
"kalian bisa diam tidak" potong Jovanus dengan wajah dinginya
seketika menciut nyali Moris dan Jimy.
ya seperti itu lah kelakuan dua laki-laki dewasa Moris dan Jimy yang seperti anak-anak,walau Jimy lebih muda 2 tahun dari Moris, memang seperti tak ada jarak usia antara mereka.
Jovanus dan kawan-kawanya kini masih asik berbincang hingga Tomas masuk keruangan Jovanus berdiri manghadap Jovanus dengan mimik wajah yang sulit diartikan.
"permisi Tuan" ucap Tomas.
"ada apa Tom" jawab Jovanus
"saya mendapat info dari bawahan kalo Diego dan Wiliem berhasil menggagalkan transaksi di kota A" jelas Tomas,Jovanus yang mendengar itu menyeringai senang .
"bagus,rencana berhasil si bodoh itu masuk dalam permainannya sendiri" sahut Samuel.
"tidak ku sangka ternyata dia sebodoh itu,harusnya dia sadar dari awal,dia sudah terjebak di permainannya sendiri" ucap Jimy.
"Tom,terus awasi dia" ucap Jovanus langsung diangguki Tomas.
Di perusahaan New City,pria itu duduk di kursi kebesaraannya dengan wajah angkuhnya,seakan ia orang paling berkuasa atas kecerdasan dan kekuasaannya.
__ADS_1
"Tuan,kita sudah menggangalkan transaksi yang dilakukan Black Rose,mungkin sekarang mereka sedang menghadapi kerugian,Tuan" ucap Wiliem dengan nada tegas dan sesopan mungkin.
"aku tau, sekarang mungkin dia sedang frustasi karena kegagaln nya" ucap Diego tersenyum sinis.
Diego terjebak dalam alur permainanya sendiri dari awal,dari awal Jovanus dkk sudah mengetahui permainan yang di buat Diego,Jovanus cukup memberi sedikit umpan untuk memancing Diego, dan Diego pun terjebak sekarang tinggal melanjutkan alurnya.
Hari sudah sore Jovanus dan kawan nya pun sudah pulang ke tempat tinggalnya masing-masing.
Sekarang Jovanus sudah sampai Mansion,sudah di sambut oleh Mark dan para maid yang berjajar rapi,tapi Jovanus tidak melihat Bintang yang biasanya menyambutnya.
"di mana nyonya" tanyanya kepada Mark yang berdiri di sampingnya.
cekrek
suara pintu kamar mandi terbukan Bintang keluar dengan jubah mandinya dengan rambut yang masih sedikit basah,Bintang tidak menyadari jika dari tadi dirinya di tatap intens oleh serigala liar kelaparan 😂.
saat Bintang sadar ada yang mengawasinya ia terkejut saat ia melihat Jovanus duduk di tepi kasurnya dengan tangan di lipat didada sambil menatapnya intens,sekeliks bulu kuduk berdiri tegak dengan merinding.
Jovanus melangkah dengan pelan ke arah Bintang tanpa mengalihkan pandanganya,Bintang mundur perlahan.tiba-tiba...
Bruk
__ADS_1
Jovanus jatuh tersungkur ke bawah karena kakinya tersandung tedy bear milik Bintang yang ada dibawah mungkin karena jatuh dari tempat semestinya, dagu Jovanus terbentur lantai yang dilapisi,seketika suasana yang tadinya tegang dan mencekan,sekarang berubah 180°.
Bintang Merosot kelantai ia tidak bisa menahan tubuhnya karena tertawa lepas hingga perutnya terasa kram,Bintang tak kunjung berhenti tertawa bahkan Bintang tidak membantu Jovanus untuk berdiri,sedangkan Jovanus sekarang duduk di depan Bintang dengan tangan yang mengelus dagunya,Jovanus hanya memandang datar Bintang, entah apa yang ada dipikiran istrinya,bisa-bisanya suaminya jatuh,bukanya dibantu malah ketawa seperti tak punya dosa.
"dia istri jenis apa hah?,wanita pacam apa yang aku nikahi ini tuhan,suaminya jatuh bukanya di tolong malah ketawa seperti itu" batin Jovanus.
"dad...." ucap Bintang berhenti karena tertawa
"apa sudah puas ketawanya" ucap Jovanus datar
"su..sudah hahahaha😂" sekali lagi Bintang ketawa terbahak-bahak.
"huh" dengus Jovanus.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
©lintangarimbi
tanpa ada plagiat dari pihak manapun.
jangan lupa like,vote dan FAVORIT bila suka novel ini
__ADS_1