Bidadari Sembilan NYAWA

Bidadari Sembilan NYAWA
pengangguran berkelas


__ADS_3

"Kalian.... Haiiihhhh....." Ucap Yuri menghela nafas saat melihat kesembilan kakaknya berada di kantornya... "Kami mengkhawatirkanmu... " Ucap yonki "sebaiknya khawatirkaan diri kk sendiri...." Jawab Yuri kesal... "Kau begitu mabuk semalam..." Ucap Jello "kakak... Aku bukan anak kecil lg... Jadi sebaiknya kalian pergi dari kantorku" Ucap Yuri dengan Tegas "baiklah kami akan peegi" Jawab Yudha sambil berdiri dari tempat duduknya... "Apa benar kau baik baik saja?" Tanya Reno menghampiri Yuri "kak Reno... Apa kau tidak punya kesibukan?" Tanya Yuri menatap tajam ke arah Reno... "Ayolah... Biarkan kami menemani mu bekerja di waktu cuty kami..." Ucap Junha mengambil sebuah majalah di meja Yuri... "Apa kalian benar benar sudh gila?" Ucap Yuri kesal meninggikan suaranya "ya beberapa tahun terakhir kami terlalu sibuk, jadi kami akan cuti beberapa hari kedepan..." Jelas Yunho tersenyum lebar menatap Yuri "baiklah, karena kalian pengangguran beberapa hari kedepan, aku akan menghidupi kalian sebagai adik yg baik..." Ucap Yuri trrsenyum jahat... "Hooo... Sepertinya gadis kecil ini merencanakan sesuatu..." Ucap Yurha menatap yuri menyidik... Lalu Yuri mengambil ponselnya, "heii.. Kau akan menelfon siapa?" Tanya Randi curiga... "Hallo... Kakek, para kakakku akan jadi pengangguran beberapa hari kedepan,... Jadi aku berencana akan menghidupi mereka, apa boleh?" Tanya Yuri dengan Tuan Nagarasta melalui Telepon... "Tentu saja cucuku syg... Hidupilah mereka yg tidak tau malu itu" Jawab Tuan Nagarasta dengan kesal... "Terimakasih kakekku syg..." Ucap Yuri lalu menutup telefonnya... "Kau, beritahu Roy, Reinhart, dan Reinald untuk membekukan sementara semua kartu anak2 mereka, dan menarik semua fasilitas yg mereka gunakan termaauk rumah.. " Peeintah Tuan Nagarasta pada sekretarisnya... "Baik Tuan" Jawab sekrataris Tuan Nagarasta Lalu pergi...


"Wahhhh... Gadis kecil ini benar benar memperbudak kakek Kita" Ucap Roland tersenyum melihat kearah yuri... "Blink blink..." Suara ponsel mereka bersembilan kompak menerima Notifikasi pesan... "Apa....???" Dan dengan kompak juga mereka kaget membaca pesan itu lalu melihat kearah Yuri dengan tatapan tajam... "Mulai sekarang aku akan menghidupi kalian selama kalian Cuti..." Ucap Yuri tersenyum kearah para kakaknya... "Gadia kecil ini benar benar bisa membuat ku merasa tertekan" Ucap Yonki kesal meremas ponselnya... "Kartu hitamku... Apa benar benar akan di bekukan?" Keluh Jello kesal "itu hanya sementara... Lagi pula kita memiliki Yuri yg akan menghidupi kita,... Dia memiliki begitu banya Villa, kita bisa tinggal di salah satu villa miliknya..." Ucap Yonki dengan peecaya diri


Beberapa saat kemudia...


" Villla?? Apa ini villa?" Tanya Yunho melihat sekitar "kakak, kalian bisa tinggal dirumahku yg mewah ini... Jangan berharap lebih, aku tak akan mengotori villaku demi kalian... Dan dirumah ini ada 7 kamar, dan aku sudah memberi papan Nama pada setiap kamar dan barang barang kalian ada di kamar masing masing... Dan, kakek menambah hari cuti kalian menjadi 3 bulan, selama 3bulan kalian adalah pengangguran, jadi kalian bisa menghabiskan uangku semau kalian!" Ucap Yuri dengan bangga... "Haha... Sepertinya aku sudah membatalkan cuti ku, aku akan kembali keperusahaan sekarang..." Ucap Yudha hendak peegi namun di halangi oleh beberapa pengawal Yuri... "Wahhh.... Para Rubah tua itu benar benar..." Ucap Yurha kesal... "Ayahhhh.... Aku kami berjanji tidak akan mengulanginya lg" Ucap kesembilan saudara itu bersujud dan memohon dihadapan ayah mereka... "Jalani saja... Biarkan Yuri yg mengatur semuanya... " Jawab ayah mereka dengan kompak.... Lalu mereka berpindah lg "kakek... Ampuni kami...kami tidak akan mengulanginya lagi..." Kata mereka memohon dengan ekspresi kasihan... "Bukankan kalian sudah terlalu sibuk beberapa tahun ini? Sebagai Dirut, aku harus memberi kalian libur panjang..." Jawab kakek Nagarasta tersenyum bangga


"Bagaimana... Apa kalian puas?" Tanya Yuri dan mereka kembali kedepan Rumah Yuri...


"Baik lah baiklah... Dari pada kita ngegembel di luar sana" Ucap Randi masuk kerumah Yuri... Lalu di ikuti aleg para saudaranya....

__ADS_1


(Randi-Yudha...Yonki-Reno...Roland-Junha.. Yunho-Jello.. Dan Yurha sendiri)


"Wah ini tidak adil... Kenapa Yurha bisa mendapat kamar sendiri??" Tanya yonki kesal..


"Karena kak Yurha tidak tebiasa berbagi tempat tidur dgan orang lain" Jawab Yuri memeluk Yurha... "Tapi, apa yg dilakukan pengawal ini disini dengan membawa koper?" Tanya Yunho melirik Alfi yg membawa Koper... "Aaa... Dia? Ayah menyuruhnya untuk ikut tinghal disini dan mengawasi kalian..." Jawab Yuri tersenyum...


Keesokan harinya....


"Ini uang cash 100jt... Kalian boleh menghabiskannya... Jika kurang aku akan memberikannya lg... Jadi... Aku harap kalian bisa mwmanfaatkanku dwngan baik..." Ucap Yuri lalu pergi kekantor meninggalkan para kakaknya dieumah... "Apa anak itu benar benar menganggap kita tidak bisa mendapatkan uang?" Tanya Junha menatap uang yg ada di atas meja bersama saudaranya yg lain... " Dia benar benar meremehkan kita..." Ucap Yonki... "Tapi kita tidak membutuhkan uang ini... " Ucap Reno kesal... "Ahhh sudahlah... Aku akan kembali tidur..." Ucap Yurha membuka celemeknya dan masuk kedalam kamarnya...


"Nona... Hari ini ada pertemuan dengan para Idol, mereka sangat mengharapkan dukungan dari anda" Jelas Rere pada Yuri yg sedang mengerjakan pekerjaannya... "Baiklah... Undang mereka ke kediamanku malam ini untuk makan malam,..." Ucap Yuri membuat rere sedikit terkejut... "Baik nona..." Jawab Rere... "Heiii... Bukankah Rumah Nona sangat privasi?" Tanya Rere pada alfi... "Sudah tidak lagi, semenjak di huni para pengangguran berkelas itu..." Jawab alfi sambil bekerja... "Wahh... Kini pengangguran pun berkelas... Dunia orang kaya damagenya memang berbeda..." Ucap Rere gerah sambil mengipas wajahnya dengan file yg di bawanya... Alfi hanya tersenyum lalu melanjutkan pekerjaannya... "Alfi hubungi kepala pelayan untuk mempersiapakan tempat makan malam di taman belakang... Dan hubungi Juga 20 ceff hotel kita yg paling kompeten, juga jangan lupa tambah pelayan untuk melayani Idol kita..." Ucap Yuri dengan wibawanya... "Baik nona..." Jawab Alfi

__ADS_1


Di tempat lain, "silahkan pesanan anda" Ucap seorang barista pada Alrea... "Aku mau latte dingin" Ucap Alrea lalu duduk di tempat duduk yg kosong ... "Permisi... Nona apa aku bisa duduk disini?" Tanya seorang pria berkacamata menghampiri Alrea... "Tidak, aku tidak terbiasa duduk dengan orang asing..."Jawab alrea acuh... "Wahhh... Kau begitu sombong, " Ucap pria itu membuat Alrea menatap Tajam kearahnya... "Kau..." Alrea menghentikan perkataannya... "Maaf dia pacarku, sebaiknya kau jangan mengganggu pacar orang lain" Ucap Rain membuat pria itu pergi Lalu Rain duduk di hadapan Alrea... "Apa kau sudah gila?" Tanya Alrea menatap Rain dengan kesal... "Dia masih disini, sebaiknya kau bersikap meyakinkan..." Ucap Rain memegang tangan Alrea... " Nona ini latte anda..." Kata seorang pelayan membawakan pesanan Alrea lalu pergi... "Jika kau tak melepaskan tanganku maka aku akan memotong tanganmu..." Ucap Alrea membuat Rain segera melepaskan genggamannya... Lalu Alrea beranjak pergi membawa minumannya, dan di ikuti oleh Rain... "Nona... Apa kau sudah memiliki pacar?" Tanya Rain menghentikan langkah Alrea, lalu Alrea beebalik menatap Rain... "Kalaupun aku tak memiliki pacar aku tidak akan memacari mu..." Ucap Alrea lalu masuk kedalam Mobilnya.. Sementara Rain Hanya tersenyum melihat mobil Alrea pergi menjauh..


"Apa disini akan ada party?" Tanya Reno kepada seorang pelayan... "Nona akan mengadakan Jamuan makan malam hari ini" Jawab pelayan itu lalu pergi... "Wahhh... Sepertinya adik kita benar benar sudah dewasa" Ucap Randi pergi melihat lihat peesiapan di luar... " Sepertinya makanan ini sangat enak..." Ucap Yunho mengambil sebuah kue dan memakannya... "Sepertinya aku harus mengambil beberapa minuman di bar" Ucap Yonki pergi kekamarnya untuk mengambil ponsel... "Yurha.. Apa yg kau lakukan?" Tanya Junha melihat Yurha yg sedang memakai celmek "aku akan melihat para ceff..." Jawab yurha singkat lalu pergi menuju dapur... Tak berapa lama kemudian Yuri datang,... "Siapa yg kau jamu?" Tanya Yudha "para Idol yg akan Debut bulan ini, untuk menyemangati mereka..." Jawab Yuri... "Wahhh.. Kau memang dirut yg luar biasa..." Ucap Roland yg sedang duduk membaca majalah... "Aku akan bersiap, permisi kakak..." Ucap Yuri pergi menuju kamarnya...


"Ya... Bawa kemari semuanya..." Ucap Yonki kepada pegawai barnya yg membawa berdos dos sampanye mahal... "Letakan semuanya di setiap meja..." Ucap Yonki sambil tersenyum bangga... "Wah... Sepertinya ini akan menjadi perjamuan yg agak kacau" Ucap Alfi melihat Yonki...


"Kalian sebaiknya datang ke kediaman nina Yuri, dan bawa pasukan yg lainnya..." Kata Alfi di telfon kepada seorang bawahannya...


"Sekretaris jack,.. Bisakah kau datang kekediaman nona Yuri bersama para sekretaris tuan muda?" Tanya Alfi melalui telfon pada jack, lalu Alfi mematikan ponselnya...


"Wahhh rumah Dirut sangat luas dan mewah" Ucap seorang Idol wanita kagum... "Setelah debut, aku akan membeli Rumah mewah seperti ini" Kata seorang Idol pria... "Tapi kenapa begitu banyak pengawal? Dan siapa kesembilan pria aneh itu? Tanya seorang Idol wanita penasaran, karena melihat kesembilan saudara itu hanya mengenakan pakaian biasa, bahkan salah seorang dari mereka mengenakan piyama, sementara para Idol mengenakan pakaian formal terbaik mereka... Begitu juga Yuri yg melihat para kakaknya... "Alfi, bawa mereka kedalam sebelum mereka mengacau..." Ucap Yuri berbisik pada Alfi... Lalu alfi memberi isyarat pada bawahannya untuk mengamankan lokasi makan malam dari para tuan muda. "Permisi tuan muda..." Ucap seorang pengawal manghampiri Yonki. "Ahhh baiklah baiklah..." Yonki pergi kedalam bersama tuan muda lainya.

__ADS_1


"Apa kita di usir?" Tanya Yunho membuatnya jadi pusat perhatian para kakaknya... "Cepat Ganti pakaian kalian, Kita akan berpesta" Ucap Roland tersenyum. Lalu dengan cepat mereka pergi ke kamar masing masing. Beberapa menit kemudian mereka keluar dengan gaya elegan mereka. "Ehhh... Apa yg kalian lakukan disini?" Tanya Randi melihat para sekretaris... Berkumpul di ruang tengah... Para sekretaris pun melihat kerah para tuan muda dengan senyuman mencurigakan....


__ADS_2