Biru Di Antara Dua Hati

Biru Di Antara Dua Hati
Bertemu Masa Lalu


__ADS_3

“apa kabar biru, sudah lama kita tidak bertemu ya...” senja tersenyum manis saat tak sengaja bertemu dengan biru di pusat perbelanjaan kota.


Biru hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan senja. Ia mengedarkan pandangannya karena melihat senja hanya sendiri. Menyadari maksud sahabatnya Senja langsung berkata “aku sama mama biru” biru yang mendapat penjelasan dari senja hanya menganggukkan kepalanya.


“kamu sendiri gimana ru?” Hal sama juga senja lakukan karena melihat biru yang juga seorang diri.


“Aku sama Alissa” jawab biru singkat. Senja sendiri hanya menganggukkan kepalanya.


“Kamu masih sama Naufal?” Tiba-tiba pertanyaan itu terlintas dalam pikiran biru dan terucap begitu saja dari bibir biru.


Biru sebenarnya tidak begitu penasaran dengan hubungan senja dan Naufal. Entah mereka masih bersama atau tidak. Sebenarnya ia tidak begitu peduli.


“Alhamdulillah masih” terpancar rasa bahagia dimata senja bila mendengar nama kekasihnya disebut. Biru sendiri bereaksi lain.


Beberapa hari yang lalu biru melihat Naufal bersikap mesra dengan wanita yang dijodohkan dengannya. Mengetahui fakta bahwa Naufal masih menjalin kasih dengan senja itu membuatnya kesal.


“cih... ternyata lelaki bajingan” pikir biru dalam hati. Sebenarnya ada rasa kasihan di hati biru untuk senja. Tapi ia merasa tidak perlu ikut campur lagi dengan segala hal yang berhubungan dengan senja. Karena kini ia tak memiliki perasaan yang khusus itu lagi.


“Kenapa biru?” mendapat pertanyaan dari senja biru hanya terdiam. Senja ingin berbicara panjang lebar dengan biru. Tapi keinginan itu harus ia kubur.


Suara Alissa mengalihkan perhatian senja dan biru. Alissa sedang menuju ke arah biru. Biru yang melihat Alissa berlari kecil ke arahnya tersenyum lembut.


Biru tidak menampik bila ia memiliki dendam pada Naufal. Itu semua semata-mata bukan karena senja saja, tapi banyak hal yang membuat biru begitu membenci naufal.


Alissa berjalan mendekat ke arah biru, tatapan kebenciannya terlihat jelas saat jarak antara dirinya dan senja semakin dekat. Ia tak menyangka akan bertemu kembali dengan orang yang sangat ia benci.


Senja menyadarinya, ia kira rasa dendam Alissa akan hilang seiring waktu berjalan.Tapi kenyataannya setelah hampir tiga tahun lamanya tak bersua dendam Alissa masih saja tetap sama.


“apa kabar Alissa” senja mengulurkan tangannya dan tak digubris sama sekali oleh Alissa.


Merasa Alissa tak akan membalas uluran tangannya, Syahna hanya tersenyum simpul dan menarik kembali uluran tangannya.

__ADS_1


Ternyata penolakan Naufal pada Alissa masih membekas hingga saat ini. Senja sendiri bingung, apakah ia salah memiliki perasaan pada Naufal. Apakah juga salah bila Naufal membalas perasaannya. Bukankah cinta itu tak meski harus memiliki.


Menyadari situasi mereka yang terasa semakin teruk, senja pamit undur diri. Ia berjalan mendekati mamanya yang sedang mengantri dimeja kasir.


“berbicara dengan siapa nak?” mama senja sempat melihat senja terlihat akrab dengan seorang lelaki.


“dengan biru ma” mama senja memperhatikan biru dan Alissa yang berjalan menjauh dari mereka.


“Sudah lama mama tidak bertemu biru, kok mama gak disamperin yah” mendengar pertanyaan mamanya senja hanya tersenyum simpul.


“biru ada urusan penting ma” sambung senja yang kini sedang menatap kepergian biru dan Alissa.


Biru tidak menyangka, bila persahabatannya dengan senja akan renggang seperti sekarang. Dulu ketika mereka kecil, mereka berjanji akan saling melindungi satu sama lain.Tapi sepertinya itu hanyalah sebuah janji kelingking anak kecil yang tidak berarti.


Biru tahu Alissa marah melihat ia berbicara dengan senja. Jadi melihat sikap Alissa yang demikian terhadap senja, membuatnya diam dan tidak bisa berbuat apa-apa.


...***...


Naufal masih tidak menyangka bahwa adik kecil kesayangannya sebentar lagi akan bertunangan dengan laki-laki yang tidak ia kenal. Selama ini Naufal begitu selektif dengan laki-laki yang berteman dengan adiknya.


Syahna telah selesai menemukan buku yang ia cari. Syahna menyerahkan buku yang akan ia pinjam kepada petugas bagian loket peminjaman buku sembari menyerahkan kartu anggota perpustakaan untuk dilakukan verifikasi data.


Selesai verifikasi data petugas memberikan stempel pada slip pengembalian buku sebagai tanda batas waktu peminjaman buku. Setelah itu petugas menyerahkan buku yang dipinjam Syahna beserta kartu anggota perpustakaannya.


Mobil Naufal membawa syahna ke taman rekreasi setelah mereka lelah berkeliling kota. Bermain di taman rekreasi juga bertujuan untuk menghilangkan penat setelah karena banyak nya tugas dari dosen dan pikiran tentang perjodohan.


Naufal memesan ice cream saat ia melihat ada kedai ice cream. Sebelum mereka mulai menaiki beberapa wahana yang ada di taman rekreasi, Naufal dan syahna duduk bersantai terlebih dahulu sambil menikmati ice cream yang mereka pesan.


“Dek, kamu serius setuju dengan perjodohan itu?” Naufal memulai pembicaraan dengan pertanyaan yang mengarah ke perjodohan langsung.


Syahna sudah yakin bila Naufal pasti akan menanyakan hal ini padanya.

__ADS_1


“Serius mas” melihat keseriusan dari mata Syahna, Naufal menghela nafas yang terasa berat.


“bukan karena takut ayah kecewa kan dek?” Syahna tahu betul bila Naufal khawatir padanya. Tapi ia tak mungkin membatalkan perjodohan ini. Selain karena sang ayah perasaan itu telah hadir dalam hatinya. Jadi Syahna merasa ini juga kemauan hatinya.


“Kalau laki-laki itu berani menyakiti kamu, beritahu mas yah” ucap Naufal sungguh-sungguh. Syahna hanya bisa menelan ludah saat mendengar ucapan Naufal.


Andaikan Naufal tahu bila adik kecil kesayangannya diperlakukan tidak baik oleh biru, maka sudah dipastikan pertunangan itu batal.


Hari ini Syahna menghabiskan waktunya bersama Naufal dengan mencoba beberapa wahana bermain yang ada di taman itu. Seperti roller coaster, Halilintar, tornado, kora-kora dan bianglala. Hal itu membuat rasa penat di hati Syahna berkurang.


...***...


 


Biru tidak mengerti, mengapa bayang-bayang Syahna saat diantar Naufal tidak bisa ia hilangkan. Hal itu sungguh mengganggu konsentrasi dirinya. Apapun yang dilakukannya pasti berantakan. Seperti siang tadi saat dirinya dan Alissa sedang berada di kafe pusat perbelanjaan kota.


Tiada angin tiada hujan tiba-tiba biru memukul meja tempat dirinya dan Alissa duduk. Alissa yang tidak siap akan hal itu terkejut bukan main. Gelas berisi cappucino yang sedang ia seduh terjatuh karena ulah biru.


“kamu kenapa si honey” Alissa benar-benar tidak percaya dengan kelakuan biru.


“kan jadi tumpah, lihat baju aku” Alissa menunjuk bajunya yang basah karena ulah biru. Biru sendiri menyesal karena mengotori baju Alissa.


Mengingat itu membuat biru tidak habis pikir dengan dirinya sendiri. Kenapa kejadian itu bisa sampai sesignifikan itu mempengaruhi pikirannya.


‘apa yang Syahna lakukan padaku’ batinnya kesal. Biru ingin menghubungi Syahna. Ia Ingin memperingati Syahna untuk jangan hadir di dalam pikirannya. Tapi sampai saat ini ia tak pernah bertukar nomor handphone dengan Syahna. Ia merasa egonya tersakiti bila dirinya yang meminta terlebih dahulu.


Akhirnya satu malam ini biru habiskan waktu biru dengan uring-uringan tidak jelas di dalam kamarnya.


 


“Cinta itu tidak dapat dilihat, tapi cinta dapat dirasa, cinta tidak pernah menipu tapi kitalah yang menipu diri”

__ADS_1


__ADS_2