Bidadari Sembilan NYAWA

Bidadari Sembilan NYAWA
pesta topeng berujung penjara


__ADS_3

" Jangan jangan salah satu dari mereka adalah tuan muda keluarga wijaya" Ucap seorang reporter yg sontak membuat suara kamera saling berlomba memotret mereka berdua ...


" Tuan muda,... Kenapa kau menyembunyikan identitasmu?" Tanya rain kepada alfi berbisik smbil berjalan di karpet merah


" Tidak ada alasan... Hanya saja mereka saja yg tak tahu tentangku .." Jawab Alfi dengan wibawanya... Saat mereka berdua sampai di pintu aula pesta mata mereka tertuju pada seorang gadis yaitu Yuri " Sangat indah..." Ucap mereka bersamaan lalu mereka pun saling menatap ... "Haha... Maksudki ruangan pesta ini sangat indah" Jelas Rain mengelak... " Rain..." Sapa Yuri dari kejauhan "kenapa? Kenapa si bodoh ini yg disapanya? Apa aku tidak terlihat" Ucap alfi dalam hati dengan kesal .. Lalu alfi berjalan menghampiri Alrea... " Selamat ulang tahun kakak... " Ucap alfi menyerahkan sebuah hadiah " Terimakasih" Jawab Alrea singkay dan swdikit Jutek... " Jawab dengan benar... " Kata Brian Wijaya menyenggol bahu Alrea "ayah..." Keluh Alrea "Nata.. Ibu kira kau tak akna datang..." Ucap Renata memeluk Alfie... " Aku hanya sedikit senggang..." Jawab Alfi cuek

__ADS_1


Lampu aula di mtikan lalu pesta pun di mulai, para orang tua pergi keruang perjamuan sementara anak muda semua berkumpul di aula untuk berpesta " Rain.. Ku kira kau tak akan datang" Tanya Yuri kepada Rain yg susuk di sampingnya "hahhh... Awalnya ku tak ingin datang... Tapi, boaku yg gila itu menyeretku kesini..." Jawab rain sambil menghela nafas... " Hei kau... Jauhi adikku" Ucap Yurha berdiri di hadapan Yuri dan Rain bersama Reno dan jello... "Kakak, apa kau sudah tak waras??? Dia temankku, sahabatku saat sekolah dan kuliah..." Ucap Yuri kesal... " Ohh baiklah, lagi pula aku tak mengenalinya... " Jawab Yurha dingin lalu dusuk di antara Yuri dan Rain... " Permisi apa kau bisa geser sedikit?" Ucap Reno membuat Rain canggung lalu bergeser kepinggir... " Yuri, aku sebaiknya berkeliling... " Kata Rain pergi karena Canggung saat ada para kakak Yuri yg dominan " Apa kalian tak bisa berhenti menggangguku?" Bentak Yuri... " Kami hanya melindungi mu, tidak mengganggu kok" Jawab Jello sambil meminum sampenye.. " Sebaiknya aku pergi saja" Kata Yuri beranjak meninggalkan ketiga kakaknya itu "anak itu, apa dia tak tahu seberapa khawatirnya kita sebagai kakaknya" Ucap Reno sambil menghela nafas " Dimana Yuri? Apa kalian melihatnya?" Tanya Yonki... "Sepertinya dia sudah tak menganggap kami sebagai kakaknya" Jawab Renobdengan raut wajah sedih... " Haaiihhh... Anak itu" Keluh Yunho


" Wah Villa ini begitu luas..." Kata Rain dengan kagum melihat pemandngan Villa yg sangat luas dari taman belakang sambil membawa segelas sampenye... Lalu tak sengaja Rain melihat seorang gadis yg duduk sendiri di taman melihat kearah bulan yg saat itu bersinar terang... " Permisi nona... " Sapa Rain tapi tak membuat wanita itu menoleh... " Nona.. Apa boleh aku menemanimu?" Tanya Rain lagi... " Silahkan, lagi pula tempat ini tak dipungut biaya" Jawab wanita itu dengan cuek " Haha... Iya, perkenalkan namaku Rain.. Aku sekretaris Tuan muda Wijaya " Kata Rain sambil menyodorkan tangannya " Cihhh..." Remeh wanita itu membuat Rain menjadi canggung "ahh maaf, ..." Ucap Rain menarik kembali tangannya, lalu saat wanita berdiri ia merasa pusing karena bnyak minum dengan sigap Rain menangkapnya " Nona... Apa kau baik baik saja?" Tanya Rain menatap mata wanita itu dari balik topengnya... " Ahhh aku hnya sedikit mabuk" Jawab wanita itu melepaskan pelukan Rain namun saat hendak melangkah wanita itu tak sengaja menginjak gaun panjangnya dan jatuh kearah Rain saat Rain menyadarinya keseimbangannya pun goyah dan mereka pun terjatuh wanita itu ter jatuh diatas tubuh Rain dan tanpa sengaja mencium bibir Rain... Rain pun kaget dan bola matanya membesar... Wanita itu lalu menatap Rain tak berapa lama saat ia tersadar ia segera bangkit dan pergi meninggal kan Rain yg masih berbaring di rerumputan... " Hah... Ciuman pertamaku, di bawa kabur oleh seorang wanita yg tak di kenal" Ucap Rain menyentuh bibirnya sambil menatap bulan purnama... " Sepertinya aku mabuk..." Ucapnya...


Di tempat lain Yuri berdiri di balkon sambil melihat kearah bulan purnama... "Bulan,... Tolong berikan kesembilan kakak lelakiku jodoh... Agar mereka tak menggangguku lg" Ucapnya sambil menghela nafas... " Mereka itu sudah terlalu tua untuk bersikap kekanakan di hadapanku" Gerutunya lg... Dari kejauhan Alfi memperhatikan sikap imut yuri dan tersenyum kecil... Lalu pandangan yuri teralihkan ke taman yg berisi air mancur di tengahnya... Yuri pun melangkah pergi menuju air mancur itu... Setelah sampai di taman Yuri tak melihat air mancur itu, karena ada labirin tanaman yg menghalangi Yuri pun masuk ke labirin itu namun ia tersasar, membuatnya kebingungan dan duduk dibrumput sambil menangis....

__ADS_1


Lalu alfi pun kembali ke villa " Bagaimana? Apa dia baik baik saja?" Tanya Tuan brian khawatir " Dia tersesat di taman labirin..." Jawab alfi singkat " Dia adalah cucu kesayangan tuan nagarasta... Bagaimana kita akan menjelaskan situasinya?" Ucap nyonya Renata... " Besok pagi saat aku keluar, aku tak mau melihat labirin itu ada ditaman..." Ucap alfi dengan tegas kepada seluruh pelayannya dan pergi menuju kamarnya...


Sementara Yuri di bawa kerumah sakit oleh semua kakaknya... Junha pun turun tangan memeriksa keadaan yuri ... Dan yg kain menunggu diluar tak berapa lama Junha keluar " Yuri hanya demam dan sedikit syok... Aku sudah memberinya cairan infus..." Ucap junha membuat semuanya merasa lega ... " Kak, aku merasa tak nyaman... Seperti akan ada bahaya..." Ucap Yunho kepada Randi yg berdiri di sebelahnya... Tentu saja, kita akan mendapat omelan dari kedua kakek itu" Ucap Yonki menunjuk kearah kakek Nagarasta dan kakek bimana... Mereka pun langsung berpindah tempat ke penjara,...


" Aku benar benar tak mengerti dengan orang kaya" Ucap seorang polisi kepada temannya... "Aku pun bingung, ketika mendapat telfon darurat itu... Ternyata aku harus memenjarakan 9 orang cucu konglomerat ternama yg bahkan berperan penting untuk kemajuan negara..." Keluh polisi tersebut... " Dan anehnya lg tertulis di laporan ini bahwa mereka di tuntut karena sudah membuat adik perempuan mereka demam" Tambah seorang polisi lainnya...

__ADS_1


" Hhaaaiihhh kedua pria tua itu benar benar..." Keluh yurha kesal... " Sudahlah kita pantas mendapatkan hukuman ini karena tak bisa melindungi Yuri yg malang..." Ucap Roland dengan santai.. " Kapan lg kita bisa dipenjara seperi ini" Tambah jello membuat yudha tersenyum kecil "baiklah... Kalu begitu kita nikmati permainan ini..." Ucap Yunho membuatnya mendaoat tatapan aneh dari para saudaranya... " Permisi.. Bisakah kami menghubungi pengacara kami?" Tanya Yonki kepada seorang polisi... Lalu mereka pun didatangi oleh pengacara mereka masing masing...


" Apa? Tidak bisa? Kalian adalah pengacara teebaik di negara ini... Tapi kalian tidak bisa membebaskan kami?" Bentak Yonki dengan keras.. "Permisi, kami dari kejaksaan, kami membawa surat perintah, mulai hari ini kalian akan di periksa oleh kejaksaan dan besok akan mulai sidang" Jelas seorang wanita yg adalah seorang Jaksa muda "nona... Apa aku bisameminta nomor ponselmu?" Tanya Randi sambil tersenyum membuat semua saudaranya menatap aneh... " Aaa... Maksudku namamu..." Sangkal Randi canggung... " Riana kim" Jawabnya menjabat tanga Randi lalu pergi... " Kakek Tua itu benar benar..." Gerutu Yurha kesal .. " Dia sangat manis..." Ucap Randi tersenyum bahagia... " Apa kau melihat ada yg menarik dari wanita itu?" Tanya Jello kepada Reno yg sibuk dengan ponselnya " Itulah kakakku,... Ini pertama kalinya diamelihat wanita garang, jadi dia menganggapnya manis" Jawab Reno membuat jello tertawa... " Tunggu, dari mana kau mendapatkan ponsel itu?" Tanya yunho penasaran... " Aku memintanya kepada polisi penjaga itu..." Jawab Reno dengan expresi santai " Wahhh... Benar benar anak ini..." Yurha menggeplak kepala Reno membuat Reno menatapnya sinis... " Apa kalian benar benar bodoh... Mana mungkin mereka akan menyita ponsel cucu orang terkaya nomor satu di negara ini..." Ucap reno dengan kesal... Lalu Junha beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju pintu jeruji... " Permisi, apa kami bisa mengambil ponsel kami?" Tanya Junha dengan lembut kepada seorang petugas yg tengah duduk di bangku meja kerjanya... " Apa menurutmu aku pembantumu?" Ucap petugas itu berdiri membuat Junha terpesona saat melihatnya, wanita dengan tubuh yg porposinal, cantik, dan rambut panjang yg tergerai membiat jantung junha berdetak kencang.. " Heiii... Apa kau mau diskors lg?" Kata seorang polisi pria menepak pundak polisi wanita itu dengan berkas yg di bawanya... "Aahh... Senior, tolong biarkan aku istirhat sebentar" Keluh gadis itu lalu bangkit dan membawa semua ponsel mereka memberikannya pada Junha... " Kalian orang kaya, penjarapun kalian gunakan seperti taman bermain" Ucap Gadis itu kesal lalu kembali ke meja kerjanya... Junha masih belum bergerak dari tempatnya dan masih menatap gadi itu dengan tatapan yg dalam... " Kak... Apa kau baik baik saja? " Tanya Yunho menghampiri Junha dan mengambil ponselnya... " Tidak, sepertinya aku sedang tak sehat" Jawab Yunha yg masih menatap polisi muda tersebut... " Letnan Rubi, tolong bawa berkas ini ke badan forensik untuk di periksa..." Kata seorang polisi memberi Rubi sebuah berkas " Siap komandan..." Lalu pergi dari ruangan tersebut... "Rubi...." Ucap Junha tersenyum


__ADS_2