
"Randi, tolong Rahasiakan ini dari Yonki, Yurha, dan Yunho..." Ucapa Roy memegang bahu Randi "tapi paman, bukankah seharusnya mereka mengetahui ini?" Ucap Randi menatap Roy...
"Randi, kau tau kan Bagaimana temprament ketiga adikmu itu... " Tambah kakek Nagarasta yg tengah duduk di sebelah Yuri yg masih belum sadar... "Baik kakek" Ucap Randi sambil menghela nafas...
"Kak Nata bunga itu terlihat indah,.. " Ucap Yuri kecil menunjuk sekuntum bunga yg ada dipinggir tebing... "Baiklah, aku akan mengambilnya untukmu... " Ucap nata berjalan perlahan kepinggir tebing, tapi sisi tebing itu rapuh dan Nata terpleset... "Yurii... Jangan mendekat, disini berbahaya..." Ucap nata memperingatkan yuri sambil memegang sebuah akar untuk bertahan... "Kak Nata... Hiks hiks..." Yuri menangis, "yuri apa yg terjadi?" Tanya Yonki saat melihat Yuri terduduk menangis... "Kakak, tolong kak Nata, selamat kan dia" Ucap yuri sambil menangis... "Yonki ada apa?" Tanya Yurha yg baru datang bersama Yunho, "dimana nata?" Tanya yunha... Lalu Yonki berlari kesiai tebing berusaha untuk menggapai tangan nata, di ikuti oleh yurha dan Yunho "Nata, pegang tanganku,..." Ucap Yonki mengulurkan tangannya "ini terlalu jauh," Kata Nata sambil berusaha menggapai tangan Yonki "aku akan Turun, kalian berdua pegang tanganku," Ucap Yurha... Lalu Yurha berusaha turun perlahan untuk menyelamatkan Nata... Dan Yurha pun berhasil memegang tangan nata, "Nata, naiklah perlahan, aku akan menahan mu" Ucap Yurha menarik tangan Nata sekuat tenaga, lalu Nata pun beehasil naik... "Kak Nata... " Yuri berlari memeluk Nata, Namun tak berapa lama kemudian saat Yurha hampir berhasil naik ke atas, tanah tebing itu mulai Retak, saat yuri menyadari itu Yuri mendorong Nata hingga terjatuh di sisi yg aman, sementara mereka ber empat terjatuh bersama Longsoran Tebing .. " Yurriiiii..." Teriak Nata dengan keras ..."
Lalu Alfi terbangun dari tidurnya... " Yuri... Apa dia baik baik saja?" Ucap nya turun dari kasur dan mengambil segelas air untuk di minum,
"Kak Nataa..." Teriak Yuri terbangun, membuat semua Orang yg menunggunya terkaget dan segera menghampirinya... "Yuri apa kau baik baik saja?" Tanya Roy, berlari menghaampiri Yuri... "Ayah... Aku bermimpi buruk" Ucap Yuri memuluk Ayahnya sambil menangis... "Yuri tenanglah, ada Ayah disini..." Ucap Roy memeluk Yuri
"Apa kalian tidak merasa ada yg aneh?" Tanya Yunho pada Yurha dan Yonki yg terdiam seperri memikirkan sesuatu "entahlah, tapi aku merasa kak Yudha menyembunyikan seauatu dari kita" Ucap Yonki,.. "Aku berusaha mengingatnya," Ucap Yurha membuat kedua adiknya menatapnya serius... "Tapi aku tak mengingat apapun" Ucapnya lg... "Hahh... Kakak, ini serius" Ucap Yunho... "Aku pun serius..." Kata Yurha dengan tegas...
Keesokan paginya...
Yuri yg sudah sadar melihat Yudha yg tertidur di sofa, lalu ia Turun dari tempat tidurnya "kakak, terima kasih, aku tau kakak melakukannya untuk melindungiku, tapi apa kakak tau, semua itu bukan salah Nata, aku sudah mengingat semuanya,... Aku menyayangi kakak,.. " Ucap Yuri tersenyum menatap wajah Yudha, lalu Yuri berjalan keluar kamar, Yudha pun meneteskan air mata... "Wahh Rumah Sakit kak Junhaa sangat Luas ya..." Ucap Yuri melihat lihat Rumah sakit sambil mendorong tiang Infusnya.. Saat Junha akan menuju Ruangannya ia melihat Yuri yg tengah berjalan di koridor... "Gadi ini benar benar ..." Ucapnya lalu menghampiri yuri, "kak Junha..." Sapa Yuri melambai pada Junha "kau, kenapa berkeliaran di luar kamar? Kau seorang pasien..." Ucap Junha memarahi Yuri.. "Aku baik baik saja kak, aku hanya ingin melihat tempat kerja kakak..." Jawab Yuri dengan imut "kembali kekamarmu..." Ucap Junha dengan ekspresi marahnya "aku mau berkeliling sebentar, aku ingin melihat tempat kerja kakak" Ucaap Yurhi melangkah meninggalkan Junha,.. Dan tanpa berkata apapun Junha mengambil Cairan Infus Yuri lalu menggendong Yuri di punggungnya... "Kakak Turun kan aku..." Teriak Yuri meronta membuat mereka menjadi pusat perhatian... "Apa itu pacar dokter Junha?" Tanya seorang perawat pada perawat lainya "wahhh... Dokter Junha, selain tampan dan kaya, dia juga sangat kuat... Aku sangat iri pada gadis itu" Ucap seorang perawat kagum... Pada Akhirnya Yuri pun pasrah, di gendong oleh Junha dan di bawa kembali kekamarnya... "Sebaiknya jangan keluar dari kamarmu.." Ucap Junha lalu peegi meninggalkan Yuri... "Apa kau tidak bisa menjaga seorang pasien?" Bentak Junha pada Yudha yg baru saja keluar dari Toilet, yudha pun hanya menatap Junha bingung, dan junha keluar dari kamar Yuri...
__ADS_1
"Apa yg kalian lakukan hingga dia bisa keluar dari kamarnya?" Bentak Junha pada keempat penjaga di depan kamar Yuri.. "Tadi nona mengatakan ia hanya ingin ketoilet..." Jawab salah seorang penjaga... "Apa kau bodoh? Apa menurutmu kamar VVIP tidak memiliki Toilet?" Ucap Yudha Geram lalu pergi dengan kesal... "Tapi... Tadi, nona..."
"Sudah lah, tak perlu menjelaskan lagi, salah kita yg terlalu bodoh" Ucap seorang pengawal lainnya menepuk pundak temannya...
"Yuri,.. Maafkan kakak, atas semua yg terjadi..." Ucap Yudha berdiri di hadapan Yuri.. "Kakak, seharusnya aku yg minta maaf, karena sudah salah paham terhadap kakak, ucap Yuri memeluk Yudha... "Apa aku perlu menghubungi Alfi untukmu?" Tanya Yudha membelai Rambut Yuri "hehe... Sebaiknya tidak, " Ucap yuri menatap Yudha sambil tersenyum... "Baiklah..." Jawab Yudha...
"Ayah, paman... Ayolah... Katakan dimana Yuri dan kak Yudha...." Ucap yunho bersikap imut pada Ayah dan kedua pamannya... "Apa kalian berencana menyembunyika Yuri dari kami?" Tanya Jello menyidik, "wahhh,.. Aku mencium bau bau konspirasi disini" Tambah Reno "siasat apa yg sebenarnya kalian Rencanakan..." Tanya Yurha menatap tajam... "Aku tidak akan melepaskan kalian bertiga Jika terjadi seauatu pada Yuri..." Ucap Roland mengancam... "Wah... Anak2 ini, benar benar membuat ku frustasi..." Trriak Renhart kesal melihat tingkah anak dan keponakannya... "Paman, sebaiknya paman jangan macam macam dengan kami, atau aku akan..."
"Akan apa?" Tanya Yudha membuat Yonki terdiam
Membuat Roy, Renald dan Reinhart tersenyum..
Lalu mereka pun kembali ke kediaman Nagarasta bersama...
"Ibu, bibi,.. Kalian dari mana saja, aku meeindukan kalian...." Ucap Yuri memeluk ketiga Wanita hebatnya... "Kami baru datang dari berlibur, melepaskan semua stres kami karena tingkah para kakakmu..." Jawab anita sambil tersenyum... "Wahhhh... Apa ibu menganggap kami beban?" Tanya Reno sedikit kesal... "Yuri aku membawakanmu beberpa Hadiah dari Canada..." Ucap Sarah, Lalu memberi isyarat pada para pelayan... "Hehhh... Beberapa hadiah?" Ucap Jello keheranan saat pelayan membawa puluhan kotak hadiah dari Luar... "Yuri, bibi Juga membawakan mu sedikit hadiah..." Ucap Anita tersenyum bahagia... "Wahhh... Ibu benar benar, luar biasa..." Ucap Rolan sambil tersenyum kesal... Saat melihat para pelayan membawa begitu banyak kotak hadiah untuk Yuri...
__ADS_1
"Terimakasih bibi..." Ucap Yuri memeluk kedua bibinya... "Ibu hanya membawa satu hadiah Untukmu," Ucap Delina memberikan Yuri sebuah kotak berwarna biru.. "Apa ini?" Tanya Yuri penasaran... "Bukalah" Ucap Delina, lalu Yuri membuka kotak itu, dan ternyata isinya perhiasa dengan berlian merah delima yg sangat indah dan dengan harga yg semua orang tahu bahwa itu sangat mahal... "Dah lah, kita sebagai anak tiri jangan berharap lebih" Ucap Junha pergi lalu di ikuti oleh para Tuan muda yg lain..
"Bagaimana bisa kau mengatakan itu, aku yg melahirkanmu" Teriak Sarah kesal Lalu ekspresinya berubah lg saat melihat Yuri,
"Yuri... Apa kau memikirkan sesuatu?" Tanya Yudha menghampiri Yuri yg berdiri di balkon... "Heemmm kakak... Iya, aku memikirkan mereka..." Menunjuk Yurha, Yonki, dan Yunho, yg sedang berenang... "Cepat atau Lambat mereka pasti akan mengingatnya... Hanya saja, aku takut Jika dalam fikiran mereka itu menjadi kesalah pahaman..." Ucap Yudha melihat ketiga Adiknya... "Kakak, bagaimana kalau kita Rahasiakan ini dulu sampai ada waktu yg tepat untuk memberitahu mereka?" Yuri menatap Yudha penuh harap... "Emmm... Sebaiknya begitu..." Ucap Yudha memeluk Yuri... "Terimakasih kakak... "
"Apa menurutmu kak Yudha dan Yuri menyembunyikan sesuatu dari kita?" Tanya Yunho pada kedua saudaranya sambil berendam di kolam renang.. "Entahlah,... Tapi apapun itu, aku yakin itu bukan hal yg peelu kita tahu..." Jawab Yurha sambil melihat Yudha dan Yuri di balkon...
"Sudahlah... Mana Mungkin mereka menyembunyikan hal yg penting dari kita..." Ucap Yonki menyiramkan air pada Yurha dan Yunho... "Kak Yonki hentikan..." Triak Yunho berenang berusaha menangkap Yonki, sementara Yurha masih melihat kearah Yudha dan Yuri, lalu Yunho menyiramkan Air pada Yurha... "Heiii... Apa kau ingin ku tenggelamkan?" Ucap Yurha berenang menuju Yunho,...
"Wahhh... Kalian bertiga sepertinya bersenang senag tanpa ku..." Ucap Reno membuka bajunya dan terjun ke kolam... "Roland, apa kau tidak ikut?" Tanya Randi melihat ke empat adiknya yg sedang berenang... "Aku masih trauma dengan air..." Jawabnya sambil lanjut membaca Buku di bawah payung.. "Ooo tidak bisa..." Ucap Jello sambil memberi Isyarat pada Randi, lalu mereka berdua mengangkat Rolan... "Apa yg kalian lakukan... Lepaskan aku..." Teriak Rolan meronta... "Maaf sepeetinya kau sudah Terlambat..." Ucap Randi lalu menceburka Roland di kolam... "Kakak... Aku akan membunuh mu..." Teriak Randi Dari kolam... "Apa... Kau adik yg perlu ku hajar..." Ucap Randi terjun ke kolam dan menangkap Roland... "Ampun.. Kakak.. Aku hanya bercanda..." Keluh Randi memohon...
"Mereka begitu bahagia... " Ucap Anita melihat anak anaknya dan keponakannya begitu akur...
"Semoga saja mereka bisa selalu melindungi dan saling menyayangi seperti saat ini" Tambah sara tersenyum... "Tentu saja... Mereka tak akan pernah terpisahkan..." Ucap Delina
__ADS_1
"Apa yg kalian lihat dari jendela?" Tanya Roy pada istri dan iparnya, lali ia menghampiri mereka... "Wahh... Sepeerinya aku harus ikut benrenang..." Ucap Roy berlari keluar menghampiri anak-anak dan keponakannya... Setelah berenang mereka pun makan malam bersama, setelah selesai makan mereka pun berpamitan untuk kembali ke kediaman mereka masing masing... "Yuri, kakak akan mengantarmu" Ucap para tuan muda bersamaan... Lalu mereka saling menatap "hahaha..." Dan tertawa bersamaan... "Aku akan pulang bersama Tuan Jack saja..." Ucap Yuri tersenyum "baiklah... Sampai dirumah langsung tidur ya syg..." Ucap Delina mencium kening Yuri, yg di ikuti oleh Anita dan sarah... "Ibu.. Aku akan pulang, sebaiknya ibu harus mencemaskanku..." Ucap Reno masuk ke mobilnya... "Ibu, lupakanlah aku anak Tirimu ini..." Ucap Yunho masuk kemobilnya... "Jangan perdulikan mereka... Mereka hanya iri saja..." Ucap Sarah... "Wahhh... Sepetinya aku benar benar anak tiri..." Ucap Jello lalu masuk kemobilnya dan pergi... "Yuri.. Kakak menyayangimu..." Ucap Yurha mencium kening yuri, dan Yuri hanya tersenyum menatap Yurha... Dan mereka semua pun kembali ke rumah mereka masing masing....