
Pagi itu yuri berangkat ke kantor dengan bus.. Di situ juga ada seorang pria muda yg mungkin seorang karyawwan kantoran, saat bisnya tiba yuri hendak membayar tapi... Ternyata ia melupakan kartu busnya... Lalu pria itu masuk dan menempelkan kartunya... " 2 orang... Ucap pria itu... " Membuat yuri benar2 malu ... Dan saat ia hendak duduk... Kursi hanya tersisa di sebelaah pria tersebut... Dengan wajahnya yg memerah ia pun duduk disana... "Terimakasih... " Ucap Yuri dengan malu namun tak mendapat jawaban dari pria tersebut... Sebab ia tengah menggunakan headset di telinganya...
Lalu setelah Yuri sampai di kantor dengan berjalan kaki dari gerbang kantor membuat semua karyawan kaget... semua karyawan eksekitif sudah menunggunya di depan kantor untuk menyambutnya... " Selamat datang Nona Direktur..." Sapa semua karyawan serentak
" Nona... Kenapa anda tidak meminta untuk di jemput?" Tanya seorang pria paruh baya yg adalah direktur eksekutif keuangan... " Tidak perlu... Dan lain kali aku tidak ingin kalian melakukan semua ini..." Ucap Yuri dengan wibawanya... Lalu dengan inisiatif rere memberi isyarat untuk mereka semua pergi... Lalu Yuri pun segera masuk ke kantor dengan di ikuti oleh rere... " Direktur..." Belum sempat rere berbicara Yuri sudah menghentikan langkahnya dan membuat Rere berhenti di tmpat... "Mba Rere jangan panggil aku direktur... Panggi saja Yuri..." Ucap Yuri dwngan tegas... " Tapi direk..." Rere menghentikan ucapannya saat melihat tatapan dari Yuri... "Baik lah Nona... Maaf mungkin lebih baik aku memanggil anda Nona..." Jawab rere menunduk... "Emmm baiklah.. Setidaknya itu lebih nyaman ku dengar daripada kata direktur yg membuatku terdenhar tua..." Ucap Yuri tersenyum lalu melanjutkan jalannya menuju kantornya...
" Itu katanya sekretaris baru itu, yg menindas manager sekertariat," Ucap seorang karyawan wanita...
" Ya.. Terkadang hanya perlu wajah cantik untuk memanjat lebih tinggi.." Tambah rekannya yg melihat sinis ke arah Yuri...
" Apa kalian datang untuk bergosip??" Tegur Alfi membuat mereka langsung pergi dengan sinis... Lalu Alfi melanjutkan langakahnya menuju ke arah ruang Presdir ..
" Permisi ada yg bisa sya bantu?" Tanya rere menyapa Alfi " Ahh... Sya Alfi Junata Ajudan Presdir YL group yg di tunjuk langsung dari kantor RN corp" Jawab Alfi dengan wibawa ketampanannya...
" Baiklah, silahkan masuk Tuan... Presdir ada di dalam..." Tunjuk rara mempersilahkan Alfi...
Lalu alfi pun masuk, dan melihat Yuri tengah bekerja dihadapan komputer...
__ADS_1
" Kau Ajudan yg di kirim ayah? " Tanya yuri tanpa melihat alfi
" Iya nona, .." Jawab alfi menunduk
" Baiklah, itu mejamu.. Sepertinya Ayah sudah mempersiapkan segalanya... " Ucap Yuri menunjuk kearah meja yg sudah disiapkan...
" Baik nona..." Jawab alfi lalu ia pun menuju ke mejanya... Setelah Alfi duduk ia pun langsung menerima beberapa Email yg membuatnya sesikit kaget... " Itu pemerjaanmu... Selesaikan semua itu hari ini..." Kata Rere, dan masih belum melihat ke arah alfi... Tanpa menjawab alfipun mengerjakan semua nya dengan penuh kerja keras... Beberapa jam kemudia alfi mengirim kembali kepada Yuri yuri pun memeriksanya, dan ia sangat kagum karna tidak ada sedikit kesalahan pun... Lalu Yuri menelfon rere dan menyuruhnya untuk mencetak semua file itu... Setelah Yuri meletakan telfonnya ia pun melihat ke arah Alfi... " Sepertinya aku pernah melihatnya..." Ucap yuri dalam hati... Lalu ia pun mengingatnya... " Aaa... Kau pria bus itu kan??" Tanya Yuri sambil tersenyum... Lalu alfi pun hanya mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya... " Ihh... Judes bgt...." Gerutu Yuri, lalu jam makan siang pun tiba, yuri mulai merasa gelisah karena ia merasa lapar...
" Hey pria bus... Mau mengantarku makan siang?" Tanya Yuri melihat kearah alfi... " Baik nona... Saya akan mempersiapakan mobil untuk anda..." Jawab Alfi dengan sigap lalu ia menuju keluar Ruangan... " Ihhh... Kaku bgt sih dia... Apa aku kelihatan galak?" Ucap Yuri sedikit kesal... Beberapa menit kemudian Yuri keluar dari ruangannya, lalu ia pun mendengar gosip bahwa ia menindas rere dan hanya mengandalkan kecantikannya untuk berada disisi presdir YL group... Yuri pun menghampiri para karyawan tersebut dengan senyuman ramah " Aku harap kalian todak bekerja lg di YL group... Karena aku tidak mempekerjakan tukang gosip di kantor ini" Ucap Yuri membuat mereka semua kaget... Tapi ada seorang GM wanita bernama Anita yg sok tau... " Memangnya kau siapa? Lagi pula presdir YL group tdak akan memecat kami hanya untuk seorang penggoda seperti mu..." Ucap wanita itu dengan sinis dan sombong... Alfi melihat itu dari kejauhan saat hendak menjemput Yuri ke ruangannya... " Oh ya... Bagaimana jika aku presdirnya" Jawab Yuri tegas " Hahaha... Mana mungkin anak ingusan sepertimu adalah seorang presdir..." Ucap wanita itu sambil tertawa... Mereka pun menjadi tontonan para karyawan disana...
Lalu alfi pun datang ketengah tengah mereka... "Presdir... Mobilnya sudah siap..." Ucap Alfi membuat semua karyawan terdiam melihat ke arah Yuri yg pergi di ikuti oleh Alfi...
Ternyata Alfi sudah menghubungi rere dan semua bawahannya untuk memberhentikan anita sesaat sebelum ia menghampiri Yuri...
" Hah... Inilah yg tak aku sukai jika harus mengelola semua asetku..." Keluh Yuri menyandarkan tubuhnya di bangku taman dengan segelas capuccino di tangannya...
" Tapi anda sangat kompeten, berprestasi dan sangat cerdas... " Ucap Alfi memuji Yuri sambil tersenyum.... " Siapa nama mu? Aku belum tau nama mu... " Tanya Yuri kepada Alfi yg berdiri di sampingnya... "Alfi..." Jawabnya menunduk... " Lalu Yuri pun duduk di bangku taman itu hingga sore hari... " Nona... Ini sudah Larut, bukankah seharusnya kita kembali?" Tanya Alfi
__ADS_1
" Haiihhh... Jika kau ku jadikan presdir dan mengurus perusahaanku.. Apa kau mampu??" Tanya Yuri dengan expresi datarnya " Apa nona?" Tanya Alfi tidak Yakin... " Sudah lah... Ayo kita kembali, aku rasa cukup untuk hari ini, aku yakin Rere pasti sngat lelah saat ini" Ucapnya bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju mobil... " Baik nona..." Alfie mengikuti Yuri dan membukakan pintu mobil untuk Yuri...
Dari kejauhan terlihat seorang pemuda yg tengah berjalan, pemuda tersebut memperhatikan Yuri,
" Bukankah itu Yuri?" Ucapnya lalu berjalan cepat dan menghampiri Yuri... Saat Alfi hendak menutup pintu mobilnya pemuda tersebut menghadangnya dan menarik Yuri keluar dari mobil... " Yuri apa kau baik2 saja???" Lalu menarik Yuri kebelakangnya,.. Yuri merasa bingung dan terdiam sejenak melihat tangannya yg di pegang erat oleh pemuda tersebut... " Kau bajing*n si*lan.." Kata pemuda itu lalu memukul Alfi... Sontak saja Yuri terkejut " Rain... Haha... Ini tidak seperti yg kau fikirkan..." Kata Yuri membantu Alfie berdiri... Ya Rain nama pemuda itu... Sahabat Yuri di komplek perumahan lamanya dan teman satu kelasnya sejak SMA dan mereka bahkan kuliah di jurusan yg sama... Rain adalah seseorang yg sama cerdasnya dengan Yuri.. Tapi karena orang tuanya hanyalah seorang petani di desa, ia pun harus berhemat agar bisa membayar uang sekolahnya, lalu Yuri meminta Ayahnya untuk memberikan Rain beasiswa hingga ia menyelesaikan kuliahnya.. Setelah Rain selesai kuliah Ia pun bekerja sebagai pegawai kontrak di sebuah perusahaan perfilman ternama,... Rain menjadi sekertaris pribadi CEO di perusahaan tersebut...
" Maaf... Aku tidak tau kalau Yuri sekarang adalah seorang presdir..." Kata Rain dengan tulus...
" Tapi sumpah,.. Aku benar benar mengira kau di culik paman ini" Ucap Rain blak blakan... Membuatnya di cubit oleh Yuri yg tengah mengompres memar di pipi alfi...
" Maaf.." Rain lalu terdiam..
" Apa kau tidak memiliki ponsel?? Bagaimana kau tak bisa mengetahui berita terkini keluarga Nagarasta...?" Tanya Yuri membentak Rain...
" Aku bahkan tidak sempat untuk makan siang karena pekerjaan ku..." Keluh Rain dengan expresi manjanya kepada Yuri membuat Alfi melihatnya geli... " Memangnya kau bekerja dimana? Bos macam apa yg membuat karyawannya tidak sempat makan siang?" Ucap Yuri kesal.. "AlfEverlasthing" Jawab Rain membuat Alfi merasa sedikit gugup... " Siapa bosnya biar aku temui dia sekarang... Perusahaan ku cukup besar untuk memberimu sebuah jabatan yg tinggi..." Kata Yuri berdiri..
" Sebenarnya aku belum pernah bertemu CEO katanya dia sedang melakukan tugas penting, bahka fotonya pun tak ada di internet, banyak yg bilang kalau CEO itu terlalu jelek, sehingga dia tidak berni muncul di publik" Jawab Rain dengan serius... " Siapa yg mengatakan itu? Mana mungkin seorang CEO sangat jelek...mungkin dia tidak go pulis bukan karena jelek, melainkan ada alasan lain..." Jelas Alfi agak Canggung membuat Yuri menatapnya menyidik... " Haha... Aku hanya menyatakan Argumenku... " Kata Alfi lg... " Baiklah, aku akan mencari tau siapa CEO itu, dan aku akan merebut mu darinya" Ucap Yuri berdiri dari duduknya... " Ohhh Yuriku syg.. Kau memang yg terbaik..." Ucap Rain sambil memeluk Yuri... " Hentikan... Kau bisa melukai presdir dengan tindakanmu..." Kata Alfi dengan tegas meremas tangan Rain membuat Rai kesakitan... " Baik2 lah baiklah... " Kata rain menahan sakit...
__ADS_1
Setelah mereka mengantar Rain pulang, Alfi pun mengantar Yuri kerumahnya... Di perjalanan pulang Yuri masih berfikir tentang CEO AlfEverlasting " Alfi... Apa menurutmu perkataan Rain benar?" Tanya Yuri kepada Alfi yg tengah menyetir... " Tentang apa?" Tanya Alfi " Tentang CEO itu... Apa benar dia sejelek itu?" Tanya Yuri lalu Alfie mengerem mobilnya dengan kaget... Sampai Yuri berteriak kaget...
" Apa kau gila? Kau mau membuatku cedera kepala?" Bentak Yuri memwgang dahinya yg terbentur di kurai depan... " Maaf nona kita sudah sampai..." Kata Alfi lalu alfi turun dari mobil dan membukakan Yuri pintu mobil.. Saat Yuri Turun dari mobil sambil memegang kepalanya lalu melihat tangannya "darah??" Kata Yuri dan Yuri pun langsung pingsan...