Berakhir Dengan Cinta

Berakhir Dengan Cinta
Episode 8


__ADS_3

Di tengah mereka sedang berbincang di ruang tamu, Handpone milik Cheara tiba-tiba berdering


" Mas... Bun, semuanya?? Cheara permisi sebentar ya, Cheara mau terima telfon dulu " ucap Cheara meminta izin setelah mengetahui siapa orang yang menelponnya


" iyya... sayang, jangan lama-lama ya?? " ucap Darren menimpali


" duh... Kak Darren, romantis banget deh?? cuma di tinggal sebentar saja, udah gak kuat. apalagi... kalau Cheara, gak ada di sampingnya" ucap Hikma menggoda Darren, sedangkan yang lain hanya tertawa melihat tingkah laku Darren. kemudian Cheara beranjak dari sofa sambil melangkah keluar untuk menerima telfon


***


" iyya... ada apa, Haikal " tanya Cheara setelah menjauh dari mereka semua dan segera menerima telfon


" Nona... barusan ada orang yang datang ke kantor, dan mereka bikin keributan di sini " jawabnya memberitahu


" siapa... dan kenapa orang itu bisa bikin keributan, di sana " tanya Cheara


" mereka... tanya kami, siapa pemilik perusahaan yang sudah menggeser posisi mereka " jawabnya memberitahu


" lalu... kamu, beritahu mereka " tanya Cheara memastikan


" tidak... Bu, makanya mereka tambah marah dan malah membuat keributan di kantor " jawabnya memberitahu


" cepat... beritahu anak buahmu, dan suruh mereka untuk mengikuti orang itu?? saya... mau tahu, siapa orang yang sudah menyuruh orang itu " tegas Cheara memberitahu, lalu meminta asistennya untuk mengikuti orang yang sudah mengajak-ngajak kantornya


" baik... Nona, perintah akan segera saya laksanakan. dan kalau begitu, saya tutup dulu telfonnya " jawabnya menimpali


" oke... dan saya tunggu, kabar selanjutnya " sambung Cheara ikut menimpali, setelah itu mereka segera mengakhiri sambungan telfonnya


Namun sebelum Cheara kembali masuk, dan bergabung dengan yang lain?? tiba-tiba handphonenya kembali berdering


" iyya... ada apa, Jefri "


Lalu tanpa membuang-buang waktu Cheara pun langsung menjawab telfonnya, sambil bertanya


" di proyek... ada orang yang berusaha mengacaukan pekerjaan kita, Nona " jawabnya memberitahu


" siapa " tanya Cheara dengan singkat dengan suara terdengar tegas


" kami... juga tidak tahu, Nona?? mereka... tiba-tiba saja datang, dan menyerang kami?? tapi... untunglah Nona, kami semua bisa mengatasinya " jelasnya memberitahu


" baguslah... dan kalian tidak perlu, khawatir?? saya... sudah meminta Haikal, untuk mencaritahu siapa orang-orang itu " ucap Cheara memberitahu


" oke... Nona, kalau begitu kami tutup dulu telfonnya " ucapnya sebelum mengakhiri panggilan


" silahkan " ucap Cheara mempersilahkan

__ADS_1


tuutt... tuutt.


kemudian Jefri, segera mengakhiri panggilan telfonnya. sedangkan Cheara langsung melangkah masuk, untuk bergabung dengan yang yang lain sambil hati menyimpan sejuta unek-unek


" siapa... orang-orang itu, dan kenapa mereka berniat merusak proyek dan bahkan mereka berniat menghancurkan perusahaanku?? seingatku... selama dua tahun aku membangun perusahaan itu, aku tidak memiliki musuh apalagi saingan bisnis " umpat Cheara dalam hati sambil duduk kembali di sofa


" ada apa... sayang, kok wajahmu kelihatan banyak pikiran " tanya Darren setelah memperhatikan raut wajah kekasihnya


" di kantor... ada sedikit masalah, Mas " jawab Cheara


" wah... Cheara, kamu bukan hanya berhasil menyandang status sebagai Dokter Spesialis?? tapi... kamu juga sudah berhasil membangun perusahaan sendiri " sahut Fandi merasa tak menyangkah


" iyya... Cheara, kami yang sebagai sahabatmu merasa bahagia?? dan... kalau ada waktu, ajak kita dong ke perusahaanmu " sahut Amelia menimpali


" aku... tidak hanya mengajak kalian ke perusahaanku, tapi kalian juga akan bekerja di sana " ucap Cheara memberitahu


" seriusan... Ra, kamu ingin mempekerjakan kita di sana " tanya Aldo memastikan


" bukan... hanya serius, malah aku tambah dua rius " jawab Cheara sedikit bercanda


" wah... terima kasih ya, Ra?? kamu sudah mau mempekerjakan kita di kantormu. selama hidup, kami tidak hanya beruntung memiliki sahabat sepertimu, tapi kita juga sangat beruntung bisa punya saudara seperti kamu. baik dan tidak sombong " ucap Hikma menimpali


" iyya... aku juga merasa sangat beruntung, memiliki kalian dalam hidupku?? jika tidak ada kalian, siapa yang akan membantu ku untuk bangkit " ucap Cheara sambil memeluk ke empat sahabat, yang sudah di anggap sebagai saudara


Meskipun di antara mereka, tidak ada ikatan darah?? tapi hubungan mereka, jauh lebih kuat dari pada ikatan persaudaraan. Dari kecil mereka selalu bersama, dan saling tukar-menukar permasalahan hidup. Dan kini mereka sudah sama-sama dewasa, dan hubungannya pun semakin tidak bisa di pisahkan


" iyya... gak apa-apa kok, Mas?? lagipula... aku kan ada temannya, dan di sini juga banyak anak-anak " jawab Cheara memberitahu


" duh... Kak Darren, bukan Cheara yang gak apa-apa?? tapi... aku khawatir, kalau Kak Darren sendiri yang apa-apa kalau di tinggal lama-lama dengan Cheara " sambung Amelia sedikit menggoda, membuat Darren dan Cheara salah tingkah karena merasa malu-malu


" Amelia... kok bicaranya seperti, itu?? apa... kamu gak lihat, gara-gara ucapanmu mereka jadi malu begitu " ucap Bu Khadija menimpali


" biarin ajalah, Bu?? sekali-kali mereka di godain, toh mereka berdua suka " sahut Hikma menimpali


" iyya... Bu, mumpung mereka ada di sini. kapan lagi coba, kita godain mereka " sahut Aldo


" setuju " selah Fandi menimpali


" Fandi " ucap Bu Khadija, sedangkan Bunda Riska dan Pak Sanjaya cuma tertawa kecil melihat anak dan calon menantunya mendapat perlakuan demikian


" oiiyya... ngomong-ngomong, kami pamit pulang dulu ya Bu?? nanti... kapan-kapan, kami berkunjung kemari lagi " ucap Bunda Riska membeitahu


" kok... buru-buru sekali, Bu?? kita... masih sebentaran berbincang-bincang Lho, Bu. masa sudah mau pulang saja " tanya Bu Khadija


" iyya... Bu Khadija, kami maunya seperti itu?? tapi... kami di Jakarta, masih ada kepentingan lain dan kami tidak bisa tinggalkan begitu saja " sahut Pak Sanjaya memberitahu

__ADS_1


" iyya... Bu, kami mohon maaf sekali ya?? kami... tidak bisa lama-lama di sini " sambung Bunda Riska menimpali perkataan suaminya sambil beranjak dari sofa


" Bunda, dan Papa hati-hati ya di jalan?? kalau sudah sampai rumah, kabari aku " ucap Cheara ikut berdiri sambil menyalami kedua tangan calon mertuanya secara bergantian


" kok... cuma Bunda dan Papa yang di ingatkan, sama aku gak " selah Darren sambil memanyunkan bibir nya kedepan


" iya iya... Mas, calon suamiku hati-hati ya di jalan?? kalau sudah sampai rumah, kabari aku ya " ucap Cheara dengan wajah sedikit malu-malu


" ciee... ciee "


" eekhmm... eekhmm "


" tuh... kan, Mas?? salah dikit, kita di ledekin tuh sama mereka?? kamu... sih, banyak maunya juga " sambung Cheara memberitahu dengan wajah semakin terlihat malu-malu


" yaudah... sayang?? aku sama Bunda dan Papa, pamit dulu ya " ucap Darren sambil mengusap-usap puncak kepala Cheara dengan lembut


" iyya, Mas " jawab Cheara


" assalamu'alaikum " ucap Darren sambil mengucap salam


" wa'alaikum salam " jawab Cheara membalas ucapan salam calon suaminya


" Bu... Khadija, kami pamit juga ya Bu " ucap Bunda Riska, sambil cepaka-cepiki dengan Bu Khadija sebelum ia meninggal panti asuhan harapan kasih


" iyya, Bu " jawab Bu Khadija membalas


" assalamu'alaikum " ucap Bunda Riska dan suaminya secara bersamaan


" wa'alaikum salam " jawab mereka secara bersamaan


" sayang... Bunda, pulang dulu ya " sambung Bunda Riska sambil mengusap-usap lengan Cheara sebelum pergi


" iyya, Bu " jawab Cheara, kemudian mereka semua segera melangkah keluar dan perlahan memasuki mobil, Dan tak lama kemudian, mobilnya pun perlahan meninggalkan halaman panti asuhan harapan kasih


Sedangkan mereka semua, hanya membalasnya dengan senyuman dan lambaian tangan


Bersambung


Kalau suka, jangan lupa


Vote 👈


Like 👍


Favoritkan 💙

__ADS_1


And Comentar positifnya, agar author lebih bersemangat untuk berkarya


...Terima kasih 🙏🙏🙏...


__ADS_2