
Sepanjang syahna melangkahkan kakinya selama itu pula beberapa pasang mata mahasiswi memandangnya. Mereka masih penasaran dengan siapa syahna berangkat ke kampus tadi. Akhir akhir ini mereka sering bertemu dengan lelaki rupawan yang di atas rata-rata.
Syahna sendiri tidak suka menjadi pusat perhatian. Tetapi dia tidak bisa membohongi pesona sang kakak.
“Untung kakak sendiri, kalau enggak mungkin aku sama seperti mereka” ucap syahna dalam hati. Ketika sudah memasuki gedung fakultas yang diampunya syahna dihadang oleh Alissa.
Syahna sendiri bingung ada apa sebenarnya dengan Alissa. Syahna dan biru telah membuat perjanjian bahwa perjodohan mereka cukup mereka berdua yang tahu. Siapapun tidak boleh tahu apalagi orang itu Alissa. Jadi untuk apa Alissa menghalangi jalannya.
“Maaf kak ada apa?” Sherli berbicara dengan nada tidak suka yang begitu kentara. Sementara Alissa hanya diam di depan syahna dengan tatapan kebencian yang begitu membara. Bila itu api mungkin syahna telah terbakar habis oleh tatapannya. Tidak ada satu katapun yang keluar dari bibir Alissa. Dia pergi melangkahkan kakinya meninggalkan syahna dan dengan sengaja membenturkan bahunya dengan syahna.
Kedua sahabat syahna gerah sendiri melihat kelakuan Alissa. Bila syahna tidak melarang mereka mungkin sudah habis tuh rambut Alissa ditangan mereka.
“Gila kali ya tuh orang, gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba pasang muka jutek, Kesambet kali yah”
“kok kak biru bisa betah ya na sama dia” lanjut Sherli keceplosan.
“bertahun-tahun lagi, pake pelet apa tu cewek” sambung Dinda.
“itu hak kak biru, kak Alissa juga cantik. lagian jangan su’udzon terus” nasehat Syahna.
“Syahna hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan berlalu pergi meninggalkan Sherli serta Dinda yang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
Biru merasa ada yang aneh dengan dirinya. Entah mengapa dia merasa gerah melihat syahna saat di parkiran kampus tadi. Dia sendiri tidak tahu mengapa dia tidak suka melihat syahna dengan laki laki lain. Biru merasa seperti ada ribuan jarum yang menusuk hatinya saat memandang kejadian itu.
Selama ini dirinya selalu mengacuhkan kehadiran syahna. Tetapi melihat syahna bersama sang rival sebagian hatinya tidak rela. Ini sama persis ketika dirinya dulu cemburu melihat senja dengan naufal. Biru berpikir bila Naufal adalah kekasih syahna.
Flasback On
__ADS_1
Naufal adalah teman satu sekolah biru pada masa abu-abu. Naufal dan keluarganya pindah ke daerah tempat tinggal biru karena perusahaan ayahnya dalam bidang properti maju pesat saat itu.
Semula pusat perusahaan ayah Naufal berada di kota ini. Karena di kota laba perusahaan di atas rata-rata ayahnya memindahkan pusat perusahaannya ke kota ini.
Semua pekerjaan lebih mudah selesai bila berada di kota bisnis. Naufal kelas sepuluh semester dua saat menjadi siswa baru disekolah biru. Selain diberkahi paras yang indah Naufal juga memiliki IQ di atas rata-rata.
Naufal pemuda humble yang mudah berteman dengan siapa saja, berbeda dengan biru yang sedikit introvert. Kebaikan dan kehangatan Naufal menarik perhatian senja yang telah jatuh cinta sejak pandangan pertama.
Kegaduhan di dalam kelas senja menjadi hal yang biasa bila guru yang mengajar belum memasuki kelas. Ketika guru yang mengajar kelas senja memasuki kelas tanpa diperintah mereka akan duduk tenang dan diam di bangku mereka masing masing.
Sebelum kelas dimulai ketua kelas menyiapkan kelasnya tak lupa mengucapkan salam pada Bu Rossa yang mengajar kelas hari ini. Setelah itu mereka langsung berdoa sebelum belajar dimulai menurut agama mereka masing-masing.
Selesai membaca doa Bu Rossa mengabsen kehadiran siswanya. Ketika Bu Rossa akan memulai pelajarannya ketukan pada pintu kelas menghentikannya. Bu Rossa membuka pintu kelas dan melihat Bu Nadhira membawa seorang siswa yang ibu Rossa yakini adalah siswa baru. Tidak pernah ada siswa baru yang masuk ke dalam kelas yang sedang diajar oleh Bu Rossa melainkan siswa cerdas yang berprestasi.
Naufal melangkahkan kakinya ke dalam kelas setelah mendengar instruksi dari Bu Nadhira. Bu Rossa mempersilakan Naufal untuk mengenalkan dirinya.
Selesai memperkenalkan diri Bu Rossa mempersilakan Naufal untuk duduk di samping Radit. Kursi Radit tepat di belakang senja. Senja sendiri sedari awal melihat Naufal memasuki kelas langsung tergelitik hatinya. Jantungnya berdebar debar tak menentu menatap Naufal. Selanjutnya para siswa memperhatikan penjelasan Bu Rossa saat membahas materi trigonometri.
Biru dan senja sudah bersahabat sedari kecil, ketika memasuki masa sekolah menengah pertama biru menyadari bahwa dia telah jatuh cinta pada sahabatnya sendiri.
Biru selalu merasa bahagia dengan perhatian senja padanya saat itu. Tapi semua itu berubah ketika perhatian senja teralihkan pada Naufal kakak syahna.
Biru sangat benci melihat senja yang selalu curi curi pandang pada Naufal. Dirinya benar benar cemburu, tapi sulit mengatakan itu pada senja. Biru selalu berpikir mengapa senja tidak bisa menyadari perasaannya saat itu padahal mereka sudah mengenal lama. Senja adalah gadis lembut yang berhasil mencuri hati biru.
Ketika memasuki kelas sebelas senja yang pada dasarnya tidak mau ribet dengan urusan organisasi sekolah menjadi tertarik mengikuti organisasi OSIS di sekolah. Senja menjabat sebagai sekretaris OSIS dengan Ketua OSIS terpilih adalah Naufal.
Semenjak menjadi sekretaris OSIS, intensitas kebersamaan senja dan biru semakin berkurang, sementara intensitas kedekatan senja dan Naufal semakin intim. Sekarang di mana ada Naufal maka di situ ada senja. Baik ada kegiatan OSIS ataupun tidak, senja selalu berada didekat naufal. Sementara biru merasa semakin tersisih.
__ADS_1
Dua primadona sekolah Senja dan Alissa selalu berebut perhatian Naufal. Alissa mendekati Naufal dengan agresif sementara senja sebaliknya. Berulangkali Alissa menyatakan perasaannya pada Naufal, tapi selama itu pula Naufal menolaknya.
Tepat saat biru kelas dua belas biru berencana menyatakan perasaannya pada senja. Dirinya tidak mau menundanya lagi. Senja harus secepatnya tahu perasaannya. Biru tidak ingin keduluan Naufal.
Kini biru dan senja berada di taman belakang sekolah. Biru sangat bahagia bisa bersama dengan senja berdua saja tanpa sahabatnya Dewa. Biru memegang kedua tangan senja sambil duduk bersimpuh di kaki senja. Saat itu seluruh perasaan biru yang terpendam selama ini tersampaikan. Dirinya lega telah mengatakan semua pada senja. Biru sangat yakin senja akan membalas perasaannya.
Senja sendiri hanya bisa menghela nafas panjang mendengar pengakuan dan pernyataan perasaan biru. Senja sebenarnya tahu bila biru selama ini mempunyai perasaan lebih terhadapnya. Selama ini senja selalu mengalihkan omongan biru bila percakapan mereka kearah sana.
Dari dulu sampai saat ini, senja hanya menganggap biru seperti saudaranya sendiri dan tidak ada perasaan lebih dari itu. Senja tidak menyangka bila biru akan menyatakan perasaannya dengan suasana romantis seperti saat ini. Tapi sekali lagi cinta senja hanya untuk Naufal dan bukan biru.
Penolakan senja membuat biru patah hati sejadi-jadinya. Selama ini biru tidak pernah tidak mendapatkan apa yang dia mau. Biru merasa harga dirinya terluka dengan penolakan senja. Seharusnya senja menerimanya karena mereka telah mengenal satu sama lain sedari kecil.
Seminggu setelah penolakan senja atas perasaan biru, senja dan Naufal resmi merajut kasih. Berita ini sampai ketelinga biru. Jangan ditanya bagaimana reaksi biru. Biru merasa dunianya telah hancur. Biru tidak terima bila senja menjadi milik Naufal.
Alissa yang selama ini mengejar naufal menangis histeris saat tahu hubungan senja dan pujaan hatinya.
Beribu cara telah Alissa lakukan untuk memisahkan senja dan Naufal. Bahkan Alissa sempat melakukan tindak kriminal dengan menyuruh beberapa preman membuat perhitungan pada senja dengan mengambil kesucian senja. Alissa berharap Naufal akan jijik pada senja karena telah kehilangan kesuciannya.
Untung saja rencana itu tidak berhasil karena Naufal yang memang ahli bela diri sedari kecil berhasil menyelamatkan senja dan mengalahkan orang suruhan Alissa dan menjebloskan mereka masuk penjara. Alissa tidak ditangkap karena ada peran ayahnya yang membuat hukum seakan berpihak pada Alissa.
Perbuatan Alissa tidak hanya sampai di situ. Puncaknya alissa menyuruh beberapa preman lagi untuk melenyapkan senja. Kejadian itu itu hampir saja merenggut nyawa senja. Karena hal itu Alissa harus berurusan dengan polisi lagi dan membuat papanya marah. Bila hal ini terjadi lagi papa Alissa akan memindahkan sekolah Alissa ke Jerman. Takut dengan ancaman sang papa akhirnya Alissa merubah targetnya menjadi biru.
Biru yang dingin dan sedikit introvert membuat Alissa kesulitan untuk mendapatkan cintanya. Alissa tahu bahwa biru mencintai senja. Oleh sebab Alissa berusaha membuat biru jatuh cinta pada Alissa dan merebut semua orang yang dekat dengan senja agar membenci senja. Sahabat senja yang bernama Emily pun berhasil dipengaruhi Alissa.
Butuh waktu tiga bulan lamanya bagi Alissa mendapatkan hati biru. Alissa merasa hanya biru yang bisa menyaingi Naufal dan sepadan dengan dirinya. Lantas mungkinkah Alissa bisa begitu saja melepaskan biru setelah ia bersusah payah mendapatkan hati biru.
“Cinta sejati adalah di mana kita bahagia melihat dia bahagia bersama dengan orang yang dia cintai”
__ADS_1