
"Kak Nata... Ayo kita kesana, sepertinya disana ada banyak kupu" Ucap Yuri kecil (11 tahun) menarik tangan Nata(alfi Remaja17tahun)
"Heii kalian berdua mau kemana? Aku ikut..." Teriak Yonki (20th) berlari mengejar mereka... "Kak Yonki,... Tunggu aku..." Teriak Yunho mengikuti... "Anak anak itu benar benar..." Ucap Roy sambil menyiapkan meja untuk mereka menyiapkan makanan piknik bersama Reinhart... "Ya mereka benar benar sangat aktif... Di usia remaja mereka..." Ucap Renald tersenyum... "Ayah... Ini tanda apa?" Tanya jello (15th) kepada ayahnya sambil menunjuk kearah peta yg tengah di pegangnya... " Itu, Artinya tempat berbahaya... Ada tebing disana" Jawab Reinhart tersenyum... "Bukankan mereka sedang kesana?" Ucap Jello menunjuk ke arah yunho yg berlari mengikuti saudaranya dan menghilang di antara pepohonan... Tanpa berkata apa2 Yudha dan Yurha saling menatap lalu mereka berlari mengikuti Yunho....
"Apa?" Reinhart kaget, dan segera memberi tahu Roy dan Renald...
"Yurriiii....." Terdengar teriakan sangat keras dari kejauhan... Membuat Roy, Renhart dan Rolan kaget menoleh kearah hutan...
"Kakak... Gawat, kali ini Ayah kita yg datang... " Teriak Jello berlari turun menghampiri para kakak nya, sementara Alfi berdiri menunggu mereka...
__ADS_1
"Kau Jemput Yuri, ingat hanya Yuri..." Ucap Roy kepada sekretarisnya yg menaiki speedbooth sementara Ia,Renhart dan Roland di kapal pesiar miliknya... " Baik tuan..." Jawab sekretarisnya dan pergi menghampiri kapal para Tuan muda
Kesembilan bersaudara itu pun berlari keluar untuk melihat kedatangan ayah mereka... "Apa yg mereka lakukan disana?" Tanya Yunho penasaran... "Itu tampak sangat mencurigakan... " Ucap yurha melihat dengan seksama... "Ahhh.. Bukan kah itu sekretaris paman Roy" Ucap Roland tersenyum "sepertinya aku memikirkan hal yg akan terjadi..." Ucap Yonki dengan raut wajah curiga... Saat sampai di kapal para Tuan muda sekretaris Roy masuk kedalam untuk menjemput Yuri... " Sekretaris jack..." Sapa Yuri sambil minum jus setelah sarapan... "Maaf nona..." Lalu sekretaris Roy menggendong Yuri di bahunya... "Heii apa yg kau lakukan... Aku akan melaporkanmu pada ayah... Aku akan membunuh mu..." Teriak Yuri meronta sambil memukul punggung jack "hei... Apa yg kau lakukan?" Teriak Reno Namun Yudha memegang bahu Reno dan memberinya isyarat untuk melihat ke arah para Ayahnya... Lalu Ayah mereka dengan kompak memberikan tatapan pembunuh sambil menggerakkan jari mereka di leher... "Kakak tolong aku... " Teriak yuri menatap para kakak nya... "Sebaiknya kau menurut dengannya..." Ucap Junha tersenyum kaku ... Lalu jack mendudukan yuri di speedboot dan membawa yuri ke ayahnya... Setelah sampai di kapal Ayahnya Yuri segera berlari ke Ayahnya... "Ayah, paman... Apa yg kalian lakukan... Kapal itu kehabisan bahan bakar, kenapa kalian tidak menjemput mereka?" Tanya Yuri... "Sayang... Apa kau baik baik saja?" Tanya Roy memeluk yuri ... "Aayaahhh...." Keluh Yuri dengan Manja... "Yuri sayang, kau harus membiarkan kakak kakak mu berolah raga sedikit..." Ucap Reinhart tersenyum... "Pamannn...." Ucap yuri menatap paman dan ayahnya yg tersenyum jahat, lalu Roy meminta jack mengambilkan Penyuar suara, "kalian... Sebaiknya kalian melakukan pemanasan sebelum berenang... Jika kalian ingin pulang..." Ucap Roy tersenyum
"Sudah ku duga... Para Rubah tua itu benar benar tau cara menyiksa anaknya..." Ucap Yonki kesal.. Lalu ia membuka jas dan celana panjangnya, membuka kemejanya dan memamerkan ototnya, juga Absnya... Hanya mengenakan boxer... "Apa? Kalian tidak ingin pulang?" Ucap Yonki menatap para saudaranya yg masih terdiam melihatnya aneh...
Beberapa hari kemudian... "Wahh sudah lama ya kita tak berlibur dan bersenang senang..." Ucap Junho sambil menikmati minuman di Bar milik Yonki... "Apa Ayah dan paman akan baik baik saja?" Tanya Jello penasaran "mereka Dirut nya, kita hanya CEO... Anggap saja ini pembalasan yg tepat..." Ucap Yonki tersenyum jahat... "Wahhh... Wah... Kalian para anak Durhaka benar benar keterlaluan, menyiksa orang tua kalian" Ucap Yuri duduk di tengah tengah Yudha dan Randi... "Heiii gadis kecil... Apa yg kau lakukan di tempat seperti ini?" Tanya Randi menatap yuri Tajam... "Alfi bawa anak ini pulang..." Ucap Yurha melihat kearah Alfi... "Heii kalian aku Juga sudah dewasa..." Ucap Yuri mengambil gelas minuman... "Yuri jangan minum itu" Teriak Yonki namun terlambat... Lalu para tuan muda menatap Yonki "itu jus jeruk tapi berisi CEYLON" Ucap Yonki tersenyum canggung... "Wah ini jus apa? Rasanya aneh tapi enak..." Ucap Yuri melihat kegelasnya yg sudah kosong lalu para kakaknya melihat kearahnya... "Yuri apa kau baik baik saja? Tanya yudha melihat yuri " Kak... Kenapa kakak ada dua? Apa kakak punya saudara kembar? Tanya yuri tersenyum... "Haaiiisss... Anak ini benar benar..." Ucap Reno kesal lalu meminum minumannya... "Kalian... Jika kalian tidak memiliki pacar dalam waktu Sebulan, aku akan meninggal kan kalian dan menikahi Alfi" Ucap Yuri dalam keadaan mabuk... Lalu semua Tuan muda melihat kearah Alfi... "Haha tuan... Nona sedang mabuk... " Ucap alfi canggung... "Yuri kau mabuk ayo kita pulang" Ucap Yunho berusaha membawa Yuri... "Apa yg kau katakan kan... Akubtidak mabuk, aku tak pernah minum alkohol..." Ucap yuri sambil mengambil minuman dan meminumnya dalam satu tegukan... "Wah anak ini benar benar..." Yonki meminum minumannya dengan kesal lalu yg lain pum meminum minumannya sambil mendengarkan Yuri mengoceh... "Hei kau... Kemari" Ucap Junha memanggil sekretarisnya... "Aku ingin kau mencari tau informasi polisi wanita yg bernama Rubi, dan besok pagi aku ingin itu sudah ada" Ucap Junha lalu terjatuh disofa dan tertidur... "Aku juga.. Aku juga... Sekertaris ku tersayang... Aku juga mau info jaksa itu..." Ucap Randi yg juga sudah mabuk... "Dia sangat cantik..." Ucapnya sambil minum lalu ia pun tertidur... "Kalian bawa para tuan muda ke kediaman masing masing... Jangan sampai para Dirut dan tuan Nagarasta mengetahuinya... Jika tidak para tuan muda akan mendapatkan hukuman lg..." Ucap Jack sekretaris Roy yg baru saja tiba karena Alfi mengirim pesan padanya... " Baik Tuan..." Jawab para sekre taris... Lalu Alfi mendekati Yuri untuk memapahnya "hei.. Jagan coba coba menyentuh adikku" Ucap Yurha yg setengah sadar memegang tangan alfi, lalu ia tertidur lg... "Terimakasih jack..." Ucap Alfi lalu pergi sambil menggendong yuri "sama sama tuan" Jawab jack lalu pergi mengikuti alfi di belakang...
Sesampainya di rumah Yuri Alfi membawa Yuri kekamarnya... Hendak membaringkannya di tempat tidur... Namun karena terpeleset Alfi terjatuh di tempat tidur dan membuat Yuri menindihnya... "Bear... Kenapa tubugmu keras?" Ucap Yuri yg mabuk mengira Alfi adalah boneka beruangnya... Alfi pun melihat boneka itu lalu tersenyum... "Bear... Apa kau memaikai baju?" Ucap yuri lagi meraba raba tubuh Alfi saat tangan yuri hendak sampai di perut alfi, alfi menghentikan tangan Yuri... "Yuri,.. Sebaiknya kau jangan memancing Bear untuk bangun..." Ucap Alfi lalu memindahkan tubuh Yuri... Dan melepas sepatunya... Alfi terkager saat Yuri terbangun dan berdiri di sampingnya... "Bear aku merindukanmu..." Ucap yuri lalu mencium bibir Alfi, yg membuat mata Alfi melebar seolah waktu sesang berhenti ... Lalu Yuri kembali tertidur, sebwlum yuri terjatuh dengan sigap alfi memeluknya... Alfi pun menyelimuti Yuri, dan ia segera pergi dari kamar Yuri...
__ADS_1
Alfi kembali ke apartemennya... Namun saat ia sampai dirumah expresinya berubah saat melihat Alrea ada di ruang tamunya... "Darimana saja kau?" Tanya Alrea sambil membaca majalah.. "Apa yg kau lakukan dirumahku?" Tanya Alfie mengambil majalah yg di baca Alrea... "Aku hanya ingin menemui adikku, apa aku salah?" Tanya Alrea menatap Alfi sambil tersenyum... "Bawa dia pergi dari sini, dan jangan biarkan siapa pun masuk kerumahku tanpa seizinku..." Ucap Alfi kepada pelayannya... "Hooo... Adikku sangat kejam..." Ucap Alrea berdiri... "Lakukan pejerjaanmu dengan benar, jika kau tak ingin aku merebut posisimu..." Ucap Alrea berbisik pada Alfi lalu pergi... "Aarrrggghhhh....." Alfi berteriak dan membanting vas bunga yg ada didekatnya... Lalu Alfi pun pergi kekamarnya dengan ksal ...
"Aaauuhhh...." Kepalaku... Ucap Yuri bangun dari tempat tidurnya menuju dapur untuk mengambil air "Apa yg terjadi? " Ucapnya bingung... "Aauuhhh kepalaku..." Menyentuh kepalanya yg sakit...
"Bukankah aku hanya meminum jus?" Ucapnya bingung berusaha memgingat kejadian semalam... "Aahhh... Entah lah " Ucapnya lg lalu pergi kekamarnya untuk bersiap kekantor.
Di tempat lain."Ahhhh... Ini benar benar melelahkan, Aku harus menyelesaikan semua pekerjaan bosku, yg bahkan aku belum pernah melihatnya..." Ucap Rain kesal... Duduk di meja DIRUT sambil mengerjakan semua pekerjaan Alfi... "Kau?..." Alrea kaget saat melihat Rain duduk di kursi Alfi "Ahhh...Nona," Rain menghentikan ucapannya saat melihat Alrea... "Nona malam" Ucap Rain menatap Alrea, lalu expreai Alrea berubah menjadi canggung seperri ia mengingat seauatu "Wahhh dunia ini begitu sempit ya." Ucap Alrea dengan angkuh,Namun Rain hanya terdiam menatap Alrea dengan pesona ketampanannya"Sebaiknya aku pergi" Ucap Alrea meninggalkan Rain"Wahhh wanita itu benar benar angkuh" Ucapnya lalu kembali mengerjakan pekerjaannya.
"Yuurriiii..." Ucap para tuan muda kompak, saat terbangun di kediaaman maaing masing...
__ADS_1