Bintang Terakhir

Bintang Terakhir
1


__ADS_3

"mak! Bintang berangkat sekolah dulu ya!" teriakan Bintang gadis ceris nan polos yang memamggil mamaknya yang sedang sibuk didapur.


"sarapan dulu Tang!" sahutnya


"udah telat mak,Bintang berangkat ya, Assalamualaikum mak!" sambil salam kepada mamaknya.


Bintang pun bergegas berangkat sekolah dengan jalan kaki seperti biasa bedanya hari ini ia tak sesantai hari biasa karena hari ini ia bangun kesiangan pasalnya tadi malam ia membaca novel hingga tengah malam.


saat perjalana Bintang yang terburu buru tidak sengaja menabrak seseorang hingga tersungkur ketanah, rasa nyeri yang ia rasakan dibokongnya ingin ia marah dengan orang itu tapi ia sadar diri kalo ia yang salah. Saat sibuk dengan bokongnya yang nyeri tiba tiba ada tangan yang menjulur ke arahnya untuk membantunya berdiri dengansedikit gugup ia menerima tanga itu.


"maaf om,Bintang gak sengaja nabrak om" ucap Bintang sambil menunduk karena takut dimarahi.


"hem,hati-hati lain kali" ucap orang yang di tabrak Bintang tak lain Jovanus.


"iya,om. saya permisi dulu saya sudah telat mau berangkat sekolah" Ucap Bintang mau beranjak pergi tapi di tahan tangan besar Jovanus menahanya.


"bareng saya saja,sekolah mu di SMK Harapan saya juga satu arah ke sana,jadi bareng aja sama saya" ucap Jovanus yang dari tadi masih memegang tangan Bintang.

__ADS_1


"eh... enggak usah om" Bintang yang sedikit curuga dengan Jovanus mungkin saja itu kedok penculikan yang sedang marak sekarang.


"kenapa?" heran dengan tatapan Bintang seperti sedang mencurigainya.


"mungkin aja nanti om bakal nyulik saya, terus nanti saya bakal dijual,terus dijadiin budak se*s atau jangan jangan saya diculik mau diambil organ saya terus dijualkan,om ngaku aja,sebelu om mau nyulik saya saya bakal teriak yang keceng biar orang orang gebukin om" ucap Bintang seraya mengancam.


"haahahahahah" sontak Jovanus yang mendengar perkataan gadis mungil didepanya tertawa lepas hingga meneteskan air mata sambil memegangi perutnya yang mulai sedikit nyeri.


"ada apa tuan?" sekertaris Tomas yang bingung melihat Tuanya Jovanus tertawa lepas,kerena Tomas baru keluar dari sebuah toko jadi dia tidak tau apa yang terjadi.


"Tom....Tom... hahahaha" Ucap Jovanus yang masih tertawa.


"entah saya juga gak tau tuan" jawab Bintang


"Tomas ayo kita berangkat sekalian bawa gadis kecil itu ke mobil antar sekalian dia berangkat" ucap Jovanus berjalan ke arah mobil karena ia sudah lelah tertawa.


"ayo nona" ucap Tomas sambil membukakan pintu mobil untuk Jovanus dan Bintang

__ADS_1


"eh.. iya"seraya masuk mobil.


selama perjakana Bintang benar benar takut karena ia takut diculik oleh dua om om yang sedang bersamanya sekarang.


Jovanus yang melihat raut muka Bintang yang sedikit takut pun buka suara.


" saya gak bakal culik kamu,lagian buat apa saya culik kamu,hem"ucap Jovanus yang masih menahan senyumnya.


"menowo, siapa tau om bakal culik saya terus dijual ke laki laki hidung belang" Ucap Bintang sambil menatap tajam Jovanus.


"emang wajah saya kaya penculik ya" ucap Jovanus


"enggak,tapi kaya begal"langsung dijawab cepat oleh Bintang yang mulai kesal


"phuff,maaf nona tuan pertengkarnya dilanjut lain kali saja jika bertemu lagi soalnya kita sudah sampai di sekolah nona" Tomas yang hampir tertawa berusaha menahan karena baru pertama kalinya melihat Tuanya yang dingin dan sedikit tampan itu dibilang wajah begak oleh gadis kecil.


"terimakasih,om semuanya,saya pamit dulu" ucsp Bintang yang keluar meninggal kan Jovanus dan Tomas tanpa dosa.

__ADS_1


JANGAN LUPA FOLLOW, LIKE,KOMEN YA!!!


FOLLOW JUGA AKUN IG AUTHOR @lintangarimbii


__ADS_2