
Langit-langit kamar adalah pemandangan yang terbaik bagi Syahna saat ini. Karena Syahna dapat dengan bebas melukiskan apa yang ada dalam pikirannya saat ini.
Kata orang jatuh cinta itu indah, siapa pun akan terbuai bila sudah masuk dalam jeratannya. Tapi bagi Syahna jatuh cinta itu tidak seindah apa yang dikatakan oleh kebanyakan orang.
Baru kali pertama Syahna merasakan yang namanya jatuh cinta dan harus tersakiti oleh kenyataan. Cinta bertepuk sebelah tangan istilahnya.
Mengapa cinta itu tidak bisa dikontrol pakai logika, biar hati ini bisa di atur untuk tergerak hanya pada orang yang pantas dituju.
Drama yang terjadi di parkiran kampus terekam jelas dalam ingatan syahna. Dirinya yang selama ini tidak pernah peduli dengan segala hal yang berhubungan dengan biru berubah jadi sebaliknya.
Melihat biru yang menatapnya tajam tiba-tiba saja hatinya merasa seperti tertusuk jarum. Jatuh cinta pada orang yang salah itu merepotkan bagi Syahna. Syahna merasa jantungnya menjadi tidak sehat karena sering berdenyut sakit.
“ayo dong Syahna move on” Syahna mencoba menyemangati dirinya yang terlihat menyedihkan.
Interaksi mesra antara biru dan Alissa kini benar-benar membuat kepalanya pusing. Ternyata cinta juga bisa menyebabkan sakit kepala pikir Syahna.
***
Malam ini suasana makan malam dikeluarga Syahna tidak seperti biasanya. Syahna yang biasanya membuat susana makan selalu ceria menjadi redup karena dirinya tengah asik dengan dunianya sendiri.
Bagaimana saat ini gambaran suasana hatinya, Syahna sendiri tidak tahu. Syahna tidak bisa mendeskripsikan apa yang dia rasa saat ini.
Melihat anaknya hanya mengaduk aduk makanan tanpa berniat memakannya membuat kedua orangtuanya khawatir.
“makanan itu untuk dimakan sayang, bukan dipandangi” ucapan pak Abimana menyadarkan syahna dari dunianya, dirinya tersipu malu karena ditegur ayahnya.
“kenapa aku tidak bisa mengontrol perasaanku” pikir Syahna dalam hatinya.
“cerita sama bunda sayang kalau ada masalah” Bu Annisa khawatir melihat anaknya tidak seperti biasanya.
__ADS_1
“syahna gak ada masalah Bun, lagi mikirin tugas dari dosen aja bun” Syahna tidak mungkin bercerita pada bundanya tentang kegalauan hatinya.
“bunda kira kamu ada masalah sayang” Bu Annisa merasa ada yang ditutupi oleh Syahna, sang bunda tidak mau memaksa anaknya untuk bercerita, biarlah ia menunggu sampai Syahna siap bercerita padanya.
“kalau memang ada masalah cerita sama bunda ya sayang, bunda siap jadi pendengar yang baik” ibu Syahna tersenyum lembut memandangi wajah ayu anaknya.
“masak anak gadis ayah kalah dengan Mas Naufal” goda ayah Syahna. Mendengar itu seketika Syahna cemberut lucu.
“Jangan disamain sama mas dong yah, mas Naufal kan memang tiada lawan” sambung Syahna terdengar merajuk ditelinga ayahnya. Suasana makan malam itupun seketika kembali seperti biasanya.
***
“tolong dong pa, Biru ada janji dengan teman biru” Suara biru terdengar prustasi saat memohon pengertian dari papanya.
“kapan lagi kamu bisa mendekatkan diri dengan Syahna bila kamu tidak mau bertemu dengannya” pak Mahendra memijat kepalanya yang terasa pusing karena penolakan dari biru.
“di kampus dan sekarang berbeda SABIRU” suara pak Mahendra mulai meninggi, mama biru beberapa hari ini sudah terbiasa mendengar perdebatan antara anak dengan suaminya.
“Biru, mama dan papa sudah berjanji dengan keluarga pak Abimana, mereka keluarga baik-baik dan sangat berjasa pada keluarga kita sayang” mama biru mencoba membantu pak Mahendra untuk memberikan pengertian pada biru.
“Kenapa papa dan mama membuat janji dengan mengorbankan perasaan biru?” mendengar pertanyaan biru, pak Mahendra hanya bisa menghela napas.
Sebenarnya selama ini pak Mahendra sudah mencari tahu seperti apa sebenarnya Alissa itu dari orang suruhannya. Walau laporan tentang Alissa baik, pak Mahendra tidak mengerti entah mengapa dirinya tidak bisa bersimpati pada Alissa. Berbeda ketika dirinya melihat Syahna. Ia merasa Syahna sangat cocok dengan biru.
“papa tidak mau tau biru, malam ini kamu harus ke rumah syahna, atau kamu mau ancaman papa berlaku”
Biru menekuk wajahnya saat mendengar perintah mutlak dari papanya. Biru tidak mau menjadi anak durhaka hanya karena cintanya. Bagaimana pun juga tanpa kedua orangtuanya belum tentu ia ada di dunia ini.
Malam ini biru pergi menuju rumah Syahna sesuai permintaan pak Mahendra. Walau hatinya merasa berat karena lagi-lagi dirinya mengingkari janjinya pada orang yang disayanginya.
__ADS_1
***
Biru dan Syahna kini berada di taman kota, di malam hari taman kota disuguhi pemandangan lampu-lampu yang indah.
Warna-warni yang dihasilkan oleh lampu-lampu ini memberikan kesan yang begitu menawan di tengah kegelapan malam. Pengunjung dapat menikmati pemandangan yang sangat memukau dan membuat hati senang.
Taman Kota bukan hanya tempat untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga tempat yang cocok bagi pasangan yang ingin menghabiskan waktu bersama.
Pemandangan malam yang indah dan suasana yang tenang menjadikan taman ini tempat yang romantis untuk pasangan.
Pengunjung dapat menikmati makan malam romantis atau hanya sekedar duduk-duduk berdua menikmati pemandangan malam.
“Aku bawa kamu ke sini bukan berarti aku mau berduaan sama kamu” biru selalu memulai pembicaraan dengan Syahna tanpa memikirkan perasaan Syahna.
“kalau gak mau berduaan sama aku kenapa kakak gak bawa kak Alissa atau teman-teman kakak yang lain” seperti ada yang mencubit hatinya saat Syahna mendengar kata-kata biru yang tak berperasaan padanya.
Biru sendiri mendengar jawaban Syahna hanya acuh tak acuh, dirinya tak peduli bila Syahna sakit hati kepadanya. Yang ia pikirkan saat ini adalah Alissa.
Janji makan malam romantisnya bersama Alissa batal karena perintah papanya.
“kalau kakak gak berniat ajak aku keluar, ngapain juga kita keluar kak...” biru mengalihkan pandanganya sebentar pada Syahna, setelah itu dia menatap arah lampu taman yang berwarna warni untuk menetralisir getaran di hatinya.
Ponsel biru berdering, tertera nama mamanya saat ia melihat ponselnya. Mama biru memberitahu biru bahwa salah satu restoran mewah telah di reservasi mama biru atas namanya. Jadi mau tidak mau biru harus kesana membawa Syahna.
Biru dan Syahna berjalan beriringan menuju mobil biru. Tanpa sengaja syahna tersandung kakinya sendiri hingga tubuhnya kini berada dalam dekapan biru.
Biru terdiam saat matanya bertatapan dengan syahna. Dirinya terdiam saat merasa ada rasa yang asing menjalar ke hatinya. Biru sendiri bingung akan rasa itu.
mungkinkah hatinya mulai tergerak untuk Syahna, atau hanya rasa simpati karena keadaan mereka tak jauh berbeda. Entahlah, birupun tak tahu itu. Tapi saat ini iya yakin hatinya telah berlabuh pada Alissa sepenuhnya
__ADS_1