Biru Di Antara Dua Hati

Biru Di Antara Dua Hati
terjebak dalam bayang


__ADS_3

Kata orang cinta itu buta, kita tidak dapat menentukan pada siapa hati kita berlabuh. Cinta hadir tanpa permisi karena itu kita sering terlambat menyadari. Jika cinta telah hadir maka sulit untuk menyuruhnya pergi.


Syahna tidak tahu mengapa akhir-akhir ini dirinya sering memikirkan biru. Sudah tiga hari ini, biru selalu hadir dalam pikiran syahna. Mengusir bayangan biru dari pikirannya ternyata sangat sulit.


Suasana Dinner yang romantis baru Syahna rasakan sekali seumur hidupnya malam itu. Meskipun kenyataannya perdebatan lah yang terjadi. Dirinya bingung Kenapa bisa ia terbawa perasaan malam itu sampai saat ini.


“Kamu sudah gila syahna” ungkapnya dalam hati saat menyadari kebodohan dirinya. hal itu sama sekali bukan seperti dirinya.


“Sudah jelas Alissa dan biru tidak terpisahkan, kenapa aku bisa berharap dia mencintaiku, pikiran dari mana itu” syahna merasa malu dengan dirinya sendiri.


Sedari tadi yang Syahna lakukan hanya duduk, terbaring, dan menutup wajahnya menggunakan bantal secara berulang-ulang.


“ya Allah bagaimana ini, kenapa susah sekali mengusir bayang-bayang kak biru”


Syahna bukanlah perempuan yang mudah membuka hatinya untuk lelaki. Selama ini banyak yang menaruh hati kepadanya, berusaha mendekatinya dan menyatakan cinta padanya. Tapi sedikitpun hatinya tidak pernah tergerak untuk membalas perasaan mereka. Tapi sekarang apa yang terjadi, dinner yang menyebalkan seperti malam itu malah membuat hatinya tergetar oleh suasana itu.


Mengingat Alissa, perasaan bersalah kembali hadir dalam diri syahna. “maafkan aku kak Alissa karena berpikir Naif seperti itu”. Syahna menggeleng-gelengkan kepalanya sembari menepuk-nepuk kepalanya.


***


Semakin hari syahna semakin tidak bisa memahami perasaannya. Hati dan pikirannya tak sejalan. Membuat Syahna semakin sering uring-uringan.


Seperti hari ini, Syahna beberapa kali ditegur dosen karena tidak memperhatikan mata kuliah yang diberikan. Syahna adalah mahasiswi cerdas kebanggaan setiap dosen yang mengajar di kelas syahna. Melihat mahasiswi berprestasi kedapatan tidak memperhatikan penjelasan dosen saat kegiatan belajar mengajar adalah hal yang mengecewakan bagi dosen itu sendiri.


Tingkah aneh Syahna membuat kedua sahabatnya khawatir, mereka sangat mengenal Syahna seperti apa selama ini. Begitu mata kuliah hari ini selesai kedua sahabat syahna memutuskan untuk membawa Syahna menenangkan pikiran ditaman kampus.


“Na ada apa, kita lihat akhir akhir ini kamu sering melamun?”


“hah” hanya itu yang syahna katakan saat dinda memegang bahunya.


“kok hah sih na, udah berapa dosen yang menegur kamu hari ini na” Sherly gemas dengan jawaban syahna.


“aku bingung”


“Bingung gimana na?”


“bingung aja nda sama diri aku sendiri”


“kamu gak kaya biasanya loh na, kita khawatir”


“kamu ada masalah apa na?”


“Masalah otak deh nda kayaknya”


“kamu sakit na?” Sherli menutup mulutnya saat mengatakan itu.


Syahna merasa mungkin saat inilah waktu yang tepat untuk menceritakan keluh kesah tentang perjodohan dirinya. Lagipula mungkin saja kedua sahabatnya mempunyai solusi untuk mengatasi masalah yang ia hadapi.


“enggak sakit sher, hanya stres karena masalah perjodohan”


Dinda dan Sherli tertegun mendengar jawaban syahna. Tak lama kemudian mereka berhasil mencerna kalimat Syahna.


“what?” baik Dinda maupun Sherli serempak mengucapkan kata itu hingga membuat atensi beberapa mahasiswa yang berada di sekitar mereka mengarah pada mereka.


“kalian berdua jangan berlebihan deh, lihat sekarang atensi orang-orang kekita kan...” bisik Syahna.


“Maaf na, kita spontanitas karena speechless” ucap Dinda merasa bersalah.


“iya na lagian zaman sekarang masih ada aja ya perjodohan, kaya zaman Siti Nurbaya aja” timpal Sherli.


Hari ini kedua sahabat syahna mendapatkan fakta bila sahabat kesayangan mereka syahna dijodohkan.


“gimana na tampang cowok itu, oke kagak?” Sherli mengedipkan kedua matanya menggoda syahna. Melihat reaksi syahna dinda menutup kedua mulutnya.


“Atau jangan-jangan seperti Datuk Maringgai ya na...” lanjut Sherli.


“Kalian ini, mana mungkin ayah dan bunda tega menjodohkan diriku yang manis ini dengan aki-aki” jawab Syahna narsis membuat kedua sahabatnya hanya bisa memutar kedua bola matanya.

__ADS_1


“jadi seperti apa orangnya na?”


“janji ya, kalau kalian tahu jangan kalian jangan menjudge aku”


“kamu sahabat kita na, mana mungkin kita tega menjudge kamu”


“Betul kata Dinda na, kalau kamu salah pasti kita akan beri nasihat” sambung sherli.


Syahna menghela nafasnya sebelum bercerita, dan hal itu membuat rasa penasaran didalam diri kedua sahabatnya membuncah.


“ayah dan bunda menjodohkan aku dengan kak Sabiru Langit Mahendra” jawaban Syahna sukses membuat kedua sahabatnya syok. Alhasil reaksi mereka menimbulkan rasa ingin tahu beberapa mahasiswa yang berada di sana.


“Jangan bercanda deh na” kedua sahabat syahna belum percaya dengan berita fenomenal yang diberikan syahna. Tetapi melihat keseriusan syahna mau tidak mau mereka harus percaya.


“kamu beruntung na” batin Sherli. Ia merasa syahna begitu beruntung dijodohkan dengan biru. Selama ini hanya ia dan Dinda yang bermimpi menjadi kekasih biru. Syahna yang tak peduli malah dipilih oleh takdir.


“beruntung kamu na dijodohkan dengan kak biru”


“beruntung gimana nda”


“kak biru itu paket lengkap na”


“ingat sher, dia udah punya kak Alissa”


“kan baru gebetan syahna belum istri”


“masalahnya dia udah buat pernyataan kalau gak ada yang bisa geser posisi kak Alissa dihatinya”


“hati seseorang itu gak bisa ditebak na”


“bener kata Dinda na, lagian sepertinya orangtua kak biru lebih pro ke kamu daripada kak Alissa”


“restu orangtua yang terpenting na”


“tapi gimana dengan kak Alissa sher, aku malu menjadi orang ketiga”


“betul kata Sherli Nana, mereka tidak ada ikatan resmi, jadi kamu bukan orang ketiga”


“tapi kasihan kak Alissa, mereka udah lama berpacaran tapi...”


“Kalau jodoh gak kemana na, jadi jalani saja, apa yang dikatakan Dinda ada benarnya juga, kalau jodoh itu gak kemana” sambung Sherli bijak.


“kamu ada rasa gak dengan kak biru?”


“Aku gak tahu sher, tapi yang pasti sejak dinner malam itu bayang bayang kak biru sering melintas dalam pikiran aku.


“Itu tandanya kamu mulai ada rasa sama kak biru” goda Dinda.


“Ish...apaan sih Din” bisik Syahna tersipu.


“gimana dinner nya? Pasti romantis”


“romantis apanya, nyebelin iya” Syahna mengerucutkan bibirnya kala mengingat itu.


“sabar na, ingat kalau jodoh gak kemana”


“Kak Alissa gimana din?” mendengar pertanyaan Syahna kedua sahabatnya hanya bisa menghela nafas.


“jadi ceritanya kamu mau batalin perjodohan?”


“iyah, tapi aku takut ayah kecewa” Syahna tertunduk lesu. Jujur syahna ingin perjodohan ini batal, tapi tak bisa bila mengingat sang ayah. Melihat wajah sedih Syahna, kedua sahabatnya hanya bisa memeluk Syahna untuk memberinya kekuatan.


“Bisa kamu ceritain bagaimana asal mula perjodohan ini na?”


Syahna mulai menceritakan bagaimana awal mula dirinya bisa dijodohkan dengan biru hingga kejadian malam itu. Sementara Sherli dan dan Dinda menjadi pendengar yang baik. Mereka tahu betul bahwa kecil kemungkinan syahna akan membatalkan perjodohan ini karena syahna sangat menyayangi orangtuanya.


“Dari cerita kamu, aku yakin kamu mulai ada rasa na dengan kak biru”

__ADS_1


“aku gak tahu sher, rasa itu salah jika hadir di hatiku nda”


“Gak ada yang salah dengan perasaan kamu na”


“ingat Kata Sherli na, kak biru itu paket lengkap jadi wajar kamu suka sama dia”


“terlalu hot na untuk dilewatkan” lanjut Sherli yang membuat syahna cemberut.


“Gak lucu sher”


“Pesona kak biru itu gak bisa dibohongi na, terlalu silau” jawaban Sherli membuat Dinda dan syahna tertawa geli.


“lagian ingat na, jodoh itu tak akan lari bila dikejar jadi biarkan waktu yang menjawabnya”


“saran aku jalani aja perjodohan ini, kalau memang berjodoh ya bersama, kalau tidak ya berpisah”


Begitu banyak petuah bijak yang diberikan Sherli dan Dinda kepada syahna. Sedikit banyaknya hal itu sudah membuat hatinya tenang.


Suasana yang hening tiba-tiba menjadi riuh karena kehadiran idola kampus. Beberapa mahasiswi yang akan pulang setelah menyelesaikan mata kuliah mereka tertahan dengan pemandangan yang menyenangkan mata. Kapan lagi mereka bisa leluasa memandang biru dan teman temannya. Selama ini Alissa selalu berada disamping biru. Melihat suasana parkir kampus tidak seperti biasanya, syahna dan kedua sahabatnya bingung. Mereka baru saja meninggalkan taman kampus setelah penat dirasa telah hilang.


Beberapa mahasiswi bergerombol dengan heboh seperti sedang melihat selebriti. Selebriti mana yang datang ke kampus mereka pikir syahna dan kedua sahabatnya.


Melihat biru dan sahabatnya berdiri didepan mobil biru yang tidak jauh dari mobil dinda membuat Sherli dan Dinda heboh sendiri. Sedangkan syahna merasa belum siap bertemu biru.


Dinda menyenggol lengan Sherli dan menyadarkan sherli akan sikap mereka, dengan bodohnya mereka lupa bahwa biru sudah dijodohkan dengan sahabat mereka.


“Maaf na kita lupa” ucap Sherli cengengesan.


“Biasa aja kali sher” syahna tidak pernah mempermasalahkan sikap Dinda dan Sherli karena ia sudah paham betul seperti apa sahabatnya.


Biru dan sahabatnya sedang menunggu Alissa. Menunggu para cewek dengan segala urusannya adalah hal yang paling membosankan bagi sahabat biru.


Biru mengedarkan pandangannya ke sekeliling parkir kampus dan tidak sengaja matanya melihat syahna berada tidak terlalu jauh darinya. Melihat biru yang memandang kearah syahna membuat Dinda dan Sherli heboh sendiri. Mereka berdua asyik menggoda syahna yang sama sekali tak digubris syahna.


Para mahasiswi yang melihat biru memandang serius kearah syahna dan sahabatnya merasa iri. ‘Siapa gadis beruntung yang dipandangi biru’ pikir mereka kompak.


Sahabat biru sendiri juga menyaksikan itu tapi mereka tidak tahu siapa yang menjadi objek pandangan biru. Pandangan biru terputus saat Rian memberitahunya bila Alissa sedang berjalan kearah mereka.


Alissa menghampiri biru bersama Kania dan emely sahabatnya. Biru adalah lelaki yang membuatnya bisa melupakan seseorang dimasa lalunya.


Cukup sekali cinta itu tidak dapat digapainya. Dia tidak akan pernah melepaskan biru. Dirinya selalu berusaha agar biru cinta mati padanya dan itu berhasil. Hanya biru yang bisa mengimbangi masa lalunya. Biru harus menjadi miliknya, tidak boleh ada yang mengambil biru darinya.


“hai semua kita gak lamakan” Alissa langsung bergelayut manja pada bahu biru, itu merupakan hal biasa bagi sahabat biru maupun sahabat alissa. Melihat pemandangan itu kerumunan mahasiswi yang berkumpul pun membubarkan diri.


Mereka risih dengan kelakuan Alissa yang seperti itu. Syahna mengalihkan pandangannya melihat itu sedangkan sahabatnya menatap marah. Mereka tidak terima sahabat mereka diperlakukan seperti itu.


Alissa menyadari arah pandangan biru saat dirinya berjalan kearah biru tadi. Tapi dia tidak tahu siapa yang dipandangi biru. Biru tidak pernah seperti itu sebelumnya dan sikap biru hari ini membuat alarm bahaya di kepala Alissa kembali berbunyi. Dia akan menyingkirkan siapapun yang berusaha mengambil biru darinya.


***


Syahna kini dalam perjalanan menuju rumah. Syahna selalu diantar pulang oleh Dinda yang membawa mobil, sementara Sherli sudah dijemput supirnya. Sesampainya di rumah syahna, Dinda berpamitan pulang setelah mencium takzim tangan bunda syahna.


“kok kayaknya capek banget nih anak bunda” Bu Annisa menyiapkan makan untuk syahna yang baru pulang.


“iya Bun, banyak banget tugas dari dosen” syahna mulai mengisi piringnya dengan nasi serta lauknya.


“gimana hubungan kamu dengan nak biru na”


pertanyaan sang bunda membuatnya tersedak. Melihat sang anak seperti itu Bu Annisa memberikan minum dan menyuruhnya pelan pelan saja saat makan. Syahna hanya menganggukkan kepalanya “Baik Bun” lanjutnya. Syahna merasa bersalah telah berbohong pada bundanya. Hubungan syahna dan biru faktanya tidak baik baik saja.


Selesai makan syahna izin kepada bundanya untuk kembali ke kamarnya. Sesampainya ditempat tidur syahna langsung merebahkan diri. Pikirannya kembali pada kejadian sore tadi saat di parkir kampus. Dirinya melihat pandangan memuja biru untuk Alissa dan dirinya merasa sakit untuk itu. Kini dia yakin dirinya telah jatuh cinta pada biru. Cinta yang mungkin tidak akan pernah terbalas.


Ditempat lainnya, Alissa sedang menyusun rencana untuk mencari tahu siapa orang yang berhasil mencuri atensi biru. Sikap biru yang sedikit berubah akhir-akhir ini membuat jiwa posesif yang selama ini terpendam muncul kembali.


“Siapapun kamu, jangan coba-coba untuk merebut biru dariku” bisik Alissa yang hanya didengar oleh angin.


“cinta hadir tanpa diminta dan cinta pergi tanpa diperintah, mungkin saat ini dia belum sadar akan hadirnya, tetapi ketika kamu pergi dia akan menyesalinya”

__ADS_1


berjuanglah syahna, semua akan indah pada waktunya.


__ADS_2