Bidadari Sembilan NYAWA

Bidadari Sembilan NYAWA
Rahasia Masa Lalu Yg Mulai terlihat


__ADS_3

Saat itu di bandara, Ayah yuri hendak pulang ke Negara dari amerika setelah melakukan perjalanan bisnis nya, ia melewati jalur vvip dan disana ia bertemu seoran pemuda yg sangat tampan dan berwibawa saat anak muda itu menoleh ia melihat Roy, ayah Yuri... "Paman Roy..." Sapa pria muda tersebut membuat Roy bingung... " Paman ini aku, Nata... Alfi Junata" Jelasnya membuat Roy memperhatikannya " Aaa... Kau Alfi... Wahhh.. Kau sudah dewasa sekarang..." Ucap Roy memeluk Alfi, " kau cukup lama menghilang setelah hari itu..."( hari itu masih menjadi misteri😉) ucap Roy mengusap bahu Alfie, " Paman, apa sebaikya paman merahasiakan kedatanganku pada kak Yudha dan yg lain?" Ucap Alfi menatap serius pada Roy...


" Baiklah... Tapi knp?" Tanya Roy penasaran


" Aku yakin mereka tidak mengingatku setelah kejadian itu, jadi bisa kah paman membantuku?" Jawab Alfi sedikit memohon...


" Baiklah... Tapi dengan syarat kau harus melindungi yuri, apa pun yg terjadi... Karena dia akan go pulik tahun Ini..." Ucap Roy menbuat Alfi tersenyum... Itulah pertemuan singkat antara Roy dan Alfie.. Jadi keberadaan Alfi adalah rencana Roy ayah Yuri...


" ahhh..." Yuri terbangun dari tidurnya... Saat ia melihat, ternyata Alfi tdur di sofa untuk menjaganya.. Sesaat Yuri menatap Alfi dari tempat tidurnya... " Apakah kita pernah bertemu?" Tanya Yuri dalam hatinya seakan merasakan setuatu pada Alfi...

__ADS_1


Alfi pun membuka matanya, dan melihat Yuri yg sudah sadar " Yuri... Ahhh... Maksudku Nona... Apa nona masih merasa tak nyaman?" Tanya Alfi menghampiri yuri... " Aku baik baik saja...tapi... Ahhh sudah lah... Aku lapar..." Ucap Yuri bangkit ari tmpat tidur dan keluar kamar... Saat sampai di luar kmar yuri mulai ingat bahwa di villa ini tidak ada pelayan... " Alfi, apa kau suka makan mie instan?" Tanya Yuri sambil membuka lemari makanan... " Ee... Sebaiknya nona jangan makan makan itu dulu, di kulkas banyak bahan makanan... Aku akan masak untuk nona..." Ucap Alfi membuka jas nya dan memakai celemek... "Wahhh... Kau bisa masak?? Sunggu?" Tanya Yuri penasaran sambil berjalan menuju meja makan... Lalu Alfi pun memasak sambil menunjukan pesonanya, tak lama kemudian pun makanannya siap... " Waahhhh... Kau benar benar bisa masak..." Ucap Yuri kagum melihat makanan di meja... "Silahkan nona..." Ucap alfi kembali keposisinya berdiri di samping Yuri "apa kau serius? Apa kau ingin membuatku gendut dengan memakan makanan ini sendiri???" Yuri menatap alfi serius "tapi nona??" Alfi terlihat canggung... "Cepat.. Duduk saja... Kau kan juga belum makan..." Ucap Yuri menarik tangan alfi dan membuatnya duduk... Lalu yuri kembali ketempatnya dan mulai makan... Alfi menatap Yuri sambil tersenyum... Setelah sarapan Yuri pergi berjalan kepantai menikmati angin pantai sementara Alfi melihat dari kejauhan dan tersenyum...


"Yuri, aku sangat merindukanmu... Benar benar merindukanmu... " Ucap Alfi sambil terus melihat kearah yuri... Lalu ponsel Alfi berdering saat Alfi melihatnya ternyata itu panggilan dari Perusahaan "halo,.." Ucap Alfi "kau... Apa kau menculik adikku? Katakan, dimana kai sekarang...." Teriak yonki di tlfon "tapi nona sedang tidak ingin diganggu..." Jawab Alfie dengan santai... "Hei.. Apa kau ingin aku membunuhmu..." Teriak Yunho... Tapi Alfi mematikan tlfonnya "sial... Berani beraninya dia menutup telfon" Ucap Yonki kesal "maaf tuan.. Mungkin nona sedang ingin beristirahat..." Ucap rere... "Aku benar benar akan gila, bagaimana bisa dia pergi tanpa memberitahu siapa pun" Ucap yunho kesal... Yonki dan yunho sangat khawatir, jadi mereka pergi keperusahaan untuk melihat keadaan yuri, namun ternyata yuri tak ada, lalu rere memberi tahu mereka berdua bahwa Alfi bersamanya...


Yonki mengambil ponselnya dan menelfon Roland " Rolan, segera temukan yuri, atau aku akan menghancurkan perusahaanmu itu jika tidak berguna" Ucap yonki tanpa mendengarkan roland ia langsung menutup tlfon.. "Heiiihhh si brengsek ini berulah lg..." Ucap Roland menaruh ponselnya "kalian semua, temukan Adikku dalam waktu 5 menit jika tidak, maka kalian tidak perlu datang lg besok" Ucap Rolan dengan tegas kepada semua karyawannya, "kak Yurha, aku sudah menemukan Yuri, aku akan mengirim lokasinya sekarang" Kata Roland di telfon, lalu ia menginjak gas dan melaju menuju ketempat Yuri


"Nona, tadi tuan Yonki menelfon, dan menanyakan keberadaan mu..." Kata Alfi membuat Yuri berlari menghampirinya "apa kau memberitahunya?" Tanya Yuri penasaran... "Tidak,..." Jawab Alfi bingung ..."aaiisss.. Astaga... Kak Roland , kak Roland pasti sudah menemukan lokasi kita, sebaiknya kita pergi... Aduhhh kita harus kemana???" Yuri bingung dan khawatir.. "Bagaimana kalau kelaut?" Ucap alfi sambil menunjuk laut,... "Aaaa... Kau benar, ayo..." Yuri menarik Alfi keluar villa, dan berlari menuju darmaga sambil menghindari cctv "tuan, aku akan menyewa kapal pesiarmu, tidak tidak...aku akan membelinya..." Ucap yuri memberikan rang itu sebuah cek Rp.2.000.000.000 tanpa berkata orang itu terkejut dan memberikan yuri kunci sambil tersenyum melihat cek di tangannya... Saat menaiki kapal yuri mulai berfikir... " Apa uang itu kurang?" Ucapnya " Tapi, siapa yg akan membawa kapal ini?" Ucap yuri saat melihat hanya ia dan alfi disana... " Aku" Ucap Alfi menyalakan mesin kapal itu dan mereka pun menuju ketengah laut...


Beberapa jam kemudian semua saudara yg lain pun datang... "Dimana Yuri? Apa kalian belum menemukannya? Tanya Yudha kawatir "sepeetinya dia tau kita akan menemukannya, mungkin dia menghindari cctv dan membawa yuri" Ucap Roland setelah menelfon ke kantornya dan semua karyawannya tak menemukan yuri di manapun... Mereka bersembilan duduk disana dn berfikir... Kemana kemungkinan Alfi membawa yuri... Lalu junha pergi ke balkon dan melihat kearah pantai... " Yurha... Apakah di laut ada cctv?" Tanya junha penasaran "benar... Laut... Pasti dia membawa yuri kelaut..." Ucap Reno optimis, lalu dengan serentak mereka berlari keluar menuju mobil dan pergi kedermaga kapal, mereka pun menyewa speedbooth untuk mencari yuri ketengah laut.. Ya mereka bersembilan tanpa terkecuali... Lalu tak berapa lama mereka pun melihat kapal pesiar Yuri yg tak berjalan perlahan mereka mendekati kapal itu, yudha memberi isyarat untuk tak berisik... Mereka pun masuk ke kapal dan menemukan Yuri yg sedang tidur dan Alfi yg duduk di sofa... "Tuan muda?" Ucap Alfi kaget melihat kedatangan para kk Yuri... "Kau..."

__ADS_1


"Buuaaagggghhh" Yonki menghajar Alfi hingga terjatuh disudut... "Yuri.. Apa kau baik baik saja?" Tannya yunho membangunkan Yuri "kakak..." Ucap yuri setengah sadar "kakak...." Kini yuri sadar dan melihat dengan serius... "Bagaimana bisa kalian..." Yuri menghentikan perkataannya saat melihat Alfi di hajar oleh Yonki... "Kakak hentikan... Apa yg kalian lakukan?" Teriak yuri membuat semua kakaknya melihat kearahnya "apa? Kami sangat menghawatirkanmu... " Ucap yonki sambil memegang kerah Alfi "yonki lepaskan..." Ucap Yudha membuat yonki melepas kerah Alfi dan mendorongnya "kenapa kau pergi tanpa memberitahu kami?" Tanya Yurha duduk di samping yuri "aku hanya ingin sendiri, aku hanya ingin menghindari kalian, kalian jika bersamaku pasti akan selalu di hukum oleh kakek, ayah, ibu, paman dan bibi..." Jelas yuri membuat semua kakaknya terdiam... "Tapi, kami tak pernah mempermasalahkannya... Kami hanya ingin melindungi mu..." Ucap Randi "kakak, aku sudah dewasa, aku bukan anak kecil lg, aku hanya ingin kalian menjalani hidup kalian,..." Jawab yuri berteriak "kami menjalani hidup kami dengan melindungi mu... Kau adalah swgalanya bagi kami..." Ucap Junha lirih "kalian bahkan tidak memiliki kekasih karena selalu melindungi dan memanjakanku, aku tau... Saat aku kuliah.. Kalian slalu bergantian mengikutiku, bahkan di kampus pun ada begitu banyak pengawal... Tapi aku pura pura tak mengetahuinya... Apa kalian pikir aku tak tahu..." Kali ini yuri benar benar menangis "baik lah baiklah... Maafkan kami..."Ucap yudha memeluk yuri... "Jangan menangis lg..." Ucap yudha membelai yuri... "Heiii.. Kalian... Apa kalian tau speedbooth kita hilang..." Ucap jello memecah suasana, lalu Rolan dan yunho berlari keluar, dan benar saja, karena kekawatiran mereka saat naik ke kapal mereka lupa mengikat speedboothnya dan pada akhirnya semua speedbooth mereka terbawa ombak menjauh... " Kakak... Sebenarnya sore tadi saat kami akan kembali, kapal ini kehabisan bahan bakar" 🤣🤣🤣 ucap Yuri menatap Yudha "alfi pun tertawa kecil melihat ekspresi mereka yg kaget... " Tenang saja besok pasti kakek akan menemukan kita, anggap saja kita sedang berlibur di tengah laut" Ucap Yonki duduk di sofa... "Sepertinya aku lapar..." Ucap Yurha menyentuh perutnya "aku akan membuatkan kalian makanan" Ucap Alfi pergi menuju dapur... (Jangan bingung ya, setiap kapal pesiar mewah disana slalu tersedia bahan makanan dan dpur yg mewah) beberapa saat kemudian setelah mereka selesai makan malam yudha dan Randi pergi menghampiri Alfi yg tengah duduk di atap kapal "Nata..." Ucap Yudha memanggil Alfi dan Alfi pun menoleh "awalnya aku tak mengenalimu... Tapi pada akhirnya aku menyadari bahwa itu kamu..." Ucap Yudha membuat Alfi canggung "kenapa kau melakukan hal sejauh ini?" Tanya Randi "ternyata aku ketahuan secepat ini..." Ucap Alfi tersenyum "Aku tau kau begitu menyayangi Yuri, tapi aku hanya tak ingin kejadian itu terulang lg dan menyakiti Yuri lg" Ucap Yudha pergi meninggalkan Alfi dan Randi... "Nata... Apa kau tau, mereka berlima saat itu terluka parah, dan Hanya Yudha yg mengingat kejadian itu, sementara Yg lainya kehilangan ingatan mereka karena trauma..." Jelas Randi sambil menatap kearah langit yg berbintang Alfi hanya menatap Randi "aku harap kau bisa melindungi Yuri, jika tidak... Maka kau akan berakhir ditanganku" Ucap Randi tersenyum sambil menepuk pundak Alfi lalu pergi kebawah... Sementara Alfi hanya tersenyum lalu melanjutkan melihat bintang...


"Apa... Terapung di lautan? Anak anak itu... Apa lg yg mereka lakukan?" Ucap kakek Nagarasta saat menerima telfon dari sekretarisnya... "Ayah ada apa? Apa yg terjadi?" Tanya Roy penasaran "anak anak pembuat onar itu benar benar akan membunuhku" Ucap Nagarasta dengan kesal


"Ada apa ayah?" Tanya Reinhart lg... Lalu Reinald datang... Dan juga istri mereka bertanya tanya... "Anak anak, klian membuat ulah lg" Ucap kakek Nagarasta "dimana mereka ayah?" Tanya Roy penasaran " Ditengah lautan..." Jawab kakek Ngarasta membuat mereka semua kaget...


Lalu Renald, Roy, dan Reinhart pun berlari tanpa berkata apa apa... "Heeiihhh... Kini aku tau mereka mendapat sifat itu dari mana... Hehehe" Ucap kakek Nagarasta tersenyum


"Wah ternyata sudah pagi... " Ucap Jello pergi ke atap kapal namun saat sampai di atap ia kaget melihat Alfi yg tengah berbaring di atap "heiii... Pengawal... Apa kau disini semalaman?" Tanya Jello duduk dibsamping Alfi "aahhh tuan muda..." Alfi terlihat kaget dan langsung terbangun sambil mengusap wajahnya "heiii kalian berdua ayo turun kita sarapan kak Yurha sudah membuatka kita sendwich... " Ucap Yuri memanggil jello dan Alfi "ayooo.... " Ajk Jello lalu mereka berdua pun turun namun saat mereka menuruni tangga mereka melihat sebuah kapal mendekat, saat di perhatikan oleh jello ternyata itu Ayah mereka..."Ayah, paman Renald, pama Roy?" Ucap Jello masih melihat kearah kapal.

__ADS_1


Lalu saat ia tersadar ia pun berlari turun untuk memberi tahu para saudaranya...


__ADS_2