Bintang Milik Angkasa

Bintang Milik Angkasa
BAB 7 : SI GALAK


__ADS_3

Beberapa menit yang lalu bel pulang sekolah telah berbunyi dan para siswa memilih langsung pulang ketimbang berlama-lama di sekolah. Berbeda dengan gadis cantik berjilbab itu yang masih semangat mencatat tulisan di papan tulis.


"Sheen, ayok lah buru!" seru Sena berdiri tak sabaran menunggu Sheen yang masih tengah menulis dengan buru-buru. Ia pingin cepat sampai di rumah, ngadem di bawah AC yang dingin. Asli suhu siang ini panas banget parah.


"Kalem, satu kalimat lagi, nih. Kagok," balasnya tanpa mengangkat kepala.


Pulang sekolah hari ini tepat pukul 11 siang dikarenakan adanya rapat guru dan rencananya setelah pulang sekolah mereka akan mengerjakan tugas fisika yang diberikan lusa kemarin oleh Pak Tama.


"Di rumah lo kan jadinya, Na?" tanya Jeshna berdiri menyandar pada tembok dengan gaya coolnya.


"Yoi. Biar kagak sepi mulu rumah gue,"


"Yang lain boleh pada ikut kagak, Na?" Daniel menatap ke arah Sena bersama Sheen yang sudah selesai mencatat dan merapihkan peralatan belajarnya.


"Yang lain?" tanya Sheen tak mengerti.


"Vega Squad, Kaindra, Michael, sama Alan, maksud gue. Boleh gak, Na?"


Sena tersenyum lebar, "Boleh dong! Mereka ikut aja biar tambah rame. Wih, pasti seru banget cuy! Biasanya cuma Sheen sama Jeshna doang, sekarang rumah gue bakal rame banget. Yes!" cerewetnya penuh semangat. Mengepalkan tangannya tanda bersemangat yang menggebu.


"Kita mau belajar bukan main-main," Sheen menggendong tasnya menatap Sena datar. Hey, mereka ini mau belajar bukan mau main. Mana bisa belajar kalau rame-rame gini? Aduh!


"Biarin lah, Sheen. Biar gak bosen nanti belajar doang. Pokoknya semua ikut, gue yang bolehin titik gak pake koma," kekeuh gadis imut itu tak mau dibantah. Ya mau gimana lagi selain membolehkannya pasrah.


"Okay, gue udah chat mereka bertiga dan lagi nunggu di parkiran," terang Daniel membuat semuanya bersiap menuju parkiran.


"Hm," dehem Angkasa setuju yang sedari tadi hanya diam.


Sesampainya di parkiran, masih tersisa banyak motor - mobil yang berarti masih banyak siswa yang memiliki urusan di sekolah. Semoga dengan dia dan sahabatnya yang pergi dengan Vega Squad tidak memicu banyak berita bahkan sampai ke kakak kelas. Itu akan sangat memalukan dan Sheen tidak menyukai dirinya terkenal di antara teman-temannya yang lain.


"WOI! DI SINI!!" teriak Alan tak tau malu.


Baru saja dirinya bermonolog agar tidak memancing keributan, ini malah Alan yang berteriak membuat siswa di sana kompak menatap ke arah mereka dengan berbisik. Mulai deh gosipnya!


"Gak usah teriak, anjir!" umpat Michael menutup telinganya begitu Alan berteriak.


"Hampura atuh nya,"


"Gue sampai sekarang masih gak rela pak bos sama lo satu kelas sama Sheen. Enak banget, anjir." kesal Kaindra menunjukkan wajah cemberutnya melihat Sheen berjalan bersama Angkasa ke arah mereka.


"Iya dong. Rejeki anak sholeh, bro." sahut Daniel memukul dadanya bangga.


"Terima nasib aja." balas Angkasa membuka mulut seraya tersenyum sombong.


Dih, sombong, bathin Sheen memutar matanya jengah.


"Malah ngeledek lagi lo,"


"Bodo,"


"Udah udah, sekarang kita siap-siap aja buat ke rumah Sena biar pulangnya gak sore. Kalian naik apa? Aku, Sena, sama Jeshna naik mobil punya Jeshna," lerai Sheen tak mau semakin membuang waktu. Ini siang hari dan sangat panas. Skincare mahalnya nanti akan percuma.


"Kita naik motor. Nanti Daniel, Alan duluan jaga mobil dari depan baru mobil kalian dan di belakang gue, Kaindra, sama Michael. Jagain dari belakang," jelas Angkasa panjang lebar.


"CK! Gak perlu dijagain. Gue jago bawa mobil," bantah Jeshna tak mau diremehkan sebagai perempuan. Apalagi ini masih siang, tidak perlu penjagaan seperti itu. Jalanan yang mereka lewati itu jalan besar yang ramai akan masyarakat. Jadi, insyaallah tak ada hal buruk terjadi asal baca doa.


"Gue gak denger. Gas langsung ke motornya masing-masing." Angkasa berjalan ke arah motornya mengacuhkan perkataan Jeshna.


"Nyebelin lo!"


"Baru tau? Sabar sabar aja emang kalau ngomong sama Angkasa. Memang begitu anaknya. Nih, liat kesabaran dalam hati gue, udah setebal tembok Cina karena hidup bareng mulu sama dia." sahut Michael dengan omongan absurd nya.


"Lo, tolol." Kasar Jeshna memutar matanya tak habis pikir dengan tingkah absurd Michael sambil berjalan menuju mobil putihnya di parkiran. Meninggalkan Michael yang cengo ditertawakan oleh ketiga sahabatnya.


"Gue? Tolol?"


"Masa gak ngerasa sih? Mana ada kesabaran dalam hati yang bisa diliat pake mata, bego. Sumpah El, lo. bego. banget." ledek Kaindra menekan setiap katanya sambil tertawa ngakak menuju motornya.


Sheen hanya menggelengkan kepalanya seraya terkekeh lembut menyusul Jeshna menuju mobilnya. Gadis cantik itu lebih menyukai duduk di belakang ketimbang di depan. Kepalanya terasa lebih pusing dan mual jika duduk di depan sehingga Sena lah yang sering duduk di depan menemani Jeshna menyetir layaknya pembalap.


Melihat dua motor sport berwarna hitam di depannya membuat Sheen menyadari bahwa mereka adalah sebuah genk keren yang dipaparkan dalam novel yang suka ia baca. Ternyata mereka memang terlihat sekeren itu di mata Sheen. Begitupun dengan 3 motor sport yang berada di belakangnya. Sheen juga baru menyadari bahwa motor sport Angkasa warnanya berbeda dengan teman-temannya. Merah. Sedangkan keempat motor Vega Squad itu berwarna hitam. Ketua yang terlihat sangat mencolok.


Alhamdulillah jalanan menuju rumah Sena tidak macet sehingga mereka bisa sampai dengan cepat. Jujurly, selama perjalanan tadi Sheen merasa malu karena mereka menjadi pusat perhatian para pengguna jalan karena motor Vega Squad yang begitu mencolok dengan suaranya.


"Yuk, guys masuk. Kebetulan bonyok gue juga pada belum balik termasuk kakak sama adik gue. Jadi, anggap aja rumah sendiri," ucap Sena yang membolehkan semuanya untuk masuk.


"Assalamualaikum." Kompak semua memberi salam agar menghormati pemilik rumah.


Seperti biasa mereka mengerjakan tugas kelompok di ruang tengah dengan berbagai cemilan yang sudah di sediakan. Dan kerja kelompok pun di mulai. Jika kalian satu kelompok dengan Sheen, maka bukan tugas kelompok namanya kalau ada yang tidak mengerjakan dan tidak mengerti. Semuanya harus mengerjakan dan wajib mengerti. Baru namanya efektif.


Benar saja, ruang tengah ini menjadi sangat berisik karena ketiga orang itu yang adu omongan sambil bermain game di ponselnya masing-masing. Berbagai snack terlihat berceceran di lantai ulah mereka.


"Anjing! Ndra, bantuin gue elah bukannya kabur!"


"Bacot! Gue bantuin lo juga ini!"


"Woy! Gue hampir mau mati nih, anjir!"


"Lo bertiga bisa diem gak? Berisik!" tegur Angkasa tak suka waktu belajarnya diganggu. Apalagi sama Sheen, ya gak? Cie... wkwk!

__ADS_1


"Iya-iya, sorry. Dah sana belajar lagi biar pinter,"


Daniel mendelik kesal, "Najis lo!"


Suasana pun akhirnya hening dan mulai fokus kembali belajar. Tugas mereka hampir selesai dan beberapa pun sudah di mengerti.


Perlahan mata Sheen memandang wajah Angkasa yang berada di depannya yang tengah menerangkannya dengan serius. Gadis itu sangat tak menyangka bahwa Angkasa memang sepintar ini. Padahal ia tak pernah juara angkatan atau apapun itu dalam hal akademik, tetapi kenapa sekarang ia bisa sepintar itu? Bahkan Sheen yang sering masuk kelas saja masih sulit mengerti. He looks so cool!


"Ekhem, lo kenapa ngeliatin gue kayak gitu? Ada sesuatu di wajah gue atau terkesima sama kepintaran gue, hm?" dehem Angkasa membuyarkan lamunan Sheen yang tertangkap basah masih menatap wajah tampan itu. Pria itu tersenyum miring meledek Sheen seraya menggoda.


"A-Apaan sih. A-Aku cuma heran aja kamu bisa sepintar itu padahal sering bolos dan sempet di skors selama sebulan. Sedangkan aku yang sering masuk kelas aja masih kadang sulit mengerti," gagap Sheen membuang pandangan malu. Menyadari Sheen malu membuat Angkasa terkekeh senang.


"Bener banget. Udah banyak baca buku, latihan soal, tapi tetap beberapa pasti ada yang mengerti." setuju Sena mengangguk antusias.


"Ya gimana gak pinter kalau IQ dia aja sempurna," jawab Daniel membuat ketiga cewek itu terkejut.


"Aslian lo?" tanya Jeshna tertarik.


"Bener. Suruh si Saka tes TOEFL coba, mana pernah dia jawab salah."


"Woy tahan Saka biar gak ngapung!" seru Kaindra membuat semua di sana tertawa.


"Sialan!"


"Tapi itu memang beneran?" tanya Sheen masih tak percaya. Matanya berkedip lucu menatap Angkasa. Membuat satu kata tertancap kuat di kepalanya.


Cute!


"Hm. Makanya kalau lo ada yang gak ngerti bisa tanya gue. Bakal gue bantu ajarin sampai ngerti." kata Angkasa memberikan senyum lebarnya pada Sheen di hadapannya.


"Ada niat terselubung ternyata."


"Cih! Modus lo."


Gerutu Jeshna menatapnya dengan sinis yang dibalas tak kalah sinisnya oleh Angkasa, "Bukan urusan lo ya, Jesh."


Sedangkan si korban modus Angkasa malah diam saja. Diam di depan, tetapi ribut di dalam. Jantungnya kembali berdebar dengan ribut bahkan gadis itu sampai takut jika Jeshna di sebelahnya dapat mendengar suara jantungnya. Dan sekali lagi Sheen berharap agar wajahnya tidak memerah di hadapan pria menyebalkan ini.


Tugas kelompok kembali berjalan dengan Kaindra yang sekarang ikut bergabung membantu. Pria itu pun tidak kalah pintar dari Angkasa yang kini sedang mengajarkan Sena yang sedari tadi belum mengerti. Sedangkan Daniel kadang kala menjaili kedua temannya yang asik bermain game hingga suasana kembali berisik.


Jeshna mendengus jengah melihat kedua sahabatnya yang malah bucin sambil belajar. Dirinya sudah mengerti, jadi tidak perlu ada yang menjelaskan.


Makanan di meja terlihat sudah habis dan sebelumnya Sena mengatakan bahwa makanan di rumahnya habis karena belum belanja. Membuat ide cemerlang muncul dalam kepalanya. Ia tak kuat mendengar teriakan gak jelas dua makhluk astral yang tengah bermain game bak kesurupan.


"Na, gue keluar dulu deh. Mau beli cemilan. Kasian tu makhluk astral masih ngodok-ngodok bungkusan makanan padahal udah habis. Sinting." sindir Jeshna pada Alan.


"Gak habis tau. Tadi masih ada makanya gue ambil, tapi ternyata cuma fatamorgana." kilah Alan tak ingin malu.


"Ya udah nih, uangnya. Sekalian beli cemilan buat di stok di rumah buat nanti kalau lo sama Sheen nginep di sini." Sena memberikan beberapa lembar uang besar pada Jeshna yang diterima olehnya.


"Ok,"


"Aku bantu deh, Jesh. Berat pasti nanti. Kecuali kalau kamu naik mobil." tawar Sheen menatap sahabatnya itu. Jeshna menggeleng, "Gue kuat, Bisa bawa sendiri. Belajar lagi aja sono. Ada yang mau nitip gak?"


"Gue nitip rokok." jawab Michael santai.


"Gue gebuk ya lo minta rokok. Gak ada rokok - rokok di sini. Dah gue cabut, Assalamualaikum." pamit Jeshna dengan wajah garangnya.


"Galak, anjir!"


...******...


Ternyata benar apa kata Sheen bahwa ini berat sekali. Lebih dari 3 kantung plastik dibawa olehnya dari minimarket yang tidak jauh dari perumahan rumah Sena. Dan panasnya matahari terasa sangat menyengat kepalanya apalagi ia memakai hijab hitam. Walau begitu tak membuat Jeshna menyerah dan terus berjalan. Namun, tiba-tiba...


DUG!


BRUKK!


"Astagfirullah,"


"Astagfirullahalazim,"


Keduanya serempak beristigfar ketiga dua bahu yang bukan mahram itu bertubrukan dengan hebatnya membuat kantung plastiknya jatuh dan sobek karena beban yang terlalu berat. Syukur saja dalamnya hanya cemilan dan beberapa minuman.


"Maaf, maaf, saya gak sengaja," sesal seorang pria yang tak sengaja menubruk Jeshna karena terburu-buru untuk mengejar schedule nya di hari ini yang begitu padat.


"Kamu tidak papa—"


"—Lintang?" tanya seorang pria yang berdiri di belakang pria yang menubruknya.


"Saya gak papa, tapi yang apa-apa perempuan di depan saya," Orang yang bernama Lintang itu berjongkok membantu mengambil beberapa bungkus cemilan yang terjatuh, "Kamu gak papa?"


"Saya gak papa, tapi kantung plastiknya sobek." jawab Jeshna masih berusaha merapihkan cemilan itu. Syukur saja ia bertubrukan di jalan yang tidak banyak orang berlalu lalang juga bukan di jalan besar.


"Eum.. sebentar," sambil merogoh di dalam tasnya yang dibawa oleh sang asisten di belakangnya, pria itu pun mengeluarkan Tote bag besar yang dilipat.


"Saya ada Tote bag, sini biar saya bantu susun." katanya yang membuka Tote bag besar itu dan memasukkan cemilan dan minuman dingin itu. Sampai keduanya tak sengaja berpegangan tangan saat hendak mengambil bungkus cemilan yang sama.


"Astagfirullah,"

__ADS_1


"Astagfirullah, maaf saya gak sengaja." sekali lagi dia meminta maaf dan sekali lagi pula mereka beristigfar bersama. Hingga Jeshna sedikit mengangkat kepalanya dan langsung bersitatap dengan mata tajam pria itu yang ternyata...


Tampan!


Wajah itu...


Sangat tak asing bagi Jeshna tetapi ia lupa pernah melihat dimana karena ia begitu acuh dengan pria manapun termasuk orang yang wajahnya mirip dengan pria dihadapannya ini.


Mata tajam pria itu menatap wajah Jeshna lama. Terkesima akan kecantikan gadis dihadapannya yang terlihat sangat judes dan acuh akan keberadaan dirinya. Menarik.


"Lintang ayo, waktu kita sebentar lagi mau habis. Sudah ditunggu oleh kru yang lain." perintah asisten itu memperingati.


"Iya, sebentar. Saya harus bertanggung jawab merapihkan ini dulu." Tolaknya.


Dan pria itu kembali merapihkan dan menyusunnya dengan begitu rapih hingga cemilan di kantung plastik lain pun bisa masuk. Tersisa hanya satu kantung plastik yang ia genggam. Namun, itu lebih dari cukup sehingga tidak terlalu berat dan repot nantinya.


"Ini sudah selesai. Mau saya bantu bawa ke rumah? Soalnya ini berat." Jeshna menggeleng menatap wajah itu.


Sambil tersenyum tipis Jeshna menolak, " Gak perlu. Aku bisa bawa sendiri kok. Jangan anggap aku lemah karena kejadian ini."


Galak ternyata kkk~ kekeh pria itu dalam hati.


WHAT?!


AKU?!


Demi Allah itu terceplos begitu saja dari mulutnya. Ia bahkan tidak pernah mengenakan kata aku-kamu semenjak SMP. Dan kini di depan pria ini? Hell! Ini aneh! Dan Jeshna tak mengerti.


"Tapi—"


"Ayo Lintang. Manager sudah menelepon saya dari tadi. Mereka sudah menunggu!"


Oh namanya Lintang, bathin Jeshna dengan wajah datarnya.


"Iya, sebentar. Nih, topi biar kamu gak kepanasan. Maaf ya sekali lagi. Saya buru-buru harus pergi." katanya memberikan topi hitam dari tasnya pada Jeshna. Dan dengan ragu ia menerimanya.


"Makasih. Tapi mengembalikan semua ini kapan?" tanya Jeshna tak ingin berhutang budi pada seseorang.


"Saya rasa kita akan bertemu kembali. Saya pamit, Assalamualaikum." pamitnya sembari mengucapkan salam sambil mengatupkan tangan di depan dada yang mengandung arti bukan mahram.


"Wa-waalaikumsalam."


Kedua pria itu pun pergi, tetapi sayup-sayup terdengar pembicaraan dari keduanya.


"Tidak berjabat tangan?" tanya sang asisten.


"Bukan mahram."


Deg!


Senyum cantik yang langka terbit di wajah datar si gadis tomboy. Hatinya menghangat Dengan jantung yang bergemuruh hebat. Kagum! ia kagum akan pria itu yang bisa menjaga batasan dengan Jeshna. dua kata itu sangat jarang Jeshna dengar selain dari Sheen juga Sena. Jeshna rasa pria itu lelaki yang hebat.


"Semoga kita bertemu lagi," katanya membalikkan badan seraya memakai topi hitam itu.


Akhirnya setelah melewati panasnya hari ini, Jeshna pun sampai di rumah Sena dengan tubuh yang terasa mulai lengket. Nanti saat pulang ia akan ikut mandi dulu di rumah Sena, deh.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam. Kok lama, Jesh?" tanya Sheen yang terlihat baru saja mengambil air wudhu. Waktu Dzuhur memang baru berkumandang beberapa menit yang lalu.


"Tadi gak sengaja ada yang nabrak terus kantung plastiknya sobek dan isinya jatuh jadi dibantuin dulu sama dia. Sorry ya lama." jelas Jeshna menyimpan tote bag berwarna cokelat susu itu di sebelah meja.


"Oh gitu.. nanti aja biar gue susun di kulkas karena gue lagi gak sholat. Lo wudhu dulu gih, Jesh. Thanks yaa..." balas Sena memeluk tubuh Jeshna.


"Iya, tapi gak usah peluk peluk."


Tolak Jeshna yang tak suka di peluk. Geli katanya. Dasar memang si cuek. Sampai mata Sheen menatap topi hitam yang dipakai Jeshna juga tote bag itu. Hah? Bagaimana mungkin?


"Topi dan tote bag itu bukannya punya—"


"—Kak Ar?"


.


.


.


...Cie.. couple baru nih!...


...Arshlan 🤝 Jeshna...


...Setuju?...


...Kalau couple Kaindra 🤝 Sena gimana nih?...


Warning ⚠️ ➜ Jangan jadi pembaca gelap!!!


Jangan lupa di support Author nya ya dengan Like, koment yang baik. Masukin favoritnya juga ya cantik.. Di kasih vote juga hadiah lebih bagus. Terima kasih (◍•ᴗ•◍)❤

__ADS_1


Maaf ya baru bisa up 🙏


__ADS_2