Biru Di Antara Dua Hati

Biru Di Antara Dua Hati
jujur dan bohong


__ADS_3

Sudah menjadi rutinitas biru saat ini setiap malam minggu tiba ia datang berkunjung ke rumah syahna. Pak Mahendra selalu memaksanya datang menemui syahna, bila dirinya tidak mau maka ancaman papanya berlaku untuknya.


Biru tidak berani menolak perintah papanya yang tidak main-main itu. Dulu setiap bersitegang dengan sang papa, mamanya selalu membelanya, tapi jika sudah berhubungan dengan syahna mamanya mengacuhkannya.


‘sebenarnya apa yang dilakukan Syahna pada mamanya hingga mamanya sangat menyayanginya’ itu yang ada dipikiran biru saat ini.


Di Keluarga syahna biru disambut dengan hangat oleh pak abimana dan Bu Annisa. Semakin hari orangtua syahna merasa hubungan biru dengan putrinya semakin baik. Pak abimana juga merasa biru serius dengan perjodohan ini.


Biru dan ayah syahna sedang membahas acara pertunangan mereka bulan depan. Walau sudah membahas masalah ini dengan orangtua biru, pak abimana juga merasa perlu membahasnya dengan biru. Karena biru lah yang kelak akan menjalani hidup dengan syahna. keduanya tampak serius di mata syahna Andai biru mencintai nya betapa bahagianya syahna. Kenyataannya cinta syahna bertepuk sebelah tangan.


Dua bulan telah berlalu dari acara perjodohan dan syahna kini syahna menyadari dia telah jatuh hati terlalu dalam pada biru.


Perlakuan biru yang menyakiti hatinya selama ini tidak mengurangi sedikit pun rasa cintanya. Dia telah jatuh terlalu dalam dalam pesona biru. “cinta dalam hati” bisiknya. Seperti lirik dalam lagu band ungu keadaannya saat ini.


Syahna tersadar saat tangan sang bunda membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang.


Bagaimana mungkin syahna bisa menyakiti orang yang paling berjasa dan paling berharga dalam hidupnya. Setelah begitu besar pengorbanan dan kasih sayang yang diberikan. Siapa yang tega menyakitinya.


Kata orang, orangtua tidak pernah mau memaksakan kehendaknya bila sang anak tidak mau. Tapi apakah mereka tahu mungkin saja kehendak mereka itu adalah yang terbaik untuk hidupmu. Syahna selalu ingat dengan pesan orangtuanya bila ridho orangtuamu adalah ridho Rabb mu.


Syahna menuruni anak tangga saat sang ibu memanggilnya. Tatapannya ia alihkan saat biru juga menatapnya. Syahna tidak sanggup berlama-lama menatap mata biru. Getaran aneh dalam dadanya membuatnya serba salah. Biru sendiri tampak biasa saja.


Menurut biru semakin hari syahna semakin terlihat cantik. Sikap Syahna juga begitu berbeda dengan Alissa. Syahna terlihat sederhana dan apa adanya, tapi dengan kesederhanaannya terpancar aura cantik yang alami.


Sementara gaya hidup Alissa sungguh glamor Alissa juga suka berpakaian terbuka setidaknya baru itulah yang biru sadari dari keduanya. Biru sering menasehati Alissa dengan cara berpakaian dan gaya hidup Alissa, tetapi Alissa selalu beralasan akan berubah setelah mereka menikah.


“kami pergi dulu ya om” biru mencium takzim tangan ayah syahna. Dirinya berencana membawa syahna ke rumahnya atas perintah kedua orangtuanya.


“Hati hati di jalan ya nak biru, dan jangan terlalu malam pulangnya”


“Baik Tante” Setelah berpamitan dengan kedua orangtua syahna biru langsung membawa syahna menuju mobilnya.


“pasangan yang serasi” itulah yang saat ini ada dalam pikiran orangtua syahna. Mereka tidak tahu bahwa biru sangat pandai bermain peran. Biru bisa berperan menjadi orang yang sangat mencintai Syahna, padahal fakta di lapangan ia sering menyakiti Syahna dengan kata-katanya.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan syahna selalu memandang keluar jendela. Tidak ada niat di hatinya untuk memulai pembicaraan. Dirinya terlalu sibuk menenangkan debaran hatinya bila bersama biru. Dan hal itu terjadi selama sebulan ini. Biru sendiri cuek dengan syahna dan malah asyik menghubungi Alissa. Sadarkah kamu biru bahwa syahna tersakiti.


Mobil biru sudah memasuki halaman rumahnya. Rumah itu terlihat asri Dimata syahna penataan taman yang tepat membuat rumah terasa indah. Biru keluar dari dalam mobil tanpa mengajak syahna untuk turun. Syahna yang di tinggal biru segera keluar menyusul untuk mengimbangi langkah biru.


“Assalamu'alaikum tante” syahna langsung mengucapkan salam ketika mama biru membuka pintu. Melihat kedatangan syahna mama biru langsung memeluknya.


 “apa kabar kamu sayang”


“alhamdulillah baik tante” syahna mengikuti mama biru yang membawanya masuk ke dalam rumah.


Sedangkan biru masuk ke rumah lebih dulu dan meninggalkan syahna bersama sang mama. Melihat perilaku anaknya mama biru langsung mengusap punggung syahna.


Papa biru tersenyum bahagia melihat kedatangan calon menantunya. Sungguh syahna memang calon yang cocok untuk anaknya. Dirinya merasa tidak sia sia menjodohkan biru dengan anak sahabatnya itu. Masalah cinta pak Mahendra yakin itu akan muncul bila biru dan syahna sering bersama.


Setelah selesai makan malam, mama biru mengajak syahna untuk melihat album kenangan masa kecil biru. Biru yang lucu dan imut dimasa kecil membuat syahna gemas.


Mama biru menjelaskan satu persatu kejadian dalam album foto tersebut. Dimulai Dari biru belajar berjalan sampai biru lulus SMA dan mendapatkan peringkat terbaik kedua dalam angkatannya.


Biru yang selama ini terbiasa menjadi bintang sekolah harus terima saat anak baru itu merebut posisinya. Banyak hal yang syahna tahu dari mama biru. Dari hobi, makanan dan kebiasaan biru semuanya diberitahukan kepadanya.


Biru terpaku dalam diam saat syahna menatapnya. Syahna tersenyum lembut kepadanya tanpa sadar diapun membalasnya.


Biru tak tahu entah mengapa hatinya berdebar tak menentu. Akhir-akhir ini pikiran dan hati biru sering tidak sejalan.


Suara pesan masuk dalam ponsel menyadarkan biru dari situasi itu “kenapa kamu berubah akhir akhir ini honey” pesan dari Alissa membuat biru menghirup nafas sedalam dalamnya.


Biru bingung apalagi alasan yang diberikan yang harus diberikannya kepada Alissa. Apakah ia harus jujur pada Alissa tentang perjodohan ini.


Biru akui dia tidak gentle karena tidak bisa menentukan satu pilihan. Karena tidak ingin Alissa curiga terus menerus akhirnya biru memutuskan menelpon Alissa sebentar.


“mau kemana kamu biru” papa biru menghentikan langkah kaki biru. Karena bingung mau menjawab apa akhirnya Biru beralasan ada telepon dari dewa agar orangtuanya memberikan sedikit privasi padanya.


Biru keluar dari ruang keluarga, ia pergi sejauh mungkin agar orangtuanya tidak tahu jika ia sedang menghubungi Alissa.

__ADS_1


Orangtua biru selalu mendesak biru agar memutuskan hubungannya dengan Alissa. Tentu saja biru marah, tapi karena terus menerus didesak akhirnya biru mengalah. Biru menyatakan bahwa ia tidak memiliki hubungan spesial lagi dengan Alissa.


“kamu berubah honey” itulah kalimat pertama yang biru dengar dari Alissa saat dia menghubungi Alissa. Dada biru terasa sesak mendengarnya. Biru sadar Alissa harus tahu tentang perjodohan ini.


“Itu perasaan kamu saja honey” ucap biru lembut.


“Aku kenal kamu bukan sehari dua hari honey, kita udah bertahun-tahun bersama” suara Alissa terdengar prustasi ditelinga biru.


“kamu tahu Alissa, kamu itu separuh jiwaku” bir bingung harus berkata apa lagi. Setelah biru berhasil meyakinkan Alissa bahwa ia akan datang malam ini iya langsung mematikan panggilan telefon itu.


“mungkin inilah saatnya aku harus jujur” pikir biru dalam hatinya.


Biru masuk kembali kedalam rumahnya. Dari ujung ruang keluarga, biru bisa melihat kedekatan orangtuanya dengan Syahna.


“andaikan Alissa yang berada dalam posisi itu, berapa bahagianya kita honey” bisik biru yang hanya didengar oleh angin.


Biru menghampiri kedua orangtuanya dan Syahna, ia meminta izin kepada orangtuanya untuk membawa Syahna pulang ke rumahnya.


Bu Rahma merasa berat hati saat biru akan membawanya pulang. Tapi karena biru ada urusan yang mendesak dengan dewa dan sahabatnya yang lain mau tak mau iya merelakan calon menantunya itu pulang. Syahna dan biru pun pergi dari rumah biru. Syahna tak lupa mencium takzim tangan kedua orangtua biru.


Biru terpaksa berbohong kepada orangtuanya, ia sangat mencintai Alissa, dan ia berjanji akan ke rumah Alissa untuk menjelaskan semuanya.


Sepanjang perjalanan menuju rumah syahna tak ada percakapan yang berarti diantara mereka karena mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing.


Tak terasa kini biru dan syahna sudah sampai di depan rumah syahna. Biru mengantarkan syahna sampai ke depan pintu. Syahna tak lupa mengucapkan terimakasih pada biru untuk kejadian hari ini. Biru meninggalkan syahna bersama orangtuanya setelah berpamitan.


Syahna tahu betul kemana biru akan pergi setelah mengantarkannya pulang. “Alissa” satu nama itu yang ada dalam pikirannya. “salahkah aku mencintaimu kak biru” hanya itu yang syahna pikirkan saat ini.


Tepat jam sembilan malam biru sampai di rumah Alissa. Alissa menyambutnya bahagia dan mengajak biru untuk duduk di taman depan rumah.


Hari ini biru berencana memberitahu Alissa tentang perjodohan nya. Hanya satu harapannya semoga Alissa bisa menerima itu tanpa ada kata putus. Egois memang, tapi itulah cinta menurut biru.


Biru bingung harus memulai dari mana, menatap mata Alissa saja ia tak mampu. Tapi ia bertekad untuk menjelaskan semuanya. Kini biru memulai pembicaraan mereka. Alissa mencoba menjadi pendengar yang baik.

__ADS_1


Alissa tak bisa berkata-kata lagi setelah selesai mendengar penjelasan biru. Dirinya tidak tahu dengan jalan pikiran orangtua biru. Mereka bahkan belum pernah bertemu dengannya tapi sudah menolaknya. Alissa tidak terima ini. Dia berjanji akan membuat orangtua biru mengenal siapa dirinya dan menjauhkan perempuan itu dari kekasihnya.


“kita boleh memilih, kita boleh menerima atau bahkan menolaknya. ketahuilah suka tidak suka, mau tidak mau tulang rusukmu akan tetap milikmu dan kamu tidak bisa menukarnya sesuka hatimu”


__ADS_2