Bintang Terakhir

Bintang Terakhir
17


__ADS_3

"tidak nyonya,ayo.biar saya kenalkan denan yang lain"


"halo nyonya,saya mila maid bagian kebersihan" ucap salah satu maid muda tersenyum ramah.


"hai mila,saya Bintang" jawab Bintang tersenyum ramah


"halo nyonya,saya clea saya sama dengan mila" salam clea girang


"sungguh"


"nyonya, apa tuan tidak marah kalau nyonya ada disini" ucap mila tak enak hati.


"ah om tua itu,biarkan dia" sahut Bintang


"hanya nyonya berani bilang seperti itu,nyonya hebat" sahut clea.


"sungguh!!!"


"iya nyonya, selama ini tuan sangat dingin dan irit ngomong,tidak ada yang berani dengan tuan,hanya nyonya" jelas clea.


"nyonya, ayo duduk di sofa" ucap mila mempersihlakan.


"ayo nyonya" sahut clea.


"baiklah,kalian juga duduk bersama ku ya,kita ngobrol santai" ucap Bintang.


"iya nyonya" sahut mila dan clea.Diana dan Elsa pun ikut duduk bersama yang lain,mereka mengobrol layaknya teman,semua memperlakukan Bintang layaknya teman,begitu pula Bintang yang memperlakukan yang lain layaknya teman.


disisilain,Jovanus duduk di kursi kebersarannya di ruang CEO di sana juga ada sahabat-sahabatnya,mereka sering datang ke kantor Jovanus buasanya untuk membahas urusan bisnis ataupun tentang mafia.


"Jov,aku mendapat info kalau si breng*ek Diego mencari tau tentang Bintang" ucap Samuel duduk bersandar di sofa.


"dia juga semakin berani mengirim mata-mata untuk mengawasi Black Rose" sahut Kevin dengan nada datarnya.


"apa kau sudah menyingkirkan tikus itu" ucap Jovanus dengan wajah dinginnya

__ADS_1


"sudah,sebelum dia mengirim informasi ke Diego" ucap Moris santai.


"transaksi senjata ke negara M lancar,tak ada hambatan Moris berhasil memanipulasi" ucap Jimy mengoyang goyangkan gelas win di tanganya.


"tentang Diego kita harus apa? apa perlu kita melakukan penyerangan dadakan di markasnya dan merampas persenjataanya" ucap Moris menyeringai.


"ide bagus,tumben otak mu berguna juga" sahut Jimy menepuk pundak Moris.


"kau pikir aku bodoh hah" sewot Moris.


"aku tak bilang kalo kau bodoh,aku cuma bilang otakmu tumben berguna, bogeng" sahut Jimy tak kalah nyolot.


"sama saja bodoh" sahut Moris.


"apa kalian terus seperti itu hah" ucap Samuel


"Jimy yang mulai" ucap Moris menunjuk Jimy


"tidak,aku tidak memulainya,aku cuma berkata sesungguhnya" sahut Jimy santai.


"hay,kalian sudah besar,kenapa terus bertengkar" potong Kevin.


"apa perlu kita merebut persenjataan Diego" lanjit Kevin.


"tak perlu,suruh salah satu anggota kita memata-matai mafia Read Moon" ucap Jovanus.


"baik,aku akan memilih orang yang tepat" jawab Samuel.


"nanti kau mau ke club tidak?" tanya Moris.


"tidak,aku sudah punya istri" jawab Jovanus.


"sombong,semenjak ada Bintang kau tidak pernah ke club" ucap Moris.


"kau bodoh hah,bagai mana bisa Bintang adalah gadis polos dan baik,jadi Jovanus harus mengimbangi nya bodoh" sahut Jimy memukul pelan kepala Moris.

__ADS_1


"apa lagi Bintang masih sangat muda usianya saja mau menginjak 19 tahun,Jovanus harus menjadi suami yang baik untuk istri kecilnnya" ucap Samuel.


"apa salahnya cuma minum sedikit" ucap Moris


"jika Bintang tau Jovanus minum pasti dia sedih,bodoh" sahut Jimy nyolot.


"ya,yang ku tau tidak semua orang Indonesia itu minum yang mengandung alkohol,termasuk Bintang, Bintang dari keluarga baik-baik walau sederhana" jelas Kevin.


"oh" sahut Moris ber-Oh ria.


"dasar otak kacang" ucap Jimy.


"kau otak udang" sahut Moris


"otak mesum" jawab Jimy tak mau kalah.


"kau anak monyet" sewot Moris


"dasar anak pungut"


"kau anak instal"


"dasar anak dwonlod"


"kalian bisa diam tidak" potong Jovanus dengan wajah dinginya


seketika menciut nyali Moris dan Jimy.


*********************************************************


**JANGAN LUPA LIKE,VOTE DAN FAVORIT BILA SUKA NOVEL INI,TERUS BERI DUKUNGAN LEWAT LIKE DAN VOTE YANG BANYAK.


JANGAN LUPA FOLLOW IG AUTHOR @lintangarimbii


TERIMAKASIH KAWAN♥★♥**

__ADS_1


__ADS_2