
Hal yang terus kulakukan itu ternyata menimpa juga pada pemilik tempat ini. Aku membunuhnya karena dia mencoba membelahku.
flashback
"Hah kau ini, sejak kedatanganmu membuat tokoku sepi terus, dan mereka selalu komplain tentang wujudmu," kata pemilik.
"Hari ini aku akan membelahmu, membuat menjadi yang baru,"namun saat membuka tubuhku, pemilik itu menemukan sebuah kain hitam, paku berkarat, beras putih, dan kain putih dengan tetesan darah.
"Apa ini, sebenarnya siapa kau?" aku yang setengah sadar karena makhluk itu sudah menguasai diriku hanya tersenyum menyeringai.
Aku melepaskan semua ikatan pada tangan dan kakiku. Semua tubuhku yang terbelah kembali utuh seperti semula.
"Hei kau b******, berani-beraninya ya kau merusak tubuh ini,"
"Si.. Siapa kau," ucap lelaki itu ketakutan.
"Aku adalah iblis yang merasukinya, namaku adalah Vully," ucap iblis wanita itu.
"Vul-Vully... Jangan bilang kau iblis itu.Apa maumu hah!" bentaknya dengan tubuh gemetar.
__ADS_1
Vully adalah iblis dari generasi ke 2. Dia adalah keturunan seorang Dewa iblis terpopuler. Mencari iblis dari kalangan tersebut memanglah sulit dan sangat langka.
"Mauku ya... Jangan pernha ganggu tubuh ini! Sudah lelah aku mencari pengganti yang sempurna. Tubuh ini begitu suci, namun naas pemiliknya seorang pendendam akut. Tak segan-segan aku mengajaknya bekerja sama. Bodoh sekali dia," tawanya menggelegar dan membuat siapapun yang mendengarnya akan menutup telinga rapat-rapat.
"Sekarang juga aku akan mengahancurkanmu bodoh!" Ucap Vully mengarahkan pisau ke pemilik toko.
Serangan dari iblis itu begitu membabi buta. Aku yang setengah sadar seakan merasakan dendam dari sang iblis itu.
Entah setan apa yang merasukiku. Aku mengamuk dan merusak ruang ini dan membunuh pemilik toko ini dengan sadis.
Tak lupa, teman-temanku yang mendengar teriakan pemilik ini, sehingga memutuskan melihat apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi?" tanya Bonni
Saat itulah serangan yang membabi buta dariku hanua dengan 5 menit membuat si pemilik toko mati terkapar.
"Bubby, apa yang kamu lakukan? sadarlah jangan pernah tergoda dengan rayuan iblis itu," ucap temanku
Aku yang merasa marah kemudian menyerang mereka tanpa ampun.
__ADS_1
Aku membunuh mereka dengan menggantungkan kepala mereka dilangit-langit atap ini. Semua berteriak begitu keraa, namun sayang kami hanyalh boneka maka manusia tidak akan bisa mendengarnya.
Aku antara menyesal dan puas hanya terdiam. Sebab bukan aku pelakunya, tapi dia yang ada di dalam diriku.
flasback on
"Bubby, gila kamu. Lihat perbuatanmu itu, semuanya tewas mengenaskan," ucap Bonni
"Aa-apaa yang ku lakukan?" ucap Bubby tak percaya.
"Hei kau bodoh, sudah saatnya kau pergi. Kedatanganmu membuat semua yang ada disini menjadi menderita karena dirimu tau!" Ucap Bubby
"Dasar kau------," ucap Bonni
Ya apa yang dikatakan oleh Bonni itu benar jika aku adalah boneka pembawa sial.
Aku memutuskan untuk pergi dari toko itu. Rasa bersalah itu membuatku menjadi tersiksa.
Iblis itu sudah mengambil ragaku dan menukar jiwaku.
__ADS_1
Aku hanya menangis dan aku bersembunyi di atas pohon yang rindang. Manusia tak akan melihatku karna aku hanyalah sebuah boneka.
Kenapa tuanku berbuat jahat kepadaku. Aku hanya ingin bermain, jika mereka menurutiku aku tak akan melukai mereka. Apa yang dikatakan oleh Burry itu benar aku yang tak lain ialah “Boneka Pembunuh”.