
Hari ini merupakan hari yang menyenangkan bagi teman-teman syahna, pasalnya dosen killer yang membuat raga dan nyawa hampir berpisah saat mengikuti mata kuliahnya berhalangan hadir. Berlebihan memang tapi itulah kenyataannya bagi sahabat syahna.
Membuat masalah pada mata kuliah dosen tersebut maka bersiap-siaplah mereka untuk ikut mengulang materi kuliahnya di semester berikutnya, itu adalah hal yang paling dihindari seluruh mahasiswa.
Perpustakaan adalah tempat di mana syahna dan sahabatnya dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dosen tersebut. Karena membutuhkan banyak referensi dalam mengerjakan tugas ini. Tak pelak kegiatan literasi pun syahna lakukan bersama sahabat dan teman satu kampusnya.
Perpustakaan yang begitu tenang tiba-tiba terasa ramai. Suara bisik-bisik dari beberapa mahasiswi sudah seperti kumpulan suara kumbang yang membuat penjaga perpustakaan terganggu.
Pustakawati tersebut meminta para mahasiswi untuk tetap tenang atau pergi dari ruangan ini bila tidak bisa mematuhi peraturan perpustakaan. Syahna sendiri bingung dengan tingkah heboh mahasiswi.
Sherli dan Dinda menyadari kehadiran biru di perpustakaan ini. Bukan biru namanya jika hal itu tidak terjadi. Biru juga memasuki perpustakaan untuk menyelesaikan tugas. Mata kuliah yang telah berakhir membuat biru memilih perpustakaan untuk menyelesaikan tugas dari dosen.
Biru tidak menyangka perpustakaan akan seramai ini. Di jam seperti ini biasanya hanya ada beberapa mahasiswa yang mengunjunginya.
Syahna sedang fokus dengan bukunya saat biru tiba-tiba sudah duduk di sampingnya. Baik biru maupun syahna tidak menyadari keadaan itu. Sahabat syahna bahkan hampir teriak histeris saat melihat itu.
__ADS_1
Mereka bahagia melihat pemandangan ini. Para mahasiswi lain yang melihat biru duduk di samping syahna hanya bisa menggigit bibirnya karena iri. “beruntung sekali syahna” pikir mereka. Andai biru tahu betapa beruntungnya dia memiliki syahna pasti dirinya akan berpikir seribu kali untuk menyia nyiakan syahna.
Sudah lima belas menit berlalu, sampai saat ini syahna dan biru belum menyadari itu. Tugas syahna hampir selesai dan tinggal membuka satu buku referensi lagi untuk menyelesaikan tugasnya. Syahna berniat mengambil buku disebelahnya ia tidak menyangka akan ada tangan lainnya yang melakukan hal yang sama.
Seperti ada sengatan listrik saat tangannya dan tangan itu bersentuhan. Ia menengadahkan wajah dan betapa terkejutnya dirinya saat tahu pemilik tangan itu adalah biru. Jantungnya berdetak lebih cepat bertalu-talu tak menentu. Ia seperti merasa kekurangan oksigen dan Wajahnya sudah memerah bagaikan kepiting rebus. Ini pertama kali untuknya bersentuhan dengan lawan jenis yang di sukainya.
Biru sendiri tertegun dan tidak menyangka bila dirinya duduk disebelah syahna. Dirinya memang memilih tempat duduk ini karena melihat perempuan yang duduk disini tidak seagresif mahasiswi lain. Tapi dirinya tidak menyangka perempuan itu adalah syahna calon tunangannya sendiri.
Dunia terasa berhenti berputar bagi biru, ia tak tahu menyentuh tangan syahna membuat hatinya tergelitik. Ada perasaan tenang dalam dirinya yang dirinya sendiri tidak tahu. Jangan tanya bagaimana ekspresi sahabat syahna dan mahasiswi yang lain. Mereka langsung teriak histeris.
Pemandangan itu seperti dalam drakor yang mereka favoritkan selama ini. Sontak membuat penjaga perpustakaan menyuruh mereka meninggalkan perpustakaan. Mereka berasumsi bila syahna lebih cocok dengan biru dibanding Alissa dan fakta itu membuat mereka patah hati masal.
Syahna tersadar lebih dahulu dari situasi yang ambigu ini. Dia langsung menarik tangannya sembari mengucapkan maaf pada biru. Dikemasinya seluruh bukunya dan langsung pergi meninggalkan perpustakaan setelah selesai meminjam beberapa buku. Biru sendiri menatap kepergian syahna dengan pandangan yang sulit diartikan.
Kejadian di perpustakaan disaksikan Kania sahabat alissa dan itu membuatnya geram. Kania sendiri tidak dapat melihat dengan jelas siapa perempuan yang duduk disamping biru. Semula dirinya ingin meminjam buku di perpustakaan, sesampainya Kania di perpus malah dikagetkan dengan pemandangan itu.
__ADS_1
Biru dan perempuan itu terlihat seperti pasangan serasi. Kania tak sanggup membayangkan itu lagi. Dirinya harus segera menyusul Alissa yang berada di kantin bersama Emily. Dirinya harus sesegera mungkin menyampaikan berita ini pada Alissa.
“mengapa biru seperti menikmati momen itu” pikir Kania marah. Dirinya tidak terima bila sang sahabat di duakan oleh biru.
“alissa gue ada berita penting!” Kania langsung saja mengatakan itu saat bertemu Alissa.
“berita penting apaan” Alissa yang melihat Kania tergesa gesa menuju arahnya tidak sabar mendengar berita itu. Sahabatnya ini tidak akan sampai Seperti ini bila berita itu tidak penting untuknya.
“Ini ada hubungannya dengan biru Alissa” Kania menggebu gebu mengatakan itu yang membuat Alissa semakin tidak sabar mendengarnya.
Setelah penjelasan biru mengenai perjodohannya Alissa marah besar. Kini kemarahan Alissa semakin besar setelah mendengarkan cerita Kania. “dia sudah berjanji lebih memilihku dibanding perempuan itu” marah Alissa. Dirinya tidak menyangka bahwa biru yang sangat bucin padanya bisa melakukan itu.
Perjuangan Alissa untuk mendapatkan hati biru dulu tidaklah mudah. “senja” bisiknya entah mengapa kejadian itu mengingatkannya pada perempuan itu. Perempuan yang merebut hati cinta pertamanya dan perempuan itu juga sudah merebut hati biru sebelum biru menjadi kekasihnya. Pandangan benci dan penuh dendam Alissa membuat emely khawatir.
Emely sangat mengenal Alissa. Dia bisa berbuat apa saja pada orang yang berani mengusik miliknya.
__ADS_1
“kamu akan tahu akibatnya bila kamu berani mengusik milikku” bisik Alissa penuh dendam.
"Tahukah kamu bila kamu paksa memakai sepatu yang kekecilan, kamu akan merasakan sakit dan susah berjalan karenanya. Begitupula dengan cinta, bila kamu memaksa dirimu sendiri yang terluka, maka biarkan dia berjalan sendiri"