Boneka Pembunuh

Boneka Pembunuh
Rumah Baru


__ADS_3

Setelah Bubby mengambil alat tersebut. Bubby memutuskan untuk menuju rumahnya. Tak perlu waktu lama, hanya memerlukan waktu 15 menit Bubby sudah sampai di rumahnya. Disana jarang ada angkutan kebanyakan dari mereka berjalan kaki. Ada kereta bawah tanah namun itu hanya bisa dilakukan ketika perjalanan antar daerah.


(Rumah apa ini? hanya berbentuk seperti kapsul raksasa) batin Bubby sembari melihat dengan teliti.


Rumah berbentuk kapsul berwarna putih yang tak beda jauh dengan kuncinya. Bubby kemudian memasukkan kode kunci di sebuah barcode depan pintu rumahnya.


"Selamat datang di kota xxx. Selamat sore Nona Bubby. Silahkan masuk ke dalam. Untuk keperluan tunjukkan saja kode kuncinya dengan bunyi (pembunuh)"


Bubby terperangah, bayangan tentang modern masa depan ternyata sudah di depan mata. Ketika membuka pintu rumahnya, luas rumah yang begitu besar tak sebanding dengan ukuran rumah yang terlihat. Barang-barang mewah dan modern terpampang di depan mata.


Bubby berjalan menuju kamarnya. Sebuah kamar yang luas berwarna merah maroon dan sedikit warna kuning. Ada sebuah layar hologram yang terpampang di depan ranjang Bubby.


"Apa ini?" ujar Bubby.


Sebuah tekstur lembut namun agak sedikit lengket mendekati kaki Bubby. Berwarna hampir senada dengan kamarnya yaitu merah. Ada sedikit tonjolan pada kepalanya yang berwarna kuning seperti sebuah tanduk.

__ADS_1


"Ini kucing, tapi kenapa seperti ini. Dua tanduk di antara kedua telinga, berwarna merah, dan badannya sedikit lengket. Haiii," ujar Bubby sembari mengelus kucing aneh itu.


"Hai," jawabnya sembari menjilati kakinya.


"Ka-kau bisa bicara?" ujar kucing itu.


"Iya tentu bisa. Aku Mona, kamu pasti Bubby," ujar Mona.


"Mo-mona, sungguh kota yang aneh. Aku tak menyangka ada seekor hewan yang bisa berbicara," ujar Bubby.


"Ohhh.... Omong-omong, kamu di sini sendirian selama ini?" ujar Bubby sembari merebahkan diri di kasur empuknya.


"Aku disini sendiri. Jangan kau kira aku disini sendirian selama beberapa tahun," ujar Mona mengikuti Bubby untuk merebahkan diri dengan tubuh sedikit melingkar.


"Iya tentu, bisa jadikan begitu. Lagian gak mungkin juga kamu baru ada di sini. Siapa coba yang kirim kamu dan milih kamu?" ejek Bubby tertawa.

__ADS_1


"Ishhh kau ini. Perkataanmu gak salah. Iya aku disini beberapa jam yang lalu. Setiap penduduk akan mendapatkan rumah dan hewan peliharaan hanya dalam waktu 2 jam setelah menerima kunci. Kamu pasti gak akan percaya jika rumah ini baru juga di bangun disini," ujar Mona sembari melompat-lompat di kasur.


"Serius, bagaimana mungkin? Rumah ini kan berat dan besar. Masa iya ada seseorang yang bangun secepat itu?" tanya Bubby.


"Rumah ini di bangun dengan sebuah laser pembesar yang di kendalikan oleh gedung 7. CEO memiliki 3 kunci untuk setiap penduduk. 1 untuk warganya, 1 untuk dirinya, dan 1 untuk membangun rumah. Ukurannya sana persis asal kau tahu," ujar Mona.


"Gak mungkin lah, kunci ya kunci, rumah ya rumah. Gak ada istilah kunci itu rumah dan rumah itu kunci," ejek Bubby yang masih tak percaya.


"Buktinya ada, kalau kamu penasaran coba sentuh layar hologran itu tentang detail kota dari masa pembangunan pertama hingga sekarang," ujar Mona.


"Iya deh nanti aja, aku capek tau. Aku mau tidur, sana pergi," ujar Bubby sembari membalkkan badan ke kanan.


"Hei, ayo main sebentar denganku. Aku juga ingin kenal dekat denganmu," ujar Mona sembari menggigit Bubby.


Bubby yang sudah terlelap tak menggubris Mona yang sudah menyakiti dirinya.

__ADS_1


__ADS_2