Bintang Terakhir

Bintang Terakhir
3


__ADS_3


sudah pukul 14:00 mobil Jovanus sudah terparkir rapi di sebrang jalan sekolah SMK Harapan menunggu pujaan hati pemilik mobil yang tak lain gadis mungil Bintang.


"tuan apa kita akan terus menunggu seperti ini" tanya Tomas sesekali melirik Jovanus dari kaca di atasnya.


"heem" sambil terus mengawasi gerbang sekolah


tak terasa jam sudah menunjukan pukul 14:30 bel sekolah berbunyi menandakan waktu pulan untuk siswa kelas 12.


Bintang keluar gerbang sekolah di barengi dua sahabatnya Intan dan Anton.


Anton yang dari tadi terus menggandeng Bintang dari depan kelas sampai depan gerbang tidak mau melepas Bintang.


"Anton! lepasin tangan gue!" Bintang yang mulai kesal dengan sikap Anton


"ihhh....gak mau jeng" sedikit lenjeh


"lepas An ,atau gue tendang mau lo"


"galak bener sih jadi cewek, sebel deh!"


ahirnya tangan Bintang terlepas dari tangan mutan satu itu.


"gue ma Anton pulang dulu ya" ucap Intan menarik paksa tangan Anton supaya menjauh dari sahabatnya.


"iya kalian hati-hati ya!!!"


saat Bintang mau meninggalkan gerbang sekolah Jovanus langsung menghampiri Bintang yang mulai perjalan pergi.


"Bintang!!! ayo kita pulang?" tangan Jovanus yang menahan tangan Bintang


"eh...on yang tadi kan, emang kita pulang kemana?"


"kerumah mu lah,saya sudah nunggu kamu dari tadi dan kamu enak-enakan gandengan tangan sama cowo lain"


Bintang hanya mengangkat satu alisnya mengikuti langkah Jovanus yang mengarah ke mobilnya.


"saya gak nyuruh om buat jemput saya apa lagi nunggu saya" masuk kedalsm mobil


Jovanus hanya bisa mengerutkan keningnya yang di ucapkan Bintang memang benar dia tak disuruh menjemput apa lagi menunggu.


"om emanga tau alamat rumah saya?"

__ADS_1


"tau"


"dari mana?"


"saya tau semua tentang kamu Bintang!!!"


Bintang yang bingung sedikit memiringkan kepalanya seperti anak anjing karena dia tidak pernah mengatakan dimana alamat rumahnya kepada om-om aneh itu.


Jovanus yang melihat Bintang merasa gemas dengan gadis itu


sial kenapa dia mengeluarkan ekspresi seperti itu, kau sungguh menggemaskan ingin sekali aku mencubit pipimu yang cabi iti....tahan tahan Jovanus kau tidak boleh terpancing dengsn kelinci kecil itu... batin Jovanus


"oh... nona anda sangat mengemaskan ingin sekali saya mencubit pipi anda" sahut Tomas yang melihat ekspersi Bintang dari kaca di atasnya.


kata kata Tomas langsung dibala lirikan tajam Jovanus .


" maaf,nona. kita sudah sampai "Tomas langsung turun membukakan pintu mobil untuk Jovanus.


" terimakasih tuan, om. saya permisi mau masuk,sekali lagi terimakasih banyak"Bintang sambil sedikit membungkukan kepala.


"hanya itu?"tanya Jovanus


" maksud nya om!"


"owalah, rumah saya jelek om,nanti om gak nyaman "


"kata siapa,selama ada kamu saya nyaman-nyaman saya,iya kan Tom?"


"iya non"


"ya udah ayo sekalian saya kenalin ke mamak saya"


" Assalamualaikum,mak Bintang pulang" teriak cempreng Bintang memanggil bidadarinya


"suaramu bisa dikecilkan tidak" sewot Jovanus sambil menutup telinganya.


"hehehe maaf om,ayo masuk"


"eh ada tamu"mamak yang melihat ada dua pria tampansedang duduk di kursi


" mak kenalin ini om..."Bintang melirik Jovanus karena dia tidak tau siapa nama nya


"saya Jovanus mak" Jovanus yang bersalaman dengan mamaknya Bintang.

__ADS_1


"kalo saya Tomas, nyonya"


"panggil saya mamak saja seperti Bintang tadi"


"iya,mak" sahut Tomas


"sebentar ya biar saya buatkan minum dulu"


"tidak usah repot-repot mak kami tadi hanya manpir sebentar ke rumah Bintang"


"owalah, kalian ini siapanya Bintang?"


"mak saya mau ngomong tentang saya dan Bintang"


Bintang yang mendengar Jovanus menjebut namanya hanya menatap bingung .


"iya silahkan nak,nau ngomong apa?"


"mak saya mau Bintang menjadi tunangan saya"


"hah" pekik mamak,Bintang dan Tomas yang bingung dengan kata kata Jovanus.


"maaf nsk maksud gimana ya"


"maksud om apa sih"


"iya tuan maksud tuan apa!"


"saya Jovanus De Markis ,saya menyukai Bintang Arimbi saya berniat serius dengan Bintang, mak"


"itu sih terserah Bintang nak Jova"


seketika semuanya melirik ke arah Bintang yang masih bingung dengan keadaan yang ada di depanya.


"om, kasih Bintang waktu ya!" Bintang yang sedikit memelas


"iya Bintang, saya tunggu"


JANGAN LUPA FOLLOW, LIKE, KOMEN DAN VOTE NYA YA SUPAYA LEBIH SEMANGAT AUPDETNYA


JANGAN LUPA JUGA FOLLOW IG AUTHOR @lintangrimbii


karena geratis !!!!!!

__ADS_1


__ADS_2