Bintang Terakhir

Bintang Terakhir
19


__ADS_3

"dia istri jenis apa hah?,wanita pacam apa yang aku nikahi ini tuhan,suaminya jatuh bukanya di tolong malah ketawa seperti itu" batin Jovanus.


"dad...." ucap Bintang berhenti karena tertawa


"apa sudah puas ketawanya" ucap Jovanus datar


"su..sudah hahahaha😂" sekali lagi Bintang ketawa terbahak-bahak.


"huh" dengus Jovanus.


"daddy sih banyak gaya" ucap Bintang


"cepat pake baju,kita makan malem" ucap Jovanus beranjak pergi dari kamar Bintang.


sudah pukul 7 malam Jovanus dan Bintang sudah duduk bersiap makan malam,di depan mereka sudah tersedia banyak sekali makanan. mereka makan dengan hikmat tanpa suara hanya ada bunyi alat makan yang mereka gunakan, memang Jovanus sangat tidak suka jika makan sambil bicara menurutnya akan beresiko tersedak makanan.


kini makan malam pun selesai, Bintang dan Jovanus kini duduk di ruang keluarga untuk menikmati waktu istrirahat walau hanya sekedar menonton TV atau membaca buku.


drett


drett


drett


getar hp Jovanus mendapat panggilan,saat Jovanus melihat hp nya melihat siapa yang menelfon ternyata Samuel,cepat cepat Jovanus angkat panggilan.


"ke markas sekarang,markas kemasukan penyusup" ucap Samuel dari sebrang.


"ok,tunggu" ucap Jovanus,langsung mematikan panggilan sepihak.

__ADS_1


"Bintang, cepat tidur,aku ada urusan yang mendesak" ucap Jovanus.


"iya daddy,hati-hati" jawab Bintang


cup


Jovanus mencium kening Bintang dan langsung pergi menuju parkiran mobilnya,sedangkan Bintang membeku di tempat,sepersekian detik Bintang sadar langsung pergi ke kamarnya untuk merebahkan dirinya.


Jovanus sudah sampai di mansion yang jauh dari pusat kota, letaknya di pingir kota. mansion besar dan megah,mungkin orang akan menduganya sebagai mansion biasa,tapi sebenarnya mansion itu adalah markas Black Rose yang sudah di desain sedemikian rupa supa orang tidak curuga.


Jovanus memasuki mansion itu dia sudah di sambut oleh beberapa anak buahnya,dengan berjalan santai Jovanus memasuki ruang bawah tanah langsung saja masuk ke salah satu ruangan, di sana sudah ada Samuel dan Moris dan lagi ada seorang pria dengan tangan di ikat keatas dan kakinya di rantai ke bawah, posisi pria itu berdiri karena tanganya di ikat keatas dengan kencang ,penampilan pria itu sudah tidak karuan banyak sekali memar di sekujur tubuhnya,darah mengalir dari hidung dan sudut bibirnya.


Jovanus yang melihat itu hanya menggelengkan kecil, dia tau persis seperti apa sifat Samuel dan Moris menghadapi musuhnya,mereka berdua tepatnya mereka bertiga dengan Jovanus akan berubah menjadi seperti prikopat dengan menghadapi orang yang berani macam- macam dengan mereka,sedangkan Jimy dan Kevin mereka akan lebih santai menghadapi musuhnya,biasanya Jimy dan Kevin akan bermain dengan musuhnya,mereka tidak suka terburu-buru.


Samuel dan Moris duduk di sofa yang ada diruangan itu,Jovanus menghampiri mereka dengan satu tangan di masukan ke saku celana.


"dia penyusup, mata-mata dari Read Moon suruhan si modoh Diego" jawab santai Moris menggoyangkan gelas kecil berisi win di tangan nya.


"ck,dasar si bodoh itu" ucap Jovanus berjalan mendekati pria itu.


dengan tiba-tiba Jovanus mencekram pipi pria itu,sedangkan pria itu hanya meringis kesakitan.


"apa tuan mu hanya bisa melakukan hal bodoh, hah" ucap Jovanus dengan wajah datar."kau ingin mati denga cara apa sialan"lanjutnya lagi.


"ck...kau..lah yang...bodoh" ucap pria itu dengan terbata-bata.


"besar juga nyalimu,keparat" ucap Jovanus dengan tatapan mengitimindasi, Jovanus melepaskan cengkramannya lalu ia mengambil samurai yang terletak di bawah nya.


"Jov,kau tau jika dia punya adik perempuan" ucap Moris

__ADS_1


"wah wah. cari adik si keparat ini" ucap Jovanus tersenyum sinis,sambil memainkan samurai di depan pria itu.


"sialan kau Jov,enyahlah kau,jika sampai kau macam-macam dengan adik ku" ucap pria itu dengan nafas memburu karena memosi.


"kita bisa memainkan adik nya" ucap Moris menyeringai. sebenarnya mereka hanya main-main mereka tidak akan melakukan hal menjijikan seperti itu,mereka tidak akan melibatkan orang luar untuk menjadi korban, Black Rose sangan menghormati wanita dan anak-anak, mereka tidak akan menyakiti wanita dan anak,Bukan berarti Black Rose tidak akan menyakiti, mereka akan menyakiti jika mereka keluar batas.


"kalian jangan pernah melibatkan adik ku sialan" bentak pria itu


"hahaha kenapa,adikmu juga bisa terkena imbas karna kau keparat" sahut Jovanus santai.


"aku mohon jangan libatkan adik ku,adik ku tidak tau tentang apa" mohon pria itu.


"terlambat bodoh,harusnya kau tidak main-main dengan kita,kau harunya mikir sebelum bertindak" sahut Samuel


"jangan libatkan adik ku...." ucap pria itu terpodong


"kau ingin mati dengan cara apa?" potong Jovanus.


dan........


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°


by Author tanpa plagiat, murni imajinasi author.


jangan lupa like,vote dan favorit bila suka novel ini


terus dukung author supaya lebih semangat up nya dengan like,vote, favorit dan komen ya♥


terimakasih......♥♥♥

__ADS_1


__ADS_2