
Yuri bangun dari tidurnya, lalu ia meraih ponselnya... Ada 1 pesan dari yurha "hidupkan tv" Kata yurha di pesan itu... " Aneh... Tumben bgt kak Yurha sms aki, biasanya langsung datang..." Ucapnya mengambil remote tv lalu menyalakan tvnya... "9 presdir muda di penjarakan oleh konglomerat no. 1 di negara ini, karena telah berusaha menyakiti cucu perempuannya hingga tak sadarkan diri" Ucap pembawa berita di dlam tv membuat Yuri terperanga... " Kakekkk.... " Teriak yuri membuat semua pelayan berlari memasuki kamarnya... " Nona sudah sadar, sya akan panggilkan dokter" Ucap pelayan itu mengambil ponselnya namun yuri berlari keluar menuruni tangga ... " Nona, nona baru saja sadar... Jgan berlari..." Teriak pelayan itu khawatir... " Kakek apa ini ?" Tanya yuri menghidupkan tv di hadapan kakeknya, karena semua chanel menayangkan berita tersebut " Aku hnya menghukum mereka..." Jawab tuan nagarasta dgan lembut lalu menaruh majalah yg di bacanya... " Tapi... Haaiihhh... " Yuri berlari ke kamarnya untuk bersiap siap... " Alfi kau dimana sebaiknya kau siapkan mobil untukku" Ucapnya sambil menuruni tangga... Ia pun berlari keluar dan langsung masuk kedalam mobilnya tanpa menyapa kakeknya... "Kita kekantor polisi..." Ucap Yuri membuat alfie tersenyum lalu menghidupkan mobilnya " Haihhh... Anak itu benar benar menyayangi kakak kakaknya..." Ucap kakek nagarasta melihat kearah mobil Yuri.. " Kalian ikuti mereka sebab di kantor polisi pasti akan ada banyak wartawan" Kata kakek Nagarasta kepada semua pengawal yg disiapkannya untuk Yuri "Baik Tuan" Jawab semua pengawal itu dan segera menuju ke mobil mereka.. Mengikuti mobil Yuri... Alfi melihat kearah spion mobil dan melihat dua mobil, lalu ia menghidupkan headset di telinganya... "Ketua kami mengawal nona, sebab di kantor polisi akan ada banyak wartawan... " Ucap pengawal tersebut... " Baiklah..." Sahut alfi lalu mereka melaju ke kantor polisi... Sesampainya disana benar saja wartawan sudah berkumpul disana dan segera berkerumun di depan mobil Yuri.. semua pengawal turun dari mobil dan menghalangi para wartawan... Alfi pun membuka pintu mobil untum Yuri... " Nona, apa kah ini siasat perebutan kekuasaan" Tanya seorang wartawan menghentikan langkah yuri... Lalu yuri berbalik... "Ki terlalu kaya untuk hal seperti itu, jadi jangan berfikir kekuasaan bisa menghancurkan persaudaraan kami" Jawab yuri dengan tegas membuat wartawan itu terdiam lalu yuri berjalan masuk ke kantor polissi... " Permisi ada yg bisa kami bantu nona?" Tanya Rubi petugas polisi wanita " Aku ingin mengeluarkan kakakku dari sini" Ucap yuri dengan wajah imutnya... " Hehe... Sepertinya kami tidak bosa melakukannya, karena mereka sekarang adalah tahanan kejaksaan ... " Jawab polisi itu sedikit canggung.. Alfi pun menghampiri Yuri setelah menerima tlfon " Nona, pegawai kejaksaan akan kemari membawakan surat pembatalan penyidikannya..." Ucap Alfi membiat Yuri bernafas lega... Lalu ia pun masuk untuk melihat para kakaknya... " Kakak..." Panggil yuri membuat semua kakaknya menoleh bersamaan "Yuri... Apa yg kau lakukan di tempat sepwrri ini?" Tanya yudha kawatir... " Aku minta maaf kak" Kata Yuri meneteskan airmata membuat semua kakaknya berdiri " Hei... Kenapa menangis... Kami baik baik saja kok..." Ucap Yunho mengusap airmata Yuri dari balik jeruji..
"Apa kau seorang bayi? Kenapa kau menangis seperti itu" Bentak Yonki sambil menangis... " Hei... Kau pun sama.." Ucap Reno menyenggol Yonki membuat Yonki segera membalikan badannya dan menghapus airmatanya... " Yuri, ini salah kami yg tidak melindungimu dengan benar... " Tambah jello membiat Yuri semakin sedih dan menangis dwngan keras " Huuaaa... Kakek benar benar kejam" Teriaknya kesal sambil menangis... " Hei hei... Jangan seperti itu, kau membuat kami katakutan" Ucap Roland tersenyum...
"Wahhh... Adegan derama kalian benar benar luar biasa..." Ucap Riana dengan senyuman sinis... Membuar Yuri menatapnya kesal... " Bebaskan mereka" Ucap Riana memberikan Rubi surat pembebasan.. Lalu Rubi pun segera membukakan pintu untuk mereka saat mereka keluar Yurha langsung memeluk Yuri dengan erat tanpa berkata kata... "Kakak..." Ucap Yuri lirih... Lalu mereka semua pun saling berpelukan... "Terima kasih Nona Riana.." Ucap Randi menghampiri Riana... Tapi Riana tidak memperdulikannya dan langsung pergi " Nona Rubi, apa aku bisa meminta no. Ponselmu?" Tanya Junha kepada Rubi yg tengah duduk di kursi meja kerjanya, Namun Rubi hanya menatapnya dan memberinya kartu nama... Junha pun tersenyum bahagia... Lalu Alfi mengiring mereka keluar dan menyuruh para pengawal bersiap... " Wahhh... Benar benar... Para orang kaya itu menganggap kantor kita ini taman bermain.." Ucap Rubi kesal... " Haiihhh... Aku pun sangat kesal... Karena mereka aku baru saja di marah oleh atasanku... " Ucap Riana mengeluh kesal... " Benar benar... Bahkan mereka pun dijemput dengan limosin " Ucap Rubi
__ADS_1
" Yuri apa kau baik baik saja?" Tanya Junha menyentuh kepala Yuri.. " Kak, aku hanya demam... Tentu saja aku baik baik saja..." Ucap Yuri tersenyum " Sungguh... Apa benaar kau baik baik saja?" Tanya yonki lg.. " Kak... Aku baik baik saja..." Jawab yuri tersenyum...
" Tuan muda, aku mendapat perintah untuk membawa kalian ke kediaman Nagarasta" Ucap Alfi "baiklah..." Jawab Yudha
Sesampainya di kediaman Nagarasta semua orang berkumpul Menatap kearah kesembilan pria muda yg baru saja memasuki ruang tengah kediaman Nagarasta... " Aaaa... Aayah ibu... Paman bibi... Ini bukan salah mereka... Ini tidak seperti yg kalian fikirkan" Ucap yuri berlari ketengah tengah keluarganya... " Kalian berdua benar benar ya... Bagaimana kalian bisa membuat adik kalian ditaman saat kalian menikmati pesta..." Junha dan jello di jewer oleh ibunya... " Kalian bertiga apa kalian tidak bisa menjaga seorang wanita...?" Bentak ayah Randi, Reno, dan Roland.. Membuat mereka terdiam menunduk... " Kalian berempat... Apa kalian ingin aku mematahkan kaki kalian?" Kata Ayah yuri menatap ke empat kakak Yuri tajam
__ADS_1
" Kalian jangan harap bisa lepas dari hukuman" Ucap Ayah Randi menatap anak2nya tajam..
"Nona apa kau baik baik saja?" Tanya Alfi kepada Yuri yg terdiam sedih " Aku ingin menjalani hidupku seperti orang Normal... Ingin di marah ingin di bentak... Bukan seperti ini... Kesannya aku menyiksanpara kakakku..." Ucap yuri panjang lebar membuat alfi tersenyum " Nona... Apa kau tau, di bentak sangatlah tidak enak, membuatmu merasa taknnyaman... Aku bahkan sangat iri denganmu, karena memiliki keluarga yg begitu menyayangimu... Sebab,... Aku tak pernah mendapatkannya dari keluargaku..." Ucap Alfi membuaat Yuri menatapnya " Ahhh maaf nona... Aku sudah terlalu banyak bicara" Kata Alfi canggung... " Hentikan mobilnya..." Ucap Yuri membuat alfi bingung... " Tapi nona..." Alfi melihat keara kaca mobil dan melihat tatapan Yuri " Baik nona..." Alfi pun menghentikan mobilnya di pinggir jalan... Lalu Yuri turun dari mobil alfi pun panik dan mengikuti Yuri... " Nona anda mau kemana?" Tanya Alfi mengikuti langkah Yuri " Aku hanya ingin duduk disini sebentar..." Jawab Yuri duduk di sebuah bangku taman, saat para pengawal mendekat Alfi memberi isyarat untuk mereka pergi menjauh " Amankan area sekitar..." Ucap alfi dari microfonnya .. Lalu semua pengawal pergi menjauh dan berjaga di setiap sidut taman... "Alfi... Besok aki ingin libur... Beritahu rere untuk menghendle semua kerjaan..." Ucap yuri " Baik nona" Jawab alfi " Alfi... Bisakah kau duduk di sampingku?" Tanya yuri melihat kearah alfi yg tengah berdiri di sampingnya " Tapi nona..." Alfi terlihat canggung, lalu yuri pun menarik tangan alfi dan membuatnya duduk... Waktu alfi pun terasa berjalan sangat lambat smbil ia menatap wajah cantik yuri... "Alfi.. Aku lelah..." Ucap Yuri menyandarkaan kepalanya di bahu alfi... Alfi pun menjadi canggung, dengan badan tegaknya yg kaku... " Nona apa kau baik baik saja?" Tanya alfi pada yuri yg terdiam " Biarkan aku tidur sebentar saja di bahumu..." Ucap yuri membuat alfi terdiam setelah beberapa menit alfi tak melihat pergerakan dari yuri alfi pun diri untuk melirik wajah yuri namun Wajah yuri terlihat memerah alfi pun panik, dan menyentuh wajah yuri ternyata yuri demam lg, saat alfi hendak memberitahu semua bawahannya yuri menahan tangan alfi... "Apa kau ingin mereka di penjarakan oleh kakek?" Ucap yuri membuat alfi berfikir teantang perkataan yuri " Auruh mereka semua pulang dan bawa aku ke villa scarlate... " Ucap yuri dengan lemah " Kalian diperintahkan pulang oleh nona..." Ucap alfi di microfonnya... Membuat semua ajudan melangkah pergi dari posisi mereka... Saat alfi melihat semua bawahannya pergi alfi pun mengendong yuri yg lemah dan segera melaju ke villa scarlate... Villa secarlate adalah salah satu villa milik Yuri dan disana tidak ada siapapun sebab semua pelayan disana hanya datang untuk membersehkan tapi tidak tinggal disana... Sesampainya di villa Alfi segera membawa Yuri kesalh satu kmar dan menidurkannya... Lalu Alfi mengambil air dan mengompres kening Yuri... Setelah itu Alfi keluar dan menelfon seseorang "Rain segera hubungi dokter Allen kaatakan ini darurat, aku akan mengirim lokasinya padamu..." Ucap alfi membuat Rain bingung... " Siapa dokter alen??" Rain bingung...blalu Rain bertanya kepada direktur pemasaran... Dan Rain pun segera menemui doktr allen dirumahnya sebab tadinya rain pergi kerumah sakitnya tapi ia sedang cuti...
"Tuan ada tamu katanya sekretaris tuan Nata, dan katanya darurat.." Kata pelayan itu membuat Allen menaruh play stiknya dan segera mengambil semua peralatan kedokterannya lalu berlari keluar setelah sampai diluar ia menyadari seauatu dan balik kedalam " Kau sekretarisnya Nata kan? Ayooo..." Ucap Allen membuat Rain bingung dan ikut berlari mengejar alen mereka pun menuju lokasi yg di berikan alfi... Setelah sampai disana mereka pun masuk " Kmu bukannya Ajudannya Yuri?" Tanya Rain saat melihat alfi menyambut mereka " Alfi pun bingung dan terdiam... "Ajudan..,???" Allen menatap alfi... " Haha.. Iya dokter aku Ajudan nona Yuri... " Jawab Alfi tersenyum paksa... " Dimana tuan nata... Apa dia baik baik saja?" Tanua Rain lg " Aaa... Tuan nata tadi dia katanya akan ke kantor jadi dia buru buru pergi... " Jawab alfi canggung " Lalu... Brarti yg sakit???" Rain berlari kedalam dan memeriksa setiap kamar... Dan saat membuka kamar trakhir Rain melihat yuri terbaring demam... Alfi dan allen mengikuti Rain sambil Allen menatap alfi bingung... " Yuri... Apa kau baik baik saja?" Tanya Rain menyentuh pipi Yuri " Apa kau sudah memberi tahu keluarganya?" Tanya Rain pada Alfi " Dia tak ingin memberitahu keluarganya, sebab akan terjadi kekacauan..." Jellas alfi lalu Allen memeriksa keadaan Yuri... Setelah allen memerisanya alen pun menjelaskan kalau Yuri hanya kelelahan alfi dan Rain pun merasa tenang " Jaga dia baik baik... Aku akan kembali ke kantorku, sebab aaku sangat ingin melihat bosku ..." Ucap Rain melangkah pergi lalu Alen menatap alfi... " Haiihh sudah pergi saja .. Nanti ku jelaskan..." Ucap alfi mendorong allen
__ADS_1
Setelah di perjalanan pulang Allen masi penasaran " Heii.. Kau benar benar belum pernh bertemu dengan bos mu..." Tanya allen penasaran " Sebenarnya kami pernah bertemu... Tapi aku tak melihat wajahnya karena saat itu ia mengenakan topeng... " Jawab Rain membiat allen tertawa
" Pa, apa yuri baik baik saja?" Tanya ibu yuri pada suaminya " Tenang saja ma... Alfi pasti melindunginy..." Jawab ayah yuri tersenyum...