Berakhir Dengan Cinta

Berakhir Dengan Cinta
Episode 19


__ADS_3

Ke esokkan harinya🌞....


Cheara terbangun, lebih cepat dari yang biasanya. Wajah Cheara nampak sangat bahagia dan berseri-seri, karena hari adalah hari pernikahannya yang merupakan hari yang sangat membahagiakan untuknya.


Dan setelah mengumpulkan semua tenaganya?? ia pun bergegas melangkah masuk kamar mandi untuk membersihkan badan. Beberapa saat kemudian setelah melakukan ritual kebiasaannya. Cheara pun akhirnya keluar kamar mandi untuk bersiap-siap sebelum berpakaian.


Namun sebelum Cheara bersiap-siap, handpone miliknya pun tiba-tiba berdering. Dengan rasa penasaran, Cheara pun dengan sigap meraih dan menggeser tombol hijau setelah melihat layar handponennya.


" hmm... ada apa, Haikal?? apa... kamu berhasil menemukan dalang, penyergapan kemarin " tanya Cheara setelah menjawab panggilan telfonnya


" ....... "


" bagus... setelah pernikahan ku, selesai?? aku segera meluncur ke sana. terus awasi orang itu, sampai aku datang " tegas Cheara meminta


" ........ "


" yasudah... aku tutup dulu, telfonnya?? aku mau siap-siap, sebelum calon suamiku datang" sambung Cheara memberitahu


" ......... "


Kemudian mereka pun mengakhiri panggilan telfonnya, tak lama setelah itu?? penata rias yang di sewa Darren datang, yang di temani Amelia dan juga Hikma


Begitupun Bu Khadija, juga ikut masuk kedalam untuk melihat anak asuhnya yang akan bersiap-siap sebelum menjelang pernikahan


" astaga... Cheara, apa-apaan sih ini?? calon suami sebentar lagi datang, kok kamu belum siap-siap " ucap Bu Khadija sambil melangkah masuk


" duh... Cheara, kamu gak sabaran banget deh?? sudah mau menikah, masih aja telfon-telfonan sama Kak Darren " sahut Amelia menggoda


" iyya.... Cheara, sabar dikit dong?? kan sebentar lagi, Sah " sahut Hikma ikut menimpali


" duh... apa-apaan sih kalian, bisanya cuma godain aku " jawab Cheara dengan wajah malu-malu sambil melangkah kedepan meja rias


" Nona... anda, sudah siap " tanya sang penata


Kemudian Cheara menganggukkan pelan, tanda setuju. Lalu sang penata, segera melakukan tugasnya dengan baik


Sang penata, mengubah Cheara dari ujung rambut sampai ujung kaki?? hingga penampilan Cheara benar-benar cantik dan anggun, seperti putri yang sedang menunggu pangerannya datang


" wah... Cheara, kamu anggun sekali. cantik " ucap Amelia dengan wajah sumringa karena melihat perubahan Cheara yang benar-benar sangat memukau


" iyya... Cheara, aku saja yang melihat?? sempat panglin, apalagi nanti Kak Darren " sahut Hikma menimpali ucapan Amelia yang di sertai wajah bahagia


" terima kasih, teman-teman. dan mudah-mudahan aja nanti, acaranya lancar tanpa kendala apapun " jawab Cheara dengan wajah penuh harap


" Amiiinn " jawab mereka secara bersamaan


" yasudah... ayo kita keluar, Nak?? Ibu bantu kamu jalan, karena sebentar lagi calon suamimu datang " sambung Bu Khadija sambil membimbing langkah kaki Cheara keluar. Begitupun Amelia dan Hikma, mengikuti dari belakang sambil mengangkat sedikit gaun pengantin Cheara dari belakang untuk memudahkan


***


Namun, sebelum pernikahannya di mulai. dari luar panti, nampak seorang laki-laki yang melangkah penuh percaya diri. laki-laki yang tidak lain dan tidak bukan, adalah Randi?? mantan kekasih Cheara, yang pernah menghianati


Dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi, sampai tak menyadari. bahwa di panti asuhan itu, akan ada acara pernikahan yang sebentar lagi akan berlangsung


" Cheara... Cheara, ini aku sayang "


Tanpa malu-malu, Randi pun melangkah masuk sambil berteriak memanggil nama Cheara. Sedangkan orang-orang yang datang menghadiri, merasa bingun sambil berbisik-bisik


" Cheara... di mana kamu, say--- "


" Hay... pengecut, untuk apa kamu datang kemari " teriak Amelia yang merasa kesal dengan kedatangan Randi yang serba tiba-tiba


" aku... tidak bicara, denganmu?! aku... datang kemari, untuk kekasihku " ucap Randi dengan muka temboknya


" Cheara... tidak bisa di ganggu, karena sebentar lagi di--- "


" siapa... kamu, kenapa kamu melarang dan mengatur-atur a--- "


" HENTIKAN, RANDI " teriak Cheara tiba-tiba dengan wajah terlihat sangat marah


" sayang... ini, aku?? aku datang kesini, demi kamu "


" untuk, apa!! "


" aku... membawa cincin, dan aku ingin menikah dengan--- "


" sudah... tak ada gunanya lagi kamu datang, kemari?? cepat tinggalkan tempat ini, karena sebentar lagi aku akan menikah " tutur Cheara memberitahu


" gak... gak, sayang?? kamu... gak boleh menikah sama siapapun, kecuali aku " ucap Randi


" kenapa... sih, Randi kenapa?! kenapa... kamu selalu mengganggu hidupku. setelah... kamu menghianati aku, kamu datang dan seolah-olah kamu adalah laki-laki yang paling baik?! tidak... bisakah kamu melihatku bahagia, walau itu sebentar saja " jelas Cheara memberitahu dalam mempertegas ucapannya


" aku... menyesal, Cheara. aku sangat menyesal,?! dan... aku sadar, kalau cuma kamu yang sangat berarti dalam hidup--- "


BRAK!!


BRUK!!

__ADS_1


BRAK!!


BRUK!!


" SERET... PENGECUT INI, KELUAR!! DAN JANGAN BIARKAN DIA, MASUK KEMARI LAGI "


Belum sempat Randi menyelesaikan ucapannya, Darren datang dan langsung menghajar Randi tanpa ampun. kemudian tanpa basa basi, memerintahkan dua pengawalnya untuk menyeret tubuh Randi keluar.


" kamu... sabar, sayang. dan kamu harus tenang"


" Bu... maaf ya, aku sama Darren--- "


" iyya... sayang, tidak apa-apa. Bunda bisa mengerti "


" terima kasih, Bun "


" iyya... sayang " jawab Bunda Riska sambil mengelus dan menenangkan Cheara


Sedangkan Bunda Riska, langsung melangkah masuk untuk menenangkan Cheara


" siapa... kamu, jangan merusak hubunganku deng--- "


PLAK!!


" bukan... dia, tapi kamu "


Belum sempat Randi menyelesaikan ucapannya, Cheara tiba-tiba menampar dengan wajah terlihat sangat marah


" Cheara... ka--- kamu, nempar aku demi laki-laki ini " ucap Randi memegangi pipinya sambil menunjuk Darren


" ya... aku belain dia, karena dia adalah calon suamiku. mengerti kamu " tegas Cheara memberitahu


" cepat... pergi dari sini, sebelum aku menghajarmu lagi " sambung Darren menunjuk sambil melangkah menghampiri, dan.


" dan... ingat satu hal, jangan pernah menghianati jikalau kamu tidak mau tersakiti. mengerti " bisik Darren sambil menggenggam lengan Randi, namun Randi malah menghempas kasar dan segera melangkah pergi dengan wajah terlihat sangat marah


" dan... ingat satu hal, aku juga tidak akan pernah lupa?? setiap apa yang kalian lakukan kepadaku. luka yang kalian beri, akan aku belas dengan yang lebih sakit. sampai kalian benar-benar tersakiti, sampai kalian benar-benar hancur tak tersisah " umpat Randi dalam hati sambil mengendari motornya pergi


Sedangkan Darren...


" bagaimana... sayang, kamu tidak apa-apa. apa... banjingan itu, menyakitimu lagi " tanya Darren tanpa henti, sambil mengecek setiap inci tubuh Cheara


" meskipun... dia berusaha, aku tidak akan biarkan hatiku terluka lagi?? dan... terima kasih. tanpa kehadiranmu, aku mungkin takkan pernah lagi mengenal nama cinta " jelas Cheara memberitahu dengan ekspresi wajah penuh kebahagiaan


" yasudah... sayang, sebelum matahari semakin tinggi?? yuk... kita lanjutkan acaranya " ucap Papa Sanjaya mengajak sambil mengingatkan


Kemudian Darren segera mengajak Cheara duduk bersanding di depan meja penghulu, sambil bergandengan tangan. Begitupun Cheara mengikuti dengan senyum mengembang tampak di wajahnya


Satu detik, dua detik...


" Sah "


" Sah "


Dengan satu tarikkan nafas, Darren pun langsung mengucapkan ijab kabul dengan lancar. Cuma dengan hitungan jam, Darren dan Cheara akhirnya resmi menjadi sepasang suami-istri


***


Nampak seluruh tamu undangan, memberi doa dan restu dengan wajah penuh kebahagiaan


" Bu... Riska, selamat ya "


" Jeng... selamat, ya "


" terima kasih... Ibu-ibu, terima kasih " jawab Bunda Riska dengan senyuman yang pernah lepas dari bibirnya


***


" tuan... Sanjaya, selamat ya tuan "


" tuan... putramu memang gak salah memilih calon istri, menantumu itu memang sangat cantik dan baik "


" terima kasih... tuan-tuan, bapak-bapak?? dan silahkan... nikmati hidangannya. ya... meskipun acara kami sederhana, tapi saya berharap kalian dapat menikmatinya " ucap Papa Sanjaya


***


" sayang... aku kesana sebentar, ya " ucap Darren meminta izin menemui para tamunya setelah acara ijab kabul selesai


" iyya, Mas... " jawab Cheara dengan wajah penuh kebahagiaan


Termasuk Bu Khadija dan ke empat sahabat sekaligus saudara tak sedarahnya. Mereka nampak sangat bahagia, senang hati memberi Cheara dukungan dan semangat


" sayang... selamat, ya?? semoga kamu bahagia, dan jadilah kamu istri yang baik dan Soleha. apapun yang di butuhkan suami, tolong dipenuhi " jelas Bu Khadija dalam menasehati


" iyya... Bu, terima kasih. Cheara akan selalu mengingat segala ucapan Ibu " jawab Cheara sambil menganggukkan kepala


" Ciee... yang baru jadi, istri?? selamat ya "

__ADS_1


" Ra... selamat, ya "


" hmm... salah satu teman kita sudah, laku?? tapi... meskipun begitu, kami sangat bahagia untukmu Ra " ucap Aldo


" terima kasih, Do " jawab Cheara dengan wajah terlihat bahagia


" Ra... kalau Darren nyakitin kamu, beritahu aku ya?? aku pasti--- "


PLAK!!


" apa-apaan sih kamu, Fandi?? Kak Darren gak mungkin yakitin Cheara, malahan Cheara akan sangat membahagiakan. gimana sih kamu " selah Amelia sambil menjitak kepala Fandi


" ya... siapa tahu, aja " ketus Fandi tak mau kalah, sambil memegangi kepalanya yang sakit


" ada-ada saja, kamu " ucap Amelia


" oiyya... sayang, yuk kita pulang dulu?? nanti malam kan, masih ada acara lagi " ucap Darren memanggil


" duh... pengantin-pengantin ini, pada gak sabaran banget sih " ucap Aldo


" iyya... pada buru-buru sekali mau, pulang " sahut Amelia menimpali


" gak... gitu, Mel. kan Mas Darren sudah bilang, nanti malam--- "


" iya iya, gak usah di jelasin sudah tahu kok " selah Hikma


" buat... acaranya di mana nih, kalau boleh kami tahu " tanya Fandi


" di rumah... kalian jangan lupa datang, ya " jawab Darren memberitahu


" siplah " jawab mereka secara bersamaan


" Bu... Cheara pamit dulu, ya. assalamu'alaikum" sambung Cheara sambil menyalami dan mencium punggung tangan Ibu pengurusnya


" iyya... sayang, wa'alaikum salam " jawab Bu Khadija


" Bu... jangan lupa datang ya, Bu " ucap Darren mengingatkan


" iyya... Nak " jawab Bu Khadija


" kalau... aku pamit juga ya, Bu. Assalamu'alaikum " sambung Darren sambil mengikuti Cheara dari belakang


" wa'alaikum salam. hati-hati ya, di jalan " jawab Bu Khadija mengingatkan


" iyya... Bu " balas Darren


" Bu... semuanya, kami juga pamit pulang dulu ya " ucap Bunda Riska sambil melangkah mendekati


" kok... buru-buru sih, Bu " tanya Bu Khadija


" iyya... Bu, kami harus pastikan mereka sampai dengan selamat " sahut Papa Sanjaya memberitahu


" yasudah... hati-hati. kalau sudah sampai beritahu kami ya Bu... Pa... " ucap Bu Khadija merasa sedikit cemas


" baik... Bu, Assalamu'alaikum " ucap mereka sambil melangkah keluar


" Wa'alaikum salam " jawab Bu Khadija dan mereka semua secara bersamaan


***


Tling... Tling.


" suruh... anak buahmu, untuk mengawasi mereka. dan... kamu Haikal, susul aku dan suamiku kerumah "


^^^Tling... Tling.^^^


" Nona... di mana, sekarang " tanya Haikal


Tling... Tling.


" aku dan suamiku, baru mau jalan?? cepat kamu kemari, dan jangan buang-buang waktu " jelas Cheara memberitahu


^^^Tling... Tling.^^^


" baik... Nona, saya langsung meluncur kesana" balas Haikal, kemudian bergegas memasuki mobil sambil memasukkan handpone kedalam kantong Jansnya. lalu segera meluncur sesuai permintaan


Bersambung


Kalau suka, jangan lupa


Vote πŸ‘ˆ


Like πŸ‘


Favoritkan πŸ’™


And Comentar positifnya, agar author lebih bersemangat untuk berkarya

__ADS_1


...Terima kasih πŸ™πŸ™πŸ™...


__ADS_2