
entah lah,aku pun bingung gimana harus menjelaskanya pada istri ku" ucap Jovanus lesu.
Jovanus keluar ruangan dan memilih melihat Bintang di kamarnya.saat membuka pintu kamar Jovanus melihat Bintang yang tengah tertidur,Jovanus menghampiri Bintang dan duduk di tepi ranjang ia mengusap lembut pipi Bintang ada rasa bersalah karena tidak memberi tahu siapa ia sebenarnya.
"aku takut kehilangan mu,Bin. maaf kan aku tidak memberi tahumu siapa aku,jika kau tau jika aku bos mafia yang kejam apa kau akan tetap menerima ku dan tinggal disampingku,aku tak bermakut untuk menutupi atau berbohong aku hanya belum siap jika kau pergi dari ku" lirih Jovanus, dan mencium kening Bintang dengan lembut setelah itu Jovanus keluar dari kamar Bintang untuk kembali berkumpul dengan teman-teman nya di bawah karena kamar Bintang dan Jovanus ada di lantai 2 mansion.
Bintang membuka mata setelah suara pintu tertutup berbunyi.sebenarnya ia sudah bangun dari tadi dan mendengar pintu terbuka ia langsung pura-pura tidur,ia juga mendengar apa yang Jovanus katakan.
"aku tidak akan pergi kecuali kau sendiri yang minta" ucap Bintang lirih.
malam pun tiba Jovanus dan Bintang sudah duduk manis di ruang makan teman-teman Jovanus semuanya sudah pulang ke alamnya masing masing tadi siang.selama ritual makan malam tidak ada suara sekain dentuman alat makan yang mereka pakai. 20 menit berlalu makan malam pun selesai Bintang dan Jovanus memilih pergi kekamarnya masing-masing.
saat dikamar Bintang duduk di balkon ia duduk kamarnya yang langsung menghadap danau buatan yang cukup luas,Bintang duduk disalah satu kursi yang membelakangi kamarnya, malam itu Bintang melihat banyak bintang-bintang yang indah dan cahaya bulan yang cantik.
"kalian sangat cantik,aku sangat tenang jika melihat kalian,seandainya bisa aku ingin kalian ada di genggaman ku" ucap Bintang yang terus memandangi langit malam bertabur bintang.
__ADS_1
"akan ku kabulkan permintaan mu,baby" bisik Jovanus di telinga Bintang dari arah belakang,entah sejak kapan Jovanus ada di situ.seketika tubuh Bintang membeku karena hembusan nafas Jovanus yang hangat sekaligus menggelitik.
"oh daddy" ucap Bintang gugup.
"kau sedang apa hem" ucap Jovanus ikut duduk di sebelah Bintang.
"lagi liat bintang sama bulan"
"kau suka bintang?"
"tudurlah ini sudah malam" ucap Jovanus dedikit memrintah.
saat Bintang ingin beranjak pergi menuju kamar ia tak sengaja tersandung kaki Jovanus, dengan sigap Jovanus menangkap tubuh Bintang,mata keduanya saling terkunci manik abu-abu milik Jovanus menatap dalam manik hitam milik Bintang keduanya seakan membeku dalam situasi yang tidak diprediksi oleh mereka tapi sudah diprediksi oleh author 😂😂😂.
setelah pesekian detik akhirnya mereka tersadar situasi menjadi gugup,Jovanus memilih meninggalkan kamar Bintang,sedangkan Bintang langsung menutup dirinya dengan selimut sepeti kepompong.
__ADS_1
didalam selimut Bintang tersenyum geli jika mengingatnya,sedangkan Jovanus ia gelisah karena ia tidak bisa tidur, saat tidur dengan Bintang ia bisa lelap tapi saat ini ia tidak bisa tidur seakan ia kecanduan tidur dengan Bintang dan menghirup aroma tubuh yang dimiliki Bintang yang membuat ia tenang dan mengantuk. mau tidak mau Jovanus kembali lagi kekamar Bintang saat masuk kekamar Bintang, Jovanus tidak menemukan Bintang dikasurnya ia keliling kamar sampai ia sadar jika Bintang ada di ruang hias sedang memakai masker kecantikan,ia berjalan menghampiri Bintang yang sedang sibuk memoleskan masker kecantikannya.
"kau sedang apa" tanya Jovanus berdiri di samping Bintang.
"pakai masker,biar kulit Bintang lembab ded"
"deddy mau coba,ini bisa mengencangkan kulit loh dad biar gak cepet ketiput" lanjut Bintang
"maksut kamu aku keriput gitu" sewot Jovanus.
"eh enggak gutu,daddy kan udah tua walau gak keliatan keriputnya tapi kan bisa dicoba biar tambah glowing gitu"
"ya udah,pakainya gimana"ucap Jovanus sambil duduk di sebelah Bintang.
Bintang dengan senang hati memakaikan masker di wajah Jovanus seraya sesekali bercanda.
__ADS_1
♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦