Bidadari Sembilan NYAWA

Bidadari Sembilan NYAWA
Hukuman kakek Nagarasta


__ADS_3

Alfie kaget dan segera membawa yuri masuk kerumah mewah Yuri... Semua pelayan panik melihat Yuri yg pingsan, dan kepala pelayan segera menghubungi keluarga besar Nagarasta dan Bimana... Tak berapa lama mereka semua berdatangan termasuk semua ke empat kk laki2 yuri dan semua sepupunya yg adalah laki laki... Yuri segera di periksa oleh paman dan bibinya yg adalah Dokter.. Sementara Alfi di introgasi Oleh Yhuda, Yurha, Yonki, Yunho,...


" Apa kau ingin membunuh adikku?" Bentak Yonki menarik kerah Alfi... " Kau pikir hidup seseorang itu hanya permainan?" Tambah Yunho... " Kalian berdua... Jangan kasar..." Ucap Yurha membuat kedua adiknya terdiam... "Jelaskan apa yg terjadi" Kata Yhuda mendominasi membuat Alfi merasa ditekan oleh wibawa Yhuda.. Lalu Alfi pun menceritakan swmua kejadiannya... Setelah Alfi selesai menjelaskan kejadiannya Roland pun datang membawa sebuah Tablet " Kalian Harus liat ini" Kata Roland menunjikkan beberapa Video cctv dan divideo itu Alfie terlihat menginjak Rem dengan kaget karena Ada seekor kucing berlari tepat di depan mobilnya... Dan itu pun sesuai dengan yg diceritakan oleh Alfi... Tapi Yonki masih merasa kesal karena adik keaayangannya terluka karena Alfie... Beberapa jam kemudian Yuri pun sadar... Sebenarnya Yuri memiliki fobia terhadap darah, makanya saat melihat darah ia pun pingsan... Lalu ia menjelaskan semuanya bahwa ia melihat darah di jarinya saat menyentuh kepalanya... Yurha pun mendekati Yuri dan mengambil tangannya... " Ini hanya lipstik" Kata Yurha membuat semua orang merasa lega..." Tapi diluarkan agak gelap, mana ku tau kalau itu hanya noda lipstik" Kata Yuri berusaha menghindar...


" Hhuuuaaaaaa.....😭😭😭" Yuri menangis keras sejadi jadinya.. Membuat Alfi berlari masuk lalu saat melihat Expresi keluarga ia pun menghentikan langkahnya di depan pintu dan berdiri tegak... Kakek Naga rasta pun datang bersama kakek Bimana... " Ohh cucuku syg... Apa yg terjadi padamu?" Tanya kakek Bimana mendorong Yurha dari tmpat duduk dan menggenggam tangan Yuri... "Astaga orang tua ini😏" Ucap yurha tersenyum kesal...


Yuri masih menangis... " Kalian semua, aku akan menghukum kalian, bagaimana bisa kalian membuat cucuku menangis seperti ini🤬" Ucap kakek Nagarasta dengan keras membuat siapapun tak berani berbicara " Aku akan menghukum kalian semua...😡" Kata kakek Nagarasta dengan tegas... "Tapi ayah..." Ayah Yuri tak benari melanjutkan kata2nya saat melihat expresi kedua kakek itu... Dan pada akhirnya...


Semua pun berdiri di atap rumah Yuri tanpa kaos kaki... F


" Kakak, sepeetinya anakku sudah menjadikan kedua kakek Tua itu pelayannya..." Kata Roy kepada Renald... "Tapi dia anak yg imut... Jika kau tak menginginkannya, aku akan memilikinya sebagai anaakku😂" Ucap Renald tertawa kecil...


" Aku .. Aku biar aku saja yg memilikinya..." Tambah Sarah


" Hei.. Kalian para orang Tua... Dia adik kami, dan biarkan tetap seperti itu..." Ucap Yonki kesal


" Tapi sampai kapan kita akan seperti ini😭😭😭😭" Tanya jelo dengan tatapan sedih dan menggemaskan.. Mereka ber 15 di hukum berdiri tanpa kaos kaki dan mengangkat tangan mereka yg di awasi oleh Alfi, Alfi pun hanya tersenyum kecil😅 melihat kebahagiaan keluarga tersebut yg begitu saling menyayangi satu sama lain sangat berbeda jauh dengan keluarga kaya lainnya yg bahkan saling membunuh untuk memperebutkan kekuasaan... " Ibu... Aku rasa tanganku akan patah..." Ucap Yunho kepada ibunya yg juga sedari tadi menahan keram di tangannya...

__ADS_1


" Kalian... Aku sudah tak menangis lg, ayo masuk... Aku lapar...😌" Ucap Yuri dari arah pintu sambil sedikit tersenyum... Dan mereka semua pun kompak menurunkan tangan mereka😩 namun saat berbalik disana ada kakek Nagarasta... Lalu dengan kompak mereka pun kembali menaikan tangan mereka dan berbalik badan dengan expresi kaget yg lucu😲😳 "Sudahlah ayo masuk, terlalu dingin diluar... " Ucap kakek Nagarasta lalu pergi dan mereka pun ikut masuk di ikuti oleh Alfie... " Andai saja di keluargaku sedamai ini" Ucap Alfi dalam hati sambil menghela Nafas...


"Hah... Akhirnya aku bisa beristirahat" Ucap Alfi berbaring di tempat tidurnya hanya menggunakan boxer ... " Dia gadis yg unik... " Kata Alfi melihat sebuah foto yg berisikan gambar 6 orang anak kecil dan salah satunya seorang gadis, Alfi pun memeluk foto itu dan trrtidur...


"Selamat pagi tuan... Ini pakaian anda, audah saya siapkan..." Kata sorang pria paruh baya kepada Alfi yg baru saja selesai mandi.. " Terimakasih..." Ucap Alfi


"Tuan hari ini ulang Tahun nona Alrea... Ibu anda meminta anda untuk datang makan malam bersama" Ucap pelayan tersebut, membuat Alfie terdiam sejenak... "Baiklah..." Jawab Alfi singkat lalu pelayan itu pun pergi dari kamar Alfi..


Alfi mengambil ponselnya dan menelfon sekertarisnya Rain, (ya rain yg itu) " Tolong belikan Hadian ulang tahun untuk kakak ku... Nanti kau bisa datang kerumahku untuk mengambil kartu, pelayan akan memberikannya padamu..." Ucap Alfi lalu menutup telfon tanpa menunggu jawaban dari Rain " Haiihh... Manusia ini..." Keluh Rain


Rain pun pergi ke pusat perbelanjaan untuk membelikan Alrea hadian... " Wahh.. Aku bingung hadiah apa yg harus ku belikan untuk seorang gadis di umur 30an?" Lalu Rain menuju ke sebuah toko perhiasan mewah, Rain memilih beberapa set perhiasan berlian yg sangat indah .." Tuan apa ini untuk kekasih anda?" Tanya seorang pelayan toko... " Aaaaa...aaa... Bukan😅 ini hadiah untuk saudari tmanku yg akan berulang tahun..." Jawab Rain dengan senyuman, " Kalau begitu, kami merekomendasikan set perhiasan ini... Ini adalah produk terbaru kami... " Ucap pelayan tersebut memperlihatkan 1 set perhiasan mewah di hadapan Rain.. Rain hanya tersenyum kecil " Semua bisa di bayar dengan ini kan??😅" Tanya Rain menyodorkan sebuah kartu Hitam....


" Heiii... Aku kakak mu,... Bukan temanmu" Ucap Yurha dengan sinis... " Wahh... Kak Yonki.. Kau memang luar biasa😅" Yunho mengompori...


" Haiihh... Sebenarnya apa yg kalian lakukan di kantorku? Apa kalian tidak ada kerjaan???" Ucap Yudha membuat ketika adiknya itu menoleh bersamaan... " Aku sedang senggang... " Jawab Yurha singkat "aku juga..." Tambah Yonki... Lalu yudha melihat kearah yunho dengan tatapan menyidik... " Aku hanya mengikuti mereka berdua.." Ucap Yunho membuat Yurha dan yonki langsung menatapnya tajam...


Tak berapa lama kemudian di tempat kerja yuri

__ADS_1


"Aarrrggghhhhh.... Apa yg kalian lakukan disini😩😩😩 membuatku tak bisa bekerja..." Teriak yuri bangkit dari bangkunya... " Kami hanya merindukanmu...." Ucap Yudha singkat...


"Haiihhh.... Kalian benar benar..." Kata yuri memegang keningnya " Yuri hari ini ulang tahun putri tunggal keluarga wijaya... Apa kau mau jadi pasangan kakak???" Tanya Yunho mendekat kearah yuri... "Tidak tidak.. Dia akan bersama ku..." Tambah yonki memeluk yuri... Lalu di tambah tatapan memelas fari yudha dan yurha membuat yuri kesal... " Aku tidak akan menjadi pasangan siapa pun..." Ucap yuri kembali ke tempat duduknya... Keempat bersaudara itu pun terlihat sangat kecewa.. Karena mereka tak memiliki pasangan bahkan kekasih...


" Alfi tolong seret mereka keluar...😉" Perintah Yuri kepada Alfi, " Baik nona" Jawab alfi sigap lalu memanggil semua bawahannya dan menyeret keempat bersaudara itu keluar... " Yuri... Ku mohon..." Teriak Yonki sambil di angkat oleh 2 orang staf keamanan... Begitu juga dengan 3 saudaranya yg jugaa di angkat keluar ...


" Wahhh.. Yuri benar benar kejam..." Ucap Yunho membuat ketiga kakaknya menatapnya tajam... "Aaaaa... Hahaha... Tapi dia adik yg manis..." Ucap yunho tersenyum kecil lalu segera masuk ke mobilnya....


"Alfi, malam ini kamu lembur, kita akan menghadiri pesta ulang tahun Alrea jenita wijaya" Kata Yuri dengan tegas sambil minum secangkir coffie " Tapi maaf nona, sepertinya hari ini sya tidak bisa menemani anda..." Jawab alfi menunduk...


" Baiklah... Tidak masalah... Kalau begitu kamu antar aku pulang, karena aku akan siap siap... " Ucap yuri... " Baik nona" Jawab alfi lalu bergegas keluar untuk menyiapkan mobil...


" Hahhhh... Bagaimana aku bisa mengatakannya?" Ucap Alfi duduk ditempat tidurnya sambil memegang foto itu... " Apa kalian benar benar melupakanku? " Ucap alfi lagi ...


" Tuan... Set anda sudah siap,.." Kata kepala pelayan membawakan Alfi beberapa set jas untuk di pakainya ke pesta ulang tahun kakak nya... " Paman... Kenapa ada topeng??" Tanya Alfie mengambil sebuah topeng di atas meja... "Oohh... Itu, konsep pesta ultah nona Alrea adalah pesta topeng, jadi sya mempersiapkannya untuk Tuan muda..." Jelas pelayan itu lalu pergi...


"Pesta topeng...😏" Ucap alfi tersenyum licik sambil memegang topeng tersebut... Lalu ia mengambil ponselnya untuk menelfon Rain sekretarisnya " Kau segera datang kerumahku,..." Ucap Alfi dengan tegas dan menutup yelfonnya tanpa menunggu jawaban dari Rain " Hhaaiihh... Bos ini sepertinya tukang perintah...." Ucap Rain sedikit kesal... Lalu ia pun segera pergi kerumah Alfi dan membawa hadiah yg di minta oleh alfi untuk alrea... Sesampainya di rumah alfi Rain dipersilahkan masuk oleh pelayan dan menunggu di ruang tengah... Lalu alfi turun dengan set tuksedo mewahnya dan topeng yg elegan membuatnya terlihat seperti pangeran... " Hei... Apa kau akan datang ke ulang tahun kakak ku dengan sweter lusuh mu itu" Tegur rafi kepada rain yg hanya menggunakan sweter.. "Hah? Apa sya akan pergi juga tuan?" Tanya rain bingung menggaruk kepalanya... " Ya tentu saja... Untuk apa ku memanggilmu kesini" Bentak alfi membuat rain terkejut... " Baiklah, aku akan pulang untuk berganti pakaian, tuan" Kata rain beranjak dari tempatnya... " Tunggu..." Alfi menghentikan langkah rain... "Apa kau akan membuatku terlambat ke ulangtahun kakakku sendiri?" Ucap alfi menatap rain sinis... " Tapi.??" Rain malah kebingungan... " Paman ambilkan dia satu set tuksesow milikku yg 2 tahun lalu, sbab dia sesikit lebih pendek dariku..." Ucap alfi kepada kepala pelayan " Baik tuan" Jawab pelayan tersebut lalu pergi ke ruang pakaian alfi " Bukankah tinggi kita sama?" Ucap rain kecil " Apa??" Tanya alfi menyidik ... " Aahhh.. Tidam tuan muda... Aku hanya bernafas... " Jawab rain gugup...

__ADS_1


Sementra di villa mewah keluarga wijaya wartawan sudah menunggu kehadiran para anak2 konglomerat dan artis artk papan atas yg akan menghadiri pesta megah Alrea jenita wijaya dwngan bentangan karpet merah dan pesta yg megah... Sudah datang beberapa artis dan anak2 konglomerat dwngan gaun dan set yg indah dn topeng yg menawan membuat mereka semua menjadi pusat perhatian.... Lalu sebuah limosin putih yg mewah datang... Membuat semua orang terdiam dan menatap kearah mobil mewah tersebut saat pintu di buka keluar satu persatu lelaki tampan dan yg terakhir seorang wanita yg sangat cantik, dengan gaun indahnya semua wartawan memotret mereka.... Lalu datang seorang Pria dan wanita menyambut mereka yaitu Brian wijaya dan Renata Wijaya... " Kalian anak2 Nagarasta... Silahkan .. Kami sudah menunggu kalian..." Ucaap brian wijaya mendampingi kesepuluh sepupu dan saudara tersebut... " Wahh.. View untuk keluarga nagarasta memang benar benar memancarkan aura indah, mewah, megah dan menawan... Bahkan artis papan atas sekalipun tak ada bandingannya dengan mereka" Ucap seorang reporter mengagumi anak2 Nagarasta yg benar benar menjadi pusat perhatian... RANDI, RENO, ROLAND, YUDHA, YURHA, YONKI, YUNHO, JUNHA, JELLO dan YURI ... Lalu datang mobil lamborgini putih dan turun 2 orang pemuda yg bahkan tak ada yg taunidentotas mereka... " Jangan jangan salah satu dari mereka adalah tuan muda keluarga Wijaya"....


__ADS_2