Boneka Pembunuh

Boneka Pembunuh
Hari ke-30


__ADS_3

Pagi harinya badanku terasa pegal dan lelah. Setelah malam harinya aku bertempur dengan jiwa lain yang ada dalam ragaku. Bayangan sosok bertangan panjang seakan berusaha mengusir jiwa yang ada di dalamku.


"Hei kau nona pembunuh! bagaimana rasanya? menyenangkan bukan?"


ucapnya sembari tersenyum menyeringai yang menakutkan. Menampakkan gigi runcing berderet yang panjang. Senyum yang lebar seakan merobek pipinya. Darah hitam mengalir dari lubang mata tanpa bola mata.


"Apa maksudmu!"


Ucapku menahan rasa sakit, seakan ucapannya benar adanya.


"Jangan kau merasa tidak tau dan pura-pura lupa. Bukankah semuanya sudah jelas?"


"Aku?? Apa yang kulakukan?"


ucapku bergetar hebat menahan rasa perih di dalam jiwaku.


"Kau akan tahu saat kau menyadarinya"

__ADS_1


ucapnya sembari menghilang di telan cahaya gelap. Tak lupa senyumnya yang menakutkan namun juga mengesalkan menyisakan ejekan.


Aku tersadar dari mimpi buruk itu. Badanku yang lemah dan letih, serta rasa sakit menggelora di dalam jiwaku.


Pipiku basah karna air mata. Dinding ini begitu kuat menahanku di dalam tempat ini. Dan ini adalah hari terakhirku diruang cahaya.


Hari ini adalah hariku ke-30. Aku berharap ada seseorang yang mengambilku dan bahagia atasku. Aku hanya berharap dan menanti hingga tak berarti.


"Hei nona gembul, apa kau baik-baik saja?" ucap Bonni menatapku kasihan.


"A-Aku? Emmm.. tentu aku baik-baik saja," ucapku menahan rasa getir di ujung mulut.


ucap Burry menahan rasa takut.


"Oh iyakah? bisa kah kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" ucapku penasaran.


Anggukan Burry terhadap pertanyaanku menandakan bahwa dirinya menyetujui untuk menceritakan. Burry mengatakan kepadaku jika aku berusaha untuk keluar dan merusak dinding transparan ini. Namun segel pada simbol itu membuatku acap kali menyentuhnya selalu membuatku merasa seperti tersengat listrik. Aku beusaha keluar dan berteriak tak jelas. Yang mengejutkan ialah suaraku yang berbeda dari biasanya. Aku memiliki nada suara serak seperti wanita tua dan berkata kasar.

__ADS_1


Aku hanya menundukkan kepalaku karena menahan malu. Bukan hanya mereka berdua yang merasa ketakutan tapi semua penghuni disini juga merasakan rasa yang sama. Mereka berusaha membantuku dengan keluar dari dinding transparan itu. Namun ketika aku mengeluarkan sesuatu mereka hanya berdiri mematung dan merinding.


Temanku berusaha menghiburku agar tak sedih. Aku hanya tersenyum sambil menahan sakit di badan dan rasa bersalah yang menggerogoti setiap tetes darahku. Tidak biasanya aku secapek ini.


Sore hari, pemilik tempat ini datang mengambilku. Aku didekapnya dan dibawa ke ruangan kegelapan. Bonni dan Burry hanya menangisiku tanpa bersuara.


" Bubby, kau akan jadi teman terindahku. angan lupakan kami," ucap Burry merengek.


"Nona gembul, Jika kau selamat dan baik-baik saja katakan kepada kami tentang kisahmu ya,"


ucap Bonni meyakinkanku untuk tak takut.


Aku mengatakan kepada mereka jika aku sayang kepada mereka. Dan aku berterima kasih kepada mereka, karena mereka mau berteman dengan diriku serta menghiasi hari-hariku yang suram disini.


Seperti namanya, ruangan kegelapan begitu gelap nan sunyi. Aku dibawanya ke sebuah meja dan aku diletakkannya disitu. Ruang yang tak terlalu besar namun sangat dingin ini membuat siapapun pasti merinding berada disini.


Pemilik ini menyalakan lampu yang menggantung diatas meja. Lampu yang tak begitu terang menambah nuansa ngeri disini. Pemilik ini mengeluarkanku dari dinding transparan itu. Ia meletakkanku di meja, ia juga mengikatkan tali rantai di kedua tanganku dan kakiku. Ikatan rantai itu begitu kuat, jadi siapapun tidak akan lolos dari cengkaramnya.

__ADS_1


Ia mengeluarkan sebuah benda tajam yang nampak tak asing. Dia begitu misterius dan berwajah dingin. Benda itu di arahkannya ke atas dadaku tepat di tengah-tengah dadaku.


Lalu memotong rokku lurus dari atas ke bawah. Kemudian, ia meletakkan benda itu di tubuhku dan disayatnya pelan membelah tubuhku. Aku tak merasakan sakit, lalu aku tertidur. Selanjutnya, aku tak tahu apa yang dilakukannya.


__ADS_2