta maaf
" maaf... Pak--- "
" Eekh... manggil Bapak, lagi. saya kan sudah bilang, jangan panggil Bapak " selahnya mempertegas ucapannya
" kalau... tidak mau di panggil, Bapak?? terus... saya harus panggil, apa " tanya Cheara dengan wajah sedikit bingung
" Tuan, panggil saya Tuan seperti yang lain " jelasnya sambil menyendok makanan masuk dalam mulutnya
" ya... ampun, cuma mau di panggil Tuan?? marahnya... sampai segitunya, banget. yasudahlah... Pak, Eekh masuk saya Tuan. saya permisi dulu " ucap Cheara dan berniat meninggalkan tempat. Namun
" mau kemana " tanya dengan tegas
__ADS_1
" ya... mau ngampus lah, Tuan " jawab Cheara
" saya... kan sudah bilang, sarapan dulu baru pergi " tegasnya memberitahu
" tapi... Tuan, saya sudah terlam--- "
" terlambat... bagaimana, orang ini baru jam setengah enam. ini... tuh masih pagi sekali, mana ada ngampus jam segini " gerutuhnya memberitahu
" tapi... Tu--- "
" duduk... kalau terlambat, nanti saya antar " tegasnya tanpa mau di bantah
" ya... ampun, cuma mau berangkat kuliah saja pake diatur-atur segala. hmmkh... orang ini ya, benar-benar menyebalkan " rutuk Cheara dalam hati sambil melirik Tuannya
" apa... lihat-lihat, gak suka. awasnya... kalau lihat-lihat lagi, nanti saya telang kamu " ucapnya membuat Cheara langsung menyendok makanannya dan makan dengan lahap
" pelan-pelan, nanti keselek tahu rasa " gumam Darren memberitahu sambil mengunyah makanannya
" iissh... apaan sih, aku begini karena anda juga" umpat Cheara dalam hati
" ya... ampun, kenapa sekarang saya banyak ngomong?? biasanya... kalau kertemu orang seperti perempuan ini, aku malah cuekin atau gak aku marah-marahi dia sampai nangis-nangis. tapi... ini, kok lain. bukannya marah, saya malah suka omel-omeli dia " gerutuhnya dalam hati
Bersambung
Kalau suka, jangan lupa
Vote👈
Like👍
Favoritkan💙
__ADS_1
And Comentar positifnya, agar author lebih bersemangat untuk berkarya
...terima kasih🙏🙏🙏...