Bintang Milik Angkasa

Bintang Milik Angkasa
BAB 3 : HUKUMAN


__ADS_3

"Kebiasaan gak ijin dulu. Main nyolong aja."


"CEWEK CANTIK?!"


What?!


Sheen terdiam sejenak begitu kelima pria itu memanggil dirinya cewek cantik dengan sangat keras membuat dirinya kaget bersama Jeshna dan Sena. Bahkan siswa yang berada di kantin pun sama terkejutnya.


"Ce-Cewek cantik? Lo, Sheen?" Tanya Sena gagap.


"Ga-gak tau aku."


"Kkk~ lo dipanggil cewek cantik nih, bos." Jeshna malah memilih menggoda setelah mengendalikan rasa terkejutnya.


"Hey. Lo sekolah di sini?" Tanya Kaindra dengan nada dan senyum yang lembut. Bahkan pria itu menatap Sheen sembari menopang dagunya. Seperti tengah mengagumi pandangan indah di depannya.


Sheen memutar matanya malas, "Kalau gak sekolah di sini ya ngapain pake seragam dan di sini? Pake nanya lagi." Jawab Sheen judes. Sedikit risih dengan tatapan Kaindra.


Brakk!


"Mata lo biasa aja dong. Mau gue colok, hah?" Galak Jeshna memukul meja itu sedikit keras hingga keempatnya terkejut. Angkasa hanya diam dan menatap cewek cantik yang bertemu dengannya kemarin. Tanpa terkejut sedikitpun.


"Galak, anjir temennya." Bisik Alan.


"Sstt.. diem lo. Ntar kedengaran, bego."


"Gue gak budek." Kata Jeshna dengan wajah jengkel. Ia jelas mendengarnya, dasar!


"Jadi, Michael..." Yang dipanggil menatap.


"Iya, cantik?" Malah menggoda lagi.


"Bisa jelaskan kenapa kotak bekal makan aku bisa ada di Angkasa? Dan kamu..." Sheen menatap Angkasa tajam.


"Kenapa kamu makan bekal itu yang jelas bukan punya kamu? Coba kalian berdua jelasin."


Muka Michael sontak pucat, "Jadi, ini kotak bekal punya lo?"


Sheen mengangguk.


"Apa bukti bekal ini punya lo?" Tantang Angkasa berani walau sebenarnya dadanya berdetak kuat karena takut bila bekal ini memang milik cewek cantik di hadapannya ini.


Ia sangat tidak siap untuk menanggung malu.


"Coba kamu balik kotaknya."


Angkasa membalikkan kotak bekal itu.


Glek!


Sh*IT! El sialan! Kalau mau nyolong liat-liat dulu, bego. Sial! Gue bakal malu banget. Umpat Angkasa dalam hati.


"Ada namanya?"


Dengan ragu Angkasa mengangguk kaku.


"Coba baca."


"Bi-Bintang Afsheen M."


"Fyi, itu namaku. See? Kotak bekal ini punya aku. Dan kalian berdua—" Ucapan Sheen terpotong.


"Jadi, bekal ini punya lo?! Masakin gue dong yang kayak gini. Enak banget, anjir. Hehehe.." Pinta Daniel dengan wajah gembira. Benar-benar tidak tau situasi.


"Gue juga, gue juga. Masakan internasional aja kalah sama masakan punya lo." Setuju Kaindra.


"Bener. Mana si bos pelit cuma kasih sesuap doang. Gak kenyang nih perut." Alan malah ikut-ikutan.


Michael dan Angkasa hanya diam. Keduanya merasa bersalah juga malu dengan kelakuan para sahabatnya itu.


Gue lagi dimarahin ini malah happy - happy aja tu para bocah sialan! Kesal Michael menatap tajam para sahabatnya itu.


Fix sih, gue bakal dipermalukan di depan semua orang. Aish! Sial mulu gue. Dengus Angkasa membuang muka.


Astagfirullah kenapa malah jadi kayak gini? Padahal aku lagi berusaha negur mereka loh. Bikin pening aja, Ya Allah. Frustasi Sheen memijit pelan pangkal hidungnya.


"Berani berbuat, berani bertanggung jawab."


"Iya, Bintang. Gue bakal tanggung jawab. Gue minta maaf." Lesu Michael yang baru kali ini merasa bersalah menatap mata tajam cewek cantik yang menatapnya penuh intimidasi.


"Panggil Sheen aja."


"Berani lakuin hal yang sama lagi?"


"E-Enggak. Gue gak bakal lakuin lagi."


"Good." Mata tajam Sheen menatap ke arah Angkasa yang diam. Terlihat mata itu terbelalak sejenak seakan kaget karena tertangkap basah sedang menatap Sheen dengan lekat.


"Kamu. Ini tanggung jawab kedua kamu, Angkasa. Sebelumnya, mana botol minum aku yang kemarin? Kamu bawa?"


Pria itu menatap ke kanan-kiri dengan gelisah. Tangan yang berada di bawah meja itu bergerak menyembunyikan tas yang terdapat botol minum milih cewek di depannya ini.


"Eumm.. gue gak bawa. Botol minum lo ada di rumah gue. Aman, gak bakal rusak. Lo juga gak minta kirimin kapan ya gue gak bakal bawa terus botol minum itu kemana-mana." Ngarang Angkasa tak ingin mengembalikan itu.


Bukan sekarang, tapi nanti dan entah kapan. Pria tampan dengan wajah datar itu memiliki rencananya tersendiri.


"Oh, bener. Lo kok gak ngehubungi gue sih? Katanya mau ngasih alamat lo buat kirimin botol ketua?" Tanya Kaindra yang baru ingat.


Astagfirullahalazim, aku lupa.


"Sorry, aku lupa."


"Bisa lupa juga lo ya, Sheen?" Ledek Sena menoel bahu Sheen jail.


"Ya iyalah. Aku juga manusia."


"Nanti aku kirim alamatnya ke kamu, Ndra." Mendengar itu Kaindra tersenyum lebar dengan hati yang berbunga bahagia.


"Gak perlu." Kata Angkasa menatap Kaindra.


"Lah, kenapa?"


"Dia sekolah di sini dan gue bisa kasih langsung tanpa lewat lo sebagai perantara." Pria itu tersenyum smirk.


Bajingan!


Gagal sudah rencana Kaindra mendekati Sheen lewat percakapan melalui ponsel. Tapi tak apa, yang penting dirinya punya nomor cewek cantik di depannya.


"Santai aja dong mukanya, Ndra. Kkk~"


"Ada yang terpuruk nih."


"Jiakh.. gagal pdkt sama modusnya ya, bro?"


"Bacot lo, Anjing!" Kesal Kaindra dengan godaan para sahabatnya.


"Kebiasaan mulutnya, Ndra." Tegur Sheen kembali melayangkan tatapan tajamnya.


Pria kacamata itu gelagapan, " Ya sorry. Habisnya pada rese sih lo pada."


"Ya udah. Angkasa kamu tanggung jawab. Cuci kotak bekalnya nanti kasih ke aku. Sendoknya buat kamu aja. Nanti stiker B - Kristal di sendoknya cabut aja. Dan karena kamu belum ngembaliin botol minum aku, jadi aku masih nahan kalung kamu."


"Hm." Dehen Angkasa mengangguk.


"Dan Michael, bentuk tanggung jawab kamu..." Sheen menggigit pelan bibirnya lalu tersenyum lebar.


"Beliin aku makanan kantin dong. Kan harusnya itu jadi bekal makan istirahat aku. Hehehe.. Mana laper banget lagi." Cicit Sheen di akhir kalimat.


Deg!


Senyuman, kekehan, juga suaranya yang lembut membuat kelima pria itu terdiam dengan wajah syok. Seakan baru saja melihat sesuatu yang membuat mereka terpana indah.


"Dih, pada bengong lagi." Jeshna membuang muka ketika tahu bahwa mereka semua terpana dengan Sheen. Terlalu berlebihan memang.


"Michael, Denger kan?"


"I-Iya dong. Siap. Pokoknya lo duduk aja di meja yang kosong nanti gue pesenin."


"Gak perlu lah, Sheen. Gue bisa beliin lo kok." Kata Sena pingin segera pergi dari mereka.


"Iya, aku tau. Tapi mereka tetap harus bertanggung jawab atas apa yang sudah mereka perbuat walau itu hanyalah perbuatan sepele. Thanks ya, bestieku~" Gemas Sheen tertawa lebar dan mencubit kedua pipi Sena.


"CK! Jangan cubit cubit pipi gue, Sheennn.." Gerutu Sena yang dibalas tawa Sheen.


Kembali memandangi wajah Sheen yang cantik membuat Vega Squad merasa kagum akan bersinarnya wajah cantiknya itu. Banyak cewek cantik di luar sana, tapi tidak se-bersinar dan semenarik Sheen.


"Okey, Michael—"

__ADS_1


"Panggil gue El aja."


"Okey. Terserah pesenin apa aja tapi jangan pedes. Dan gak perlu mahal-mahal juga." Pesan Sheen yang tau diri.


"Mau mahal atau enggak itu pilihan gue. Lo cuma perlu makan yang gak pedes, sehat, dan kenyang. Beres. Gue cabut dulu." Sanggah Michael yang langsung kabur begitu saja. Tak membiarkan Sheen menolak.


"Yah.. main kabur aja. Kita berdua belum pesen makanan. Harusnya nitip aja sama tuh orang tadi." Lesu Sena menepuk perutnya lapar.


"Heh, lo." Panggil Jeshna pada Daniel.


"Gue?" Tunjuk Daniel pada dirinya sendiri.


"Beliin gue sama sahabat gue makanan. Lo juga harus tanggung jawab atas perbuatan temen lo." Malak Jeshna dengan wajah galak.


"Lah, kenapa jadi gue? Minta sama Saka noh. Dia yang harus tanggung jawab."


"Males gue berurusan sama Saka. Lo aja buru. Lagian Saka udah dapet tugas tanggung jawab dari Sheen. Buruan, cepet."


"Mampus, Niel. Kkk~"


"Udah terima aja, bro. Kan temennya Sheen cantik, masa gak mau sedikit berjuang ehey.." Kata Alan mengompori Daniel.


"Iye iye. Rese banget sih lo jadi cewek. Mau pesen apa? Cepetan.."


Melihat Jeshna yang menjaili Daniel membuat Sheen terkekeh lucu. Sahabat satunya ini memang berani jika sudah berbicara dengan cowok. Dan Sheen membiarkan itu karena para sahabat Angkasa memang harus bertanggung jawab juga atas membiarkan Angkasa memakan makanan milik orang lain dan mencurinya.


"Emang gak papa, Jesh?" Nah ini, Sena itu orangnya agak penakut kalau sama cowok.


"Biarin lah. Sheen aja gak ngelarang."


Lega lah perasaan Sena ketika Sheen mengangguk membolehkan. Lalu memberi tahu pesanannya. Syukur saja jiwa detail Jeshna tidak keluar sekarang. Bisa dibuat pusing Daniel olehnya.


Daniel pun pergi menyusul Michael untuk memesan makanan. Dan ketiga gadis itu memilih meja kosong yang tak jauh dari meja Vega Squad.


Makanan pun datang dan mereka memakainya dengan khidmat. Sesekali ada perbicangan yang terselip di antaranya. Ketiga gadis itu tak tau bahwa mereka menjadi sorotan siswa yang di kantin termasuk Vega Squad. Sebenarnya hanya terhadap Sheen lah sorotan itu semakin tajam. Namun, ketiganya memilih untuk cuek dan menghabiskan makanan.


Setelah habis, Sheen juga dua sahabatnya mendekat pada meja Vega Squad bermaksud untuk berterima kasih walau itu sebenarnya memang sudah tugas mereka untuk bertanggung jawab.


"Sekali lagi, Thanks ya."


"Yoi. Santuy aja lah sama gue mah. Gue juga makasih sama lo yang udah ngingetin soal tanggung jawab." Kata Michael tersenyum lebar.


"Udah tugas kita kali untuk saling mengingatkan jika ada yang salah."


"Btw, Sheen. Lo kelas XI IPA 1 kan?"


"He'em."


"Kita seangkatan tapi kok gue gak pernah liat lo, ya kan lo pada juga?" Tanya Kaindra meminta pendapat yang lain.


"Bener. Gak pernah liat gue."


Semua mengangguk setuju termasuk Angkasa yang sedari tadi memilih diam dan menjadi pengamat.


"Ouh.. Aku memang jarang keluar kelas dan sering diam di ruang—"


Ucapan Sheen terpotong ketika ponselnya tiba-tiba berdering. Tertera nama Leon di sana. Dan Vega Squad seketika merasa sedikit kepo dari siapa panggilan ponsel itu.


"………………"


"Waalaikumsalam, Leon."


Deg!


Angkasa terkejut mendengarnya. Apa? Leon? Jelas ia tahu siapa Leon itu. Si Ketua Osis bajingan yang selalu cari muka di depan guru juga di depan sang Daddy. Dan ia muak dengan pria itu juga para anggota Osis yang selalu menghukumnya.


Sial! Ngapain bajingan itu nelepon Bintang? Bathin Angkasa yang tanpa sadar bahwa tangannya di bawah sana tengah mengepal.


Bintang?


Namanya memang Bintang, kan? Apa salahnya jika dirinya memanggil dengan nama Bintang?


"Iya... Angkasa sama temen-temennya ada di kantin. Kenapa?"


"………………"


"O-Ouh.. Aku nih yang ngomongnya?"


"………………"


"Oke-oke. Sama-sama, Leon."


"………………"


"Kenapa, Sheen?" Tanya Sena kepo.


"Tadi Leon—"


"Nyuruh lo buat hukum mereka kan?" Potong Jeshna tiba-tiba. Entah kenapa sejak kenal dengan Jeshna tebakannya dominan selalu benar dan Sheen kadang merasa itu menakutkan.


"Kok kamu tau?"


"Ini hari pertama mereka masuk sekolah dan seharusnya mereka datang tepat waktu. Nyatanya mereka datang pukul 08.32 lebih 27 detik dan lewat gerbang belakang." Jawab Jeshna sambil menatap jam tangannya.


Glek!


Vega Squad menatap Jeshna horor. Mereka memang telat masuk sekolah hari ini dan saat melewati gerbang belakang, tidak ada orang satupun di sana. Bagaimana mungkin cewek berhijab yang galak ini bisa tahu?


"Lo-lo kok bisa tau?" Gagap Alan kaget.


"Easy. Gue pemegang CCTV bagian belakang sekolah dan lo semua jangan macam-macam."


Jawaban Jeshna membuat Vega Squad lemas. Mereka sedang malas untuk di hukum di hari pertama sekolah ini.


"Sekarang kalian ke lapangan dan lari 10 keliling." Perintah Sheen mendatarkan kembali wajahnya penuh intimidasi.


"Ogah. Lo aja yang lari sana. Lagian lo siapa bisa merintah kita seenaknya aja? Gak usah sok jadi budaknya osis brengsek itu." Lawan Angkasa dengan berani.


"Aku bukan budak Osis. Dan kamu tanya, siapa aku bisa merintah kamu? Aku bagian dari Osis dan Leon sebagai Ketua Osis kasih aku perintah untuk nyuruh kalian terima hukuman dan ya aku jalani. Sekarang ke lapangan!" Tegas Sheen yang mulai terpancing amarah.


Aura Sheen mulai terasa beda di sana sehingga para anggota Vega Squad juga sahabatnya hanya bisa diam. Keempat orang itu memilih untuk mengikuti apa kata Sheen cantik itu, toh hanya 10 keliling. Tidak banyak kok!


"Kalau gue gak mau gimana?" Kata Angkasa ngelunjak. Bahkan kakinya di silangkan dengan angkuhnya.


"Ouh gak mau? Oke. Sepertinya gak ada cara lain selain cara ini biar kamu patuh sama perintah—"


JLEB!


GLEK!


"Masih mau ngelawan?" Tanya Sheen dengan senyum mengerikan.


"Uhukk—" Angkasa tersedak ludahnya sendiri begitu kepalanya menoleh ke kiri dengan perlahan dan terlihat sesuatu tertancap di sana.


Garpu!


Sheen melemparkan garpu tepat di sebelah telinga Angkasa yang kepalanya sedang menyender di tembok itu. Di sebelah Angkasa memang terdapat styrofoam menempel di dinding.


"Ikut ajalah buru, Saka."


"Gak usah ngebantah, cepet." Bisik temannya mengkode sang ketua untuk mengikuti apa perintah Sheen.


"I-Iya. Gue ke lapangan sekarang." Gagapnya dengan wajah sedikit pucat.


Akhirnya setelah sedikit diancam dan diberi peringatan Vega Squad mau untuk menjalani hukuman karena telah terlambat datang ke sekolah.


"Farrah, kamu jagain mereka ya. Aku mau ke ruang osis dulu. Ada yang perlu diurus." Kata Sheen menatap Farrah yang baru datang dari ruang Osis atas perintah Leon.


"Siap, boz!"


"Jadi bukan lo yang ngawasin hukumannya?" Tanya Angkasa dengan wajah tak suka.


"Ya iya. Aku ngurusin sesuatu di ruang Osis dulu." Jawab Sheen sedikit heran. Memangnya kenapa jika bukan dia yang mengawasi hukumannya?


"Cih! Kalau gitu gue mau bolos aja. Kuy, bro." Sebal Angkasa yang diangguki Kaindra juga sahabatnya.


"Kuy lah."


"Heh! Kok gitu? Tadi bilangnya siap di hukum."


"Lola lo Sheen. Mereka pingin lo yang ngawasin hukuman mereka bukan Farrah. Manja bener heran. Mana cowok lagi." Jelas Jeshna mengetuk pelan kepala Sheen.


"Hah?"


"Lo pawang mereka. Jadi, mereka mau dihukum ya karena lo perintahin dan lo yang ngawasin." Ujar Sena ikut menjelaskan.


"Jadi, gimana? Lo tetep ke ruangan Osis dan berduaan sama si singa jadi-jadian itu atau ngawasin kita? Kalau gak mau ya kita juga tinggal bolos, kan gampang?" Tanya Michael menantang.

__ADS_1


"Gak bisa. Aku harus ke ruang Osis. Lagian bukan Leon aja. Ada anggota Osis lain di sana."


"Ya udah, kita bolos aj—"


"Ekhem! Tetep mau bolos?" Tanya Sheen yang sedang memegang sesuatu hingga Vega Squad terdiam sembari menegak ludahnya takut.


Pisau roti.


Itu yang Sheen pegang dan ambil dari meja Vega Squad bekas mereka makan.


"Iya-iya, anjir. Kita ke lapangan. Gak kabur ini." Sahut Daniel cepat.


"Mainnya sama benda-benda tajam, sialan!"


"Psyco gile!"


Keempat orang itu mengumpat kesal walau akhirnya menerima hukuman itu, tapi Angkasa? Pria itu hanya diam dengan sorot mata yang tajam dan sangat tidak suka. Ada amarah dalam iris mata itu dan Sheen menyadarinya.


"Farrah, kamu awasin mereka. Bareng sama Jeshna dan Sena. Aku titip mereka dulu ya guys."


"Siap, Shee cantik!"


"Aku pergi dulu, Assalamualaikum."


"Bajingan!" Gumam Angkasa kesal ketika melihat punggung Sheen menjauh.


...******...


Urusan Osis telah Sheen selesai kan dengan cepat. Beberapa kali gadis cantik itu tidak fokus karena teringat tatapan amarah juga kecewa yang dilayangkan Angkasa sebelum dirinya membalikkan badan pergi menuju ruang Osis.


Terselip rasa bersalah dalam hati kecilnya entah karena apa. Padahal soal urusan lapangan itu biasanya memang dipegang oleh Farrah kalau Leon sedang sibuk. Sheen hanya mengurus soal Osis saja kecuali jika Farrah dan anggota lain tak bisa atau sedang sibuk.


Karena perasaan bersalahnya ini, Sheen memilih untuk membelikan air minum. Bukan hanya untuk Angkasa saja melainkan untuk seluruh anggota Vega Squad. Itu pun bentuk terima kasih karena mereka mau menurut dan tidak membantah walau sempat seperti itu. Mereka sudah menjadi goodboy hari ini. Keren!


Langkahnya pun semakin dekat dengan lapangan sekolah dan terdengar juga beberapa teriakan histeris para cewek yang menonton. Waktu istirahat memang belum habis.


Hingga akhirnya langkah Sheen terhenti melihat pemandangan di hadapannya.


Para cewek yang sedang menawarkan minum untuk Angkasa.


Senyum di bibirnya lenyap dengan tangan yang memegang kuat Tote bag di tangannya yang berisi air minum. Sekali lagi tanpa alasan mengapa sudut hatinya terasa sakit.


"I'm late."


Tanpa ba-bi-bu Sheen membalikkan badannya bersiap untuk kembali ke kelas hingga tarikan pada tote bagnya membuat langkahnya kembali terhenti.


"Gue haus."


Suara itu—


"Kita haus, Bintang."


Tubuh Sheen berputar dan melihat pelaku yang menarik tote bag miliknya.


Angkasa!


Pria itu yang menariknya... sambil tersenyum?


"Ini minum buat kita, kan?" Tanya Angkasa sekali lagi. Dan akhirnya Sheen pun mengangguk.


"Nih, guys ambil."


Angkasa pun mengambil tote bag Sheen dan membagikan botol minum pada teman gengnya.


"Thanks, Sheen."


"Ah.. Segerrr!"


"Gile, gue haus banget."


"Bukannya tadi banyak yang nawarin minuman buat kalian yah? Kan kalau haus tinggal minum dari mereka?"


"Cuma Angkasa doang yang ditawarin minum. Gue mah enggak. Nunggu minum dari lo doang." Gombal Daniel mengedipkan matanya.


"Bohong lo. Lo semua pada ditawarin minum. Bukan si Saka doang. Mana belagu sok banyak gaya lagi nolaknya." Sindir Jeshna mendekat untuk berdiri di sebelah Sheen.


"Lo mah ganggu mulu. Punya dendam apa sih lo sama gue? Ngajak ribut mulu dari tadi." Omel Daniel kesal. Si empu yang diomeli hanya mengedikkan bahu tak peduli.


"Sena sama Farrah mana?"


"Udah balik ke kelas. Kalau Farrah tadi katanya dipanggil sama Leon." Jelas Jeshna yang membuat Sheen mengangguk.


"Ya udah. Kalian minum dulu istirahat bentar baru ke kelas. Tadi udah diizinkan telat masuk." Terang Sheen memberikan senyum cantiknya.


"Aduhhh pingsan liat senyumnya."


"Gue meleyot."


"Lebay lo berdua." Semprot Daniel melihat kelakuan Michael dan Alan seakan-akan mau terjatuh. Udah kayak cewek lebaynya.


Gadis cantik itu terkekeh lembut dan barulah Vega Squad minum air botol yang dibawa Sheen.


"Duduk minumnya, Aang."


BLUSH!


PFFFFRRTTTT!!


"UHUKK!" Sontak Angkasa terbatuk dengan air yang menyembur keluar.


"ANJIR SAKA JOROK!"


"Hujan lo bau, Saka jingan!!"


"Ba*gk3! Saka sialan!"


"Untung gue belum duduk." Lega Kaindra yang belum duduk di sebelah sahabatnya.


Sedangkan Daniel, Michael dan Alan sudah duduk tepat di dekat kaki Angkasa. Begitu Angkasa menyembur dengan terbatuk pasti mengenai mereka yang di bawahnya juga. Hujan gak tuh?


Pemandangan lucu itu mengundang tawa Sheen. Bahkan Jeshna di sebelahnya pun ikut tertawa melihat nasib mereka yang sudah duduk dan kini tengah mengelap rambut juga wajahnya jijik.


"So-Sorry. Gue kaget tadi."


Yap, Pria tampan itu terkejut ketika Sheen memanggil nya dengan panggilan yang berbeda. Hanya itu. Ya hanya itu! Tapi kenapa bisa buat dadanya berdetak tidak karuan seperti ini, bajingan?! ARGHH!!


"Lagian kaget kenapa coba? Karena aku panggil Aang? Salting ya.." Okey sekarang Sheen sudah berani menggoda.


"A-Apaan sih? Gak jelas lo!" Saltingnya membuang muka. Sheen hanya terkekeh mendengarnya.


Bel pun berbunyi dan para cewek yang sedari tadi menatapnya sinis sudah pergi menuju kelasnya. Serem banget matanya! Melotot sampe hampir keluar ihhh..


"Aku sama Jeshna duluan ke kelas ya, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam. Hati hati ya.."


Sheen kembali terkekeh sambil berjalan menuju kelasnya, " Ada ada aja kekonyolannya."


...******...


Pembelajaran telah dimulai. Semua fokus menatap guru yang sedang menjelaskan materi. Namun, ternyata tidak semua fokus terhadap papan tulis.


Sheen. Cewek itu sesekali hilang kontrol memikirkan wajah blushing Angkasa hanya karena dirinya memanggilnya dengan panggilan yang berbeda. Dan it's so cute?!


Astagfirullahalazim! Sheen sadar. Itu zina pikiran. Astagfirullah.. astagfirullah. Fokus! Fokus belajar!


Kepala cantik itu menggeleng beberapa kali guna menghilangkan bayang bayang pendatang dosa. Lalu berusaha fokus menatap ke papan tulis.


Hingga...


"Oh iya, anak-anak. Hari ini ada 2 murid dari kelas lain yang pindah ke kelas ini. Sepertinya orangnya sudah di luar. Miss buka dulu pintunya." Kata Miss Olivia ramah.


"Silahkan masuk kalian berdua."


Dua pria tampan yang sontak membuat para cewek di kelas berdiri dengan histeris dan membuat Sheen terdiam kaku.


Deg!


Dia..


"Aang?"


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa di support Author nya ya dengan Like, koment yang baik. Masukin favoritnya juga ya cantik.. Di kasih vote juga hadiah lebih bagus. Terima kasih (◍•ᴗ•◍)❤


Tolong banget ini mah ʕ´• ᴥ•̥`ʔ


__ADS_2