Bintang Terakhir

Bintang Terakhir
9


__ADS_3

selama di mansion besar itu Bintang hanya bingung ia harus apa,karena tidak ada aktifitas yang bisa ia lakukan,ingin sekali ia berkeliling tapi ia tidak tau lingkungan mansion itu akhirnya Bintang hanya duduk didekat jemdela yang menyuguhkan pemandangam keluar . sambil memainkan hpnya,tanpa Bintang sadari tiba-tiba ada suara di belakangnya yang membuat ia tersentak kaget.


"ehem..." suara Mark yang berdiri dibelakan Bintang.Bintang yang kaget langsung tak sengaja menjatuhkan hpnya yang ia pegang tadi.


"maaf kan saya,telah mengagetkan anda nyonya" Mark yang merasa bersalah karena mengagetkan Bintang.


"maaf saya tidak menyadari anda" ucap Bintang cepat langsung mengambil hpnya dan berdiri sedikit membungkuk untuk minta maaf.


Mark yang melihat Bintang membungkuk padanya apa lagi sambil minta maaf merasa kaget dengan sikap nyonya nya itu,.


"maaf,ada apa ya" ucap Bintang sopan sambil tersenyum tulus nan manis


"apa nyonya mau berkeliling biar saya antar jika nyonya mau" tawar Mark sambil tersenyum tulus


"boleh kah?, apa tidak merepotkan anda paman"


"tentu tidak nyonya, malah saya dengan senang hati bisa melayani anda" ucap Mark tulus


"ayo" ucap Bintang gembira.

__ADS_1


"ayo ikuti saya Nyonya" mereka pun mulai berkeliling di mulai dari ruangan utama.


"wah ini ruangan apa paman?" mata Bintang berbinar melihat ruanga besar dan megah itu.


"ini ruangan utama,biasanya untuk menyambut tamu" jelas Mark sambil tersenyum melihat Bintang yang sedang terpanah


"oh,paman bukanya itu Foto ku ya,kenapa bisa ada dipajang di sutu" saat matanya tak sengaja melihat Fotonya yang besar di pajang di salah satu sisi ruangan itu.


"tuan yang minta nyonya, tapi nyonya terlihat cantik sekali" ucap Mark sambil melihat foto Bintang yang terpajang.



"paman bisa saja,tapi ya paman juga sangat tampan loh" ucap Bintang dengan polos dan jujurnya


mark yang mendengar Bintang memujinya hanya menyimpulkan senyum manisnya,karena melihat Bintang yang sangat terlihat jujur saat mengatakan kalau ia tampan.


"baik nyonya ayo kita lanjutkan" mereka pun melanjutkan ke ruang tamu.


"ini ruang tamu,nyonya"

__ADS_1


"untuk apa ada ruang tamu, bukanya tadi sudah ada ruang utama" tanya Bintang heran


"ruangan ini untuk berkumpul tuan dan sahabat-sahabatnya dan keluarganya yaitu nyonya"


"ternyata om tua itu juga punya sahabat....eh tadi gimana keluarganya saya,memang tidak ada lagi keluarganya om tua itu" tanya Bintang yang sadar dengan ucapan Mark tadi


"iya,karena anda istrinya,tuan tidak punya keluarga lagi selain anda,karena orang tua tuan sudah meninggal saat tuan usia 10 tahun" ucap Mark dengan suara sedikit lirih karena marasa seding dengan tuanya itu.


Bintang yang baru mengetahui itu karena Jovanus tidak pernah cerita tentang keluarganya,dan Bintang memang tidak pernah tanya karena menunggu Jovanus bercerita sendiri tentang dirinya.


"paman aku tidak tau nama mu,siapa nama mu paman tampan" ucap Bintang sambil cengar cengir ke arah Mark


"nyonya bisa saja, nama saya Mark saya kepala pelayan di mansion ini sudah lebih dari 10 tahun" ucap Mark sambil melanjutkan berkeliling selama berkeliling Mark dan Bintang sambil bercanda entah apa yang mereka bercandakan hanya author yang tau.


sekarang mereka berhenti di dapur di mana banyak maid dan cafe yang sibuk dengan kegiatanya masing-masing hingga saat kehadiran Bintang dan Mark tiba-tiba semua yang ada di dapur berhenti dengan kegiatanya dan langsung membungkuk hormat kepada Bintang.


Bintang yang melihat itu ikut sedikit membungkukan badan kepada merekan,semua yang ada di dapur itu kaget dengan apa yang dilakun Bintang, setelah cafe dan maid membungkuk hormat mereka langsung berdiri tegak dan sedikit bergeter takut karena kehadiran Bintang dan Mark.


Bintang pun berjalan dan berhenti disalah satu cafe wanita,Bintang menyadari juga orang yang didepanya bergetar karena takut ia pun tersenyum tulus dan meraih tangan wanita itu......

__ADS_1


••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••


__ADS_2