
" cuma... itu yang bisa kamu, ucapkan. setelah di bantu, kamu malah pergi " tanyanya ketika mata mereka saling bertemu dengan wajah mereka hanya berjarak dua inci
" siapa... sih, orang ini " tanya dalam hati
" me... memang apa yang harus saya, lakukan " tanya Cheara sambil berusaha lepas dari cengkraman orang itu dan mundur tiga langkah
" ikut... saya, sekarang " tegasnya sambil menarik tangan Cheara
" maaf... tapi, saya harus pergi "
" tidak... boleh, kamu harus ikut saya "
" kemana "
" ayo... itu saja, nanti kamu juga tahu "
" hmm... dasar orang, aneh " umpat Cheara dalam hati
***
Sesampainya....
" ayo... turun " pintanya singkat
" kamu... bawa saya, kemana " tanya Cheara merasa bingung. karena orang itu malah tiba-tiba membawanya ke rumah mewah dengan panggar besi tinggih menjulang dengan beberapa satpam dan bodyguard
__ADS_1
" ayo... turun, ngapain sih masih dalam mobil. suka dengan mobil, saya " ucapnya dengan tetapan sinis dengan wajah terlihat datar dan dingin
" iish... siapa juga yang, suka " ketus Cheara menjawab
" terus... kenapa, kamu masih di situ " tegasnya bertanya
" sebenarnya... kamu bawa saya, kemana " tanya Cheara kembali sambil turun dari mobil
" ini rumah saya, dan karena tadi saya sudah menolongmu dari preman-preman itu. mulai besok kamu kerja di sini, sebagai pembantu " jawabnya sambil mempertegas ucapannya dan perlahan melangkah masuk
" lah... kok begitu, sih. yang minta bantuan kamu, siapa. kamu datang sendiri, dan langsung hajar preman itu " ucap Cheara mengikuti dari belakang sambil protes
" yang.... teriak minta tolong, siapa. saya dengar, masa saya abaikan " ucapnya tanpa ingin di bantah
" tapi... gak gitu juga kali, Pak. masa--- "
" hmmm " dehemnya tanpa melihat
" kamu... benar-benar aneh, ya?? sudah punya banyak asisten, tapi kok malah nyuruh saya kerja di sini. sama cuma gara-gara itu, saya jadi asistenmu " ucap Cheara semakin protes setelah melihat para asisten rumah orang sebut
" karena saya anggap itu adalah hutang budi, jadi... kamu wajib untuk, membalasnya " jelasnya memberitahu tanpa ingin di bantah
" kok jadi maksa. kalaupun saya bisa putar waktu?? saya lebih memilih gak ketemu preman-preman itu, dan gak harus jadi asistenmu " ucap Cheara dalam mempertegas maksud nya
" kamu... memilih kerja di sini, atau saya bawa kamu ke preman-preman itu lagi " ancamnya
__ADS_1
" gak dua-duanya. saya gak mau kerja di sini, dan saya tidak mau ketemu lagi preman-preman itu. lagipula... saya kemari bukan untuk kerja, tapi menempuh pendidikan " jelas Cheara memberitahu
" siapa... gadis ini, dan kenapa Tuan Darren membawanya kemari. seumur-umur saya kerja di sini, baru kali ini ada gadis yang berani padanya " batin salah satu dari mereka
" kalau... begitu, fix. kamu kerja disini, sambil kuliah " tegas tanpa ingin di bantah, kemudian melangkah menaiki anak tangga
" tumbeng-tumbenang.... Tuan Darren bawa gadis kemari, dan meminta kerjanya di sini " batin salah dari mereka
" dasar... orang aneh, baru juga ketemu main maksa orang. memang... kamu pikir, kamu siapa. kamu tidak seharusnya mengambil keputusan sepihak. orang sudah tidak mau, masih saja di paksa " rutuk Cheara sambil berteriak
" banyak protes " ucapnya tanpa memalingkan muka dan menghentikan langkahnya
" mari... Non, saya antar " sahut salah dari mereka yang merupakan tetuanya. Sedangkan Cheara mengikuti sambil merutuk dalam hati
Bersambung
Kalau suka, jangan lupa
Vote👈
Like👍
Favoritkan💙
And Comentar positifnya, agar author lebih bersemangat untuk berkarya
__ADS_1
...terima kasih🙏🙏🙏...