Bintang Milik Angkasa

Bintang Milik Angkasa
BAB 10 : LUKISAN API CEMBURU


__ADS_3

...Please kasih like sama [koment] dulu ya biar author tau kalau masih ada yang nungguin author up...


...******...


"SURPRISE!"


Kelima cowok tampan itu terkejut kemudian berbalik menuju sumber suara, tepat di belakang mereka. Di sana tiga perempuan berdiri dengan cengiran bahagianya yang baru saja membuat lima pria itu cemas dan khawatir akan pesan yang dikirimkannya.


"Bintang..."


"Jeshna..."


"Sena..."


Kompak mereka memanggil nama ketiga gadis itu ketika menatap wajah mereka yang tersenyum tanpa dosa bagai tak menyadari kesalahannya.


"Kalian baik-baik saja?" tanya Alan dengan wajah kebingungan bersama para temannya.


"Of course, kita baik-baik saja, karena tadi itu cuma bentuk mengajak kalian ke sini untuk surprise yang akan di berikan oleh Sheen." jawab Jeshna tersenyum tipis.


"Jadi, kalian gak kenapa-napa? Gak sesak nafas kayak yang lo kirim, kan, Na?" tanya Kaindra yang sudah merubah kembali tatapannya menjadi.. tajam dan raut wajahnya yang datar.


Hey, mereka itu sudah cemas setengah mati dengan nasib tiga cewek yang baru saja menelepon mereka tanpa henti dan mengatakan bahwa kondisinya sedang tidak baik baik saja yang kini bahkan berdiri di hadapannya seraya mengatakan surprise? Benar-benar memancing rasa kesal dalam diri.


Melihat itu Sena mulai kelabakan, "So-sorry, gue cuma pura-pura sakit aja biar kalian ke sini."


"Tindakan kalian gak lucu tau gak?" sarkas Angkasa sudah dengan ekspresi seriusnya membuat bulu kuduk ketiga gadis itu berdiri merinding takut.


"Kesehatan itu bukan bahan candaan. Kalau gak ada yang percaya sama kalian kalau ketika sakit gimana? Jangan main-main sama kesehatan." pesan Angkasa tegas.


"Iya, gue minta maaf. Salahin aja si Sena nih, dia yang buat rencana pura-pura sakit," ujar Jeshna menunjuk Sena yang berada di sebelahnya. Tak mau disalahkan.


"Dih,"


"Katanya mau tanggung jawab kalau mereka marah?" sindir Sheen membuang pandangan.


Sena semakin panik, tapi akhirnya memilih pasrah saja menanggung akibat dari rencana yang dibuatnya.


"Iya, salah gue. Gue minta maaf udah bohong sama kalian berlima. Sheen mau memberikan surprise dan gue rencanakan ini biar seru aja gitu. Sorry kalau udah buat kalian khawatir," sesalnya memberikan wajah lesu.


"Ya udah, jangan gitu lagi."


"Iya."

__ADS_1


"Jadi, apa surprise nya Sheen? Gue kepo nih." penasaran Daniel yang sudah menghilangkan wajah sangarnya.


Gadis cantik itu menatap juga menunjuk lukisan yang ditutupi oleh kain putih, "Itu surprise buat kalian. Sorry kalau hasilnya gak memuaskan." kata Sheen merendah.


"Coba lo buka, Ka." perintah Kaindra pada Angkasa yang langsung mendekati kain putih itu. Dalam hatinya ia bertanya-tanya akan sesuatu dibaliknya. Apakah ini sebuah lukisan?


"Gue buka ya.."


Sret!


"WOWW!!"


"OMG!!"


"KEREN ANJIR!"


"LUKISAN SIAPA INI WOY!?"


"INI GAMBAR KITA PAS MAIN BASKET!?"


Respon mereka membuat bibir Sheen tersenyum lebar. Ia senang bahwa mereka menyukainya walau hanya dari ekspresi wajah.


"I-Ini lukisan lo, Bintang?" tanya Angkasa tergugu kaget melihat hasil lukisan yang sangat cantik di hadapannya. Perpaduan warna dengan gambar terlihat begitu serasi dan menampilkan keindahan yang dapat menembus hati siapapun yang menatapnya.


"I-itu.." ucapan Angkasa tergagap.


Sial! Ya kali gue harus jujur kalau gue cemburu. Gue kan ngiranya lo lagi gambar cowok lain selain gue makanya mending gue rusakin aja kanvasnya sekalian. Tau nya lo gambar gue sama Vega Squad. Ck! Mau ditaro dimana muka gue? bathin Angkasa malu.


"Dih, gagap lo. Gini Sheen, si Angkasa itu ngerusakin kanvas lo karena ngiranya lo itu melukis cowok lain, biasa cemburu dia." papar Daniel yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang ketua.


"Bacot lo."


"Malu dia, kkk~"


Sheen tersenyum tipis mengetahui bahwa Angkasa cemburu karena mengiranya sedang melukis orang lain. Toh, sebenarnya Sheen juga suka melukis orang lain terutama sang kakak yang selalu menjadi objek lukisannya yang sudah memenuhi ruang lukisan di rumahnya. Apakah pria itu juga akan cemburu? Hadeuh...


"Udah udah, aku cuma ngasih lukisan ini buat kalian dan izin upload videonya nanti untuk ekskul atas respon kebahagiaan yang kalian tunjukkan. Jadi, lukisan gue diterima?"


"Tentu kita terima."


"Kalau perlu kita pajang aja di dinding sana aja, biar semua yang masuk bisa lihat lukisan itu." usul Michael yang disetujui semuanya.


"Gue setuju."

__ADS_1


"Thanks ya, Sheen."


"Santai. Makasih juga udah mau nerima lukisan aku yang gak terlalu bagus ini."


Angkasa mendelik, "Gak bagus apaan? Sok merendah lo. Jelas-jelas bagus kayak gini, hampir menyerupai pelukis handal. Gue beli deh lukisan lo pakai harga mahal. Berapa?"


Sheen terkekeh merdu, "Apaan sih, gak usahlah. Aku ikhlas kok kasih lukisan ini buat kalian. Gak usah bayar buat temen, mah."


"Kalau gue cari pelukis buat lukisan di mansion gue, gue hubungi lo boleh gak, Sheen?" tanya Alan memberikan senyum bangga.


"Boleh, tapi ya kayak gini aja lukisan aku. Bukan kayak pelukis internasional yang bagus banget. Tapi kalau tetap mau gue lukis, ya ayo aja." jawab gadis itu dengan ramahnya.


"Gue tetep minta lo buat lukis."


"Siap, nanti kasih aja objek gambarnya sama keterangan yang lo mau buat lukisannya."


"Makasih ya, Sheen."


"Gue juga mau dong."


"Lah, gue juga mau."


"Pokoknya gue juga mau lukisan lo."


Permintaan dari Vega Squad membuat tawa Sheen tercipta dengan hangat. Hatinya merasa sangat senang dan bahagia bahwa lukisan miliknya diakui oleh kelima cowok tampan itu. Biasanya hanya kedua sahabatnya dan keluarganya yang memberikan pujian itu padanya tapi sekarang orang lain pun mengakui lukisannya indah. Sheen sangat bersyukur, tidak dianggap sebelah mata lagi.


Atmosfer kebahagiaan itu nyatanya tak sampai pada dua orang yang sedang mengintip perbincangan mereka. Bahkan atmosfer kebencian menguar dari keduanya melawan atmosfer kebahagiaan yang tercipta.


"Vega Squad beda ya kalau sama Sheen, Jeshna, dan Sena. Padahal mereka baru saja dekat akhir-akhir ini, tapi Sheen bisa membuat Angkasa cemburu hanya karena salah paham mengira cewek itu melukis cowok lain." kata cewek berambut gelombang hitam itu.


"Bacot lo, Ry." kesal cewek satunya lagi dengan rambut cokelat panjang yang cantik dan indah. Dia, Graz! Menatap Cherry sahabatnya dengan emosi kesalnya.


"Lah, gue bener kok. Sejak High school, kita satu kelas sama Angkasa, tapi lo bahkan gak bisa buat dapetin dan dekat sedikit pun sama dia."


"Fu*k! Kesabaran gue udah habis sama lo, Sheen. Gue bakal bales dendam sama lo. Liat aja, lo itu gak ada apa-apanya di hadapan gue, loser."


"Cabut."


Maaf baru bisa update karena author mulai sibuk lagi masuk kuliah. Diharap terus ditunggu ya setiap update nya.. lop u ʕ´•ᴥ•`ʔ


...JANGAN JADI PEMBACA GELAP!!!...


Jangan lupa di support Author nya ya dengan Like, koment yang baik. Masukin favoritnya juga ya cantik.. Di kasih vote juga hadiah lebih bagus. Terima kasih (◍•ᴗ•◍)❤

__ADS_1


...LEBIH DARI 2 KOMENT AKU UP BAB BARU...


__ADS_2