
matahari sudah menunjukan wujudnya cahanyanya punsudah menerobos masuk kamar milik Bintang,
(kamar Bintang)
tapi Bintang masih enggan bangun karena tadi malam ia tidur pukul 1 malam karena baru sampai dari sepanyol.dan sekarang sudah pukul 08:30 pagi dan Bintang belum juga bangun,sedangkan Jovanus yang dari tadi menunggu Bintang dimeja makan yang ditunggu belum juga menunjukan batang hidungnya pun menghampiri Bintang di kamarnya dan betapa terkejutnya Jovanus melihat yang ditunggu sedang asik dengan tidurnya.
"hai...gadis kecil bangun ini sudah siang" sambil mengoyang goyangkan badan Bintang, Bintang yang terusik karena tudur indahnya diganggu pun mau tidak mau harus bangun.
"iya...Dad" dengan suara serak has bangun tidur
"cepatlah mandi lalu turun kebawah untuk sarapan" Jovanus meninggalkan Bintang yang sedang mengumpulkan nyawanya.
setelah 20 menit berlalu Bintang turun menuju meja makan yang disana sudah ada Jovanus menatapnya datar.
"morning Dad"
"morning cepatlah sarapan "
__ADS_1
selama sarapan tidak ada kebisingan selain sura alat makan yang digunakan untuk mereka makan, samapai kurang lebih 10 menit berlalu sarapan mereka habis .
Jovanus yang sudah bersiap mau berangkat kekantor, Bintang yang melihat Jovanus menuju pintu keluarpun menghampiri Jovanus, Jovanus yang melihat Bintang menghampiri dirinya pun berhanti.
"ada apa?" tanyanya dengan Bintang
"salim dad!" melihat wajah bingung Jovanus Bintang hanya tersentum dan memegang tangan kanan Jovanus dan menciumnya seperti budaya orang Indonesia saat salim dengan orang yang lebih tua. Jovanus yang kaget dengan apa yang dilakukan Bintang terhadap dirinya itu langsung hapam apa yang dimaksut Bintang.
"ya sudah saya berangkat kekantor, jangan keluar tanpa ijin dari saya, jika kamu butuh sesuatu bilang ke Diana di asisten pribadimu, paham" ucap Jovanus setelah Bintang selesai salim
"paham,bos" ucap Bintang lantang,Jovanus yang mendengarpun hanya mengulum senyum dengan kelakuan Bintang.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
selama perjalana menuju kantor pusat milik Jovanus, Hanya ada keheningan Jovanus hanya menatap keluar jendela dengan wajah yang sulit diartikan pokoknya melihatkan wajah bahagia karena terukir senyum bahagia walau samar,Tomas yang melihat Tuanya itu pun memberanikan bertanya karena penasaran.
"Tuan,ada apa" tanyanya sedikit melirik kearah kaca di atas kepalnya yang memantulkan wajah Jovanus dibelakang.
"entahlah,aku merasa bahagia saat ini,aku merasa sangat dihargai dan begitu dihormati,saat Bintang salim dengan ku tadi" tetap terus menatap keluar jendela
__ADS_1
"itu adalah etitut orang Indonesia, dimana mereka melakukanya dengan orang yang lebih tua untuk menghargai atau menghormatinya tuan,biasanya mereka melakukanya saat dengan orang tua ,istri dengan suaminya dan dengan sanak saudara yang lain tuan" jelas Tomas panjang kali lebar kali tinggi. (bener gask sih nulis etintutnya).
"saya suka itu,Tom.apa nanti Bintang aksn melskukanya dengan yang lain" tanya nya Jovanus
"bisa jadi tuan,Soalnya nyonya Bintang memiliki etitud yang sangat baik,didikan orang Indonesia memang sangat luar biasa untuk mendidik anak mereka untuk sopan dan menghormati orang lain" jelas Tomas lagi
"saya tidak akan membiarkan istri kecilku melakukannya dengan orang lain termasuk kau Tom,hanya boleh dengan ku,istri ku hanya boleh mencium tangan ku saja"tegas Jovanus
"baik tuan,kita sudah sampai" Tomas langsung turun dan membukakan pintu untuk Jovanus. mobil berhenti tepat didepan gedung tinggi
(gedung perusahaan MARKIS COMPENY).
Saat Jovanus turung dari mobil,kariawan yang bekerja di perusahaan milik Jovanus langsung membungkuk hormat kepada Jovanus dan Tomas.
"selamat Pagi tuan" ucap resepsionsia saat melihat kedatatangan Jovanus.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
__ADS_1
lanjut besok lagi ya 👌