
"Aku sangat mengapresiasi semangat kalian yg sudah berhasil sampai di tahap ini... Aku harap debut kalian akan menjadi hal spektakuler yg mampu membuat semua orang terhibur dan kagum kepada kalian...." Ucap Yuri mengangkat gelasnya, tanda untuk bersulang lalu semua orang pun mengangkat gelas mereka "Tunggu... Minuman apa ini?" Tanya Yuri dalam hati sambil memperhatikan gelas minumannya sejenak... Lalu kembali tersenyum melihat kearah para Idol...
Idol PRIA (DISTY)
D- Dion(24th) I- Indra(24) S- Satria(27th) T- Tirta(23) Y- Yogi(25)
Idol WANITA (LIGHT STAR)
Dara(23)- Catrin(24) - Tania(23)...
Itulah 2 Group Idol yg akan debut, mereka adalah kwalifikasi terbaik dari yg terbaik... Karena Yuri sangat kritis dalam memberikan penilaian, hanya saja Yuri tidak pernah menilai berat badan, sebab ia tau diet itu sangat sulit... Namun dia hanya memberi Aturan untuk Diet 3 kali dalam sebulan Dan slalu berolah raga..
"Ayo, kila makan malam, ini adalah jamuan Khusus untuk kalian para Idol ku..." Ucap Yuri dengan bangga.. Lalu Para Idol pun mulai makan...
"Wahhh... Nona Dirut, ini benar benar luar biasa..." Ucap Dion tersenyum bahagia... "Tentu saja... Kita harus mempersiapkan segalanya dengan luar biasa,." Jawab Yuri bangga...
__ADS_1
"Nona, sebaiknya anda minum air saja..." Ucap Alfi menahan tangan Yuri saat hendak minum minumanya yg Tadi... Yuri hanya menatapa Alfi, lalu alfi melepas genggamannya... "Sat, sepertinya Ini sampanye mahal, rasanya sangat lembut dan elegan..." Ucap Tirta, "nikmati saja, jangan sampai mengacaukan perjamuan ini..." Ucap Satria melirik Yogi yg asik makan "hehe... Ini pertama kali aku makan makanan Mewah seperti ini... Jadi, mari kita nikmati..." Ucap Yogi tersenyum sambil memasukan makanan di mulutnya yg sudah penuh... "Apa kita bisa terus makan seperti ini setelah debut?" Tanya Dara "Tentu saja... Kalian sangat berpotensi untuk menjadi yg terbaik" Ucap Dara tersenyum membuat dara merasa canggung... Ya benar, Yuri merekrut Idol dari kalangan menengah kebawah, sebab ia ingin membantu orang orang agar bisa menjalani hidup dengan baik, bahkan Yuri memberi mereka gajih selama mereka di asrama dan memberi jaminan sosial buat keluarga para Idol, itulah peraturan yg dibuatnya saat ia menjabat menjadi Dirut di perusahaannya... "Nona dirut, apa kau benar benar berumur 21th?" Tanya Indra penasaran... "Kau.." Dion menyenggol Indra "haha.. Iya... Apa ada masalah dengan umurku?" Tanya Yuri tertawa Indra hanya tersenyum mendengar jawaban Yuri... Lalu mereka pun makan dengan senang dan gembira,.. Tapi beberapa menit kemudian... "Ayo kita berpesta" Ucap Yuri berteriak sambil mengangkat botol sampanye di sampingnya karena ia mulai mabuk setelah minum 1 gelas sampanye... "Kini aku percaya Umur nona Dirut baru 21th" Ucap catrin tersenyum "sepertinya kita yg harus melindungi Nona Dirut" Ucap Tania tersenyum... "Nona sebaiknya anda kembali kekamar,.." Ucap Alfi mengambil bot sampanye dari tanga Yuri "no.. No..no... Aku akan berpesta dengan para Idol ku.." Jawab Yuri mengambil botol smpanyenya lg... "Gadis kecil, apa kau ingin kami menghukum mu?" Tanya Yurha mengambil Botol sampanye di tangan Yuri... "Plak..." Yudha memukul kepala Yonki "kakak..." Ucap Yonki hendak marah, namun dibatalkan saat melihat Ekspresi Yuda yg menakutkan "aku yakin ini semua peebuatanmu..." Ucap Randi melihat semua Botol sampanye... "Kakak, ... Aku sangat mencintai kalian..." Ucap Yuri memeluk Yudha dengan berjalan sempoyongan... "Kalian semua Nikmati Jamuannya, kami akan mengurus adik kami..." Ucap Reno dwngan wibawanya... "No,no,no... Mereka akan berada disini sampai besok" Ucap Yuri sambil menutup bibir reno dengan jari lentiknya... "Kau sebaiknya kembali kekamarmu..." Ucap Junha geram Lalu menggendong Yuri di punggungnya dan membawa Yuri masuk, membuat para Idol terperanga melihatnya... "Kalian, Harus menjaga Nama Baik Dirut kalian apapun yg terjadi..." Ucap Yudha mendominasi membuat Para Idol hanya mengangguk seolah olah mereka terhipnotis dengan viewnya... "Kakak... Kau tak boleh mengganggu para Idolku..." Teriak Yuri berlari menghampiri mereka keluar dari pintu.. "Anak ini benar benar pengacau..." Ucap Jello menggendong Yuri lg, dan kembali membawanya kedalan... "Dia, tidak pernah minum minuma beralkohol, jadi anggap saja tidak terjadi apa apa" Jelas Roland sambil tersenyum Canggung... Para Idol hanya terdiam melihat kegaduhan Yuri...
"Aku sudah melihat Resume kalian, aku harap kalian Tidak mengecewakan Yuri," Ucap Yunho tersenyum.. "Dan kalian para Pria, jangan pernah memiliki fikiran untuk mendekati Yuri, jika kalian berani memikirkannya, maka kalian akan berakhir di tanganku..." Ucap YONKI mengancam membuat Para Idol menelan Ludah... "Kakak... Jangan brani brani kau mengancap Idol kesayanganku" Ucap Yuri datang lagi... Terlihat Junha dan Jello yg terengah engah mengejar Yuri... "Apa dia benar benar mabuk?" Tanya Junha sambil melihat tingkah adiknya... "Kakak aku akan..." Belum selesai ia bebicara kakinya tersandung dengan Reflek Satria yg berdiri di sampingnya pun menangkapnya "Nona apa kau baik baik saja?" Tanya Satria menatap Yuri yg membuat Jantungnya berdegup kencang saat melihat kecantikan Yuri dari dekat... "Lepaskan..." Ucap Alfi menarik Yuri... "Heiii.. Pria tampan, berikan aku no.Banking mu,... Aku akan membelimu..." Teriak Yuri yg di seret Oleh Alfi... "Wahhh... Anak itu benar benar mengacau..." Ucap Yudha sambil memukul kepala Yonki lg..."aawww... Kakak..." Teriak Yonki... "Mulai sekarang, dalam perjamuan apapun Jika ada Yuri maka tidak boleh ada Alkohol lg" Ucap Randi membuat semua pelayan menunduk... "Kalian kembalilah ke Asrama kalian... Sopir akan mengantar kalian" Ucap Reno memberi Isyarat pada Para Idol "baik Tuan, ucap kan Terimakasih kami kepada Nona Dirut," Ucap Para Idol sambil membukuk, lalu pergi...
"Yuri, sebaiknya kau jangan menggoda pria lain jika tak ingin aku menghukummu..." Ucap Alfi membawa Yuri kekamarnya... "Wahhh bear... Kau bisa berbicara?" Tanya Yuri memeluk Alfi "kau jangan memancingku lagi, aku bisa berbuat hal yg akan kau sesali..." Ucap Alfi berusaha menahan dirinya... "Bear..." Yuri menatap Alfie, dan dalam pengelihatan Yuri yg mabuk, Alfi adalah beruang Pink besar muliknya, yg ada di sudut Ruang kamarnya... "Aku mencintaimu..." Lalu mencium Alfi, membuat Alfi terkaget, dan saat itu para Tuan muda melihat nya, mereka terdiam sesaat sampai "kau..."Bbuuaagghhh" Yurha melayangkan Pukulan Di wajah Alfi, sampai alfi terjatuh.. "Pergi dari sini, dan jangan kembali lagi" Ucap Reno menarik Alfi keluar Rumah, dan mengusirnya... Sementara yuri tertidur karena sangat mabuk... "Apa Yuri menar benar mencintai pengawal itu?" Tanya Yunho
"Sepertinya begitu... Apa kalian mendengarnya?" Tambah jello "itu tidak akan pernah Terjadi" Ucap Yudha lalu pergi dari kamar Yuri.. "Yudha... Apa yg akan kau lakukan?" Tanya Randi mengikiti Yudha... "Kau sebaiknya Jangan bertindak Gegabah..." Tambah Junha yg mengikuti mereka... "Aku hanya Tidak ingin Yuri terluka lagi.." Ucap Yudha
"Yuri,... Maafkan aku..." Kata Alfi lalu mengguyur tubuhnya dengan air di kamar mandi...
Keesokan harinya... "Paman, tolong hubungi sekretaris ku, katakan padanya aku akan kekantor..." Kata Alfi pada kepala pelayan "baik tuan.." Lalu kepala pelayan itu pergi
"Nona, apa anda akan ke kantor hari ini...?) Tanya seorang pelayan... " Ya, aku harus ke kantor,.." Jawabnya sambil bangkit dari tmpat tidurnya... "Apa kakakku sudah bangun?" Tanya Yuri
"Sebenarnya mereka sudah pergi semalam," Jawab pelayan itu lalu pergi keluar meninggalkan kamar Yuri "mereka kembali? Ini bahkan belum seminggu(alias baru sehari), apa ada yg terjadi di perusahaan mereka?" Ucap Yuri bertanya tanya...
__ADS_1
"Rere dimana Alfi? Apa dia sudah datang?" Tanya Yuri pada Rere saat berjalan di koridor kantor menuju ruangannya... "Sebenarnya, Alfi sudah di berhentikan oleh Tuan Yudha..." Jawab Rere menunduk sambil mengikuti langkah Yuri "apa?" Yuri menghentikan langkahnya, tanpa berkata apapun lalu iya berbalik keluar kantor dan membawa mobilnya pergi... "Apa yg terjadi?" Ucap Yuri sambil melajukan mobilnya menuju kantor Yudha... Sesampainya di kantor Yudha Yuri turun dari mobilnya, dan para karyawan menunduk saat melihatnya... "Kakak..." Ucap yuri membuka pintu ruang kantor Yudha dengan keras, ternyata disana Ada Roy, Renhart, ranal dan Randi... "Ayah, paman... Sedang apa kalian?" Tanya Yuri bingung "kami sedang membahas pekerjaan" Ucap Roy
"Apa yg kau lakukan disini?" Tanya Randi "kak Yudha, kenapa kau memecat Alfi? Apa ada kesalahan yg dilakukan?" Tanya yuri blak blakan... "Aku hanya tak menyukainya..." Jawab Yudha canggung "kakak jahat..." Ucap Yuri berjalan keluar, sesampainya di pintu Yuri bertemu Alfi "alfi..." Ucap Yuri menatap Alfi, "ahh Yuri... " Ucap Alfi lalu masuk melewati Yuri, membuat Yuri tersenyum kesal.. "Selamat pagi paman..." Sapa Alfi membungkuk... "Apa ini? Siapa kau sebenarnya?" Tanya Yuri menatap semua orang dengan Tajam... "Yuri, sebenarnya Ayah yg merencanakan semuanya..." Ucap Roy berdiri mendekati Yuri "apa maksud ayah?" Tanya Yuri menatap Ayahnya... "Yuri sebaiknya kau kembali kekantormu, aku akan mengantarmu..." Ucap Randi menggegam tangan Yuri "tidak.. Aku tidak akan kembali, sebelum kalian menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi..." Ucap Yuri menghempas tanga Randi... Lalu Alfi menari tangan Yuri dan membawa Yuri keluar "hentikan.. Apa yg kau lakukan?" Tanya Yuri sambil berusaha melepas genggaman Alfi... Dan saat itu Junha datang, melihat Yuri di bawa oleh Alfi dengan paksa, junha pun mengikuti mereka
"Ini semua salah Ayah,..." Ucap Yudha menyalahkan Ayahnya dan Roy hanya terdiam
Sementara Alfi masih menarik Tangan Yuri "lepas..." Ucap Yuri... Lalu setelah sampai di atap kantor Alfi melepas tangan Yuri "siapa kau sebenarnya?" Tanya Yuri menatap Alfi aambil memegang tangannya yg terasa sakit... "Aku, Alfi Junata Wijaya" Jawab Alfi
Yuri menatapnya menyidik, "haha.. Aku lupa, kau bahkan tak mengingatku... " Ucap Alfi tertawa kesal "aku..."
"Yuri, kakak ingin berbicara dengan mu" Ucap Junha membawa Yuri pergi, sebwlum Alfi melanjutkan perkataannya. "Yuri, maafkan aku, aku mungkin akan membuka Rasa sakitmu agar kau mengingatku" Ucap Alfi sambil melihat Yuri pergi di bawa Oleh Junha...
"Kakak mau bicara apa?" Tanya Yuri membuat Junha bingung daan tak tau harus mengatakan apa, sebab Junha hanya tak ingin Yuri mendengarka perkataan Alfi yg mungkin bisa membuat Yuri mengingat trauma masalalunya...
"Yudha, apa yg harus kita lakukan?" Tanya Randi tanpa tau bahwa Yuri ada di depan pintu "entahlah... Aku hanya tidak ingin yuri bersamanya lagi.." Jawab Yudha "tapi, cepat lambat akan mengetahuinya..." Ucap Randi
__ADS_1
"Aku akan menjauhkan Nata Dari Yuri, bila perlu aku akan membawa Yuri pergi ke Amerika..." Ucap Yudha
"Kakak benar benar Jahat... " Ucap Yuri masuk keruangan Yudha membuat Yudha dan Randi kaget "yuri... Dengarkan penjelasan kakak dulu" Ucap Yudha mendekati Yuri... "Aauuuhhh..." Yuri merasakan sakit di kepalanya, samar samar ia mengingat kenangan masa lalu.. "Kak Nata ayo kita kesana" Ucap Yuri kecil, "Yuri apa kau baik baik saja?" Tanya Junha memegang Yuri, lalu Yuri pinsan di pelukan Junha... "Kalian berdua sebaiknya selesaikan masalah kalian" Ucap Junha lalu menggendong Yuri dan membawa Yuri kerumah sakitnya... "Ambilkan stetoskop, pasangkan Cairan" Kata Junha memberi instruksi pada para perawat di ruang UGD "Dokter Junha, apa Yg terjadi?" Tanya seorang Dokter menghampirinya... "Dia pingsan, dan mengeluh sakit di kepalanya" Ucap Junha sambil memeriksa keadaan Yuri... Setelah pemeriksaan selesai Yuri di pindahkan ke kamar vvip... "bagaimana keadaan Yuri?" tanya Yudha pada Junha yg baru saja keluar dari kamar Yuri "bbuuaagghhh" Junha melayangkan pukulan di wajah Yudha, "ku harap kau bisa menjelaskan apa yg terjadi setelah Yuri sadar" ucap Junha pergi meninggalkan Yudha yg terduduk di depan kamar Yuri... "maafkan Kakak Yuri..." ucap Yudha menangis...